TENTANG INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL

Tribunal Rakyat Internasional: Menolak Bungkam, Melawan Impunitas
Patut di Sokong Sampai Mencapai Tujuannya
Kolom IBRAHIM ISA
Rabu, 11 Nov 2015

* * *

Sidang IPT di Den Haag (Tribunal Rakyat Internasional) punya tujuan yang jelas, adil dan benar : Yaitu
Menolak Bungkam, Melawan Impunitas.
Merupakan tuntutan perjuangan — keharusan melawan (terutama) sikap pemguasa sampai kini yang BUNGKAM dan MEMBIARKAN, bahkan MEMPERTAHANKAN IMPUNITAS . . . .Terhadap pelanggaran HAM terbesar yang pernah terjadi di RI, dimana sekitar 3 juta warga tidak bersalah telah jatuh korban.
* * *
Terselenggaranya IPT di Den Haag menunjukkan bahwa perjuangan demi keadilan dan kebenaran bagi korban Tragedi 1965, perjuangan demi pemberlakuan HAM di Indonesia — , masih akan berlangsung terus, dan akan semakin sengit. Oleh karena itu perjuangan ini harus dipertahankan dan dikobarkan.
IPT 1965 ini dipimpin oleh tujuh hakim, tujuh jaksa penuntut umum, dan satu hakim panitera..(cnn)

Ketua Panitia Penyelenggara IPT 1965, Nursyahbani Katjasungkana, menyatakan sidang rakyat yang digelar di Negeri Kincir Angin itu bakal menghadirkan sekitar 5 orang saksi ahli dan 10 saksi fakta. Kesepuluh saksi fakta itu merupakan korban yang mengetahui dan mengalami langsung peristiwa ‘pembantaian’ 1965. (cnn)
* * *

Sengit, rumit dan akan lamanya perjuangan melawan “bungkam” dan “impunitas”, diungkapkan a.l. oleh Todung Mulya Lubis: Advokat International People’s Tribunal (IPT) 1965 Todung Mulya Lubis, bahwa ia siap menanggung risiko dicap sebagai pengkhianat bangsa.

”Kami tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada kami ketika pulang dari sini. Sangat mungkin kami dituduh mengeringkan linen kotor di tempat terbuka, memperlihatkan sisi gelap masyarakat dan bangsa kami, dan karenanya kami akan dianggap sebagai pengkhianat,”ujar Todung.

Upaya yang ditempuh Tim Pengungkap Kebenaran Peristiwa 1965 kali ini telah menjadi semacam upaya terakhir yang berkelindan dengan kejaran waktu.
Melalui IPT 1965, diharap pemerintah RI setidaknya mau mendengar semua kesaksian dan terbuka hatinya untuk kemudian tergugah melakukan rekonsiliasi secara menyeluruh dan meluruskan sejarah.

“Bagaimanapun, hak kemanusiaan perlu dipulihkan, kesalahan harus dikoreksi, dan keadilan mesti ditegakkan,” kata Todung.
* * *
Menjelaskan a.l. Kedudukan IPT, Penulis Ayu Wahyuningrum a.l menjelaskan . .
“Tribunal Rakyat Internasional , meskipun tidak mendapatkan legitimasi formal dari negara, namun memiliki dampak penting secara teori, prinsip dan politik. TRI tidak saja memberikan ruang bagi korban untuk mereklamasi tuntutannya, tapi juga mampu memberi fondasi dan pengakuan internasional terhadap sebuah kejahatan berat, dan memobilisir solidaritas dunia untuk menekan negara-negara menunaikan tanggung jawab bersama untuk menegakkan HAM dan keadilan. TRI adalah suatu terobosan yang mendasarkan dirinya pada prinsip-prinsip hukum, namun tetap mengedepankan kebutuhan untuk kebenaran, pemulihan untuk korban serta reformasi institusi untuk jaminan ketidak berulangan di masa depan.
“Terkait dengan Indonesia, TRI sudah pernah dilakukan sebanyak tiga kali dengan dampaknya masing-masing. Ke depannya, TRI patut dipertimbangkan sebagai satu lagi alternatif masyarakat sipil untuk menuntaskan kasus-kasus kejahatan berat, di tingkat internasional, secara bermartabat. Sejumlah tantangan memang ada di depan mata, dan ini juga hal yang perlu didialogkan bersama. Untuk dialog itulah saya menulis tulisan ini sebagai sebuah pengantar semata.

-Penulis adalah kandidat Doktor, Australian National University (ANU), peneliti International Peoples’ Tribunal untuk kejahatan berat 1965 (IPT 65).

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: