RP.1,3 TRILIUN MODAL ASING TINGGALKAN RI

Rp 1,3 Triliun Modal Asing Tinggalkan RI

Fenomena pelarian modal keluar sudah mgkhawatirkan.

20 Agustus 2015 16:30

Ist / Foto

Ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akhirnya mengakui fenomena pelarian modal keluar (capital outflow) sudah mengkhawatirkan. Saat ini, keduanya pun tergerak untuk fokus mengantisipasi capital outflow, terutama di pasar keuangan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suhasil Nazara menuturkan, saat ini kepercayaan investor perlu dibangun dengan menjaga fundamental ekonomi. Menurutnya, pemerintah akan melakukan penyerapan anggaran lebih optimal.
Hal tersebut akan dibarengi sejumlah kebijakan makroprudensial. “Kalau kita lihat, kondisi regional tiap hari bergerak cepat. Rupiah turun ke Rp 13.800-an. Perbaikan current account tidak bisa jangka pendek, itu pasti barang jangka panjang semua. Jadi, kami perhatikan terus kalau aturan semua yang pending segera kami keluarkan. Daerah juga didorong untuk spending yang Rp 273 triliun itu,” ujarnya, Rabu (19/8).
Ia melanjutkan, surat berharga negara (SBN) meski masih 39 persen dimiliki asing, sebagian besar dimiliki bank sentral luar negeri dan investor jangka panjang. “Jadi, cenderung lebih aman,” serunya.
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, untuk menjaga capital inflow di pasar SBN, pemerintah akan terus menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, kendati bisa mengintervensi langsung, pemerintah tidak akan melakukannya agar tidak tercipta persepsi lain. “Sekarang di SUN masih ada inflow, yang outflow itu di pasar saham,” ujarnya.
Bambang melanjutkan, kendati fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup bagus, pelaku pasar masih melihat masalah eksternal. Bambang mencontohkan aksi devaluasi yang dilakukan Tiongkok, kondisi ini akan menganggu ekspor Indonesia selanjutnya pertumbuhan ekonomi. “Kita tidak bisa terisolasi dari masalah di luar,” tuturnya.
“Buy Back”
Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Haddad mengatakan, antisipasi yang disiapkan OJK jika terjadi outflow di antaranya melakukan buy back di pasar saham, jika dalam tiga hari berturut-turut terjadi penurunan 15 persen. Saat ini OJK masih melakukan pemantauan lebih jauh terkait kebijakan tersebut. “Kami akan lihat dalam satu dua hari ke depan,” ucapnya.
Berdasarkan data BEI, pada perdagangan saham 18 Agustus 2015 terjadi capital outflow Rp 513,8 miliar. Pada 19 Agustus, outflow mencapai Rp 438,5 miliar. Secara year to date outflow sudah terjadi Rp 1,3 triliun.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, hingga saat ini capital inflow yang masuk sekitar Rp 64 triliun, terutama di pasar SBN. Untuk terus menjaga kepercayaan pasar, BI akan senantiasa menjaga kestabibilan ekonomi makro.
BI juga akan mendorong kebijakan yang membuat pertumbuhan kredit berjalan lebih baik. “Dari fiskal, kami harapkan penyerapan anggaran lebih efektif dan sektor riil akan dilakukan reformasi berkelanjutan, ini yang kita sepakati dengan pemerintah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Agus mengatakan kunci saat ini adalah pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya pertumbuhan ekonomi. Itu karena dari sisi inflasi dan transaksi berjalan serta neraca perdagangan menunjukan perbaikan. Selain itu, memperbanyak pembangunan infrastruktur yang lebih baik. “Kebijakan ini akan membuat minat investor ke Indonesia tetap masuk,” ucapnya.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menuturkan, perlu ada upaya kotijensi untuk mencengah outflow, terutama di pasar saham. “Bilateral dengan bank sentral Korea, Jepang, dan Tiongkok cukup baik untuk antisipasi,” kata Josua.

Sumber : Sinar Harapan

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: