STRATEGI CONTAINMENT AS+JEPANG MELAWAN CHINA

STRATEGI CONTAINMENT AS+JEPANG MELAWAN CHINA

 

Oleh Hendrotan

 

Terjemahan bebas dari tulisan Pitfong di majalah The Asean Weekly

Tgl. 26 / 7 / 2015

 

“Pemabuk memuntahkan air kata kata “ pribahasa ini pantas disandangkan kepada PM Jepang Shinzo Abe. Abe menjamu para jurnalis dalam kondisi fly dia berujar “ Undang-undang Baru Keamanan Jepang harus diloloskan parlemen Jepang, dengan demikian Jepang akan mampu mewujudkan hak bela diri kolektif, yaitu bersama tentara Amerika melawan China.” Perkataan tak layak ( sebagai konsumsi publik ) dari Abe ini mengejutkan wartawan yang kebanyakan orang Jepang. Kalau begitu Jepang dan  China  akan ada perang lagi gerutu mereka. Karena sudah janji semua pembicaraan dalam makan bersama itu bersifat off the record tentu tidak untuk diekspose. Tetapi tak lama kemudian diungkap kepada publik oleh majalah Mingguan Modern. Jadi Jepang bersekutu pada Amerika melawan  China . Dan ternyata sudah terstruktur dan direncanakan jauh hari sebelumnya. Bahwa Shinzo Abe karena mabuk telah mengakui adanya konspirasi tersebut.

Dalam Tatakrama diplomasi internasional, ada aturan apa yang dikerjakan tidak untuk sembarangan diberitakan kepada publikDalam hubungan Amerika, Jepang dan China, sekalipun kerap Amerika dan Jepang melakukan maneuver tidak bersahabat pada China, tetapi keluarnya harus mengatakan bahwa maneuver ini tidak ditujukan kepada objek siapa-siapa. Bukan rahasia lagi bahwasanya Amerika berniat menghadang kemajuan China dalam segala haldan selama ini mereka berkamuflase dengan bahasa diplomasi, namun bagaimanapun ucapan mabuk Abe di atas, telah memberikan suatu pelajaran bagi China, bahwa Amerika telah berhasil menggait Jepang untuk menciptakan moment menghancurkan China. Kita tidak menyarankan  China  harus ambil inisiatif perang, melainkan harus menyediakan kemampuan “serangan gelombang kedua”, yaitu pembalasan sangat efektif. Pencaturan politik dunia bukanlah basa-basi di meja makan pesta, terutama menghadapi negara-negara besar dan berjiwa keagresifan imperialis macam Amerika dan Jepang, kemampuan memberi pembalasan telak adalah taruhan terakhir. Ucapan mabuk Shinzo Abe telah membuka tabir kata-kata Amerika dan Jepang selama ini sebatas diplomasi basa basi untuk beretika belaka.

Bersamaan dengan perkataan Abe di atas, maneuver Amerika dan Jepang semakin sering dilakukan, usaha mengepung  China  semakin gencar. Yang paling penting ialah, di bawah prakasa Amerika, Jepang akan ikut serta dalam rencana “Projek sistem rudal darat-udara Sea Sparrow NATO” dalam organisasi sekutu militer NATO. Sea Sparrow adalah rudal basis kapal pamungkas yang diproduk pabrik Thor dan General Dynamics, dapat menghancurkan rudal anti-kapal musuh dan kapal musuh. Pasukan Beladiri Maritim Jepang kini sudah dilengkapi rudal Sea Sparrow ini.  Ada  12 negara, termasuk Amerika, masuk dalam sekutu rencana sistem rudal tersebut, tujuannya adalah mengembangkan versi upgrade  rudal   Sea  Sparrow yang sekarang.

Sedang-kan tujuan utama Amerika memasukkan Jepang ke dalam sekutu karena Amerika ingin mewujudkan pembetukan sekutu industri militer anti –  China  yang masif. Agar Amerika dan Jepang lebih menguasai trading product industri militer di kawasan  Asia , khususnya di Asia Tenggara.

Baru-baru ini  Tokyo  mengundang rapat puncak  lima  negara sungai  Mekong ,  Thailand , Kamboja, Mianmar,  Laos ,  Vietnam . Dan Jepang menyatakan terhitung mulai tahun 2016, dan ke depan selama tiga tahun, Jepang akan menyediakan dana besar untuk membantu kelima negara Mekong, tentu ini guna menyaingi rencana eksplorasi sungai Mekong dan usaha Bank Investasi Asia yang dilancarkan China. Dengan demikian konfrontasi total Amerika-Jepang dengan China di Asia Tenggara sudah dilancarkan, dari Lautan China Selatan diekspansi ke daratan  Asia  Tengga-ra. Semua maneuver China di Asia Tenggara akan disaingi Amerika dan Jepang. Asia Tenggara sepenuhnya sudah menjadi arena persaingan  China  dan Amerika + Jepang.

Ancaman keamanan  China  ke depan yang paling besar adalah ialah presiden Amerika, Obama menarik  Vietnam  untuk melawan  China . Baru-baru ini sekjen sentral Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, diundang mengunjungi Gedung Putih, Obama menerimanya di Round Office, lazimnya kantor bulat gedung putih ini hanya untuk menerima tamu presiden atau kepala pemerintahan negara sahabat, guna mengambil hati Vietnam, Obama memberi kehormatan sangat tinggi kepada Nguyen Phu Trong.

Vietnam adalah musuh bebuyutan Amerika masa lalu, perang Vietnam adalah kekalahan terbesar sejarah perang Amerika, kini hubungan kembali diplomatik Amerika dan Vietnam sudah masuk tahun ke-20, karena bangkitnya China akhir-akhir ini, Amerika secara proaktif menarik Vietnam sebagai bidak kuda hitam di urusan Lautan China Selatan, ingin mengadu domba di urusan sungai Mekong.  Vietnam  adalah negara tetangga  China , dengan menjauhkan hubungan  Vietnam  dengan  China , Amerika akan menarik keuntungan strategi geopolitik. Kunjungan Nguyen Phu Trong telah menghasilkan “Pernyataan Visi Bersama Amerika-Vietnam”. Pernyataan bersama ini menunjukkan sikap Amerika melibatkan diri ke dalam urusan Lautan China Selatan, kedua pihak akan menjalin hubungan Mitra Strategis. Analis berpendapat Amerik akan segera mencabut larangan penjualan perlengkapan militer terhadap  Vietnam . Seperti diketahui, tujuan utama Amerika ialah menyewa pangkalan militer di  Vietnam . Jika demikian, Amerika akan menempatkan kekuatan militer di perbatasan  China , maka sasaran  China  akan terjangkau oleh serangan militer. Mengingat Rusia memasang senjata nuklir di Kuba masa lalu, Amerika sangat marah, mengatakan tidak segan-segan melancarkan perang nuklir. Hal demikian kini mungkin terulang di perbatasan  China .

Setelah mengucapkan kata-kata mabuk, pernyataan permusuhan Shinzo Abe kepada China semakin menjadi jaditidak ketinggalan Amerika ikut terbuka bersikap keras terhadap China, dari sikap permusuhan sudah menampakan peren-canaan menghukum China semakin nyata. Meskipun Shinzo Abe berminat mengunjungi  China  pada awal September guna memperbaiki hubungan kedua negara, tetapi terus meningkatnya langkah-langkah militer menjadikan sikap politik tidak berarti lagi, sekadar basa basi untuk menunjukkan santunnya kepada masyarakat internasional. Pihak  China  dalam mempertimbangkan kunjungan PM Jepang harus minta penjelasan kata-kata mabuk Abe tersebutSebaiknya China tidak bertoleransi pada sikap double-dealing Jepang dalam politik dan militer.

Melihat semua maneuver Amerika dan Jepang, konfrontasi sudah sulit dihindari. Maka China harus mempersiapkan diri sebaik  baiknya di bidang militer, diplomatik, dan politik, harus ada konsep respon integral, membuat antisipasi seburuk-buruknya menjawab tantangan Amerika dan Jepang yang sebagai begundalnya itu.

                                                                              ––––– 0 –––––


Posted by: pusatkajiankebangsaan@yahoo.com, to gelora45@yahoogroups.com, Saturday, 22 August 2015, 15:54


No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: