Archive for the ‘Foto’ Tag

SEMINAR PENULIS ETNIK SERANTAU (SPES) 2016, SABAH

SEMINAR PENULIS ETNIK SERANTAU (SPES) 2016, SABAH

SMK Matunggong, Kudat, 22 Oktober 2016

Foto: Andriani SJ Kusni, Aldrin P. Lee

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Aldrin P. Lee/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Foto/Dok. Andriani SJ Kusni/Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah

Advertisements

Diskusi Buku “Puisi-Puisi Amrus Natalsya”

Diskusi Buku “Puisi-Puisi Amrus Natalsya”

Perayaan Ultah VI Sanggar Bumi Tarung Fans Club, 26 Februari 2016

Balairung Taman Budaya Kayu Tangi Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Foto-Foto Andriani S. Kusni

SBTFC Ultah 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

SBTFC Ulta 6

TONGKANG BATUBARA DI SUNGAI MENTAYA, SAMPIT

Tongkang mengangkut batubara di Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Kalteng. Sering menabrak jembatan dan lanting penduduk.(Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2011)

Tongkang mengangkut batubara di Sungai Mentaya, Kotawaringin Timur, Kalteng. Sering menabrak jembatan dan lanting penduduk. Penabrakan jembatan oleh  tongkang perusahaan tambang ini pun terjadi di Pontianak , Kalbar sehingga pernah melumpuhkan lalulintas kota.(Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2011)

IA MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL

Ia kami namakan Si Hitam sesuai warna bulunya. Suatu malam, dengan sempoyongan ia pulang dari bermain, terebah di depanku dengan mulut berbusa.  Subuh, sebelum meregang, ia menatapku sedih dengan kedua matanya berair. Aku pun sadar, ia menatapku untuk yng terakhir (Foto.Dok. Andriani S. Kusni, 2012).

Ia kami namakan Si Hitam sesuai warna bulunya. Suatu malam, dengan sempoyongan ia pulang dari bermain, terebah di depanku dengan mulut berbusa. Subuh, sebelum meregang, ia menatapku sedih dengan kedua matanya berair. Aku pun sadar, ia menatapku untuk yang terakhir . Tatapan minta diri dan terimakasih(Foto.Dok. . Andriani S. Kusni, 2012).

Si Hitam  tidak lagi bisa lagi melihat kami. Di bawah pepohonan kembang sepatu warna merah dan rinang, ia kami kubur. Fotonya waktu sehat masih terpajang di tembok rumah. Kuburnya terawat dan sering kuabur bunga.

Si Hitam tidak lagi bisa lagi melihat kami. Di bawah pepohonan kembang sepatu warna merah dan rindang, ia kami kubur. Fotonya waktu sehat masih terpajang di tembok rumah. Kuburnya terawat dan sering kutabur bunga.

FLAMBOYAN BAWAH, PALANGKA RAYA, KAMPUNG KUMUH DI TEPI KAHAYAN

Perumahan penduduk Palanrakgka Raya di kampung kumuh, Flamboyan, tepi Sungai Kahayan. Di sini bersarang rupa-rupa kejahatan. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2009).

Perumahan penduduk Palanrakgka Raya di kampung kumuh, Flamboyan, tepi Sungai Kahayan. Di sini bersarang rupa-rupa kejahatan. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2009).

Perkampungan penduduk  di Flamboyan Bawah, Palangka Raya, tepi Sungai Kahayan. Ironinya, air bersih didapat dengan pompa air. Sungai penuh merkuri (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni. 2009)

Perkampungan penduduk di Flamboyan Bawah, Palangka Raya, tepi Sungai Kahayan. Ironinya, air bersih didapat dengan pompa air. Sungai penuh merkuri (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni. 2009)

Berkunjung ke Flamboyan Bawah [Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2009)

Berkunjung ke Flamboyan Bawah [Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2009)

Sampah perumahan kampung kumuh Palangka Raya dan Sungai Kahayan.  Di Kalteng, sungai adalah nama lain dari tong sampah besar. (Foto. Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah /Andriani S. Kusni, 2009]

Sampah perumahan kampung kumuh Palangka Raya dan Sungai Kahayan. Di Kalteng, sungai adalah nama lain dari tong sampah besar. (Foto. Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah /Andriani S. Kusni, 2009]

ACARA TAHUNAN: FESTIVAL SENI-BUDAYA ISEN MULANG

Tari Menumpas Kejahatan dalam pawai pembukaan Festival Seni Budaya Isen Mulang yang diselenggarakan saban tahun dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S.Kusni, Mei 2013)

Tari Menumpas Kejahatan dalam pawai pembukaan Festival Seni Budaya Isen Mulang yang diselenggarakan saban tahun dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S.Kusni, Mei 2013)

Dalam pawai pembukaan Festival selain disertai oleh delegasi dari 14 kabupaten/kota, juga diikuti oleh komunitas-komunitas dari berbagai suku non Dayak yang ada di Kalteng (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriankai S. Kusni, Mei 2013)

Dalam pawai pembukaan Festival selain disertai oleh delegasi dari 14 kabupaten/kota, juga diikuti oleh komunitas-komunitas dari berbagai suku non Dayak yang ada di Kalteng (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriankai S. Kusni, Mei 2013)

Menjadi tradisi Dayak bahwa perempuan pun turut berperang. Dalam Perang Kemerdekaan 1945, di Kalteng terdapat  Lasykar Perempuan yang cukup banyak jumlah anggotanya di samping lasykar-lasykar Dayak yang lain .  (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, Mei 2013).

Menjadi tradisi Dayak bahwa perempuan pun turut berperang. Dalam Perang Kemerdekaan 1945, di Kalteng terdapat Lasykar Perempuan yang cukup banyak jumlah anggotanya di samping lasykar-lasykar Dayak yang lain . (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, Mei 2013).

UNJUK RASA DAYAK DI PALANGKA RAYA

Salah satu spanduk dalam unjuk rasa Dayak tahun 2013 (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2013)

Salah satu spanduk dalam unjuk rasa Dayak tahun 2013, isyarat bahwa Dayak menolak kolonialisme internal sesuai dengan Republik dan Indonesia sebagai rangkaian nilai. Jangan perosotkan  Republik dan Indonesia! (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2013)

Ustad Ganefo sedang menyampaikan orasi dalam sebuah unjuk rasa Dayak tahun 2013 di Palangka Raya (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2013)

Ustad Ganefo sedang menyampaikan orasi dalam sebuah unjuk rasa Dayak tahun 2013 di Palangka Raya (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2013)

Peserta unjuk rasa Dayak di Palangka Raya, memprotes  pernyataan Dr. Thamrin Amal Tomagola dari UI, yang dianggap melecehkan orang Dayak.(Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S.Kusni, 2011)

Peserta unjuk rasa Dayak di Palangka Raya, memprotes pernyataan Dr. Thamrin Amal Tomagola dari UI, yang dianggap melecehkan orang Dayak.(Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S.Kusni, 2011)

PATUNG DARI GETAH NYATU

Patung dari getah nyatu, salah satu karya rakyat Dayak Kalteng (Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2011)

Patung dari getah nyatu, salah satu karya rakyat Dayak Kalteng (Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2011)

MENZIARAHI W.S.RENDRA: SANG GURU DAN SAHABAT

Kami datang menziarahimu, Mas Wil. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2012)

Kami datang menziarahimu, Mas Wil. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2012)

PERINGATAN KEPADA ORANG DAYAK

Peringatan Wapres Boediono kepada Orang Dayak jauh sebelumnya telah disampaikan juga oleh Charles Brooke, Raja Putih  dari Sarawak sebagaimana tertera di prasasti Gedung Institut Dayakologi Pontianak (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2013)

Peringatan Wapres Boediono kepada Orang Dayak jauh sebelumnya telah disampaikan juga oleh Charles Brooke, Raja Putih dari Sarawak sebagaimana tertera di prasasti Gedung Institut Dayakologi Pontianak. Sementara para pendiri Kalteng juga mengingatkan: Ela sampai tempun petak batana sare, tempun uyah batawah belai, tempun kajanng bisa puat [punya tanah berladang di tepi, punya garam hambar di rasa, punya atap, basah muatan]  (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2013)

A;akah bencana asap yang membawa penyakit dan derita kepada penduduk Kalteng merupakan keberhasilan pembangunan dan kebangkitan Dayakkah?. Asap petaka begini berlangsung saban tahun lebih dari satu dasawarsa. Keberhasilan pembangunan Kalteng dan kebangkitan Dayak-kah  jika air sungai penuh air raksa sehingga air bersih menjadi sulit didapat? Sementara gubernur, 12 dari bupati/walikota dari 14 kabupaten/ kota adalah Orang Dayak. Tentu seperti kata Shakespeare, "There is something rotten in the State of Denmark" dan Denmark itu di sini tidak lain dari Kalteng. Maka awas pada pecintraan yang tidak lain dari ngedobos  alias omong besar. "Aku melihat mimpi pun berantakan"(Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2014)

Asap menutupi Sungai Kahayan.Apakah bencana asap yang membawa penyakit dan derita kepada penduduk Kalteng merupakan keberhasilan pembangunan dan kebangkitan Dayakkah?. Asap petaka begini berlangsung saban tahun lebih dari satu dasawarsa. Keberhasilan pembangunan Kalteng dan kebangkitan Dayak-kah jika air sungai penuh air raksa sehingga air bersih menjadi sulit didapat, .bahkan di Kotawaringin Timur ada penduduk yang terpaksa mengonsumsi air selokan di musim kemarau.  Sementara gubernur, 12 dari bupati/walikota dari 14 kabupaten/ kota adalah Orang Dayak. Tentu seperti kata Shakespeare, “There is something rotten in the State of Denmark” dan Denmark itu di sini tidak lain dari Kalteng. Maka awas pada pecintraan yang tidak lain dari ngedobos alias omong besar. “Aku melihat mimpi pun berantakan” (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2014)