KECAMAN ATAS PELARANGAN 65 DI UWRF 2015

 

 

ALINEA TV,  by on 24/10/2015
Kecaman Atas Pelarangan Program 65 di UWRF 2015

RATUSAN penulis, jurnalis, seniman dan aktivis, bersatu mengutuk represi yang semakin sering terjadi terhadap kebebasan berpendapat, berekspresi rakyat dan pemasungan berpikir kritis dengan menggunakan cara-cara represif ala Orde Baru. Termasuk juga intimidasi yang dilakukan oleh aparatus lokal dan nasional agar membatalkan program mereka yang berkaitan dengan pembunuhan massal tahun 1965.

Sabtu, 24 Oktober sehari setelah pengumuman panitia UWRF untuk membatalkan program 65, sebuah pernyataan terbuka diumumkan dan sejauh ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 170 individu.

Di antara deretan penandatangan ada nama-nama penting seperti indonesianis Prof. Jeffrey A. Winters, Prof Ariel Heryanto mantan rektor UKSW, Janet de nefe sebagai Direktur UWRF, Dr. Max Lane, Stanley Adi Prasetyo, yang ikut kecewa pada pelbagai kejadian di Indonesia belakangan ini.

Mereka menuntut Polri dan para petugasnya di tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, terutama di Bali, Salatiga dan Padang untuk menghargai hak konstitusional dan hak dasar rakyat dalam kebebasan berekspresi. Mereka harus segera menghentikan tindakan pelarangan ataupun pembatalan diskusi atau seminar untuk memperingati 50 Tahun tragedi 1965 karena semua kegiatan itu harus dianggap sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional seperti yang dijanjikan oleh pemerintah Presiden Joko Widodo.

Kedua, meminta pemerintah membatalkan segala bentuk tindakan imigrasi (deportasi, pencekalan) terhadap Tom Iljas, berdasarkan fakta bahwa Tom Iljas dan keluarganya tidak bersalah dan tidak melakukan pelanggaran imigrasi.

Lalu ketiga menuntut Presiden Joko Widodo dan pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah daerah memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan mereka yang menginginkan maupun merencanakan diskusi, peninjauan kembali dan melakukan investigasi mengenai tragedi 1965 dari segala bentuk penyensoran, intimidasi dan teror.

Terakhir mendesak kelompok dan individual yang terlibat dalam tindak kekerasan terhadap diskusi mengenai tragedi 1965 untuk menahan diri dan membuka ruang dialog sehingga memungkinkan solusi damai atas tragedi nasional tersebut

Selain itu, Bilven dari penerbit Ultimus Bandung, sebagai salah satu pihak yang acara peluncuran bukunya ikut dibatalkan, memberi respon bahwa ia akan terus melawan dengan mencari cara lain agar bukunya bisa diluncurkan.

image

G30S dan Kejahatan Negara

“Naskah buku G30S dan Kejahatan Negara ada di tangan penerbit sejak 1 Oktober dan kami sudah melakukan banyak upaya agar buku bisa diluncurkan di UWRF ini.” Bilven menambahkan, “Bahkan sudah disepakati ada diskusi antara Siauw Giok Tjhan yang mengedit tulisan ayahnya dengan pengupas Romo Baskara T. Wardaya dan Putu Oka Sukanta.”

Baginya ini adalah salah satu ketidakadilan. Karena peluncuran bukunya hanya salah satu kegiatan yang dibatalkan, sementara ada kegiatan lain dari Asia Justice and Right dan berbagai pihak yang berkepentingan dengan program 65 ini.

Damar Juniarto
Kontributor AlineaTV

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: