M.U. GINTING: PEMBANTAI PKI AKAN DISIDANG DI BELANDA

“The only thing necessary for the triumph of evil is that good men do nothing.” – Edmund Burke

 

M.U. GintingIni masih berlaku sekarang juga, the evil modern juga akan menang kalau orang baik diam saja. Nation Indonesia akan menjadi bangsa besar kalau evilnya berkurang dan good men maju. Good men inilah yang menentukan kejayaan dan kebesaran satu ntion, bukan evil men. Adalah kejadian sejarah yang sangat bagus kalau sekarang semakin banyak orang baik Burke mengeluarkan pendapatnya termasuk para hakim dan jaksa internasional.

Bisa jadi pemikiran:

1. Imperialis ketika itu mau menyingkirkan Soekarno demi kebebasan ke SDA Indonesia. Soekarno yang nasionalis dan patriotis sangat menentang imperialis dengan politik anti Neokolonialis-nya yang terkenal di AAA ketika itu. Soekarno adalah penghalang utama untuk bisa menguasai SDA Indonesia.

 

pki 22. Imperialis sudah menetapkan Soeharto pengganti Soekarno, tetapi Soeharto tak akan bisa maju jadi Presiden sekiranya Ahmad Yani masih hidup, karena Ahmad Yani sebagai panglima AD adalah tertinggi di militer ketika itu dan Soeharto jauh di bawah Yani. Yani juga sudah diinginkan oleh Soekarno sendiri jadi penerusnya. Yani juga adalah seorang nasionalis yang tidak pro imperialis. Karena itu tingkat pertama strategi ini ialah menghilangkan Ahmad Yani lebih dahulu dari panggung pertarungan.

Bagaimana taktik atau akal bulus dan strategi menyingkirkan Ahmad Yani memang sangat kompleks dan susah dipahami bagi banyak orang ahli. Kemudian dalam sejarah berikutnya ada juga contoh tipikal yang sama dengan proses penyingkiran Soekarno yaitu di Grenada, di situ ada Untungnya, ada Soekarnonya dan ada Soehartonya.

The ultimate goal for EHMs was simple: to expand U.S. corporate empire. included Indonesia, Panama, Ecuador, Columbia, Saudi Arabia, Iran, and other strategically important countries.

(Pengakuan John Perkins dalam bukunya EHM)

Both in 1958 and in 1965, the CIA directly interfered in the internal affairs of Indonesia.

(dari Surat Dewi Sukarno Tentang Peran CIA di Indonesia Tahun 1958 dan 1965)

pki 3The CIA began destabilizing Grenada in 1979, when a man named Maurice Bishop ousted the eccentric thug who ruled the island. Bishop set to work developing a better life for Grenada’s citizens and earned much popular support for doing so. He ran afoul of the US fairly quickly, though, when he failed to join in the quarantine of Cuba.

(from the book The CIAs Greatest Hits by Mark Zepezauer)

Di Grenada 1983 dan di Indonesia 1965:

Maurice Bishop – Soekarno

Bernard Coard  Untung

Hudson Austin – Sorharto 

3. Pengadaan politik ‘kiri’ dan ‘kanan’ yang dimulai sejak ‘manifesto komunis’ pada dasarnya adalah juga alat imperialis untuk menguasai ekonomi dan kekuasaan dunia dengan perpecahan kiri dan kanan.dalam satu nation dan dalam skala internasional dalam blok timur dan barat..[]

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: