MENGAPA ETNIK MELAYU SANGAT SEDIKIT TURUT-SERTA DI UNJUK RASA?

DetikNews

Minggu 30 Aug 2015, 12:17 WIB

Begitu Sedikit Etnis Melayu di Unjuk Rasa Bersih 4.0, Kenapa?

Fajar Pratama – detikNews
Begitu Sedikit Etnis Melayu di Unjuk Rasa Bersih 4.0, Kenapa?Foto: Herianto Batubara/detikcom
Jakarta – Unjuk rasa besar-besaran menentang Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berlanjut ke hari kedua. Namun terlihat sangat sedikit etnis asli Malaysia yang ikut turun dalam demonstrasi ini.

Dari laporan dan foto-foto bidikan reporter detikcom yang meliput langsung di Kuala Lumpur, Herianto Batubara, Minggu (30/8/2015), tampak mayoritas demonstran adalah etnis China dan India. Mengutip data tahun 2014, etnis China di Malaysia sebanyak 22,6 persen sedangkan India 6,7 persen.

Sedangkan etnis Melayu, merupakan etnis terbesar di Negeri Jiran. Sebanyak 50,1 persen penduduk Malaysia merupakan etnis Melayu.

“Mengapa etnis Melayu begitu sedikit, jawabannya adalah karena etnis Melayu secara politik mereka merasa lemah karena tiga parpol utama Melayu. KPR, PAS dan UMNO terpecah. Sedangkan etnis China tampak begitu bersatu di belakang parpol oposisi terutama DAP,” kata pakar ilmu politik dari Malayia, Wong Chin Huat dalam kolomnya di Malaysia Kini, Minggu (30/9/2015).

Huat dalam analisinya mengatakan, jika seseorang ingin mencegah etnis Melayu turun ke jalan bersama masa demonstran lain, caranya gampang. Tinggal dihembuskan saja peta prediksi seandainya Najib terguling.

“Bukan hanya Najib saja, UMNO juga akan sangat melemah. Dengan begitu etnis China akan memimpin pergerakan ekonomi baru,” kata Huat.

Terkait dengan UMNO yang merupakan partai terbesar di Malaysia, Huat menyadari partai itu begitu resisten terhadap aksi Bersih 4.0. Sistem politik di Malaysia tidak mengakomodir adanya ‘soft landing’ bagi satu rezim yang jatuh.

“Di Malaysia menggunakan sistem winner takes all. Sedangkan yang kalah tidak hanya termarginaliasi tetapi juga dianiaya,” kata Huat.

Namun Huat tidak menyalahkan etnis Melayu yang tak mau turun ke jalan. Menurutnya sikap politik tidak dapat dipaksakan dan tidak boleh dikotak-kotakkan berdasarkan ras.

“Setiap orang punya hak untuk menginginkan negara ini menjadi lebih bersih, bebas dan demokratis. Ini tidak ada kaitannya dengan etnis dan agama,” kata Huat.

PM Najib mendapat desakan kuat untuk mundur setelah muncul temuan transaksi dana hampir senilai USD 700 juta mengalir ke rekeningnya sebelum Pemilu 2013. Aliran dana misterius itu terungkap di tengah penyelidikan terhadap dugaan salah kelola di dalam perusahaan pengelola investasi milik negara (1MDB).

(faj/erd)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: