3 Peristiwa Bersejarah yang Menumpahkan Air Mata Soekarno

1. Saat Membacakan Pancasila untuk yang Pertama Kali

Sehari sebelum sidang ini Soekarno menangis semalaman sambil meratap kepada Tuhan [Image Source]

Sehari sebelum sidang ini Soekarno menangis semalaman sambil meratap kepada Tuhan [Image Source]

Sehari sebelum sidang BPUPKI, Soekarno bingung tak karuan. Pasalnya, banyak kelompok-kelompok yang mendatanginya dan menyarankan bentuk-bentuk ideologi yang akan dipakainya. Ada yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, ada pula yang menginginkan negara ini jadi nasionalis hingga federal.

Penat dengan semua itu, akhirnya Soekarno pun pulang ke rumahnya yang ada di Flores. Di bawah pohon di depan rumahnya, Putra Sang Fajar pun kembali merenung tentang ideologi tersebut. Akhirnya tercetuslah Pancasila yang butir-butirnya mencakup semua kepentingan kelompok.

Mantap dengan Pancasila, Soekarno bergetar jelang sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Semalaman ia tidak bisa tidur sambil terus menangis. Dalam ratapannya tersebut ia pun berdoa, “Aku menangis karena besok aku akan menghadapi saat bersejarah dalam Hidupku. Dan aku memerlukan bantuanMU.” Keesokan harinya pukul 9 pagi, sidang pun dibuka dan Soekarno menyampaikan butir-butir Pancasila yang akan jadi ideologi dasar negara ini.

2. Saat akan Menghukum Mati Kartosuwirjo

Prosesi kematian sang sahabat baik, Kartosuwiryo [Image Source]

Prosesi kematian sang sahabat baik, Kartosuwiryo [Image Source]

Kartosuwiryo dan Soekarno sudah ibarat saudara. Keduanya sangat dekat ketika masih belajar bersama di rumah Tjokroaminoto. Di kediaman tokoh nasional tersebut, keduanya sering sekali bertukar pikiran dalam hal apa pun, termasuk berbagi suka dan duka.

3. Saat Mengunjungi Pusara Jenderal A. Yani

Hanya sekali ini Soekarno memperlihatkan kesedihannya yang begitu mendalam di depan publik [Image Source]

Hanya sekali ini Soekarno memperlihatkan kesedihannya yang begitu mendalam di depan publik [Image Source]

A. Yani sedianya akan jadi presiden kedua. Secara tersirat Bung Karno menegaskan hal tersebut dalam sebuah pernyataan. “Yani, kalau kesehatan saya belum membaik kamu yang jadi presiden.”

Ketika mengatakan hal tersebut, ada banyak orang yang mengetahuinya. Mulai Sarwo Edhie, AH Nasution, Soebandrio dan Chaerul Saleh. Pernyataan tentang rencana pengangkatan A.Yani sebagai presiden juga turut diketahui oleh istri serta anak-anak sang Jenderal.

Sumber: http://boombastis.com/2015/10/09/air-mata-soekarno/

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: