KEMAMPUAN BAYAR UTANG RI RENDAH

Sinar Harapan Online

Kemampuan Bayar Utang RI Rendah

Rasio utang terhadap PDB juga meningkat dibandingkan kuartal I 2015.

Ist / Foto

Ilustrasi

JAKARTA – Kemampuan bayar utang luar negeri Indonesia masih dalam level rendah. Hal ini tercermin dari masih tingginya rasio utang dibanding pendapatan dari sisi ekspor atau debt service ratio (DSR) yang tinggi.
Bank Indonesia (BI), Rabu (19/8), melansir posisi utang luar negeri (ULN) sampai akhir kuartal II tercatat US$ 304,3 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas ULN sektor publik (pemerintah) senilai US$ 134,6 miliar (44 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 169,7 miliar (55,8 persen dari total ULN).
Dengan perkembangan tersebut, DSR hanya sedikit membaik, dari 56,94 persen pada kuartal I menjadi 56,34 persen pada kuartal II. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat mencapai 34,42 persen, meningkat dari kuartal I sebesar 33,58 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikatif BI, Tirta Segara mengakui, DSR sekitar 56,3 persen tergolong tinggi. Level tersebut masih dinilai konservatif, karenanya perlu segera didukung oleh kinerja ekspor. “(DSR) Cukup tinggi karena lebih tinggi dari rasio normal. Menurut lembaga internasional sekitar 30-33 persen,” ujar Tirta di Jakarta, Rabu.
DSR kerap menjadi indikator kemampuan sebuah negara membayar utang. Semakin besar DSR, kemampuan negara itu membayar utang semakin lemah. Konsensus dunia menyebutkan, DSR aman di posisi 30 persen.
Ia memprediksi, tren peningkatan rasio terhadap ekspor dan DSR ini masih berlanjut dalam jangka pendek. Ini karena ekspor meski dalam volume terjadi perbaikan, namun dari sisi harga masih menurun.
Tahun ini dipekirakan harga komoditas turun 11 persen, dalam kenyataannya justru turun hingga 14 persen. Menurutnya BI akan mengamati hingga kapan penurunan harga komoditas yang berdampak ke ekspor ini terus terjadi.
Rasio utang terhadap PDB juga meningkat dibandingkan kuartal I. Itu karena pertumbuhan ekonomi kuartal II lebih rendah dibandingkan kuartal I. Padahal, jika melihat peningakatan utang tidak terlalu tinggi.
Tirta menambahkan, utang luar negeri swasta pada Juni sudah mulai melandai karena mereka mempertimbangkan pelemahan nilai tukar dan perlambatan ekonomi. Secara umum, ULN sektor swasta tercatat melambat dari kuartal sebelumnya 13,4 persen, menjadi 9,7 persen (yoy). “Pertumbuhan melambat sehingga mereka (pelaku usaha) berpikir ulang untuk menarik utang,” tuturnya.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menilai, peningakatan rasio utang luar negeri terjadi memang karena perlambatan ekonomi. “Selain itu, pelemahan nilai tukar membuat nilai utang meningkat,” ucapnya.
Ke depan, tren rasio utang sangat tergantung belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan membaik, rasio akan membaik. Begitu juga sebaliknya. Josua menginggatkan agar utang luar negeri, khususnya swasta, untuk diawasi lebih hati-hati. Ini karena trennya terus meningkat dan dikhawatirkan bisa mengulang kejadian 1998.
Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, yakin Indonesia sebenarnya bisa membangun tanpa harus menggunakan dana dari utang luar negeri. Menurutnya, negara ini bisa bebas membangun tanpa utang. Dengan kebijakan terobosan yang cepat dan tepat, perekonomian Indonesia bisa tumbuh dan rakyat langsung merasakan manfaatnya.
Rizal mengatakan, tingginya utang luar negeri akan menekan neraca pembayaran. Ujung-ujungnya, nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, khususnya dolar AS.
Ia menekankan, Indonesia membutuhkan pejabat publik yang punya kemampuan memahami masalah dan berani mengambil tindakan yang out of the box. “Satu lagi, pejabat harus tidak punya konflik kepentingan,” tuturnya.

Sumber : Sinar Harapan

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: