MENTERI MARWAN: TRANSMIGRASI MAMPU ATASI MASALAH SOSIAL

MENTERI MARWAN: TRANSMIGRASI MAMPU ATASI MASALAH SOSIAL

Jakarta, HanTer – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Marwan Jafar, mengatakan transmigrasi dapat mengatasi berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Kondisi sosial ekonomi masyarakat masih banyak yang sangat terbelakang dan memprihatinkan. Masyarakat Pulau Jawa yang padat dihimpit oleh belenggu kemiskinan, pengangguran, dan kesulitan meraih taraf hidup yang layak akibat tidak meratanya akses meraih kue pembangunan,” ujar Marwan dalam acara seminar transmigrasi di Jakarta, Selasa (1/9).
Apalagi ditambah kondisi yang terjadi saat ini, lanjut dia, yang mana banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Ini menambah kemiskinan dalam negeri ini terutama di Jawa semakin parah. Ini problem sosial ekononi kita yang bisa diatasi melalui transmigrasi,” jelas dia.
Marwan mengakui bahwa program transmigrasi selalu mengalami pasang surut. Ada kalanya transmigrasi dijadikan primadona masyarakat yang ingin menggapai hidup yang lebih layak, namun ada kalanya pula masyarakat mencibir transmigrasi sebagai program penempatan di daerah sulit yang menakutkan.
Padahal, jika transmigrasi ini dipahami dengan baik, maka semua masyarakat pasti akan mendukung dan sangat antusias untuk mengikutinya.
“Bayangkan saja, lahan kita di Luar Pulau Jawa masih banyak yang terisolir padahal potensinya sangat melimpah. Di sisi lain banyak masyarakat di Pulau Jawa yang memiliki kemampuan bekerja dengan baik namun belum terberdayakan karena kesulitan lapangan pekerjaan. Ini tidak boleh lagi terjadi jika transmigrasi kita jalankan dengan baik,” tegas dia.
Program transmigrasi tersebut, lanjut Marwan, harus mendapat dukungan dari kabupaten, provinsi dan kementerian atau lembaga terkait.
“Transmigrasi bisa digarap secara koordinatif maupun secara sektoral oleh kementerian lembaga, misalnya Kementerian Pertanian bisa bisa ikut menjalankan programnya di wilayah transmigrasi, kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga demikian, demikian juga Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, dan kementerian koperasi, dan semua kementerian lainnya,” katanya.
Pengelolaan sumber daya alam yang luas melalui transmigrasi, sambung dia, akan sukses dilakukan apabila memakai sistem yang terintegrasi.
“Dengan demikian masalah sosial ekonomi masyarakat bisa diatasi, dan pada akhirnya kesejahteraan secara nasional bisa tercapai,” cetus Politisi PKB itu.(ruli)

TRANSMIGRAN DAPAT RUMAH, JAMINAN HIDUP SERTA BAHAN POKOK PANGAN

 

Surabaya, HanTer – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, para transmigran yang berangkat akan mendapat fasilitas dari negara seperti rumah, jaminan hidup, fasilitas serta bahan-bahan pokok pangan.

Ia mengatakan, transmigran bukanlah orang buangan, justru mereka ini adalah pejuang yang membangun daerah yang sedang membutuhkan perhatian.

“Saya tidak sepakat jika transmigran disebut sebagai orang yang dibuang ke daerah lain, justru mereka harus diapresiasi, karena tidak mudah meninggalkan kampung halaman untuk membangun daerah orang lain yang terpencil,” ucapnya.

Dikatakannya, pemerintah mendukung para transmigran dengan memberikan jatah hidup berupa sembako dan uang tunai senilai Rp3,5 juta setiap bulan untuk setiap kepala rumah tangga, ditambah rumah, peternakan dan perkebunan.

Oleh karena itu, pemerintah menargetkan setiap tahun akan mengirimkan sekitar 500 ribu jiwa ke beberapa daerah perbatasan dan disebar ke beberapa wilayah, seperti Kalimantan dan Sulawesi dengan fokus daerah-daerah perbatasan yang dinilai jauh dari perhatian pemerintah.

“Tujuan transmigrasi adalah sangat bagus, yakni menghilangkan kesenjangan dan disparitas pembangunan antarwilayah, khususnya antara pulau Jawa dan luar pulau Jawa,” katanya.

Sebelumnya, Marwan memberangkatkan sebanyak 114 transmigran ke Desa Saembawati/Kancu Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dari Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Sementara itu, total 114 transmigran yang diberangkatkan terdiri dari 56 jiwa dari Provinsi Jawa Barat dan 58 jiwa dari Provinsi Jawa Timur.(Oni/ant)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: