Ilustrasi APBD

Ilustrasi APBD (Beritasatu.com)

Palangka Raya– Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk semester pertama di tahun 2015 sebesar 56 persen atau tertinggi di Indonesia.

Penyerapan tertinggi itu disampaikan langsung Menteri Dalam Negeri saat rapat koordinasi (rakor) presiden dengan seluruh gubernur se-Indonesia. “Pencapaian itu tidak mudah dan langsung diraih begitu saja. Memerlukan kerja keras dan perencanaan yang matang dalam merupakan kunci Kalteng dalam mempercepat penyerapan anggaran,” kata Asisten II Setda Pemprov Kalteng Syahrin Daulay di Palangka Raya, Selasa (25/8).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Kalteng itu menyebutkan serapan anggaran juga terealisasi dengan cepat dan sesuai jadwal. Pelaksanaan lelang baik fisik ataupun nonfisik dilakukan akhir tahun 2014, sehingga pelaksanaannya terlaksana di awal tahun 2015.

“Inilah yang saya maksud kenapa pencapaian penyerapan anggaran Kalteng tertinggi di Indonesia tidak langsung begitu saja di raih. Pemprov Kalteng sudah memulai sejak beberapa tahun yang lalu,” katanya.

Asisten II Pemprov Kalteng itu mengatakan untuk peringkat kedua penyerapan anggaran semester pertama 2015 tertinggi diraih Gorontalo dengan serapan 53,8 persen dan Maluku Utara sebesar 53 persen.

Data Mendagri juga menunjukkan bahwa realisasi belanja APBD pada posisi 31 Juli 2015 rata-rata sebesar 36,5 persen dengan rincian APBD provinsi rata-rata sebesar 39,2 persen dan kabupaten/kota rata-rata 24,29 persen.

“Saat rakor tersebut, Presiden Joko Widodo menyebut lambatnya penyerapan anggaran dipengaruhi ketakutan pejabat pengelola anggaran/kegiatan akibat banyaknya pejabat yang terkena kasus korupsi,” kata Syahrin.

/WBP

Antara