MEMBACA TANDA-TANDA KRISIS

detikfinance
MEMBACA TANDA-TANDA KRISIS
Aidil Akbar – detikfinance
Selasa, 01/09/2015 07:50 WIB
Membaca Tanda-tanda Krisis (1)
Jakarta -Menyambung pada artikel dan tulisan sebelumnya, kunci dari keberhasilan kita mengelola keuangan adalah salah satunya dengan memperhatikan kondisi sekitar kita.

Meskipun tujuan keuangan kita adalah untuk jangka panjang, tidak ada salahnya kita belajar untuk mengamati tanda-tanda apakah kondisi saat ini sudah bisa dikatakan masuk ke kondisi krisis atau belum?

Pertanyaannya adalah apakah tanda-tanda tersebut? Dan bagaimana cara membaca tanda-tanda tersebut. Berikut ini mari kita bahas berdasarkan analisa para pakar dan pengalaman di Indonesia dan negara-negara lain yang sudah pernah terkena krisis sebelumnya.

Para pakar ekonomi sudah banyak sekali membahas tata cara membaca indikator dari suatu krisis, salah satunya adalah Gacieala Kaminsky dan Carmen Reinhart. Penelitian mereka menghasilkan daftar indikator terhadap krisis keuangan yang meliputi multiplier dari M2, rasio utang dalam negeri ke PDB, real interest rate pada deposito, serta rasio bunga pinjaman ke bunga deposito.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa indikator keuangan lainnya yang bisa dilihat adalah antara lain Saldo riil dari M1, deposito riil dari bank komersial, serta rasio M2 berbanding dengan cadangan devisa.

Akan tetapi yang paling ditunggu oleh banyak orang adalah hasil penelitian tentang indikator peringatan dini akan datangnya krisis dari mata uang dan perbankan.

Indikator terbaik yang bisa diperhatikan adalah antara lain nilai tukar, harga properti terutama rumah, dana masuk dalam jangka pendek ke PDB, investasi serta harga saham di bursa. Mari kita bahas beberapa di antaranya:

Rupa-rupa Investasi Emas

1. Jumlah Uang Beredar dan Pinjaman
Tidak bisa dipungkiri, ketika jumlah uang beredar naik membuat masyarakat ‘pede’ untuk melakukan pinjaman besar-besaran. Nah pinjaman yang tidak dikontrol dengan baik ini akan menjadi salah satu pemicu kepada mulainya sebuah krisis.

Pinjaman yang serampangan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa serta korporasi, tetapi juga dilakukan oleh pemerintah.

2. Pasar Modal
Salah satu indikator yang sering diperhatikan banyak orang adalah pergerakan saham di Pasar Modal/Bursa. Meskipun pergerakan saham bisa terjadi karena sebab apa pun, akan tetapi penurunan secara tajam dari harga-harga saham di bursa wajib diwaspadai.

Contohnya, penurunan tajam di bulan September 2008 di Amerika Serikat, diikuti dengan penurunan di seluruh dunia, yang pada akhirnya menjadi salah satu tanda menuju ke krisis 2008.

3. Perdagangan
Menurunnya neraca perdagangan antar satu negara dengan negara lain bisa dilihat sebagai indikasi menuju ke gelombang krisis berikutnya. Sebelum krisis terjadi, secara rata-rata perdangan biasanya akan turun, baik perdagangan di dalam negeri, maupun perdagangan dengan negara lain.

Apalagi kalau perdagangan tersebut berhubungan dengan negara lain yang juga sedang menuju ke tanda-tanda krisis, misalnya kondisi ekonomi yang menurun, atau meredam over heating ekonomi di negara tersebut dengan berbagai cara, salah satunya menaikkan suku bunga atau menurunkan nilai mata uang.

Perdagangan dalam negeri bisa ditandai dengan menurunnya jumlah penjualan, yang berakibat pada penurunan keuntungan perusahaan. Di titik tertentu perusahaan harus menurunkan kapasitas mereka untuk bisa bertahan, akan tetapi apabila tetap tidak bisa bertahan, maka gelombang PHK akan mulai terjadi.

4. Identifikasi Masyarakat Terhadap Tanda Krisis
Apabila kita belajar dari tempat lain, di banyak negara, tanda-tanda krisis ternyata lebih dahulu diketahui oleh masyarakat (dimulai dari sektor keuangan), industri, dan korporasi, dibandingkan dengan pemerintahannya.

Mengapa? Karena lembaga di masyarakat memiliki sumber daya, informasi, riset, serta pengalaman bersentuhan langsung di lapangan dibandingkan dengan pemerintahnya.

Apakah kita sudah mulai memasuki masa krisis? Coba baca indikator-indikator tersebut dan bandingkan dengan sekeliling anda.

Di tulisan berikutnya akan kita bahas lebih banyak lagi indikator yang bisa dijadikan sebagai bahan early warning agar kita selalu waspada.[]

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: