Archive for the ‘INFO’ Category

Indonesia & China Sepakati Kerjasama Industri Pertahanan

http://alutsista.blogspot.com/2012/02/indonesia-china-sepakati-kerjasama.html

Wednesday, February 22, 2012

Indonesia & China Sepakati Kerjasama Industri Pertahanan

*JAKARTA* – Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC) menyepakati kerja
sama industri pertahanan kedua negara perlu diarahkan untuk pengembangan
alih teknologi.

Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa
(21/2), menyebutkan selain itu program saling kunjung antarpemimpin
militer, pendidikan, pertukaran siswa, pelatihan personil dan latihan
bersama khususnya dalam kerangka anti perompakan dan anti terorisme akan
terus ditingkatkan.

Dalam kerangka itu, keduanya akan membentuk kelompok kerja untuk
mempelajari dan memberikan masukan kepada pimpinan mengenai berbagai
potensi kerja sama di antara kedua negara dalam kerangka waktu yang
disepakati.

*Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro* dan mitranya *Jenderal Liang
Guanglie* menandatangani kesepakatan tersebut dan beberapa lainnya saat
mereka mengadakan pertemuan.

Dalam lawatannya, Yusgiantoro mengadakan kunjungan kehormatan kepada Wakil
Kepala Komite Sentral Militer RRC Jenderal Guo Boxiong, orang pertama di
Angkatan Perang RRC, pada 20 Februari di Beijing.

Kedua pihak juga membahas kerja sama maritim dan melihat potensi teknologi
yang dimiliki RRC. Indonesia mengusulkan kepada pihak RRC untuk memberi
bantuan dan bekerja sama dalam penyediaan alat-alat pemantauan navigasi
yang sangat dibutuhkan untuk alur laut Indonesia.

Dalam pembicaraan dan pertemuan terpisah dengan pejabat di “State
Administration for Science, Technology and Industry for National Defense
(SASTIND),” suatu badan negara yang membawahi 12 perusahaan industri
pertahanan strategis RRC, prospek industri strategis RRC untuk turut
mendukung upaya pengembangan kemandirian industri strategis Indonesia
dibahas. Terdeteksi keinginan kuat dari Pemerintah RRC untuk melakukan
kerja sama dengan Indonesia di bidang tersebut.

Menhan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri RRC Li
Keqiang, sebelum meninggalkan Beijing menuju Jakarta pada Selasa siang.
Sebelumnya, pada 19 Februari, delegasi Menhan melakukan peninjauan ke dua
komplek industri strategis RRC.

Sumber : ANTARANEWS.COM

*Kadispen TNI: Polisi Harus Berani Lawan Premanisme*

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/25/lzy5n8-kadispen-tni-polisi-harus-berani-lawan-premanisme

*Kadispen TNI: Polisi Harus Berani Lawan Premanisme*

Sabtu, 25 Pebruari 2012 18:37 WIB

*REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA *–* Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI,
Laksamana Muda (Laksda) TNI Iskandar Sitompul*, berharap kepada instansi
kepolisian untuk berani memberangus segala bentuk premanisme. Hal itu, kata
dia, lantaran sang panglima besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
pernah memberikan instruksi untuk melawan premanisme.

Selain itu, jelas Iskandar, aturan dalam undang-undang untuk membersihkan
premanisme telah diamanatkan kepada kepolisian. Karena itu, pihaknya
berharap agar Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dapat menginstruksikan
seluruh jajarannya agar bersungguh-sungguh dalam memberantas tindak
kekerasan dalam bentuk premanisme.
“TNI berharap agar polisi jangan takut memberantas premanisme,” ungkapnya
dalam saluran telepon, Sabtu (25/2).
Jika hal itu dilakukan kepolisian, menurut Iskandar, kepercayaan masyarakat
kepada instansi kepolisian dapat kembali terukir. Tak hanya itu, sambung
dia, upaya melawan dan memberantas premanisme jika benar-benar dilakukan
juga dapat memberikan efek jera. Sehingga kejadian tindak kekerasan di
RSPAD Gatot Soebroto bebera waktu lalu tidak terulang.

Kendati demikian, pihaknya mengaku siap jika sewaktu-waktu diminati
bantuan. Dalam upaya itu, TNI dapat menurunkan pasukannya untuk memberantas
tindak kekerasan. “Asalkan diminta,” ujarnya.

Redaktur: Ramdhan Muhaimin
Reporter: Ahmad Reza Safitri

Calon Independen Gentarkan Partai Politik

Pilkada DKI
Calon Independen Gentarkan Partai Politik
Riana Afifah | Hertanto Soebijoto | Selasa, 21 Februari 2012 | 12:04 WIB
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, saat diwawancarai Kompas.com di kediaman pribadinya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/2/2012). Faisal Basri didampingi Biem Benyamin merupakan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang maju mencalonkan diri dari jalur perseorangan atau independen.

JAKARTA, KOMPAS.com — Munculnya calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan tampaknya membuat partai-partai politik tidak mau gegabah memilih calon yang diusung untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012 (Pilkada DKI Jakarta 2012). Terbukti, memasuki pekan akhir Februari, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah menentukan calon.

“Karena ada calon independen, partai politik mulai berhati-hati juga biar tetap bersaing,” kata salah satu calon independen, Faisal Basri, kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Faisal mengaku tidak takut bersaing dengan siapa saja dalam Pilkada 2012 jika lolos verifikasi. Menurut dia, perjuangan tidak kenal menyerah harus dilakukan demi perbaikan Jakarta agar semakin nyaman untuk ditinggali. Tidak hanya itu, Faisal juga merasa gembira, dengan munculnya calon independen, partai politik kemudian juga bersaing menampilkan nama-nama yang populer dan berprestasi untuk dapat maju di Pilkada 2012. Menurut Faisal, hal tersebut merupakan sinyal positif untuk Pilkada tahun ini.

“Tiba-tiba muncul nama Fadel Muhammad, Alex Noerdin, bahkan Jokowi. Ini sinyal bagus, lho. Yang masuk ke Jakarta adalah orang-orang berprestasi,” ujar Faisal.

Banyaknya nama yang memiliki citra baik di masyarakat tentu dapat mendongkrak kembali minat masyarakat untuk ikut menyukseskan Pilkada.

“Masyarakat jadi punya banyak pilihan. Semuanya baik. Masyarakat tinggal pilih yang terbaik. Ini menyenangkan sekali bagi Jakarta,” katanya.

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari partai politik memang belum terlihat. Namun, dari jalur perseorangan sudah ada pasangan calon yang sedang menjalani verifikasi faktual dukungan di kelurahan. Pasangan pertama adalah Faisal Basri-Biem Benyamin, dan pasangan kedua adalah Hendardji Supandji-Achmad Riza Patria.

Minta Maaf, Trend Hubungan Belanda Indonesia

barak orang Maluku, Lage Mierde, 1960

Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Minta Maaf, Trend Hubungan Belanda Indonesia

Diterbitkan : 24 Februari 2012 – 9:53am | Oleh Jean van de Kok (Foto: Jorg Hollenberg, Wikimedia)

Leerdam adalah kota kecil di Belanda tengah. Kota ini memiliki warga Maluku yang tinggal di perkampungan khusus, agak terpencil di pinggir kota. Warga Maluku Leerdam hidup terisolir, sekitar 400 jiwa. Semuanya rindu ke tanah kelahiran generasi pertama: Ambon. Mayoritas putus sekolah dan menganggur.
Walikota Leerdam, Victor Molkenboer, merasa tergugah menyelesaikan masalah warga Maluku di kotanya. Ia tampil di televisi Belanda dalam acara Nieuwsuur dengan menyebut sebab keterbelakangan posisi orang Maluku di kotanya.
Acuh tak acuh
“Sejarah kedatangan warga Maluku di Belanda tetap menjadi ganjalan. Mereka diterima dengan dingin, ditampung di bekas kamp konsentrasi Nazi Jerman, atau penampungan khusus,” demikian walikota Molkenboer.
“Sudah saatnya kabinet Belanda minta maaf kepada warga Maluku, yang pada tahun 1951 tiba di Belanda sebagai serdadu kolonial KNIL. Minta maaf artinya pengakuan pengalaman pahit ke 12.500 pengungsi Ambon di Belanda,” tambah Victor Molkenboer kepada acara televisi Belanda Niewsuur.
Menurut walikota Leerdam, pengalaman pahit ini masih tetap mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Maluku di kotanya. Sampai anak yang putus sekolahpun menunjuk sebabnya pengalaman pahit kakek-nenek lebih dari 60 tahun lalu.
Pakar Belanda yang mempelajari sejarah Maluku, Fridus Steijlen menyatakan alasan-alasan masa silam ini tidak masuk akal untuk menjelaskan kegagalan generasi kedua dan ketiga Maluku di Belanda. Memang mereka ditampung di dua kamp konsentrasi Nazi, tapi juga di bekas tangsi, biara Katolik, jadi lebih bervariasi.
Ada penelitian yang membuktikan warga Maluku senang tinggal di kamp-kamp khusus ini karena mengingatkan mereka pada tangsi di Indonesia. Apalagi mereka bercita-cita pulang ke Maluku. Tempat tinggal mereka adalah penginapan sementara dalam perjalanan pulang, demikian Fridus Steijlen.
Maluku dan Indo Belanda
Ada dua kelompok asal Indonesia yang pindah ke Belanda pada abad lalu, di samping orang Maluku, juga warga Indo Belanda, keturunan campuran Belanda-Indonesia. Pengalaman mereka sama, diterima dengan dingin di Belanda yang juga acuh tak acuh.
Bedanya, warga Indo Belanda merasa tersinggung karena mereka dianggap orang asing, padahal mereka merasa orang Belanda. “Sedangkan orang Maluku merasa dalam perjalanan pulang ke Maluku, mereka menyendiri,” demikian pakar sejarah Maluku Fridus Steijlen.
“Wah, saya mau sebut ini mode, minta maaf pihak Belanda atas sejarah kolonialnya di Indonesia,” demikian Usman Santi, tokoh Maluku di Belanda. Ia bisa dikategorikan orang Maluku sukses di Belanda. Usman Santi adalah mantan anggota parlemen Belanda, saat ini ia berprofesi sebagai advokat.
Usman Santi menanyakan siapa yang menanti ucapan maaf ini, generasi pertama tinggal berapa saja yang masih hidup. Sebagai ketua pengurus Museum Maluku di Utrecht, ia minta dukungan. Karena monumen bersejarah ini memamerkan sejarah warga Maluku di Belanda. Museum Maluku diserahkan pemerintah Belanda kepada masyarakat Maluku sebagai warisan budaya.
Santunan
Selain itu, tahun 1986 pemerintah Belanda sudah minta maaf untuk kebijakan memboyong orang Maluku ke Belanda. Generasi pertama itu juga menerima lencana kehormatan militer KNIL dan mereka setiap tahun menerima dua ribu gulden, demikian Fridus Steijlen.
Museum Maluku sedang mengalami krisis anggaran. Ketuanya, Usman Santi, akan menghubungi walikota Leerdam, Molkenboer, untuk mencari dukungan. Walikota Molkenboer menyatakan akan menghubungi 70 walikota lain yang memiliki penduduk Maluku di kota mereka. Mereka akan menulis surat bersama kepada kabinet Belanda untuk permintaan maaf ini.
“Apa salahnya kalau ke 70 walikota ini juga membantu secara konkrit keuangan sejarah dan budaya Maluku, yaitu Museum Maluku di Utrecht,” demikian tokoh Maluku di Belanda, Usman Santi.
Favorit/Cari dengan:
Anonymous25 Februari 2012 – 3:34am / Indonesia
Buat apalah ribut ribut. Yang sudah terjadi biarlah terjadi,biarlah menjadi sejarah saja,kita ini hanya mendengar cerita sebelah pihak saja..kalau kita mendengar yang lain,ceritanya lain lagi.
Minta maaf…..apakah segampang membalikkan telapak tangan?
Jangan selalu merindukan Indonesia saja,indo ga aman,banyak hantu nya pulang Indonesia baru merasakan,ga ada duit,siapa yang peduli,dijalan aja tidak aman perampokan,penondongan,perkosaan, pembunuhan dimana mana ,kalo di Belanda selalu merasa aman,ga ada duit ato ga ada kerjaan masih dapat tunjangan hidup dari pemerintah Belanda, kalo di Indonesia,tinggal tunggu di jemput malaykat saya…hahahahaa
Ingat Belanda lagi krisis…dampaknya ke kita kita juga……
Anonymous25 Februari 2012 – 2:41am
Nasi sudah menjadi bubur… Minta Maaf, Trend Hubungan Belanda Indonesia atau Minta Maaf, Trend Hubungan Belanda Maluku? pengada-ada saja Ranesi. Lebih enak di belanda kok daripada sengsara dalam kemiskinan di tanah air Maluku yang masih terjajah. Juga dunia kian bertambah kecil akibat revolusi tranportasi dan orang Maluku di belanda “doing just fine thank you”.
boim24 Februari 2012 – 9:05pm
ya dipikir pikir mas masih enak dibelanda segala terjamin darpada di arab banyak kepala yang udah di potong, nih bini siudin tetangga sebelah sudah 9 tahun tidak ada kabarnya kasian liat anaknya yang masih kecil kecil itu.
mbahpur24 Februari 2012 – 6:17pm
Saya kutip “Semuanya rindu ke tanah kelahiran generasi pertama: Ambon.”
Hal2 seperti ini mengharukan. Kasihan rekan2 Maluku yang merindukan tanah kelahirannya. Saya yakin, mereka ini pasti welkam di Ambon sana. Selama rekan2 dari Maluku ini mentaaati peraturan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ada, pasti tidak ada masalah untuk hidup di Ambon atau ber kunjung kesana.
Generasi muda Belanda perlu memahami kebijakan kakek nenek moyang kalian. Sebab secara KENYATAAN, situasi politis dan administratif di Indonesia sudah berbubah. Bukan situasi zaman2 tahun 1948 – 1951..
Semoga kerinduan2 warga Ambon di Belanda ini dapat di obati, dan rekan2 yang sudah tua dari Ambon ini bisa dengan tenang menghabiskan sisa hidupnya..Melihat AMBONIA yang indah disana..Berbahasa Ambon dengan se bebas bebasnya..makan ini itu dengan hati gembira..naik2 perahu di laut cari ikan..pasti menggembirakan untuk Opa2 dan Oma2 Ambon ini. Sebaiknya kebahagiaan mereka ini jangan di ganggu oleh segelintir orang saja… Situasi sudah lain bro..
AkuSaja24 Februari 2012 – 5:26pm
adu pada berantem aje deh..TERIA2AN jAWA, MALUKU, JAWA MALUKU..nah yg Sumatra, Sulawesi en laennya diem aja… orang Jawa kawin sama orang Maluku begitu juga sebaliknya…trus mo di bilang apa dong tuh turunan mereka…weleh weleh..
Anonymous24 Februari 2012 – 11:54am
ha.. Ha.. habis Manis sepaH dibuang, inilah kelompok ataupun turunannya yang menyatatakan Republik Indonesia Ilegal dan yang menista Republik Indonesia dengan segala sumpah serapahnya !!!!!
Julia24 Februari 2012 – 12:48pm
Nasib pengkhianat bangsa sungguh tragis…, kini dikhianati majikannya…
Anonymous24 Februari 2012 – 1:53pm
Katakan kepada kami bahwa bangsa kami adalah Indonesia yang sejarah secara ethno saja tidak jelas apa kah nenek moyang kami bangsa Maluku berasal dari Cina Selatan??? jangan klaim kami pun sekarang dianggap sebagai anjing2 kelas 2 di NKRI oleh kalian bangsa Jawa. Jadi jangan takabur setiap proses di muka bumi ini ada waktunya. Bila waktunya tiba maka Bangsa Maluku adalah tetap bangsa Maluku. Kami adalah produk kolonisasi dari Belanda ke NKRI Jawa.
Anonymous25 Februari 2012 – 3:41am / indonesia
Kami tak akan mempertanyakan perihal kebangsaan ataupun warganegara mana anda atau mengapa anda memusuhi Republik Indonesia, kami telah mengerti, karena sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia golongan anda tak mempunyai komitmen pada pembentukan negara RI maupun nilai nilai kebangsaannya. Dan kalianpun tak perlu bertanya tentang legalitas, penguasaan defakto wilayah (termasuk maluku) dan eksistensi RI di dunia Internasional, fahaaamm !!!
tjap gomeh24 Februari 2012 – 5:31pm
Bangsa Jawa? are you kidding son? ke laut aja kamu. bermimpilah terus hingga kiamat. NKRI harga mati. Rasakan karma sebagai pengkhianat bangsa indonesia. Paham???

Sisi Pribadi Sri Mulyani Indrawati

Sisi Pribadi Sri Mulyani Indrawati

liman PAP <liman_pap@yahoo.com>,in: FP Kompas <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>; Koran Digital <koran-digital@googlegroups.com>; Indonesia Rising <Indonesia-Rising@yahoogroups.com>

OPINI
Minami |  14 Mei 2010  |  00:16

Belakangan ini namanya muncul bak jamur di musim hujan. Jikalau beberapa bulan lalu terkait kasus bailout Bank Century, baru-baru ini memberitakan pengunduran dirinya sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II karena ditunjuk menjadi Managing Director World Bank di Washington DC, Amerika Serikat. Bahkan, hampir dua minggu sudah topik pilihan kompasiana mengusung tagline “Sri Mulyani dalam Sorotan”.

Sederetan prestasi dan segudang kontroversi yang menyertainya sudah bosan kita dengar. Oleh karena itu, kali ini saya ingin berbagi dengan rekan-rekan tentang sisi lain dari sosok wanita ini dilihat dari kehidupan pribadinya. Di samping sebagai pejabat negara, kita tahu seorang wanita juga mempunyai tanggung jawab kepada suami dan anak-anaknya, tidak terkecuali dengan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Kata Mas Inu, ia sering dipanggil dengan Mbak Ani untuk membedakan panggilan kesayangan Presiden terhadap permaisurinya, Bu Ani Yudhoyono.

Kisah pribadinya pertama terekspos ke media saat acara talkshow “Rossy” yang dipandu Rosiana Silalahi, Minggu 7 Februari 2010. Sebagaimana kita ketahui, sosoknya yang tegas, tanpa kompromi, dan terkesan judes, sangat pelit untuk menceritakan kehidupan sehari-harinya di lingkungan keluarga. Kepada presenter, Mbak Ani bertutur diplomatis, “Pejabat publik harus anggun, nanti kalo nangis dibilang curhat.” Namun pada malam itu, pemirsa Global TV bisa menyaksikan bahwa sosok SMI tidak berbeda dengan wanita-wanita lainnya.

Dalam acara tersebut, secara tersirat Mbak Ani terkesan susah untuk curhat kepada orang lain, hanya orang tertentu saja yang bisa ia curhati. Selain suami, kepada almarhumah ibundanya barangkali ia bisa menceritakan masalahnya. Sesaat sebelum kepergian ibunda untuk selama-lamanya, Mbak Ani sempat curhat kepadanya tentang kondisi bangsa ini. Ia berkata, “Indonesia kuwi angel, Bu”.

Dalam talkshow itu juga kita tahu seperti apa nasionalisme seorang Sri Mulyani. Ada sebuah kisah mengharukan yang membuat sebagian penonton di studio yang tersorot kamera terlihat sedang menitikkan air mata atau hanya berkaca-kaca saja matanya. Kisah SMI tentang bagaimana ia disuguhi pilihan berat antara mengikuti rapat dengan pelaku usaha dan emiten terkait krisis ekonomi 2008 atau menjenguk sang ibunda yang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di kota yang hanya berjarak 45 menit dari tempatnya memimpin rapat, yakni di Kota Semarang.

Maghrib menjelang saat rapat di Lapangan Banteng, Menteri Keuangan RI mendapat pesan singkat bahwa ibunda telah tiada. Setelah menutup rapat, ia sempatkan shalat maghrib dan menangis dalam sujudnya. Beban berat yang sudah ia tanggung sejak awal rapat tadi akhirnya ia curahkan kepada Tuhannya. Sebagaimana ia lakukan kemudian saat menjadi ‘pesakitan’ di hadapan Pansus Bank Century. Ditemani tasbih dan zikir, ia menghadapi auman macan-macan Senayan waktu itu.

Kepada pemirsa Global TV Sri Mulyani berucap lirih, “Saya tetap manusia, seorang anak yang kehilangan ibunya.”

***

Sisi lain kehidupan pribadi Mbak Ani dapat kita baca di portal-portal berita minggu kemarin. Sebagaimana dilansir situs kompas.com, detikcom dan okezone, kita jadi tahu ternyata Mbak Ani juga seorang sopir yang handal.

Cerita berawal ketika wartawan mewawancarai Gustaf Ari Wahyu, sopir pribadi menteri keuangan di kantor bosnya di Lapangan Banteng. Gustaf menceritakan sewaktu anak Sri Mulyani ingin belajar nyetir, tiba-tiba terbersit keinginan Mbak Ani untuk mengendarai kembali kendaraan roda empat itu. Tanpa pikir panjang, ia menggunakan mobil dinas suaminya dan melaju mengitari kediaman hingga Bundaran HI bersama keluarganya. Gustaf yang mengikuti sang Menteri dengan mobil kementerian B 1189 RFS, mengaku malah sempat tertinggal.

“Ibu jago nyopir,” ungkap Gustaf.

Mbak Ani sering mewanti-wanti Gustaf untuk menjaga level kecepatan aman sekitar 70-80 km/jam untuk dalam kota dan sekitar 120 km/jam untuk luar kota. Walaupun pernah mencapai 170 km/jam, jika benar-benar dalam keadaan mendesak.

“Pernah juga 170 km/jam, seperti waktu di DPR itu, kan dari sana jam 9 lewat. Padahal harus mengejar pesawat jam 9.30 malam untuk ke Bali,” lanjutnya. Saat terdesak, mobil Sri Mulyani juga pernah masuk jalur busway. Peristiwa seperti itu kemarin menjadi ramai di situs media saat mobil dinas Menteri Sosial juga terekam kamera foto sedang berada di jalur busway karena tengah mengejar rapat kabinet.

Namun, yang sempat membuat Gustaf terharu yaitu kenangannya ketika secara tiba-tiba, Sri Mulyani meminta memberhentikan mobilnya. Kemudian, Sri Mulyani turun menemui seorang ibu pengemis dan memberinya sejumlah uang.

“Rupanya Ibu sudah memerhatikan ibu tua pengemis itu dari atas gedung hotel waktu ada jamuan makan. Makanya waktu melewati pengemis itu, beliau meminta saya memberhentikan mobilnya,” ujar Gustaf dengan haru.

Begitu banyak kenangan bersama orang nomor satu di Kementerian Keuangan itu, sehingga membuat Gustaf agak berat melapaskan kepergian sang atasan ke Washington.

***

Sebagai orang yang menjunjung tinggi budaya ketimuran, ada ungkapan yang mengatakan apalah arti sukses di luar, jika dalamnya hancur (maksudnya keluarga).

Sebagai seorang wanita Jawa, rupanya falsafah di atas sangat menjadi perhatian Sri Mulyani. Di tengah kesibukannya yang super padat dengan mobilitas yang sangat tinggi, dirinya tidak pernah lupa akan tugas sebagai seorang ibu dari Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudi, serta istri dari Tonny Sumartono.

Masih menurut penuturan Gustaf Ari, “Sepejabat-pejabatnya dia, Ibu masih sempat menyiapkan makanan sendiri buat keluarga.” Ia juga sempat khawatir dengan nilai ulangan harian bahasa Indonesia putranya Adwin Haryo Indrawan menjelang Ujian Nasional (UN).

Dalam berkomunikasi sehari-hari dengan anak-anaknya, Mbak Ani lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. Namun sebagai keturunan Jawa, calon Managing Director Bank Dunia ini juga fasih berbahasa Jawa.

Sementara itu, di balik tampilannya yang elegan di berbagai kesempatan, Gustaf menyatakan bahwa Mbak Ani sebenarnya tidak memiliki stylish khusus hanya terkadang saja memanggil salon langganannya. Untuk busana pun dia justru mempercayakan kepada sang kakak ipar, dibanding desainer terkenal. Dalam berbagai kesempatan acara Kementerian Keuangan, sering istri-istri pejabat yang dilantiknya berbusana mewah jauh melebihi busana yang dikenakan Ibu Menteri sendiri.

“Bajunya kebanyakan dari kakak iparnya,” tutur Gustaf, sopir pribadi Sri Mulyani Indrawati.

Ada yang unik dengan ketiga anak Sri Mulyani. Dibesarkan di lingkungan akademisi dari kakek-neneknya, pendidikan menjadi perhatian serius bagi keluarga itu. Saat ini, ketiga anaknya menimba ilmu di tiga benua yang berbeda. Anak sulungnya, Dewinta Illiana kini tengah kuliah di Australia, sedang anak keduanya Adwin Haryo Indrawan yang lulusan SMA Al Azhar sedang melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat saringan masuk universitas, sebenarnya ia juga di terima di Fakultas Ekonomi UGM, tapi dilepas dan lebih memilih UI. Dia memang lulus UN dengan nilai total di atas 50.

Sedangkan si bungsu, Luqman Indra Pambudi berencana mengikuti ibunya untuk melanjutkan SMA di Washington DC, benua Amerika, ditemani sang ayah yang juga akan segera menyusul istri tercintanya.

Menjelang perpisahan dengan bangsanya, Sri Mulyani mengajak para wartawan yang selalu setia mengejar dirinya untuk bermain voli sebagai perpisahan. “Nanti kita main voli saja yuk, sebelum perpisahan sama wartawan,” ujar Sri Mulyani, di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/5/2010).

Sejumlah pewarta yang mendengar jawaban tersebut, langsung tertawa dan serentak menjawab, “Ayo”.

***

Negeri Para Bedebah

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negara para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dan mengais sampah

Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah

Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah apa suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.

[puisi karya Adhie Massardi yang dibacakannya di depan Gedung KPK, Senin 2 November 2009]

Jujur, saya tidak mengerti siapa yang dimaksud dengan para bedebah itu. Presiden sekarang dan konco-konconya kah? Atau mantan presiden beserta bala tentaranya yang kini tengah bersemayam di Senayan kah? Bisa jadi kedua-duanya, siapa yang tahu?

Mungkin judul berita berikut ini bisa sedikit membantu menjawabnya, dari 177 komentar hampir seratus persen isinya menujuk hidung bala tentara itu, sillahkan buka “Diboikot PDIP, Sri Mulyani Melawan” beserta komentar-komentar di sana.

Di sana Menteri Keuangan menyudahi perdebatan fraksi yang dimaksud dengan pimpinan rapat. Dengan lantang ia berkata, “Ini dibicarakan secara internal saja di Komisi XI mengenai masalah undangan sehingga didapatkan kepastian lebih lanjut. Ini tidak bisa dibiarkan situasi seperti ini karena menyangkut hubungan kelembagaan, dan saya hadir atas undangan secara resmi. Kalau ada persoalan intern, dibahas dulu sehingga tidak mengganggu.”

Sebelumnya rapat mulai panas saat salah seorang anggota dari Fraksi PDIP yaitu Eva Kusuma Sundari menolak kehadiran Sri Mulyani atas nama fraksinya. Dengan gaya genit menurut pandangan pimpinan rapat (Melchias Mekeng) Eva berkata :

“Agenda kali ini kan berbeda, kalau kemarin waktu membahas APBN-P wajar Ibu Sri Mulyani hadir. Kali ini kan rencana kerja saja, cukup sekjen. Menkeu nggak perlulah, ketinggian.”

Lucu memang, saat menteri datang untuk menghormati undangan dikatakan ketinggian. Di waktu lain saat menteri tidak datang, dibilang tidak menghormati dewan yang terhormat. Kata adik-adik ABG di luar sana, “ketik c spasi d”.

Pak Sardi, jika bedebah yang Anda maksud itu orang-orang yang meninggalkan urusan “wong cilik” demi ego dan gengsi, kini kami tahu siapa para bedebah sebenarnya. Terima kasih sudah mengingatkan kami. Sebagai bagian dari “wong cilik” juga, saya mohon kepada kelompok-kelompok agar ke depannya hilangkan ego pribadi dan kelompok jika sudah menyangkut urusan perut kami atau 2014 nanti kalian akan gigit jari lagi (dan lagi).

Sumber : detikcom, kompas.com, okezone.com, vivanews.com, grup facebook KPI-SMI

Catatan :

Perjalanan kisah SMI dan kerikil-kerikilnya sejak gonjang-ganjing kasus Bank Century bisa pembaca ikuti pada artikel-artikel berikut ini :

1. Ini Dia (Calon) Menkeu Pengganti Sri Mulyani

2. Nurani Saya Mengatakan, “Sri Mulyani Tidak Bersalah”

3. Trauma Bangsa : Obral Aset Negara

4. Review Posisi Kekayaan Bakrie 2007-2009 dan Ramalan 2010

5. Daeng Kalla dan Mbak Ani, Siapa Ya yang Berbohong?

6. Bocoran KPK : ‘Megawati’ dan ‘Sri Mulyani’ Menerima Aliran Dana Bank
Century

7. Ichsanuddin Noersy Menguak Pandora Kwik Kian Gie

8. Rangkuman Fatwa Para Ekonom pada Sidang Pansus Century

9. Cacatnya Survei Indo Barometer Tentang Sri Mulyani-Boediono

10. Sri Mulyani Tidak Terima Adiknya Tewas Ditembak Polisi

11. Mengapa Wimar Witoelar Menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?

12. Sri Mulyani ‘Didebat’ Milanisti Aktivis HMI UI Depok

13. 7 Alasan NKRI Untung Besar Pasca Bailout Century

14. Orde Baru-Megawati = 1,9. SBY-JK-Boediono = 2,8

15. Mega dan Kwik di Ujung Tanduk Bantengnya

16. Breaking News: Bamsat Diangkat Jadi Menkeu

dan keberhasilan terbesar SMI adalah pengelolaan utangnya yang paling sehat sejak negeri ini merdeka,  “Review Hutang Indonesia Dibanding Hutang Negara Lain”

Jika saat ini SMI dipuja-puja media dan kalangan kompasiana, barangkali karena ketabahannya dalam menerima hujatan dan cacian. Percaya pada kebenaran dan bantuan tangan Tuhan bagi hamba-Nya yang bersabar. Meski pena ini tidak akan berhenti bergetar menyuarakan suara “arus bawah” di tengah gencarnya “arus utama”, pada akhirnya hanya kata ini yang bisa kami ucap untuk mengiringi kepergiannya, “Selamat Jalan Bu Sri Mulyani Indrawati”.

Kami yakin setelah Habibie dan Sri Mulyani, masih banyak profesional pembangun negeri yang akan dinista dan dicaci kelompok penggerogot negara itu. Pendidikan politik yang buruk bagi rakyat hanya akan melahirkan wakil-wakil dan birokrat yang tidak berintergrasi dan berdedikasi bagi negerinya. Dan pecundang-pecundang baru akan lahir untuk menjadi kerikil dan duri dalam daging bangsa ini.

Salam hormat dari kami [khusus kepada yang berdedikasi dan berintegritas].

http://politik.kompasiana.com/2010/05/14/sisi-pribadi-sri-mulyani-indrawati/

Sri Mulyani Calon Presiden Bank Dunia

Sabtu, 25/02/2012 12:37 WIB
Wahyu Daniel – detikFinance


Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus diunggulkan menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang bakal mundur akhir Juni 2012. Sri Mulyani menguasai 81% suara polling!

Dalam situs http://www.worldbankpresident.org, dibuat sebuah polling soal siapa yang bakal menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya. Ada 9 calon dari negara berkembang yang masuk poling tersebut.

Namun polling ini memang tidak bisa dijadikan patokan Sri Mulyani bakal terpilih jadi Presiden Bank Dunia. Apalagi sejak 1944 posisi Presiden Bank Dunia selalu ‘dimonopoli’ oleh AS.

Hasil sementara poling tersebut, Sri Mulyani menguasai 81% suara polling dengan 6.815 pemilih. Padahal kemarin suara untuk Sri Mulyani baru 3.566 pemilih.

Tempat kedua diikuti Kemal Dervis yang menguasai 13% suara polling dengan 1.078 suara. Situs ini merupakan hasil monitoring soal kandidat yang berpotensi menjadi Presiden Bank Dunia.

Dalam siaran pers Bank Dunia dikatakan, Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyepakati 5 kriteria untuk calon Presiden barunya yaitu:

  1. Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin
  2. Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional dan terbiasa bekerja dengan sektor publik
  3. Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas
  4. Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral
  5. Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban seorang Presiden secara imparsial dan obyektif.

Batas waktu pencalonan nama Presiden baru adalah Jumat 23 Maret 2012. Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Eksekutif, atau anggota Dewan Gubernur melalui Direktur Eksekutifnya.

Seorang calon harus berasal dari salah satu negara anggota Bank Dunia. Setelah proses pencalonan ditutup, Dewan Eksekutif akan membentuk shortlist berisikan maksimum tiga nama, lalu mempublikasikan shorlist tersebut dengan persetujuan ketiga nama yang bersangkutan.

Selanjutnya, Dewan Eksekutif akan mewawancarai ketiga calon dengan harapan bisa mencapai konsensus sebelum ‘Spring Meetings’ (pertemuan tahunan musim semi) pada April 2012 mendatang.

Jika menjadi Presiden Bank Dunia, Sri Mulyani bakal mendapatkan gaji sebesar US$ 734.707 atau sekitar Rp 6,6 miliar per tahun.

(dnl/dnl)

Presiden Buka Munas IX GM FKPPI

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/02/24/7703.html

Jumat, 24 Februari 2012, 09:56:28 WIB

Presiden Buka Munas IX GM FKPPI

*Presiden SBY, didampingi Menpora dan Ketua Umum GM FKPPI, resmi membuka
Munas IX GM FKPPI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (24/2) pagi.
(foto: abror/presidensby.info)

*Jakarta*: *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* resmi membuka Musyawarah
Nasional IX Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan
Putra-Putri TNI Polri (GM FKPPI) Tahun 2012 di Ruang Serbaguna II, Asrama
Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (24/2) pagi. Acara ini dihadiri sekitar
350 peserta dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum GM FKPPI Hans H Silalahi dalam sambutannya mengatakan, munas
telah menandai babak baru membangun generasi muda. “Kami sadar bahwa setiap
perkembangan zaman dan dinamika bangsa saat ini belum sepenuhnya optimal
untuk pembangunan nasional. Kami memiliki komitmen, tanggung jawab, dan
patriotisme untuk ikut serta dalam misi pembangunan nasional,” kata Hans
Silalahi.

Ketika menyampaikan sambutannya, Presiden SBY mengajak seluruh anggota GM
FKPPI turut menyelesaikan permasalahan dan tantangan bangsa.”Marilah
bersama-sama kita atasi dengan sekuat tenaga, sungguh-sungguh. Saya yakin
seberat apapun persoalan kalau kita bersatu dan bekerja keras pasti akan
dapat kita atasi,” ujar Presiden.

Pemerintah, lanjut SBY, akan terus berusaha membuat Indonesia semakin baik
di masa datang. “Saya mengundang FKPPI untuk aktif, mmenjadi motor, dan
berdiri di depan mengatasi berbagai permasalahan bangsa dan lanjutkan
pembangunan,” Presiden mengajak.

Setelah memberikan sambutan, Presiden memukul gong sebagai tanda resmi
dibukanya Munas GM FKKPI 2012. Turut hadir pada kesempatan ini Menko
Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kersa Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi,
Seskab Dipo Alam, Menlut dan Perikanan Cicip Sutardjo, Menpora Andi
Mallarangeng, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Terlihat pula
Ketua DPD Irman Gusman. (dit)

Defisit Empat Pilar Ekonomi

 

 

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/9006-defisit-empat-pilar-ekonomi
Wednesday, 22 February 2012 08:11
E-mail Print PDF

Jakarta- Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan bahwa empat pilar kekuatan ekonomi Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Empat pilat itu meliputi pangan, energi, manufaktur serta keuangan. Hal itu disampaikan Faisal dalam dialog tentang ‘Kedaulatan Ekonomi Nasional’ memperingati HUT ke-12 Komisi Hukum Nasional (KHN) di ruang Java, Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Dialog tersebut diikuti pula dengan peluncuran buku tentang hasil rekomendasi KHN terhadap kondisi hukum yang mulai amburadul. Beberapa pakar diundang untuk berbicara dalam bidang ekonomi, dan mengurai problem-problem pokok perekonomian nasional. Mereka antara lain Sofyan Wanandi (APINDO) dari sisi pengusaha, Faisal Basri (Pengamat Ekonomi), Kwiek Kian Gie serta  Ahmad Eram (Indef) dari perspektif  ekonom.

Menurut Faisal, dalam bidang  pangan, defisit justru dialami oleh negara agraria, termasuk Indonesia. “Pada 2007, situasi pangan mengalami defisit justru ketika presidennya seorang dokter pertanian,” ungkap Faisal. Di bidang energi, semisal minyak mentah, defisit mencapai angka USS 20 miliar. Minyak jadi seperti BBM, mencapai USS 45 Milliar. Sedangkan untuk impor  BBM mencapai USS 28 milliar. “Makin besar porsi BBM dari luar negri dankita  menjadi pengimpor terbesar di dunia.”

Bidang perindustrian atau manufakturing kian merosot karena mulai 2008 lebih banyak mengimpor ketimbang ekspor. Defisit ini justru harus ditutupi dengan apa yang kita punya. dalam bidang pertambangan dan perkebunan dieksploitasi habis-habisan untuk kekurangan ini.

“Pada bidang keungan cadangan devisa porsi jangka pendek gampang masuk dan mudah untuk keluarnya,” ungkap Faisal. Misalnya, utang negara dalam surat jangka panjang dikeluarkan dan dibeli oleh pengusaha asing.

Faisal menilai, Indonesia tidak perlu melakukan utang luar negri, tetapi boleh berhutang di dalam negeri. “Karena kalau hutang luar negri, bunganya pasti untuk negara lain.” Nah, cara untuk menutup hutang dalam negri adalah melalui pemotongan gaji. Di Singapura, pemotongan tersebut sampai 30 %, dan itu adalah gaji buruh. Tetapi kesejahteraan mereka harus dijamin. “Para buruh di Singapura memiliki rumah pribadi,” ujar Faisal mencontohkan. (AWF)

nas Turut Bahas Anggaran Wisma Atlet di DPR

http://www.suarapembaruan.com/home/anas-turut-bahas-anggaran-wisma-atlet-di-dpr/17426

nas Turut Bahas Anggaran Wisma Atlet di DPR


Rabu, 22 Februari 2012 | 15:31

Anas Urbaningrum [google] Anas Urbaningrum [google]

 

[JAKARTA] Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum disebut turut serta dalam sejumlah rapat kerja antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Komisi X DPR RI terkait pembahasan anggaran SEA Games 2011. Di mana, termasuk anggaran Wisma Atlet SEA Games.

Keikutsertaan Anas dalam rapat-rapat kerja tersebut karena politikus Partai Demokrat tersebut masih anggota Komisi X DPR RI. Sebelum, akhirnya menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI dan kini menjadi Ketum DPP Partai Demokrat.

“Saat itu Anas anggota Komisi X juga, beberapa kali hadir,” kata Andi Mallarangeng saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/2).

Pernyataan Andi tersebut, diperkuat dengan berkas yang diperlihatkan jaksa penuntut umum, Anang Supriyatna kepada Majelis Hakim. Di mana, berkas tersebut berupa daftar kehadiran peserta raker-raker di
DPR yang tertera tanda tangan Anas.

“Raker 13 April 2010, di sini Anas izin, 29 April 2010, di sini ada tanda tangan saksi (Andi). Dan di sini Anas juga hadir, 7 juni 2010, ada nama saksi , Anas izin, 6 September 2010, di sini ada saksi juga, 25 Oktober 2010, ada nama sodara (Andi) juga, 19 Januari 2011, Anas tidak hadir, sudah diganti,” kata Anang sambil memperlihatkan bukti kepada majelis hakim, Andi, dan kuasa hukum Nazaruddin.

Kemudian, Andi menyatakan dalam raker pemerintah-DPR tersebut disetujui anggaran SEA Games, termasuk wisma atlet SEA Games yang dimasukkan dalam APBN-Perubahan 2010. Di mana, untuk proyek wisma atlet dianggarkan Rp 200 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dari usulan semula Rp 416 miliar.

Seperti diketahui, dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games ini, nama Anas turut disebut-sebut terlibat oleh Nazaruddin. Di mana, Anas dikatakan sebagai pihak yang berada di balik kasus wisma atlet.

Bahkan, Nazaruddin mengatakan Anas menerima aliran dana terkait proyek wisma atlet senilai Rp 2 miliar. Di mana, berasal dari uang Rp 9 miliar yang diterima oleh Angelina Sondakh dari Andi Mallarangeng dan Wafid Muharam. (N-8)

Anis Baswedan: Pemimpin Sekarang Lebih Suka Meratap

Anis Baswedan: Pemimpin Sekarang Lebih Suka
Meratap
M Agus Fauzul Hakim | Tri Wahono | Rabu, 22 Februari 2012 | 23:26 WIB
M. AGUS FAUZUL HAKIMAnies Baswedan, saat memberikan paparan pada Halaqoh Majlis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012).

KEDIRI, KOMPAS.com — Mental pemimpin negeri saat ini jauh dari optimisme, bahkan kepada masyarakat cenderung memberi ratapan daripada harapan. Dibutuhkan figur pemimpin yang mempunyai integritas dan mampu mengantisipasi perubahan untuk membawa bangsa menuju kejayaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan saat memberikan paparannya di hadapan para peserta Halaqoh Nasional Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Hotel Bukit Daun, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012) malam.

“Pemimpin saat ini lebih banyak hadir di masyarakat dengan ratapan, bukan harapan,” kata Anis. Dalam kegiatan yang bertemakan “Menatap Tantangan, Menimbang Kepemimpinan Nasional” ini, Anies mengingatkan pentingnya mengembalikan rasa optimisme dan memberi pesan positif kepada bangsa Indonesia.

Rektor Universitas Paramadina ini mencontohkan, para pemimpin sebelum maupun pada awal kemerdekaan dihadapkan situasi bangsa yang penuh dengan keterbelakangan, kemiskinan, maupun masalah keamanan. Namun, dengan kondisi tersebut, para pemimpin itu dapat membawa republik ini menuju perubahan.

Ia menggarisbawahi, para pemimpin masa prakemerdekaan itu dapat keluar dari keterpurukan dengan hadir di masyarakat dengan pandangan optimistis dan integritas yang tinggi. Meskipun dalam situasi yang negatif, pesan-pesannya mampu didengar di segala penjuru negeri dan mampu menggerakkan gelora rakyat untuk berubah.

“Karena mereka tidak melihat republik sebagai mata pencaharian, mereka tidak melihat posisinya di politik, pemerintahan, sebagai kesempatan mengeruk kekuasaan, ekonomi. Tapi mereka melihatnya sebagai kepentingan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sebagai dampak hilangnya optimisme itu, lanjut pencetus gerakan “Indonesia Mengajar” ini, adalah ketertinggalan bangsa Indonesia dalam tataran dunia global. Hal itu terjadi bukan hanya akibat tergerus arus globalisasi maupun ketidakmampuan, melainkan kegagalan dalam mengantisipasi perubahan yang akan datang.

“Saat ini, kalau kita melihat perspektif ke depan, mengantisipasi yang akan datang, kita seharusnya menjadi bangsa yang besar,” ujarnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 60 other followers