Archive for the ‘Kalimantan Tengah’ Tag

NURANI CACAT & DEFISIT KEMANUSIAAN

NURANI CACAT & DEFISIT KEMANUSIAAN
Oleh Kusni Sulang

Delapan puluhan orang buruh PT ATA yang dipekerjakan oleh PT BTU (Agrindo Grup) beserta anak-isteri (termasuk istri yang hamil tua dan anak-anak balita) memperjuangkan tuntutan mereka untuk dipulangkan ke kampung-halaman mereka setelah merasa tertipu dengan janji-janji perusahaan yang mendatangkan dan mempekerjakan mereka di kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah ditambah dengan perlakuan yang tidak semestinya seperti menahan KTP. Untuk tujuan ini mereka telah datang ke DPR Provinsi, lalu ke Kantor Gubernur, kemudian menduduki sisi kiri bangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Mereka bertekad, bahkan siap mati, untuk tetap bertahan di kantor tersebut sampai tuntutan mereka yaitu pembayaran atas yang menjadi hak-hak mereka dan dipulangkan kampung-halaman dipenuhi. Karena “tiada sebutir nasi yang masuk di perut”, beberapa buruh mulai terserang penyakit baik yang dewasa lebih-lebih yang balita. Sedangkan uang mereka tak punya. Dari penuturan salah seorang buruh, pihak Disnakertrans “sama sekali tidak memperhatikan mereka. Terkesan dicuekin” (Kalteng Pos, 13 Maret 2015).
Dalam perjuangan ini para buruh didampingi oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalimantan Tengah.
Wakil Gubernur Kalteng Ahmad Diran (Rabu, 11/3) saat menemui buruh-buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur menginstruksikan agar Disnakertrans bertindak sebagai mediator kedua belah pihak dan mencari jalan penyelesaian.
Pihak perusahaan mau berunding dengan syarat pihak KSBSI tidak ikut serta dengan alas an yang berkonflik adalah para buruh dan perusahaan.
Kasus ini sekali lagi memperlihatkan banyaknya soal yang ditimbulkan sejak Kalimantan di invasi besar-besaran oleh perusahaan-perusahaan besar (PBS) alias investor, terutama menyangkut politik investasi yang diterapkan yang dibalut dengan nama indah yaitu politik ekonomi kerakyatan. Memperlihatkan hubungan antara PBS dengan penyelenggara Negara. Perintah Gubernur Kalimantan Tengah A. Teras Narang,SH, 10 Desember 2014 kepada bupati/walikota di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mencabut 250 izin usaha pertambangan (IUP) yang berstatus non-clean and clear (NCC), sampai hari ini tidak ketahuan jentrungannya.
Ia juga memperlihatkan keakuratan angka-angka statistik tentang pengangguran, kemiskinan, kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kalteng yang meningkat dengan masuknya PBS. Memperlihatkan sikap terhadap Serikat Buruh. Singkatnya, kasus ini melepaskan tutup sutra mengkilat dari borok-borok masyarakat Kalteng yang sebenarnya tidak lain dari masyarakat jajahan dari sebuah Negara Merdeka yang terjajah baik secara eksternal mau pun secara internal. Memperlihatkan bahwa masyarakat Kalteng adalah sebuah masyarakat mapan di atas kerusakan.
Selain itu, kasus pendudukan kantor Disnakertrans oleh para buruh yang menuntut hak-haknya dan minta dipulangkan, dibiarkan lapar serta menderita penyakit memperlihatkan nurani yang cacat atau invalid di kalangan penyelenggara Negara, terutama Disnakertrans. Di Eropa Barat yang disebut negeri kapitalis dan di Indonesia dikatakan bersifat individualistik, matinya seorang gelandangan di musim dingin bisa menggoncangkan pemerintah. Menjadi soal politik besar. Para gelandangan (clochard) tidak dibiarkan mati kelaparan. Kesehatan mereka diperhatikan. Singkatnya diurus oleh Negara. Mati kelaparan dipandang sebagai memalukan Negara dan tanda ketidakmampuan dalam menyelenggarakan Negara. Pembiaran para buruh, balita dan istri yang hamil tua di Yos Sudarso selain menunjukan nurani yang invalid, juga defisitnya rasa kemanusiaan. Membaca kenyataan sejarah Repulik ini, nyawa rakyat kecil nampak memang tak punya arti apa-apa – bentuk dari tidak diindahkannya republik sebagai suatu nilai. Membangun dengan nurani cacat dan defisit kemanusiaan akan berujung dengan kerusakan sebelum kehancuran .[]

Advertisements