IBRAHIM ISA MENYAMBUT BUKU SUARA SUROSO: “PIKIR ITU PELITA HATI”

Kolom IBRAHIM ISA
Jum’at Pagi, 28 Agustus 2015
—————————————–
SAMBUTAN UNTUK BUKU CEMERLANG SUAR SUROSO: “PIKIR ITU PELITA HATI”

* * *

Ketika menerima berita dari Penulisnya — SUAR SUROSO –- Mengenai buku yang baru selesai ditulisnya: “PIKIR ITU PELITA HATI”, sudah bisa diantisipasi buku itu mengangkat sebuah tema yang teramat serius dan mendesak.

Suar Suroso menulis tentang masalah pemikiran bangsa ini. Diproyeksikan pada sejarah perkembangan pemikiran para akhli fikir sedunia mengenai kehidupan dan perkembangan masyarakat manusia dan masyarakat bangsa.

Teristimewa kaitannya dengan perubahan yang terjadi terus-menerus dalam kehidupan masyarakat manusia, menuju suatu kehidupan yang adil dan makmur.

* * *

Jelas sekali apa yang menjadi tujuan penulisan Suar Suroso mengangkat masaalah PIKIR ITU PELITA HATI. Yaitu: Untuk

MELAWAN PEMBODOHAN DAN PEMBIADABAN BANGSA . . . .!

“Karya Pikir itu Pelita Hati” lahir dari hasrat untuk melawan pembodohan dan pembiadaban yang melanda bangsa Indonesia akibat sepertiga abad berkuasanya rezim orba jendral fasis Suharto. Naik panggungnya Suharto dengan penggulingn Bung Karno, lewat kebohongan demi kebohongan, dan pembantaian pendukung Bung Karno, para pemimpin dan anggota PKI serta manusia tak berdosa di Indonesia melebihi jumlah 300.000 manusia dibunuh fasis Jepang di Nanjing tahun 1937. Lebih mengerikan dari kekejaman fasis Nazi membunuh kaum Yahudi dengan pembasmian manusia dalam Perang Dunia kedua. Dalam pembantaian di Indonesia, yang mati lebih banyak dari korban bom atom menimpa Hiroshima dan Nagasaki. Pembantaian ini adalah teror. Membenarkan teror untuk mencapai tujuan adalah kebiadaban. Di bawah kekuasaan orba teror jadi bersimaharajalela. Berkembang ajaran yang membenarkan teror untuk mencapai tujuan. Bangsa beradab jadi biadab. Berlangsung kebiadabwan yang tak ada taranya dalam sejarah Indonesia.” (Kata Pengantar Dari Penulis Buku).

Suar Suroso dengan sistimatis dan analitis mengemukakan bahwa . . ia menulis buku PIKIR ITU PELITA HATI,

. . “adalah dimaksud untuk memaparkan perkembangn fikiran ilmiah, terutama di bidanag kemasyaraktan semenjak zaman purba sampai abad ke-XX. Penulisan terpusat pada memaparkan perkembangan Marxisme, membantah pandangan yang menyatakan Marxisme sudah punah, menegakkan pandangan bahwa Marxisme berkembang sampai lahirnya Teori Deng Xiaoping”.

* * *

Dengan uraiannya seperti diatas mengenai maksud dan tujuan buku PIKIR ITU PELITA HATI, – – – Suar Suroso telah mengangkat satu masaalah yang sungguh teramat penting …., yaitu masalah pemikiran tentang masyarakat dan perkembangnnya dari zaman kuno, sampai ke Abad Ke-XX. Dengan uraian terfokus pada MARXISME, lahir dan perkembangannya di mancanegara, – – – dan di Indonesia. Penulis mengajak pembaca ikut memikirkan masalah teramat penting ini!

* * *

Di negeri kita, penulisan semacam ini, sepanjang ingatan, belum pernah ada selama ini, Disinilah arti penting buku PIKIR ITU PELITA HATI.

Tanpa ragu sedikitpun Suar Suroso mengemukakan analisa dan pandangannya sekitar MARXISME.

Penulis membantah pernyataan para pencetus dan penganut ‘Perang Dingin’, termasuk pendukung-pendukugnya di Indonesia — bahwa Marxisme sudah ‘mampus’.

Suar Suroso sebaliknya mengemukakan, alasan, argumentasi dan fakta-fakta sejarah, — bahwa Marxisme telah berkembang menjadi TEORI DENG XIAOPING. Ini adalah sikap yang melawan arus. Merupakan pandangan yang berani menantang paduan suara di segala pelosok dunia, yang dengan cemooh menyatakan bahwa ajaran Marxisme sudah menemui ajalnya dengan runtuhnya Tembok Berlin, dan bahwa apa yang dilakukan oleh Deng Xiaoping adalah revisionimse yang merestorasi kapitalisme di Tiongkok.

Suar Suroso mengemukakn alasan dan argumentasi, untuk menjelaskan uraiannya. Menunjukkan contoh fakta perubahan besar-besaran yang terjadi di Tiongkok. Melonjaknya pertumbuhan dan perkembangn ekonomi negeri yang membikin para pemerhati dan pakar ekonomi dunia terkejut dan tercengang. Mereka gagal mencari-cari faktor apa yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang begitu spektakuler dalam 30 tahun belakangan ini di Tiongkok.

Penyebabnya, mengapa mereka-mereka itu gagal melihat kenyataan perubahan besar yang telah meningkatkan taraf hidup 600 juta rakyat Tiongkok, pada akhir abad ke-XX, ialah, — Karena mereka memandang perubahan di Tiongkok dengan kacamata “Perang Dingin”. Di fihak pandangan lainnya, mereka masih menggunakan teori-teori ilmu filsafah, politik, sosial dan ekonomi yang diuraikan lebih seratus yang lalu. Maka mereka-mereka itu tidak mampu, gagal, untuk melihat apalagi memahami perubahan besar yang terjadi di Tiongkok. Baik dari segi perubahan fisik maupun perubahan mental, termasuk pentrapan Marxisme di Tiongkok.

* * *
Buku PIKIR ITU PELITA HATI, berusaha menguraikan a.l. Mengapa dan bagaimana melalui pentrapan teori Marxisme pada kondisi kongkrit, Tiongkok telah berhasil mengangkat negeri dan taraf hidup rakyat Tiongkok, — ke taraf pertumbuhan dan perkembangn yang termasuk paling tinggi di mancanegara dewasa ini.

* * *

Kita merasa terbantu dengan uraian Suar Suroso dalam bukunya PIKIR ITU PELITA HATI, yang secara analitis, sistimatis dan teoritis menguraikan mengapa Marxisme tidah ‘punah’ , tetapi bahkan dkembangkan pada kondisi kongkrit Tiongkok, dan telah mencapai hasil-hasil-hasil yang nyata.,

Mari sambut hangat Karya PIKIR ITU PELITA HATI, yang telah memperkaya khazanah literatur ilmu falsafah, politik, sosial dan ekonomi Marxis di Indonesia.
<Kata sambutan Ibrahim Isa, dalam buku Suar Suroso – PIKIR ITU PELITA HARI>

Lampiran:
Penerbit ULTIMUS sudah menerbitkan karya Suar Suroso berjudul:
PIKIR ITU PELITA HATI,
ILMU BERFIKIR MERUBAH DUNIA,
DARI MARXISME SAMPAI TEORI DENG XIAOPING
Sekapur Sirih oleh Koesalah Soebagjo Toer,
Kata-Kata Sambutan
Joseph Toegio Taher,Chalik Hamid,Ibrahim Isa,:
Editor: Bilven Gultom dan Darwin Iskandar. Desain sampul: Herry Sutresna

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: