TKA HARUS KUASAI BAHASA INDONESIA

CEGAH KONFLIK SOSIAL, TKA HARUS KUASAI BAHASA INDONESIA
Senin, 24 Agustus 2015, 23:50 WIB
Tenaga Kerja Asing (ilustrasi)
Tenaga Kerja Asing (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Hang Ali Saputra Syah Pahan mengatakan, tenaga kerja asing (TKA) harus menguasai bahasa Indonesia guna mencegah terjadinya konflik sosial dengan masyarakat sekitarnya.

“Saya sempat melihat di Batam ada pembakaran perusahaan karena TKA di sana tak memahami bahasa Indonesia. Komunikasi dengan masyarakat sekitar buruk sehingga terjadi salah paham,” ujarnya, Senin, (24/8).

Tak ada penguasaan bahasa Indonesia, terang Hang, juga membuat mereka adaptasinya secara sosial sangat kurang. Makanya pemahaman bahasa Indonesia bagi TKA itu penting supaya komunikasi dengan warga tak memburuk.

Ia juga pernah menemukan sebuah perusahaan yang tenaga ahlinya, tukang cucinya, tukang masaknya hingga sekuritinya orang asing. Padahal kalau perusahaan buka di Indonesia seharusnya mereka memakai tenaga kerja Indonesia.

Investasi asing jadi percuma kalau memakai TKA semua. Padahal tujuan investasi itu membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

“Kalau masyarakat tak kerja, mereka penghasilan dari mana. Seharusnya perusahaan yang ada di Indonesia menyediakan pekerjaan untuk orang Indonesia,” kata Hang.

Kalau semuanya memakai TKA maka ini akan memicu konflik dengan masyarakat sekitar. Mereka bisa marah karena tak mendapat kesempatan kera, pemerintah harus peka dalam hal ini.

Penghapusan Aturan TKA Wajib Berbahasa Indonesia Merendahkan Martabat Bangsa
Senin, 24 Agustus 2015, 23:44 WIB

Dede Yusuf

Dede Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf tidak setuju dengan rencana pemerintah menghapus aturan Tenaga Kerja Asing (TKA) wajib bisa berbahasa Indonesia. Ia menilai penghapusan aturan tersebut merendahkan martabat bangsa di mata negara asing.

“Saya tidak setuju, selain akan ada implikasi sosial, budaya, penghapusan aturan tersebut terkesan merendahkan martabat bangsa,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, pemerintah justru seharusnya memperkuat aturan tersebut. Menurutnya aturan tersebut bisa menjadi kontrol terhadap serbuan tenaga kerja asing, sehingga lapangan kerja untuk rakyat Indonesia tidak semakin tergusur. Selain itu, hal ini penting demi kelancaran komunikasi pekerja nanti.

“Karena mereka kerja bukan seminggu dua Minggu, namun bisa bekerja berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Perlu komunikasi dengan sesama pekerja, atasan, bawahan, atau pejabat setempat. Ini ditujukan agar pengawasan dan pelaporan tetap ada,” jelasnya.

Menurutnya, alasan penghapusan aturan tersebut untuk menumbuhkan iklim investasi juga tidak. Ia menilai lesunya iklim investasi di Indonesia bukan karena TKA wajib berbahasa Indonesia, namun memang ada faktor-faktor lain seperti kondisi politik, hukum, dan birokrasi yang harus diperbaiki.

“Di era SBY investasi kita termasuk yang terbesar di Asia Tenggara. Bahkan Indonesia menjadi negara tujuan investasi. Jika dirasa bahasa menjadi kendala, bagaimana dengan negara lain tetapi ada aturan bahasa lokal, tapi enggak ada masalah. Kendala datang dari ketidakpastian, baik waktu maupun hukum. Ini yang penting diperbaiki. Seperti dwelling time kemarin,” jelasnya.

Dede menambahkan, pihaknya pun berencana memanggil Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri terkait recana tersebut. “Rencana kita akan panggil menaker soal ini secepatnya,” ucapnya.[]

Pesan Seorang Penyair kepada Presiden Jokowi

Senin, 24 Agustus 2015, 00:17 WIB
ROL/Fian Firatmaja
Jokowi
Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Seorang Penyair asal Bandung, Jawa Barat, Lutfi Mardiansyah turut mengomentari kebijakan Presiden Jokowi yang menghapus kewajiban Bahasa Indonesia bagi pekerjaan asing di Indonesia. Menurutnya, sumpah pemuda adalah satu dari sekian banyak rujukan untuk memutuskan hal tersebut.

“Kita punya Sumpah Pemuda, satu dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan rujukan untuk memutuskan sesuatu. Di dalamnya ada bagian berbahasa satu, bahasa Indonesia,” katannya kepada ROL, Ahad (22/8), malam.

Dengan begitu, kata dia, arti bahasa penting kaitannya dengan kebangsaan dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, termasuk kerja sama antar bangsa dalam rangka menyelenggarakan pasar global.

“Jadi kalau ada orang asing yang ingin bekerja di Indonesia, sudah menjadi kewajibannya untuk menghormati bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia itu bagian dari kedaulatan bangsa Indonesia sendiri,” ujarnya menjelaskan.

Sebab, Lutfi mengatakan, hal yang sama harus kita lakukan jika hendak bekerja di luar negeri, yakni menghormati kedaulatan bahasa negara tersebut.

Sastrawan pengurus Warung Narasi milik Acep Iwan Sayidi Institut Teknologi Bandung ini menyelipkan sebuah pepatah.

“Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kalau orang asing itu mau (berpijak di tanah) sini, di bumi Indonesia, sebagai manusia yang berabad mereka harus menjunjung langit kita, nilai-nilai kita, budaya kita, termasuk di dalamnya, bahasa kita,” ungkapnya.

Menurut dia, Presiden Jokowi boleh saja melakukan hal itu dengan pertimbangan situasi perekonomian bangsa. Tetapi, dia menegaskan di sisi lain presiden tidak mempertimbangkan masalah kebudayaan bangsa, dalam hal ini bahasa.[]

1 comment so far

  1. Utami Vensya on

    Saya sangat tidak setuju dengan adanya penghapusan bahasa indonesia untuk tenaga kerja asing, sangat mudah sekali tenaga kerja asing masuk ke indonesia sementara masih banyak pengangguran-pengangguran di indonesia sendiri. Seperti yang diucapkan komisi IX Dede Yusuf, bahwa pemerintah telah melanggar UU No. 24 tahun 2009, tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan. Itu mengurangi rasa nasionalisme terhadap bangsa, sebaiknya persyaratan TKA yang hendak bekerja di indonesia mahir berbahasa indonesia ditetapkan sebagai syarat utama.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: