KAMPUNG PULO: YANG TERJADI DI LAPANGAN

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Ist)‏

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Ist)

KAMPUNG PULO: YANG TERJADI DI LAPANGAN

Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo
Bergelora.com, Minggu, 30 Agustus 2015

‏JAKARTA- Peristiwa penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur yang berujung perlawanan warga tidak perlu terjadi lagi. Sebagai pemimpin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharusnya bisa sabar, rendah hati dan mencintai kemanusiaan. Sebaiknya Gubernur segera minta maaf pada warga korban penggusuran yang mengalami kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Budayawan, Bambang Isti Nugroho kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (30/8).

“Gubernur Ahok sebaiknya segera minta maaf atas kejadian yang membuat semua tidak harmonis. Lebih baik pemerintah melakukan negosiasi ulang yang lebih manusiawi,” ujarnya.
Menurutnya Gubernur Ahok pasti tahu bahwa demokrasi substansial adalah menjadikan rakyat kabanyakan yang miskin dan rendah diri menuju rakyat yang sejahtera dan manusiawi dengan cara tanpa kekerasan.
“Jadi pemimpin harus sabar, rendah hati dan mencintai kemanusiaan. Satu orang mati itu tragedi kepemimpinan. Memang belum ada yang mati, tapi lika kritis. Luka itu yan gmenimbulkan perlawanan. Sekali melukai nggak bakal dipilih lagi,” ujarnya.
Isti Nugroho menilai bahwa dibalik penggusaran pasti ada kepentingan modal yang mengincara tempat yang strategis Kampung Pulo, Jatinegara.
“Itu daerah sentra ekonomi yang punya sejarah panjang. Penguasa selalu menjual kepentingan rakyat. Dibalik itu pasti kepentingan modal dibelakangnya. Kita baru bisa melihat dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

https://img.okezone.com/content/2015/07/25/338/1185261/hari-ini-kampung-pulo-digusur-KUwT5KCKTw.jpg

Kampung Pulo

Roh Jahat
Sebelumnya, puluhan orang yang mengatas namakan Gerakan Lawan Ahok berunjuk rasa di depan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Meski sang gubernur tidak ada di rumah, massa tetap bersikeras memilih melakukan aksinya ‎di kompleks perumahan di kawasan Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
‎Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) Bursah Zarnubi yang tergabung dalam Gerakan Lawan Ahok menyatakan, ‎aksi tersebut untuk mendoakan mengusir roh-roh jahat di rumah tersebut yang merasuki Ahok hingga kerap mengeluarkan kata-kata kasar.
“Ini untuk mengusir setan- setan yang ada di rumah ini. Kami minta pada dirinya untuk stop menghina rakyat dan menindas. Jangan sikat- sikat saja,” ucap Bursah.
Mantan anggota DPR periode 2004-2009 itu menyatakan, Ahok telah merusak tatanan budaya kepemimpinan di DKI Jakarta yang sebelumnya harmonis antara pemerintah dengan rakyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak melarang masyarakat untuk berdemonstrasi. Dia menunggu kedatangan para pendemo yang akan mengeluhkan kebijakannya itu.
Ahok menyarankan pendemo untuk memindahkan lokasi demo ke balaikota dari rumah dinasnya di Menteng. Sehingga, dia bisa mendengar tuntutan mereka.
“Kalau mau di sini (balaikota) saja sekalian supaya saya denger dan bisa segera menanggapin,” tutur Ahok, Jumat (28/8). (Enrico N. Abdielli)
‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [GELORA45] Aug 30 at 8:54 PM

Setelah perumahan liar Kampung Pulo diratakan dengan tanah, Ahok sebagai Gubernur DKI-Jkt, bukan lagi harus minta maaf, TAPI harus menemukan kebijaksanaan memecahkan KESULITAN yang dihadapi warga Kampung Pulo itu setelah naik kerumah rusun!
Mereka-mereka itu kabarnya banyak yang hanya kerja informal saja, tidak mampu harus bayar uang sewa rumah rusun dan biaya-biaya tambahan lain yang selama mereka tinggal di Kampung Pulo tidak ada. Akibat KETAMBAHAN pengeluaran untuk meneruskan hidup di rumah Rusun ini, mereka jadi berkeras tidak hendak pindah sampai rumah digusur dengan kekerasan!

Salam,
ChanCT

“ghozalli2002@yahoo.com [tionghoa-net]” tionghoa-net@yahoogroups.com, in gelora45, Monday, 31 August 2015, 21:16

Di T-net WA ada penjelasan panjang lebar ttg hal ini. Juga Youtube terbaru bisa dilihat bagaimana penjelasan Ahok menghadapi “utusan” penghuni Kp. Pulo. Pada prinsipnya Ahok tidak akan memberikan uang pindah. Terkecuali bila Ahok mau masuk penjara. Sebab tak ada dasar hukumnya utk memberikan uang pindah. Salam TG
From: ghozalli2002@yahoo.com
Sent: Sunday, August 30, 2015 6:48 PM
To: mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com ; Chan CT
Subject: Re: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo

Warga Kp. Pulo kelewatan. Sudah dibikin rusunawa sekelas apartemen tanpa sewa (cuma byr maintenance Rp 300 rb per bln) eh minta uang pindah? Padahal ketika tinggal di rumah kumuh di atas tanah milik negara mereka mampu membayar uang keamanan sama preman malah lbh besar dari itu. Jangan dong ambil kesempatan dalam kesempitan.

ChanCT

‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]
To GELORA_In, Augsut, 31, 20 l5, at 7:03 PM

Nah, … kalau sudah menghadapi masalah beginian, … bukankah Pemerintah DKI harus lebih giat melakukan pekerjaan meyakinkan KEHARUSAN PINDAH! Jangan kalah dengan bajingan-bajiangn yang berkepentingan mempertahakan kberadaan mereka di Kampung Pulo itu, … Dari penduduk Kampung Pulo yg berjumlah 3000-an, kalau yang bertahan sampai harus digusur berjumlah 2000-an, berarti yang hendak pindah ke rumah susun sewa sebagian kecil, … BELUM SAATNYA untuk menggusur orang! Kalau dari 3000 orang hanya 30-an orang yang ngotot bertahan dan harus digusur, itu namanya PANTAS untuk digusur!

Salam,
ChanCT

From: Agus Abubakar Arsal
Sent: Monday, August 31, 2015 6:49 PM
To: Group Diskusi Kita
Berikut saya copas
Ulasan “Erlando Eril” atas Artikel yg dishare oleh Ping Setiadi >>> yg sedang beredar di medsos
” Ping Setiadi, Makanya gw bilang ini soal uang dan kerakusan warga kampung pulo.
Gw tau persis apa masalahnya. Bertahun-tahun sampe hari ini gw tetanggan sama kampung pulo. Satu kecamatan.
Tiap banjir Jakarta, gw kena dampaknya.
Lagian, sebenernya gak semua warga kampung pulo sih yang protes. Sebagian aja. Terutama pemuda2 pemalas yang digerakkan oleh provokator.
Ngga ada alasan buat warga kampung pulo (selain alasan kerakusan duit) untuk dipindahin ke rusun Jatinegara.
Jarak kampung pulo dengan rusun itu cuma 500 meter kok. Itu pun diukur pake jarak melingkar. Kalo ditarik garis lurus, ga sampe 200 meteran.
Kondisi psikologis apa yang tercerabut dari mereka? Harga diri dan kemanusiaan? Nyaris tiap tahun mereka kebanjiran. Tau ga banjirnya sampe segimana? Sampe setinggi atap! Berminggu2 mereka penuhin posko2 banjir di kampung melayu dan semua orang teriak2 minta masalah banjir dituntaskan.
Setelah dituntaskan, mereka malah teriak2 lagi.
Soal kemanusiaan? Setiap hari kali ciliwung di belakang rumah mereka penuh sampah dan penuh kotoran. Banyak dari mereka yang berak, nyuci, sikat gigi dan mandi di sana.
Apartemen Jatinegara jauh lebih manusiawi. Bahkan gubernur menjamin mereka bisa hidup 7 turunan tanpa bayar. 300 ribu/bulan itu biaya pemeliharaan kebersihan, keamanan, bahkan mereka ga perlu pusing mikir pengeluaran supaya bangunannya dicat.
Di kampung pulo, mereka bayar lebih dari 300 ribu/bulan. Uang listrik, air yang sering macet, iuran2 RT/RW dll.
Akses ekonomi ilang? Transportasi ilang?Banyak dari mereka yang berdagang di pasar jatinegara. Dan rusun jatinegara itu malah lebih deket dengan pasar. Apanya yang hilang?
Anak ga perlu pindah sekolah. Lah jaraknya deket. Malah anak2 mereka akan berterimakasih kepada orangtuanya karena pindah ke rusun. Mereka bisa punya hidup layak, bisa belajar tenang, dan jelas lebih sehat.
Mereka ngga perlu merasa terasing. Yang boleh pake rusun itu hanya warga kampung pulo. Artinya mereka akan ketemu tetangga2nya juga kok.
Di kampung pulo kagak ada yang masak pake kayu. Mereka masak pake gas. Dan lagi2 pemda DKI kasih fasilitas kartu ATM. Mereka ga punya duit buat sekolahin anaknya? Tinggal bayar pake ATM. Mereka ngga bisa makan, pemda kasih makan gratis 26 ribu per orang setiap hari. Masih kurang? Itu udah kelewatan manjanya.
Kampung pulo itu isinya 3.000 lebih warga. Dari dulu kampung pulo dijadikan basis pemilihan partai. Kemiskinan mereka dipelihara. Supaya bisa jadi sumber duit pejabat yang butuh kampanye atau tukang protes macam sarumpaet.
Gubernur lagi ngajarin hidup layak. Tapi sedikit pun ga ada rasa terimakasih atas usaha pemda memanusiakan mereka.
Lagian silahkan tanya ke hampir semua warga yang dipindahin ke rusun. Hampir semuanya puas kok.
Yang ga puas itu siapa? Mereka itu sebagian warga yang pada kontrakin tempat tinggalnya sehingga hilang pemasukan. Udah numpang tanah negara, tapi malah ngontrakin rumah. Trus Mafia prostitusi. Di sana banyak banget prostitusi. Ada yang tau gak? Dan ini berkaitan dengan narkoba juga tentunya.
Oh, soal penghuni ilegal kampung pulo yang ga ada KTP? Pemda menjamin mrk bisa dapet rusun + dibikinin KTP gratis kalo ada pernyataan dari 3 tetangganya kalau mrk bertahun2 hidup di kampung pulo.
Dan, Ping, lo tau ga? Rusun jatinegara itu semewah apartemen. Banyak sekali calo yang berniat jual unitnya. Sejak setahun lalu udah banyak yang sampe ke rusun gw buat nawarin unit rusun jatinegara.
Dan skrg para calo itu cuma gigit jari.
Pemda DKI sedang menyelamatkan mereka dari kebodohan dari hidup yang sebelumnya jauh dari manusiawi.
Kalau usaha pemda DKI untuk memanusiakan manusia masih ga dihargai, gw gak ngerti lagi deh.
Chan CT’ SADAR@netvigator.com [GELORA45] Kirim ulang, rupanya tertinggal sepotong kalimat. Mestinya yang benar begini: Nah, … kalau sudah menghadapi masalah beginian, kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI-Jket harus didukung lebih kuat! S
Today at 8:10 PM
‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]
To
GELORA_In
Today at 8:10 PM

Kirim ulang, rupanya tertinggal sepotong kalimat. Mestinya yang benar begini:

Nah, … kalau sudah menghadapi masalah beginian, kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI-Jket harus didukung lebih kuat! Sedangkan Pemerintah DKI harus lebih giat melakukan pekerjaan meyakinkan KEHARUSAN PINDAH! Jangan kalah dengan bajingan-bajiangn yang berkepentingan mempertahakan keberadaan rumah kumuh di Kampung Pulo itu, … Dari penduduk Kampung Pulo yg berjumlah 3000-an, kalau yang bertahan sampai harus digusur berjumlah 2000-an, berarti yang hendak pindah ke rumah susun sewa sebagian kecil, … BELUM SAATNYA untuk menggusur orang! Tapi, kalau dari 3000 orang hanya 30-an orang yang ngotot bertahan dan harus digusur, itu namanya PANTAS untuk digusur!

Mari kita lihat bagaimana Ahok membangun Jakarta Indah, tertib dan terhindar dari banjir, …! Menjadi ibu-kota yang nyaman dihuni oleh seluruh 10 juta penduduknya!

Salam,
ChanCT

From: Agus Abubakar Arsal
Sent: Monday, August 31, 2015 6:49 PM
To: Group Diskusi Kita
Berikut saya copas Ulasan “Erlando Eril” atas Artikel yg dishare oleh Ping Setiadi >>> yg sedang beredar di medsos
” Ping Setiadi, Makanya gw bilang ini soal uang dan kerakusan warga kampung pulo.
Gw tau persis apa masalahnya. Bertahun-tahun sampe hari ini gw tetanggan sama kampung pulo. Satu kecamatan.
Tiap banjir Jakarta, gw kena dampaknya.
Lagian, sebenernya gak semua warga kampung pulo sih yang protes. Sebagian aja. Terutama pemuda2 pemalas yang digerakkan oleh provokator.
Ngga ada alasan buat warga kampung pulo (selain alasan kerakusan duit) untuk dipindahin ke rusun Jatinegara.
Jarak kampung pulo dengan rusun itu cuma 500 meter kok. Itu pun diukur pake jarak melingkar. Kalo ditarik garis lurus, ga sampe 200 meteran.
Kondisi psikologis apa yang tercerabut dari mereka? Harga diri dan kemanusiaan? Nyaris tiap tahun mereka kebanjiran. Tau ga banjirnya sampe segimana? Sampe setinggi atap! Berminggu2 mereka penuhin posko2 banjir di kampung melayu dan semua orang teriak2 minta masalah banjir dituntaskan.
Setelah dituntaskan, mereka malah teriak2 lagi.
Soal kemanusiaan? Setiap hari kali ciliwung di belakang rumah mereka penuh sampah dan penuh kotoran. Banyak dari mereka yang berak, nyuci, sikat gigi dan mandi di sana.
Apartemen Jatinegara jauh lebih manusiawi. Bahkan gubernur menjamin mereka bisa hidup 7 turunan tanpa bayar. 300 ribu/bulan itu biaya pemeliharaan kebersihan, keamanan, bahkan mereka ga perlu pusing mikir pengeluaran supaya bangunannya dicat.
Di kampung pulo, mereka bayar lebih dari 300 ribu/bulan. Uang listrik, air yang sering macet, iuran2 RT/RW dll.
Akses ekonomi ilang? Transportasi ilang?Banyak dari mereka yang berdagang di pasar jatinegara. Dan rusun jatinegara itu malah lebih deket dengan pasar. Apanya yang hilang?
Anak ga perlu pindah sekolah. Lah jaraknya deket. Malah anak2 mereka akan berterimakasih kepada orangtuanya karena pindah ke rusun. Mereka bisa punya hidup layak, bisa belajar tenang, dan jelas lebih sehat.
Mereka ngga perlu merasa terasing. Yang boleh pake rusun itu hanya warga kampung pulo. Artinya mereka akan ketemu tetangga2nya juga kok.
Di kampung pulo kagak ada yang masak pake kayu. Mereka masak pake gas. Dan lagi2 pemda DKI kasih fasilitas kartu ATM. Mereka ga punya duit buat sekolahin anaknya? Tinggal bayar pake ATM. Mereka ngga bisa makan, pemda kasih makan gratis 26 ribu per orang setiap hari. Masih kurang? Itu udah kelewatan manjanya.
Kampung pulo itu isinya 3.000 lebih warga. Dari dulu kampung pulo dijadikan basis pemilihan partai. Kemiskinan mereka dipelihara. Supaya bisa jadi sumber duit pejabat yang butuh kampanye atau tukang protes macam sarumpaet.
Gubernur lagi ngajarin hidup layak. Tapi sedikit pun ga ada rasa terimakasih atas usaha pemda memanusiakan mereka.
Lagian silahkan tanya ke hampir semua warga yang dipindahin ke rusun. Hampir semuanya puas kok.
Yang ga puas itu siapa? Mereka itu sebagian warga yang pada kontrakin tempat tinggalnya sehingga hilang pemasukan. Udah numpang tanah negara, tapi malah ngontrakin rumah. Trus Mafia prostitusi. Di sana banyak banget prostitusi. Ada yang tau gak? Dan ini berkaitan dengan narkoba juga tentunya.
Oh, soal penghuni ilegal kampung pulo yang ga ada KTP? Pemda menjamin mrk bisa dapet rusun + dibikinin KTP gratis kalo ada pernyataan dari 3 tetangganya kalau mrk bertahun2 hidup di kampung pulo.
Dan, Ping, lo tau ga? Rusun jatinegara itu semewah apartemen. Banyak sekali calo yang berniat jual unitnya. Sejak setahun lalu udah banyak yang sampe ke rusun gw buat nawarin unit rusun jatinegara.
Dan skrg para calo itu cuma gigit jari.
Pemda DKI sedang menyelamatkan mereka dari kebodohan dari hidup yang sebelumnya jauh dari manusiawi.
Kalau usaha pemda DKI untuk memanusiakan manusia masih ga dihargai, gw gak ngerti lagi deh.
… 👍😨😨
On Aug 31, 2015 4:54 PM, “Salim Said” <bungsalim43@gmail.com> wrote:

———- Forwarded message ———-
From: Chan CT <sadar@netvigator.com>
Date: 2015-08-31 11:27 GMT+07:00
Subject: Re: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo
To: ghozalli2002@yahoo.com, Tionghoa-Net <Tionghoa-Net@yahoogroups.com>

Bung Ghozalli yb,

Apakah pernyataan bung ini mempunyai bukti kuat? Artinya, kalau benar warga Kampung Pulo HARUS BAYAR uang KEAMANAN lebih mahal dari uang sewa RUSUN, mereka yang lebih 2000 orang kena gusur minggu yl. itu ada “bajingan” dibelakang untuk menjegal pemerintah DKI-JKT, khususnya setelah Ahok jadi gubernurnya!?

Karena dalam pemikiran saya, SULIT bisa dimengerti mengapa 1/4 warga Kampung Pulo (kabarnya seluruhnya 8000 orang) berkeras TIDAK HENDAK PINDAH ke rumah susun yang disaiapkan. Berdasarkan logika sederhana, orang yang waras jalan pikirannya, bagaimanapun hidup dirumah rusun jauh akan lebih nyaman ketimbang diperumahan kumuh dan kemiskinan itu, … apalagi kalau ternyata pengeluaran duit jadi lebih MURAH!

Apapun jalan pemikiran warga Kampung Pulo yg tergusur itu, karena kenyataan masih cukup banyak dilihat persentasi yg pindah dan tidak, sudah bisa dikatakan bahwa pihak Pemerintah DKI-JKT kurang melakukan PEKERJAAN IDEOLOGI, usaha meyakinkan warga Kampung Pulo KEHARUSAN mereka PINDAH kerumah-susun sewa! Yang TIDAK seharusnya tertunda lagi. Pertama arti penting pembersihan bantaran sungai Ciliwung itu untuk mencegah banjirnya Jakarta. Dan kedua, perlunya ketertiban hidup bermasyarakat, bebas dari penghuni perumahan liar didalam ibu-kota.

Saya pernah dengar kisah kampung NELAYAN di Fu Jian, Tiongkok selatan, dimana hidup mereka sudah bergenerasi diperahu-perahu nelayan itu. Pemerintah membuatkan mereka perumahan untuk memudahkan anak-anak sekolah dan perawatan orang-tua, … eeiih, ternyata TIDAK mendapatkan sambutan baik. Harus dirangsang dengan sewa perumahan, air, listrik murah baru bisa jalan. Semata hanya karena TRADISI sudah terbiasa mereka hidup tinggal di perahu nelayannya, bagi kita orang kota sulit bisa membayangkannya. Barangkali bagi mereka hidup terombang-ambing diperahu nelayannya jauh lebih nyaman ketimbang tidur diranjang yang tidak bergerak! Harus sabar dan perlahan-lahan melakukan pekerjaan ideologi, termasuk memecahkan masalah KESEHATAN turunan mereka.
CHAN CT in Gelora45-In@yahoogroups.com, 30 Agustus 2015
Begitu juga untuk memecahkan masalah Kota-Setan, perumahan yang dibangun di Mongolia-dalam, lupa nama kotanya, itu juga terjadi akibat kebiasaan orang Mongol yang suka mengembara, berpindah-pindah hidup ditenda/kubu dipadang rumput menggembala kambing/kuda, … gak ada yang mau beli dan pindah masuk rumah flat yang bagus-bagus itu! Yaa, … pemerintah setempat harus melakukan pekerjaan ideologi, merubah jalan pikiran dan kebiasaan mereka itu, kasih rangsang ekonomi, membeli dengan harga murah dan boleh dicicil denegan bunga rendah selama 20 tahun. Masuk lah mereka kerumah-rumah flat, merubah Kota-Setan menjadi kota yang penuh ramai, …

Salam,
ChanCT

From: ghozalli2002@yahoo.com
Sent: Sunday, August 30, 2015 6:48 PM
To: mailto:tionghoa-net@yahoogroups.com ; Chan CT
Subject: Re: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo

Warga Kp. Pulo kelewatan. Sudah dibikin rusunawa sekelas apartemen tanpa sewa (cuma byr maintenance Rp 300 rb per bln) eh minta uang pindah? Padahal ketika tinggal di rumah kumuh di atas tanah milik negara mereka mampu membayar uang keamanan sama preman malah lbh besar dari itu. Jangan dong ambil kesempatan dalam kesempitan.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!
________________________________________
From: “‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]” <tionghoa-net@yahoogroups.com>
Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
Date: Sun, 30 Aug 2015 21:53:59 +0800

To: GELORA_In<GELORA45@yahoogroups.com>
ReplyTo: tionghoa-net@yahoogroups.com,”Chan CT” <SADAR@netvigator.com>
Subject: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo

Setelah perumahan liar Kampung Pulo diratakan dengan tanah, Ahok sebagai Gubernur DKI-Jkt, bukan lagi harus minta maaf, TAPI harus menemukan kebijaksanaan memecahkan KESULITAN yang dihadapi warga Kampung Pulo itu setelah naik kerumah rusun!
Mereka-mereka itu kabarnya banyak yang hanya kerja informal saja, tidak mampu harus bayar uang sewa rumah rusun dan biaya-biaya tambahan lain yang selama mereka tinggal di Kampung Pulo tidak ada. Akibat KETAMBAHAN pengeluaran untuk meneruskan hidup di rumah Rusun ini, mereka jadi berkeras tidak hendak pindah sampai rumah digusur dengan kekerasan!

Salam,
ChanCT
ghozalli2002@yahoo.com [tionghoa-net] Di T-net WA ada penjelasan panjang lebar ttg hal ini. Juga Youtube terbaru bisa dilihat bagaimana penjelasan Ahok menghadapi “utusan” penghuni Kp. Pulo. Pada prinsipnya Ahok tidak akan memberikan uang
31 Agustus 2015. 9:16 PM
On Monday, 31 August 2015, 21:16, “ghozalli2002@yahoo.com [tionghoa-net]” <tionghoa-net@yahoogroups.com> wrote:

Di T-net WA ada penjelasan panjang lebar ttg hal ini. Juga Youtube terbaru bisa dilihat bagaimana penjelasan Ahok menghadapi “utusan” penghuni Kp. Pulo. Pada prinsipnya Ahok tidak akan memberikan uang pindah. Terkecuali bila Ahok mau masuk penjara. Sebab tak ada dasar hukumnya utk memberikan uang pindah. Salam TG

From: “‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]” <tionghoa-net@yahoogroups.com>
Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
Date: Mon, 31 Aug 2015 12:27:06 +0800
To: <ghozalli2002@yahoo.com>; Tionghoa-Net<Tionghoa-Net@yahoogroups.com>
ReplyTo: tionghoa-net@yahoogroups.com,”Chan CT” <SADAR@netvigator.com>
Subject: Re: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo
Bung Ghozalli yb,

Apakah pernyataan bung ini mempunyai bukti kuat? Artinya, kalau benar warga Kampung Pulo HARUS BAYAR uang KEAMANAN lebih mahal dari uang sewa RUSUN, mereka yang lebih 2000 orang kena gusur minggu yl. itu ada “bajingan” dibelakang untuk menjegal pemerintah DKI-JKT, khususnya setelah Ahok jadi gubernurnya!?

Karena dalam pemikiran saya, SULIT bisa dimengerti mengapa 1/4 warga Kampung Pulo (kabarnya seluruhnya 8000 orang) berkeras TIDAK HENDAK PINDAH ke rumah susun yang disaiapkan. Berdasarkan logika sederhana, orang yang waras jalan pikirannya, bagaimanapun hidup dirumah rusun jauh akan lebih nyaman ketimbang diperumahan kumuh dan kemiskinan itu, … apalagi kalau ternyata pengeluaran duit jadi lebih MURAH!

Apapun jalan pemikiran warga Kampung Pulo yg tergusur itu, karena kenyataan masih cukup banyak dilihat persentasi yg pindah dan tidak, sudah bisa dikatakan bahwa pihak Pemerintah DKI-JKT kurang melakukan PEKERJAAN IDEOLOGI, usaha meyakinkan warga Kampung Pulo KEHARUSAN mereka PINDAH kerumah-susun sewa! Yang TIDAK seharusnya tertunda lagi. Pertama arti penting pembersihan bantaran sungai Ciliwung itu untuk mencegah banjirnya Jakarta. Dan kedua, perlunya ketertiban hidup bermasyarakat, bebas dari penghuni perumahan liar didalam ibu-kota.

Saya pernah dengar kisah kampung NELAYAN di Fu Jian, Tiongkok selatan, dimana hidup mereka sudah bergenerasi diperahu-perahu nelayan itu. Pemerintah membuatkan mereka perumahan untuk memudahkan anak-anak sekolah dan perawatan orang-tua, … eeiih, ternyata TIDAK mendapatkan sambutan baik. Harus dirangsang dengan sewa perumahan, air, listrik murah baru bisa jalan. Semata hanya karena TRADISI sudah terbiasa mereka hidup tinggal di perahu nelayannya, bagi kita orang kota sulit bisa membayangkannya. Barangkali bagi mereka hidup terombang-ambing diperahu nelayannya jauh lebih nyaman ketimbang tidur diranjang yang tidak bergerak! Harus sabar dan perlahan-lahan melakukan pekerjaan ideologi, termasuk memecahkan masalah KESEHATAN turunan mereka.

Begitu juga untuk memecahkan masalah Kota-Setan, perumahan yang dibangun di Mongolia-dalam, lupa nama kotanya, itu juga terjadi akibat kebiasaan orang Mongol yang suka mengembara, berpindah-pindah hidup ditenda/kubu dipadang rumput menggembala kambing/kuda, … gak ada yang mau beli dan pindah masuk rumah flat yang bagus-bagus itu! Yaa, … pemerintah setempat harus melakukan pekerjaan ideologi, merubah jalan pikiran dan kebiasaan mereka itu, kasih rangsang ekonomi, membeli dengan harga murah dan boleh dicicil denegan bunga rendah selama 20 tahun. Masuk lah mereka kerumah-rumah flat, merubah Kota-Setan menjadi kota yang penuh ramai, …

Salam,
ChanCT

Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo
http://www.bergelora.com/nasional/kesra/2292-ahok-harus-minta-maaf-pada-korban-penggusuran-kampung-pulo.html
Minggu, 30 Agustus 2015
Dilihat: 16
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Ist)‏JAKARTA- Peristiwa penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur yang berujung perlawanan warga tidak perlu terjadi lagi. Sebagai pemimpin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharusnya bisa sabar, rendah hati dan mencintai kemanusiaan. Sebaiknya Gubernur segera minta maaf pada warga korban penggusuran yang mengalami kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Budayawan, Bambang Isti Nugroho kepada Bergelora.com di Jakarta, Minggu (30/8).

“Gubernur Ahok sebaiknya segera minta maaf atas kejadian yang membuat semua tidak harmonis. Lebih baik pemerintah melakukan negosiasi ulang yang lebih manusiawi,” ujarnya.
Menurutnya Gubernur Ahok pasti tahu bahwa demokrasi substansial adalah menjadikan rakyat kabanyakan yang miskin dan rendah diri menuju rakyat yang sejahtera dan manusiawi dengan cara tanpa kekerasan.
“Jadi pemimpin harus sabar, rendah hati dan mencintai kemanusiaan. Satu orang mati itu tragedi kepemimpinan. Memang belum ada yang mati, tapi lika kritis. Luka itu yan gmenimbulkan perlawanan. Sekali melukai nggak bakal dipilih lagi,” ujarnya.
Isti Nugroho menilai bahwa dibalik penggusaran pasti ada kepentingan modal yang mengincara tempat yang strategis Kampung Pulo, Jatinegara.
“Itu daerah sentra ekonomi yang punya sejarah panjang. Penguasa selalu menjual kepentingan rakyat. Dibalik itu pasti kepentingan modal dibelakangnya. Kita baru bisa melihat dalam jangka waktu lama,” jelasnya.
Roh Jahat
Sebelumnya, puluhan orang yang mengatas namakan Gerakan Lawan Ahok berunjuk rasa di depan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Meski sang gubernur tidak ada di rumah, massa tetap bersikeras memilih melakukan aksinya ‎di kompleks perumahan di kawasan Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).
‎Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) Bursah Zarnubi yang tergabung dalam Gerakan Lawan Ahok menyatakan, ‎aksi tersebut untuk mendoakan mengusir roh-roh jahat di rumah tersebut yang merasuki Ahok hingga kerap mengeluarkan kata-kata kasar.
“Ini untuk mengusir setan- setan yang ada di rumah ini. Kami minta pada dirinya untuk stop menghina rakyat dan menindas. Jangan sikat- sikat saja,” ucap Bursah.
Mantan anggota DPR periode 2004-2009 itu menyatakan, Ahok telah merusak tatanan budaya kepemimpinan di DKI Jakarta yang sebelumnya harmonis antara pemerintah dengan rakyat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak melarang masyarakat untuk berdemonstrasi. Dia menunggu kedatangan para pendemo yang akan mengeluhkan kebijakannya itu.
Ahok menyarankan pendemo untuk memindahkan lokasi demo ke balaikota dari rumah dinasnya di Menteng. Sehingga, dia bisa mende
ngar tuntutan mereka.
“Kalau mau di sini (balaikota) saja sekalian supaya saya denger dan bisa segera menanggapin,” tutur Ahok, Jumat (28/8). (Enrico N. Abdielli)
________________________________________
Posted by: ghozalli2002@yahoo.com

From: “‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]” <tionghoa-net@yahoogroups.com>
Sender: tionghoa-net@yahoogroups.com
Date: Mon, 31 Aug 2015 12:27:06 +0800
To: <ghozalli2002@yahoo.com>; Tionghoa-Net<Tionghoa-Net@yahoogroups.com>
ReplyTo: tionghoa-net@yahoogroups.com,”Chan CT” <SADAR@netvigator.com>
Subject: Re: [t-net] Ahok Harus Minta Maaf Pada Korban Penggusuran Kampung Pulo
Bung Ghozalli yb,

Apakah pernyataan bung ini mempunyai bukti kuat? Artinya, kalau benar warga Kampung Pulo HARUS BAYAR uang KEAMANAN lebih mahal dari uang sewa RUSUN, mereka yang lebih 2000 orang kena gusur minggu yl. itu ada “bajingan” dibelakang untuk menjegal pemerintah DKI-JKT, khususnya setelah Ahok jadi gubernurnya!?

Karena dalam pemikiran saya, SULIT bisa dimengerti mengapa 1/4 warga Kampung Pulo (kabarnya seluruhnya 8000 orang) berkeras TIDAK HENDAK PINDAH ke rumah susun yang disaiapkan. Berdasarkan logika sederhana, orang yang waras jalan pikirannya, bagaimanapun hidup dirumah rusun jauh akan lebih nyaman ketimbang diperumahan kumuh dan kemiskinan itu, … apalagi kalau ternyata pengeluaran duit jadi lebih MURAH!

Apapun jalan pemikiran warga Kampung Pulo yg tergusur itu, karena kenyataan masih cukup banyak dilihat persentasi yg pindah dan tidak, sudah bisa dikatakan bahwa pihak Pemerintah DKI-JKT kurang melakukan PEKERJAAN IDEOLOGI, usaha meyakinkan warga Kampung Pulo KEHARUSAN mereka PINDAH kerumah-susun sewa! Yang TIDAK seharusnya tertunda lagi. Pertama arti penting pembersihan bantaran sungai Ciliwung itu untuk mencegah banjirnya Jakarta. Dan kedua, perlunya ketertiban hidup bermasyarakat, bebas dari penghuni perumahan liar didalam ibu-kota.

Saya pernah dengar kisah kampung NELAYAN di Fu Jian, Tiongkok selatan, dimana hidup mereka sudah bergenerasi diperahu-perahu nelayan itu. Pemerintah membuatkan mereka perumahan untuk memudahkan anak-anak sekolah dan perawatan orang-tua, … eeiih, ternyata TIDAK mendapatkan sambutan baik. Harus dirangsang dengan sewa perumahan, air, listrik murah baru bisa jalan. Semata hanya karena TRADISI sudah terbiasa mereka hidup tinggal di perahu nelayannya, bagi kita orang kota sulit bisa membayangkannya. Barangkali bagi mereka hidup terombang-ambing diperahu nelayannya jauh lebih nyaman ketimbang tidur diranjang yang tidak bergerak! Harus sabar dan perlahan-lahan melakukan pekerjaan ideologi, termasuk memecahkan masalah KESEHATAN turunan mereka.

Begitu juga untuk memecahkan masalah Kota-Setan, perumahan yang dibangun di Mongolia-dalam, lupa nama kotanya, itu juga terjadi akibat kebiasaan orang Mongol yang suka mengembara, berpindah-pindah hidup ditenda/kubu dipadang rumput menggembala kambing/kuda, … gak ada yang mau beli dan pindah masuk rumah flat yang bagus-bagus itu! Yaa, … pemerintah setempat harus melakukan pekerjaan ideologi, merubah jalan pikiran dan kebiasaan mereka itu, kasih rangsang ekonomi, membeli dengan harga murah dan boleh dicicil denegan bunga rendah selama 20 tahun. Masuk lah mereka kerumah-rumah flat, merubah Kota-Setan menjadi kota yang penuh ramai, …

Salam,
ChanCT

Nah, … kalau sudah menghadapi masalah beginian, … bukankah Pemerintah DKI harus lebih giat melakukan pekerjaan meyakinkan KEHARUSAN PINDAH! Jangan kalah dengan bajingan-bajiangn yang berkepentingan mempertahakan kberadaan mereka di Kampung Pulo itu, … Dari penduduk Kampung Pulo yg berjumlah 3000-an, kalau yang bertahan sampai harus digusur berjumlah 2000-an, berarti yang hendak pindah ke rumah susun sewa sebagian kecil, … BELUM SAATNYA untuk menggusur orang! Kalau dari 3000 orang hanya 30-an orang yang ngotot bertahan dan harus digusur, itu namanya PANTAS untuk digusur!

Salam,
ChanCT

YANG TERJADI DI KAMPUNG PULO

From: Agus Abubakar Arsal
Sent: Monday, August 31, 2015 6:49 PM
To: Group Diskusi Kita
Berikut saya copas Ulasan “Erlando Eril” atas Artikel yg dishare oleh Ping Setiadi >>> yg sedang beredar di medsos
” Ping Setiadi, Makanya gw bilang ini soal uang dan kerakusan warga kampung pulo.
Gw tau persis apa masalahnya. Bertahun-tahun sampe hari ini gw tetanggan sama kampung pulo. Satu kecamatan.
Tiap banjir Jakarta, gw kena dampaknya.
Lagian, sebenernya gak semua warga kampung pulo sih yang protes. Sebagian aja. Terutama pemuda2 pemalas yang digerakkan oleh provokator.
Ngga ada alasan buat warga kampung pulo (selain alasan kerakusan duit) untuk dipindahin ke rusun Jatinegara.
Jarak kampung pulo dengan rusun itu cuma 500 meter kok. Itu pun diukur pake jarak melingkar. Kalo ditarik garis lurus, ga sampe 200 meteran.
Kondisi psikologis apa yang tercerabut dari mereka? Harga diri dan kemanusiaan? Nyaris tiap tahun mereka kebanjiran. Tau ga banjirnya sampe segimana? Sampe setinggi atap! Berminggu2 mereka penuhin posko2 banjir di kampung melayu dan semua orang teriak2 minta masalah banjir dituntaskan.
Setelah dituntaskan, mereka malah teriak2 lagi.
Soal kemanusiaan? Setiap hari kali ciliwung di belakang rumah mereka penuh sampah dan penuh kotoran. Banyak dari mereka yang berak, nyuci, sikat gigi dan mandi di sana.
Apartemen Jatinegara jauh lebih manusiawi. Bahkan gubernur menjamin mereka bisa hidup 7 turunan tanpa bayar. 300 ribu/bulan itu biaya pemeliharaan kebersihan, keamanan, bahkan mereka ga perlu pusing mikir pengeluaran supaya bangunannya dicat.
Di kampung pulo, mereka bayar lebih dari 300 ribu/bulan. Uang listrik, air yang sering macet, iuran2 RT/RW dll.
Akses ekonomi ilang? Transportasi ilang?Banyak dari mereka yang berdagang di pasar jatinegara. Dan rusun jatinegara itu malah lebih deket dengan pasar. Apanya yang hilang?
Anak ga perlu pindah sekolah. Lah jaraknya deket. Malah anak2 mereka akan berterimakasih kepada orangtuanya karena pindah ke rusun. Mereka bisa punya hidup layak, bisa belajar tenang, dan jelas lebih sehat.
Mereka ngga perlu merasa terasing. Yang boleh pake rusun itu hanya warga kampung pulo. Artinya mereka akan ketemu tetangga2nya juga kok.
Di kampung pulo kagak ada yang masak pake kayu. Mereka masak pake gas. Dan lagi2 pemda DKI kasih fasilitas kartu ATM. Mereka ga punya duit buat sekolahin anaknya? Tinggal bayar pake ATM. Mereka ngga bisa makan, pemda kasih makan gratis 26 ribu per orang setiap hari. Masih kurang? Itu udah kelewatan manjanya.
Kampung pulo itu isinya 3.000 lebih warga. Dari dulu kampung pulo dijadikan basis pemilihan partai. Kemiskinan mereka dipelihara. Supaya bisa jadi sumber duit pejabat yang butuh kampanye atau tukang protes macam sarumpaet.
Gubernur lagi ngajarin hidup layak. Tapi sedikit pun ga ada rasa terimakasih atas usaha pemda memanusiakan mereka.
Lagian silahkan tanya ke hampir semua warga yang dipindahin ke rusun. Hampir semuanya puas kok.
Yang ga puas itu siapa? Mereka itu sebagian warga yang pada kontrakin tempat tinggalnya sehingga hilang pemasukan. Udah numpang tanah negara, tapi malah ngontrakin rumah. Trus Mafia prostitusi. Di sana banyak banget prostitusi. Ada yang tau gak? Dan ini berkaitan dengan narkoba juga tentunya.
Oh, soal penghuni ilegal kampung pulo yang ga ada KTP? Pemda menjamin mrk bisa dapet rusun + dibikinin KTP gratis kalo ada pernyataan dari 3 tetangganya kalau mrk bertahun2 hidup di kampung pulo.
Dan, Ping, lo tau ga? Rusun jatinegara itu semewah apartemen. Banyak sekali calo yang berniat jual unitnya. Sejak setahun lalu udah banyak yang sampe ke rusun gw buat nawarin unit rusun jatinegara.
Dan skrg para calo itu cuma gigit jari.
Pemda DKI sedang menyelamatkan mereka dari kebodohan dari hidup yang sebelumnya jauh dari manusiawi.
Kalau usaha pemda DKI untuk memanusiakan manusia masih ga dihargai, gw gak ngerti lagi deh.[]

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: