BAWAHAN JANGAN SALAH TAFSIR SE KAPOLRI

SP Logo

Bawahan Jangan Salah Tafsir SE Kapolri
Rabu, 4 November 2015 | 9:52

[MAKASSAR] Polisi harus profesional dan proporsional dalam menafsirkan Surat Edaran (SE) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) tentang penanganan ujaran kebencian sebab dengan surat edaran itu Polri sangat rentan menjadi alat kekuasaan untuk menekan kelompok kritis atau mereka yang berseberangan dengan kekuasaan.

“Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/6/X/2015 itu sangat rentan  disalahgunakan oleh oknum Polri yang salah menafsirkan, edaran itu bisa dipakai untuk menekan kelompok kritis. Kalau ada penguasa yang tidak senang pada seseorang yang mengeritik, pakai saja polisi untuk mengintimidasi orang lain dan itu bisa meluas di daerah-daerah dan menimbulkan konflik baru,” ujar Aswar Hasan, pakar komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu (4/11).

Menurutnya, surat edaran itu bukan merupakan norma undang-undang melainkan hanya peringatan untuk melakukan undang-udang yang sudah ada. Namun, kehadiran surat edaran ini menimbulkan kontroversi lantaran bisa digunakan polisi dengan interpretasi sepihak untuk memproses hukum orang-orang yang dianggap kritis, bahkan dampaknya akan mengekang kebebasan berpendapat.

Polisi itu alat negara, bukan alat kekuasaan, mereka wajib melindungi rakyatnya, bukan menakut-nakuti rakyat dengan mengeluarkan surat edaran yang bisa mengancam kebebasan, katanya.  [148/L-8]

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: