SUKHOI 35 MENGGANTIKAN F-5

Pesawat Tempur Baru Indonesia: Sukhoi-35
Kamis, 03 September 2015, 00:35 WIB

Pesawat Sukhoi SU-35.

Pesawat Sukhoi SU-35.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhirnya menentukan pesawat tempur pengganti F-5 Tiger. Sebelumnya, TNI AU sempat mengusulkan adanya pesawat tempur pengganti pesawat F-5 Tiger lantaran usianya sudah dianggap uzur.

Nantinya, F-5 Tiger rencananya akan digantikan oleh pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi-35. Kepastian rencana pembelian Sukhoi-35 ini pun disampaikan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, saat melakukan inspeksi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Markas Kopassus, markas Batalyon Kavaleri (Yonkaf) I Kostrad, dan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 201/Jaya Yudha.

Menurut Menhan, pembelian Sukhoi 35 (SU-35) ini sudah berdasarkan kesepakatan dan kajian dari Kepala Staff Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriatna, dan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, selaku pengguna Alutsista tersebut. ”Iya diganti (F-5). Kami sepakat, KSAU dan Panglima TNI, Sukhoi,” ujar Ryamizard kepada wartawan di Markas Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, Jakarta Timur, Rabu (2/9).

Lebih lanjut, Menhan menjelaskan, sebagai awalan, Indonesia akan membeli SU-35 paling tidak sebanyak satu skuadron, yang terdiri dari 16 pesawat. Namun, jumlah ini akan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, pembelian Sukhoi-35 itu akan dilakukan secara bertahap, tidak langsung satu skuadron lengkap.

Ryamizard menambahkan, salah satu alasan Indonesia bakal membeli SU-35 lantaran Indonesia sudah memiliki pesawat Sukhoi, yaitu SU-27/30. Sehingga, teknologinya sudah ada dan tinggal diteruskan. Menhan menyebutkan, kelanjutan rencana pembelian SU-35 akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kesepakatan pembelian. ”Mungkin di sekitar bulan-bulan ini,” lanjut Ryamizard.

Kendati begitu, Menhan menyebutkan, keputusan membeli Sukhoi tidak akan mempengaruhi kedekatan dan hubungan dengan produsen asal negarar dari Alutsista tersebut. Tidak hanya dari Rusia, Indonesia juga memiliki rencana untuk membeli dari Boeing, seperti helikopter Chinook dan pesawat angkut kelas berat seperti Hercules.

”Ada yang dari Eropa, dari Amerika, dari Cina, balance-lah. Kita negara netral kok, semua kawan, tidak ada musuh. Jadi kita tidak berpihak kemana, kita beli semua,” lanjut mantan KSAD itu.[]

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhirnya menentukan pesawat tempur pengganti F-5 Tiger. Sebelumnya, TNI AU sempat mengusulkan adanya pesawat tempur pengganti pesawat F-5 Tiger lantaran usianya sudah dianggap uzur.

Dikutip dari Wikipedia, Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal. Pesawat ini adalah generasi terbaru dari Su-27 yang awalnya diberi nama Su-27M.

Sukhoi 35 dibuat untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon buatan Amerika. Karena kesamaan fitur dan komponen yang dikandungnya, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI, sebuah varian Su-30 yang diproduksi untuk India.

Pesawat ini sendiri merupakan seri flanker terakhir dan merupakan pengisi kekosongan generasi antara generasi 4 dan generasi 5. Angkatan Udara Rusia saat ini mengoperasikan 12 pesawat tempur Su-35 sejak tahun 2008.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhirnya menentukan pesawat tempur pengganti F-5 Tiger. Sebelumnya, TNI AU sempat mengusulkan adanya pesawat tempur pengganti pesawat F-5 Tiger lantaran usianya sudah dianggap uzur.

Ditjen Rencana Pertahanan Kemenhan, Marsekal Muda TNI M Syaugi, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Rusia, selaku negara asal produsen pesawat Sukhoi tersebut. Tidak hanya itu, Syaugi menyebut, pihaknya juga sudah memberikan spesifikasi teknis yang diinginkan Indonesia terkait pembelian pesawat tempur generasi 4,5 tersebut.

”Termasuk dengan sistem persenjataan pesawat tersebut. Biar sedikit tapi lengkap, daripada banyak tapi kosongan,” kata Syaugi kepada wartawan.

Syaugi menambahkan, dalam pembelian pesawat tempur itu, pihaknya tetap berpegang pada UU no.16 tentang Industri Pertahanan. Dalam UU tersebut dijelaskan setiap pembelian Alutsista baru harus disertai dengan adanya mekanisme transfer of technology (ToT). Sehingga untuk sejumlah komponen yang bisa dibuat oleh Indusrtri Pertahanan lokal, maka akan dibuat di Indonesia.

”Semua itu disesuaikan dengan kemampuan. Jadi berapa kemampuan anggaran, kan tidak mungkin kita minta satu unit terus minta ToT bikinnya bagaiman. Jadi disesuaikan dengan uang yang kita spend,” lanjut Syaugi.

Kendati begitu, Kemenhan masih akan menunggu alokasi anggaran yang disiapkan oleh pemerintah dalam pengadaan SU-35 tersebut. Sebelumnya, pilihan pengganti pesawat F-5 Tiger mengerucut pada dua jenis pesawat tempur, yaitu pesawat F-16 blok 70 buatan Amerika Serikat atau pesawat Sukhoi SU-35. Namun, pesawat pengganti F-5 Tiger diharuskan pesawat tempur generasi 4,5 ke atas.[]

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: