Archive for the ‘INFO’ Category

KONSEP SMART CITY BUTUH PARTISIPASI MASYARAKAT

KONSEP SMART CITY BUTUH PARTISIPASI MASYARAKAT

 Saturday, 28 March 2015 09:20

Jakarta, GATRAnews – Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam S. Ernawi, mengatakan bahwa atribut kota cerdas atau smart city bisa diwujudkan dengan partispasi multistakeholders, masyarakat yang cerdas dengan kesetaraan dan pendidikan yang baik, rencana strategis yang berkesinambungan dan terintegrasi, serta kemitraan.

Konsep smart city, menurutnya, didefiniskan lebih dari sekedar menciptakan ruangan hijau yang lebih baik, akses komunikasi yang lebih cepat, dan transportasi yang hemat energi. Namun lebih dari itu, smart city adalah kota yang cerdas secara ekonomi, lingkungan, pemerintahan, pola hidup, cerdas mobilitas kotanya, dan cerdas masyarakatnya.

“Pelibatan swasta mestinya tidak hanya mewujudkan kota yang smart saja tapi juga yang berkelanjutan. Kota harus mendayagunakan modal dan kapasitas, bisa dengan melakukan pengembangan kawasan dan penerapan teknologi, dan menggerakkan manusia untuk bersama-sama mengembangkan kotanya,” kata Imam, beberapa waktu lalu.

Angin segar Smart City sudah ditiupkan beberapa kepala daerah, misalnya Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Upaya mewujudkan kota cerdas di Bandung dengan memberikan layanan akses internet di taman-taman kota, mencanangkan kartu pintar tarif transportasi umum, maupun dengan mendirikan comment centre.

“Begitu juga Surabaya berhasil melibatkan partisipasi masyarakatnya dari awal untuk menjadikan kotanya sebagai Smart City sehingga kesetaraan warga, pemerintah, swasta, dan akademisi mampu menciptakan kota yang lestari,” imbuh Imam.

Imam optimis, smart city tidak hanya faktor siapa kepala daerahnya, tapi ada sekitar 112 kabupaten/kota yang sedang mengembangkan program kota hijau (green city). “Smart City, Green City, Eco City, dan lainnya hanya sebuah atribut untuk simplifikasi perwujudan kota yang berkelanjutan dengan partisipasi semua pihak,” tutup Imam.

Sementara pengamat perkotaan Wicaksono Saroso menegaskan bahwa kota adalah cerminan dari masyarakatnya. “Jika ingin menjadi kota cerdas maka masyarakatnya juga harus cerdas, percuma saja jika sudah banyak diterapkan teknologi tapi masih ditemukan perilaku masyarak menerobos lampu merah, buang sampah sembarangan, dan lainnya,” ujar Wicak.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

KEBIJAKAN RASKIN HARUS DIEVALUASI

Jakarta, GATRAnews – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengatakan, kebijakan beras rakyat miskin (raskin) dapat diteruskan dengan mengevaluasi ulang secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai variabel.

“Misalnya dengan mempertimbangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara periodik, kelembagaan program raskin, metode penentuan Rumah Tangga Sasaran (RTS), area penerima, dan kualitas berasnya,” kata Herman, seperti dilaporkan Antara di Jakarta, akhir pekan ini.

Ia mengatakan, selama ini permasalahan dalam memenuhi subsidi raskin, misalnya kurang tepat sasaran, jumlah, mutu, waktu, harga, dan administrasi.

“Kendala klasik inkosistensi data penerima manfaat yang dalam penentuannya seringkali tidak melibatkan pemerintah daerah,” kata politisi asal Partai Demokrat tersebut.

Selain itu, kata Herman, penetapan RTS pemerima manfaat juga tidak tepat sasaran karena beras kerap ditebus dengan harga yang tidak sesuai, misalnya lebih dari Rp1.600 per kilogram di titik bagi.

“Permasalahan yang tidak kalah serius adalah masih ditemukan raskin yang tidak berkualitas dan sistem pengawasan dan pengendalian yang masih lemah,” tuturnya.

Ia mengharapkan, pemerintah dapat mereview kebijakan dan mekanisme perhitungan subsidi dari penyaluran raskin tersebut.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

LUNCURKAN “REPUBLIK KOMEDI 1/2 PRESIDEN”

Luncurkan ”Republik Komedi 1/2 Presiden”Email

Politisi Golkar, Bambang Soesetya (kanan) dan buku barunya (GATRAnews/Ervan Bayu)

Jakarta, GATRAnews- Politisi Golkar Bambang Soesatyo merasa lucu melihat Presiden Joko Widodo banyak mempertontonkan “komedi” dalam 100 hari pemerintahannya. Dari situlah, Bambang akhirnya menulis buku yang berjudul Republik Komedi 1/2 Presiden. “Presiden Jokowi banyak kelucuan, bikin kita ketawa sendirian, saat nonton televisi atau di kamar mandi,” kata Bambang dalam soft launcing buku tersebut di Ruang Fraksi Golkar, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/3). 

Kejadian yang membuat masyarakat tertawa menurut Bambang saat ada Menteri yang tiba-tiba gemar blusukan hingga meloncat pagar. “Ada menteri yang tadinya tak kenal blusukan sejak jadi menteri jadi rajin blusukan. Ada juga Menteri yang bertatto dan merokok di depan publik,” kata Bambang.

 

Bendahara Umum Golkar versi Munas Bali Bambang Soesatyo mengatakan terdapat sikap-sikap yang bertentangan dengan norma sosial. Ia pun mendapatkan pengaduan dari sejumlah guru Sekolah Dasar. “Guru di SD sempat komplain, mereka melarang murid merokok. Lalu murid bilang menteri saja merokok. Terus bajunya dikeluarin, katanya Presiden saja dikeluarin (bajunya). Ada murid, nyoret-nyoret badan, pas ditegur, bilangnya Menteri saja bertatto kenapa kita enggak boleh,” tuturnya.

 

Selain itu, kata Bambang, ada pula kelucuan di tataran kebijakan. Ia mencontohkan Jokowi yang tak ingin mengambil menteri dari politisi. Faktanya menteri yang berasal dari parpol jumlahnya banyak. Begitu pula ketika Jokowi menyatakan Jaksa Agung tidak berasal dari partai politik. Nyatanya, jaksa agung berasal dari Partai NasDem. “Presiden tidak menjadi dirinya sendiri. Ini nggak konsisten antara omongan dan perbuatan. Kenapa tidak selaras,” ujarnya.

 

Sedangkan pengamat politik Tjipta Lesmana melihat isi buku Bambang Soesatyo yang akan diluncurkan banyak memperlihatkan kelucuan. Seperti pembatalan pesta kemenangan di Pelabuhan Tanjung Priok. Terdengar kabar pembatalan itu dikarenakan Jokowi ditelpon Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Memang bukan rahasia, soal ‘setengah Presiden’. Jokowi bukan Presiden full. Bambang buka semua, kabinet last minute, yang namanya kuat jadi menteri terpental, yang jarang disebut malah masuk,” kata Tjipta.

 

Selain itu menurut Tjipta juga ada cerita dibalik pemilihan menteri kabinet kerja yang banyak campur tangan orang-orang sekitar Jokowi. “Saat pilih menteri misalnya, banyak nama yang santer akan jadi menteri, tapi saat last minute tak jadi dipilih. Ada tangan-tangan lain yang ikut campur,” lanjutnya. Buku ‘Republik Komedi 1/2 Presiden’ adalah buku kedelapan Sekretaris Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie ini.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

PRESIDENT JOKOWI INVITES CHINESE INVESTORS FOR MARITIME COOPERATION

ANTARA News

PRESIDENT JOKOWI INVITES CHINESE INVESTORS FOR MARITIME COOPERATION
ANTARANEWS.COM, Jumat, 27 Maret 2015 20:44 WIB
President Jokowi invites Chinese investors for maritime cooperation

President Joko Widodo (Jokowi) in the middle of reporters after reviewing the mass rapid transport (MRT) Dong Zhi Men Station Beijing, China (March 26, 2015). (AFP/HO/Laily-Setpres). (ANTARA/HO/Laily-Setpres)
Beijing (ANTARA News) – Indonesian President Joko Widodo (Jokowi) has invited Chinese investors to develop cooperation in the field of maritime as both countries share a common vision for the sector.

President Jokowi extended the invitation while meeting with Chinese Prime Minister Le Keqiang at the Great Hall of the People, Beijing, on Friday.

“I invite you to explore the possibility of developing any idea, initiative or response from China; I would like Chinese investors to participate in Indonesias infrastructure development, especially in seaports, shipbuilding, and fishing industries,” Jokowi said.

The President told Prime Minister Li that his meeting with Chinese President Xi Jin Ping earlier on Thursday (26/3) was productive.

On Thursday, both presidents signed an agreement on eight strategic and comprehensive partnerships between China and Indonesia.

Jokowi remarked that cooperation in the maritime field has been discussed between the two countries.

“Indonesia and China have the same mission; China has maritime silk lines and Indonesia has the worlds maritime axis,” Jokowi explained.

Prime Minister Li Keqiang observed that Indonesia and China share many common traditions and both want to encourage world peace.

“His Excellency President Joko Widodo is an old friend to me, I would like to exchange ideas with him,” Prime Minister Li stressed.

Li observed that economic cooperation can be encouraged in many areas, including infrastructure, mining, and fisheries.

“Indonesia has a strong desire to support the development of fisheries and other industries because it realizes that one of the requirements to become a modern state is to promote industries,” Li noted.

He also stated that China has great technologies and high productivity in infrastructure and industries.

“If you combine the potential of industries, then I am sure it will benefit both parties. Our advantage is our large production capacity and attractive prices. A cooperation that will combine these strengths and potential will create a good impact,” he explained.

After meeting with Prime Minister Li, President Jokowi addressed an Economic Cooperation Forum attended by Indonesian and Chinese business people.

The forum, which was held at the Great Hall of the People, aims to deepen mutually beneficial cooperation between the two countries and exchange business development ideas and opportunities.
(T.A050/Uu.INE/A050/F001)

INDONESIA’S POLITICAL SITUATION STABLE FOR INVESTMENT: PRESIDENT

ANTARA News

INDONESIA’S POLITICAL SITUATION STABLE FOR INVESTMENT: PRESIDENT
ANTARANEWS.COM, Selasa, 24 Maret 2015 16:48 WIB
Indonesia`s political situation stable for investments: President

President Joko Widodo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) – President Joko Widodo (Jokowi) has stated that current political situation in Indonesia guarantees a stable environment for investments.

“Indonesias economic growth target for 2015 has been set at 5.7 percent, and it will improve further until it reaches above seven percent,” Jokowi said while addressing some 1,200 Japanese businessmen at Indonesia Business Forum here Tuesday.

While Japan has so far been the second largest investor in Indonesia, the President expressed optimism that it will climb to the top of the list of foreign investors in Indonesia.

“We will develop economic zones in Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, and Papua. We dont want to concentrate only on Java Island but also on the eastern part of the country. I hope Japanese businessmen will utilize these opportunities,” he noted.

The construction of economic zones outside Java Island and a trans-Sumatra toll road are our first priorities. Our second priority is the construction of a toll road in Kalimantan, and the third priority is a toll road in Papua, which is still in the study phase.

This year, railway lines will be built in Sumatra and later in Kalimantan, Sulawesi, and Papua to facilitate goods transportation across Indonesia.

He also informed Japanese businessmen that Indonesia will build 24 seaports and deep-sea ports using the State Budget funds and private sector funding.

Other main projects in the pipeline include sea tolls, the development of the fisheries industry, airports, and power plants.

The President invited Japanese investors to invest in Indonesia.

At the forum, President Jokowi was accompanied by, among others, Coordinating Minister Sofyan Djalil, State Enterprises Minister Rini Soemarno, Foreign Affairs Minister Retno Marsudi, Trade Minister Rachmat Gobel, Cabinet Secretary Andi Widjajanto, Chairman of the Investment Coordinating Board Franky Sibarani, and Chairman of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry Suryo Bambang Sulisto.

Japanese businessmen at the forum constituted, among others, representatives from Hitachi, Daihatsu Motor Corp, IHI Corp, Inpex, Itochu, J-Power, JX Nippon Oil and Energy, Marubeni, Nikkei Inc, Sumitomo Corp, Ajinomoto, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Honda, JFE Steel, J-Trust, Mitsubishi Corp, NEC, Panasonic Corp, SMBC, and Sojitz.

H016 (f001/INE)
EDITED BY INE
(H-YH)
(T.SYS/A/KR-BSR/A/H-YH

MAYORITAS WARGA RUSIA ANGGAP AMERIKA SERIKAT MUSUH NO.1

Terkait: Amerika Serikat-Rezim Bashar dan Iran Segera Bersekutu

Hidayatullah.com–Mayoritas warga Rusia menganggap Amerika Serikat sebagai musuh utama mereka, sementara lebih dari separuh menyebut China sebagai teman utama Rusia dalam jajak pendapat terbaru, lansir Russia Today Kamis (9/10/2014).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga berpengaruh VTSIOM, jumlah warga yang menganggap Amerika Serikat sebagai musuh utama negara mereka naik 25 persen pada tahun 2008 menjadi 73 persen tahun ini. Sementara Ukraina menjadi musuh negara kedua dengan 32 persen, atau naik dari 21 persen tahun 2008.

Negara-negara lain yang dianggap warga Rusia sebagai musuh diantaranya Jerman dan Uni Eropa secara umum (10 persen), Inggris (9 persen), Polandia (6 persen), Kanada dan Prancis 3 persen.

Para sosiolog mengatakan bahwa pendapat warga Rusia itu semakin tegas, di mana jumlah responden yang tidak menentukan pilihan turun dari 44 persen tahun 2008 menjadi hanya 15 persen tahun 2014 ini.

Sebanyak 51 persen warga Rusia meihat China sebagai sekutu geopolitik negara mereka. Angka itu naik drastis dari 23 persen di tahun 2008. Belarusia dianggap teman kedua oleh 32 persen warga Rusia dan Kazakhstan di tempat ketiga dengan 20 persen.

India, Argentina dan Brazil juga dimasukkan dalam daftar teman menurut para responden.

Perubahan mencolok telihat pada perubahan pendapat warga soal Jerman. Tahun ini hanya persen yang menilai Jerman sebagai teman sekutu Rusia, bandingkan dengan angka 17 persen di tahun 2008.

Jajak pendapat dilakukan akhir September lalu di 130 kota dan desa di 42 wilayah Rusia.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

KISAH KUCING KESAYANGAN NABI SAW DAN KEISTIMEWAAN KUCING DALAM ISLAM

VIVAnews ForumsFri, 27 Mar 2015 | 20:50 WIB

Kisah Kucing Kesayangan Nabi SAW, dan Keistimewaan Kucing Dalam Islam


Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.

Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.

Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.

Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan

Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.

Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.

Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.

Hukum membunuh kucing

Tahukah agan Nabi Muhammad saw juga membela kucing?
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. (Shahih Muslim No.4160)
dan Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[1] dan Abu Hurairah.[2]

Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?

Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.

Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.

Kucing “Muqawwamah”: Kucing Palestina yang Dipenjara di Sel Khusus Israel

Jika boleh iri, kaum muslimin mungkin harus iri kepada kucing Palestina. Pasalnya, ditengah ketidakmampuan kita ikut membela saudara-saudara kita di Palestina yang kini sedang berjuang mempertahankan Masjidil Aqsha dari ancaman israel, justru seekor kucing tampil sebagai pahlawan. Kucing itu dinilai zionis-israel dapat membangkitkan perlawanan (muqawwamah).

Sebagaimana dikutip situs .::, zionis-israel telah memenjarakan seekor kucing Palestina. Kucing ini dinilai menjadi penghubung di sel isolasi di kamp tahanan pejuang-pejuang Palestina di Negev.
Menurut pejabat israel, kucing tersebut membantu para tahanan dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dan lainnya dari satu sel ke sel lain. Peran itu dimainkan si kucing selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ketahuan.

Penjaga penjara Negev lalu menjebloskan kucing itu ke dalam sel khusus. Nah, siapa bersedia menjenguk kucing yang pintar ini? Adakah kira-kira pengacara dermawan yang akan membelanya? []

PENGAMAT: PENDUKUNG ISIS DI INDONESIA CAPAI 2 JUTA ORANG

PENGAMAT: PENDUKUNG ISIS DI INDONESIA CAPAI 2 JUTA ORANG
500 orang sudah bertolak ke Suriah dan Irak.
Jum’at, 27 Maret 2015 | 08:41 WIB
Oleh : Bayu Adi WicaksonoZahrul Darmawan (Depok)
Pengamat: Pendukung ISIS di Indonesia Capai 2 Juta Orang
Anggota Densus 88 dan aparat Polres Malang Kota melakukan penggeledahan di kediaman salah satu terduga pengikut ISIS berinisial AHM di Malang (VIVA.co.id/Dyah Ayu Pitaloka)

VIVA.co.id – Pengamat terorisme, Al Chaidar menyebut, pendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di Indonesia berkembang pesat.

Al Chaidar memperkirakan, saat ini pendukung ISIS di Indonesia sudah mencapai 2 juta orang, 500 orang di antaranya telah bertolak ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan pasukan ISIS.

“Seperti jaringan Ustad Afif ataupun Ustad Abu Fija. Jaringan ISIS di Indonesia ada 2, Poso dan Jawa,” kata Al Chaidar kepada VIVA.co.id, Jumat 27 Maret 2015.

Jika dibagi dalam dua kelompok, jelas Al Chaidar, maka jaringan itu terbagi dalam beberapa wilayah. Yakni, jaringan Abu Bakar Ba’asyir yakni meliputi Jawa, Sumatera dan Kalimantan serta jaringan Poso, Sulawesi dan Bima yang bersatu jadi satu jaringan besar.

“Jawa, Sumatera dan Kalimantan masih di bawah pengaruh Abu Bakar Ba’asyir. ISIS berkembang di Indonesia sejak tahun 2013. Mereka cepat berkembang karena membawa ideologi kafiri, ideologi yang mengkafirkan orang dan ideologi kalifah,” kata Al Chaidar.

Menurut Al Chaidar, pendukung ISIS nekat meninggalkan Indonesia hanya karena sebuah niat, yaitu jihad. “Alasannya ingin berjihad dan masih terkait dengan jaringan lama,” ujarnya.[]
 

PANGLIMA OPM ANCAM ANGKAT SENJATA JIKA JOKOWI KE PAPUA

 PANGLIMA OPM ANCAM ANGKAT SENJATA JIKA JOKOWI KE PAPUA
“Goliat dan pasukannya siaga dengan senjata.” Kapan Jokowi ke Papua?
Jum’at, 27 Maret 2015 | 06:51 WIB
Oleh : Bayu Adi WicaksonoBanjir Ambarita (Papua)
Panglima OPM Ancam Angkat Senjata Jika Jokowi ke Papua
Barisan pasukan OPM (Banjir Ambarita/Papua)

VIVA.co.id – Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jenderal Goliat Tabuni menginstruksikan pasukannya untuk siaga I dan menyiapkan senjata jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar akan berkunjung ke Papua bulan Mei nanti.

“Goliat dan pasukannya siaga dengan 120 senjata jika benar Presiden datang ke Papua,” kata Deerd Tabuni, adik dari pimpinan OPM yang berkuasa di wilayah Tingginambut, Papua, Kamis 26 Maret 2015.

Menurut Deerd, Goliat menyatakan belum pernah diberitahu tentang kedatangan presiden ke Papua apalagi kedatangan itu berkaitan dengan dirinya.

“Kalau ada issu itu belum diketahui, karena belum pernah dikomunikasikan,” ujar Deerd.

Menurut Deerd, saat ini, Goliat Tabuni masih berstatus Panglima OPM dan belum pernah menyatakan menyerah kepada TNI dan bergabung ke NKRI seperti yang didesas-desuskan sebelumnya.

“Goliat tegaskan, dia tak akan pernah menyerah, karena mandat seluruh pejuang OPM yang ada di Tanah Papua dari Merauke hingga Sorong sudah dipegang,” kata Deerd Tabuni.

Goliat juga menyangkal klaim TNI yang menyatakan 23 pasukan OPM menyerahkan diri. Menurut Goliat, yang menyerahkan diri itu bukan anggota OPM melainkan masyarakat biasa yang tinggal di Tingginambut.

KASUS FATIN, SASTRAWAN SAUT SITUMORANG DIJEMPUT PAKSA POLISI

KASUS FATIN, SASTRAWAN SAUT SITUMORANG DIJEMPUT PAKSA POLISI

Tempo.Co, Kamis, 26 Maret 2015 | 17:10 WIB

Kasus Fatin, Sastrawan Saut Situmorang Dijemput Paksa Polisi

Tempo/Kink Kusuma Rein

 

TEMPO.CO, Jakarta – Sastrawan Yogyakarta, Saut Situmorang, dijemput petugas Kepolisian Resor Jakarta Timur di rumahnya di Danunegaran, Mantrijeron, Yogyakarta, siang ini, Kamis, 26 Maret 2015.

“Ada tiga orang yang datang tadi,” kata Saut kepada Tempo melalui sambungan telepon.

Saat penjemputan terjadi, sekitar 20 sastrawan dan penulis Yogyakarta datang ke rumah Saut untuk memberi dukungan.

Pengarang buku puisi saut kecil bicara dengan tuhan itu saat ini sedang menunggu kereta api di Stasiun Tugu, Yogyakarta, yang akan membawanya ke Jakarta. Dia didampingi Katrin Bandel, istrinya yang juga kritikus sastra, dan Iwan Pangka, pengacaranya.

Menurut Iwan Pangka, Saut akan dimintai keterangan dalam kasus pencemaran nama baik Fatin Hamama. “Besok dia dimintai keterangan sebagai saksi, bukan ditahan. Saut akan pulang setelah memberikan keterangan,” ujar Iwan.

Fatin Hamama, penyair Jakarta, melaporkan Saut dan sastrawan Iwan Soekri Munaf ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya melalui komentar-komentar mereka di Facebook. Fatin mengadukan Saut karena menyebut kata “bajingan” di media sosial itu.

Kasus ini bermula dari terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang menghebohkan jagat sastra. Di dalam buku itu, nama Denny J.A., konsultan politik pendiri Lingkaran Survei Indonesia, masuk dalam jajaran sastrawan besar Nusantara, seperti Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer.

Polemik soal buku itu pun ramai di laman grup Facebook bernama Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Di situlah, Iwan Soekri, Saut, dan banyak sastrawan lain menyampaikan kritiknya atas terbitnya buku tersebut. Sejumlah sastrawan menuding Fatin sebagai “makelar” Denny J.A. dalam penulisan buku itu.

KURNIAWAN

 

 

PENGACARA SAUT SITUMORANG: INI DEBAT SASTRA, KOK KE HUKUM

Kamis, 26 Maret 2015 | 17:32 WIB

 

Pengacara Saut Situmorang: Ini Debat Sastra, Kok ke Hukum

Saut Situmorang. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO.CO, Jakarta – Pengacara sastrawan Saut Situmorang, Iwan Pangka, menilai pemanggilan Saut dalam kasus pencemaran nama baik Fatin Hamama tidak jelas juntrungannya.

“Ini kan sebenarnya perdebatan sastra, tapi kok masuk ke ranah hukum. Ada tujuan apa?” kata Iwan kepada Tempo melalui sambungan telepon, Kamis, 26 Maret 2015.

Saut Situmorang, sastrawan Yogyakarta, dijemput paksa oleh petugas Kepolisian Resor Jakarta Timur di rumahnya di Danunegaran, Mantrijeron, Yogyakarta, pada Kamis siang, 26 Maret 2015.

Saat penjemputan terjadi, sekitar 20 sastrawan dan penulis Yogyakarta datang ke rumah Saut untuk memberi dukungan.

Saut kini sedang menunggu kereta api yang akan membawanya ke Jakarta. Dia didampingi Katrin Bandel, istrinya yang juga kritikus sastra, dan Iwan Pangka, pengacaranya.

Saut, kata Iwan, besok, Jumat, 27 Maret 2015, akan dimintai keterangan di Polres Jakarta Timur dalam kasus pencemaran nama baik Fatin Hamama, penyair Jakarta.

Fatin melaporkan Saut dan sastrawan Iwan Soekri Munaf ke polisi karena dianggap mencemarkan nama baiknya melalui komentar-komentar mereka di Facebook.

Kasus ini bermula dari terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang menghebohkan jagat sastra. Dalam buku itu, nama Denny J.A., konsultan politik pendiri Lingkaran Survei Indonesia, masuk dalam jajaran sastrawan besar Nusantara, seperti Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer.

Polemik soal buku itu pun ramai di laman grup Facebook bernama Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Di situlah, Saut, Iwan Soekri, dan banyak sastrawan lain menyampaikan kritiknya atas terbitnya buku tersebut. Sejumlah sastrawan menuding Fatin sebagai “makelar” Denny J.A. dalam penulisan buku itu.

KURNIAWAN

 

 

NETIZEN GALANG #SAVE SAUT UNTUK SAUT SITUMORANG

Tempo.Co, Kamis, 26 Maret 2015 | 18:43 WIB

 

Netizen Galang #SaveSaut untuk Saut Situmorang

Buku 33 tokoh sastra

 

TEMPO.CO, Jakarta – Penjemputan paksa penyair Saut Situmorang di rumahnya oleh anggota Kepolisian Resor Jakarta Timur memicu reaksi netizen–masyarakat pengguna Internet.

Fatin Hamama, perempuan penyair, melaporkan Saut ke polisi karena Saut menyebut kata “bajingan” di laman grup Facebook Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh.

Laman itu berisi berbagai komentar para sastrawan dan penggemar sastra terhadap buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh yang menghebohkan jagat sastra. Dalam buku itu, nama konsultan politik Denny J.A. masuk dalam jajaran sastrawan besar Nusantara bersama antara lain Chairil Anwar dan Pramoedya Ananta Toer.

Sejak penjemputan pada Kamis siang, 26 Maret 2015, itu netizen menggalang kampanye dengan tagar #SaveSaut di Twitter. Tagar itu bahkan menjadi trending topic.

Berbagai komentar bermunculan di sana. Ini beberapa di antaranya:

@1bichara :
Bila tiap suara perlawanan dibungkam dengan pasal karet, akan kerdil tradisi kritik. #SaveSaut

@DamarJuniarto :
Soal sastra saya serahkan pd yg paham. Saya terlibat #SaveSaut dr sisi perlindungan hak dasar setiap manusia. Pidana bukan jalan keluar.

@febrofirdaus :
Kalau ngomong bajingan dilarang, lah itu wong suroboyo masuk penjara semua dengan #jancuk nya :p #SaveSaut

@agungdospy :
Sedikit2 lapor, sedikit2 tangkap. #SaveSaut

@Arif2121:
Saut Situmorang dibungkam sastrawan palsu #SaveSaut

@mjamesf :
tajam ke bawah, tumpul di atas :-( #savesaut)

 

KURNIAWAN

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers