TENTANG INTERNATIONAL PEOPLE’S TRIBUNAL

Menhan: Jangan Ungkit Pelanggaran HAM Masa Lalu

On Wednesday, 11 November 2015, 2:17, “roeslan roeslan12@googlemail.com [GELORA45]” <GELORA45@yahoogroups.com> wrote:

 

Kutipan : JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pelanggaran berat HAM di masa lalu tidak perlu diungkit lagi. Menurut Ryamizard, mengungkit kasus masa lalu hanya akan berujung saling menyalahkan.

Refleksi : Demikianlah sikap politik Ryamizard Ryacudu  sebagai mentri pertahanan NKRI pilihan Rezim neoliberal Jokowi, dalam kasus pelanggaran HAM berat, yang dilakukan oleh rezim Orde Baru pimpinan jendral  TNI AD Soeharto, dalam bentuk Genosida 1965-1966 di Indonesia. Sikap politik Ryamizard Ryacudu  sebagai mentri pertahanan, seperti kutipan diatas, saya tanggapi sebagai sikap reaksioner, yang bermuatan propaganda kebencian, yang secara sadar didorong oleh faktor politik yang bertujuan untuk melindungi para pelaku pelanggarnan HAM berat,yang bermuatan adudomba dikalangan masyarakat.

Ironinya orang semacam R.R sebagai pendukung setia orde baru yang fanatik,telah diangkat sebagai mentri pertahanan rezim neoliberal Jokowi, dan juga diberi hak  untuk mendidik kader-kader Bela Negara; Bisa dipercaya bahwa yang akan dibela oleh R.R adalah negra yang menjalankan sistem otoriterusme militer fasis a´la Orde Baru. Dalam konteks ini sungguh relevan jika kita mempertanyakan  QOU VADIS  Jokowi???

 

Roeslan

 

 

Menhan: Jangan Ungkit Pelanggaran HAM Masa Lalu

Selasa, 10 November 2015 | 11:15 WIB

http://assets.kompas.com/data/photo/2014/11/07/2344358rps20141107-224647-866780x390.jpg

KOMPAS.com/DANI PRABOWOMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacuddu

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pelanggaran berat HAM di masa lalu tidak perlu diungkit lagi. Menurut Ryamizard, mengungkit kasus masa lalu hanya akan berujung saling menyalahkan


“Kita tidak perlu ngungkit-ngungkit itu ke belakang, jadi mundur,” kata Ryamizard, di TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Ryamizard mengatakan hal tersebut mengomentari rencana digelarnya pengadilan rakyat kasus pelanggaran HAM 1965 di Den Haag, Belanda. Ia menilai, kasus itu tidak akan terjadi jika tidak ada pemicu yang dilakukan kelompok pemberontak tahun 1965.

“Kita itu tidak usah salah-menyalahkan, kalau dulu tidak ada pemberontakan tidak ada masalah ini, tidak ada masalah HAM. Yang duluan memulai itu yang melanggar HAM, kan jelas begitu saja,” ujarnya. 

Ia juga mengkritik Belanda jika memfasilitasi pengadilan rakyat. Ryamizard menilai Belanda juga melakukan pelanggaran HAM dalam kasus Westerling. 

“Kalau di Belanda ndak usah lah, dululu banyak juga kelihatannya melanggar HAM,” ujar Ryamizard.

Penulis

: Indra Akuntono

Editor

: Inggried Dwi Wedhaswary

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: