ANEKARAGAM BUDAYA DI TNS

Anekaragam Budaya di TNS

Anekaragam Budaya di TNS

NILAI-NILAI sosial budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Maluku merupakan salah satu modal dasar bagi peningkatan persatuan dan kesatuan.

Berbagai macam budaya dari suku yang ada di Maluku kini pun semakin dikembangkan guna untuk menciptakan Maluku yang lebih maju.

Hubungan kekerabatan adat dan budaya harus terus didorong, sehingga dapat menciptakan upaya bersama membangun Maluku baru di masa mendatang.

Meskipun masyarakat di daerah ini mencerminkan karakteristik masyarakat yang multi kultur, tetapi pada dasarnya mempunyai kesamaan-kesamaan nilai budaya yang bisa untuk menyatukan tali persaudaraan masyarakat daerah ini.

Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Masohi. Maluku Tengah juga merupakan salah satu kabupaten yang banyak menyimpan budaya-budaya dari pulau-pulau yang ada disekitarnya.

Salah satunya, budaya tradisional dari TNS (Teon Nila Serua) yang mana terdapat tari-tarian di zaman dulu sangat di akui keunikannya.

Tarian Taniwowou ini biasanya disebut tarian perang yang memang gerakan-gerakan yang dilakukan adalah gerakan dari para pria yang siap untuk berperang.

Tarian yang berasal dari Pulau Serua ini pernah juga dipentaskan secara nasional saat hari kemerdekaan di tahun 1959 dan diundang langsung oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno.

Tari Taniwowou ini mulanya berasal dari tari perang, menggunakan panah dan tombak sebagai properti yang dapat menggugah dan mengobarkan keberanian para pria. Diiringi alunan lagu tanah (lagu adat) yang dimainkan menggunakan tifa dan gong.

Namun kini dalam perkembangannya Tari Taniwowou ini digarap menjadi tari penyambutan tamu atau acara-acara adat di Maluku Tengah.

Selain itu, ada Tarian Norinori yang merupakan salah satu tarian yang paling sering dimainkan secara umum maupun dalam upacara adat dari TNS.

Berbeda dengan Tari Taniwowou dimana tarian tersebut hanya dikhususkan untuk para pria.Sementara Tarian Norinori ini adalah tarian yang dimainkan oleh para wanita untuk menyambut tamu dan memberikan kain salempang atau bunga tangan.

Ada juga tarian yang biasa dimainkan oleh semua kalangan, yaitu Tarian Seka dimana tarian ini adalah tarian penyambutan saat acara-acara adat dilakukan.

Tarian ini merupakan wujud persekutuan sehingga yang memainkan tarian tersebut tidak terbatas dalam arti siapa saja yang mau ikut menari, sehingga tarian tersebut akan berbentuk seperti ular panjang dan tidak akan terputus hingga lagu yang dimainkan dengan menggunakan tifa dan gong tersebut usai.

Dalam konteks pembangunan daerah, nilai-nilai budaya lokal yang masih ada dan hidup di kalangan masyarakat, dapat dipandang sebagai modal sosial yang perlu dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan daerah ini dan masyarakat pun berharap adanya peningkatan nilai-nilai budaya sehingga budaya-budaya yang ada tidak hilang karena pengaruh globalisasi saat ini. (IWU)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: