YPKP 65 MENGECAM KERAS AKSI INTIMIDASI

Pernyataan Sikap
Nomor 13/YPKP65/VIII/2015
YPKP 65 Mengecam Keras Aksi Intimidasi,
sehingga  Semiloka  YPKP 65  di Salatiga Batal Dilaksanakan
 
YPKP 65 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966) mengecam keras aksi intimidasi dan terror yang dilakukan oleh sekelompok organisasi fundamentalis yang mengatasnamakan FPI dan GPI sehingga acara Semiloka Korban 65/YPKP 65 di Salatiga ditunda untuk waktu dan tempat yang belum bisa diputuskan.
                Sedianya, hari ini delegasi YPKP65 dari berbagai daerah di seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan untuk mengikuti Semiloka yang akan diselenggarakan di Wisma LP3S jl. Sukarno Hatta No 10 Salatiga, Jawa Tengah pada 7 – 8 Agustus 2015.  Aksi intimidasi dan terror dilakukan  dengan cara provokatif  dan manipulatif dengan menyerukan untuk datang  berbondong-bondong berjihad  menyerang lokasi pertemuan bahkan akan membakar gereja bila Semiloka jadi dilaksanakan. Untuk memanaskan suasana juga dihembuskan seolah bendera PKI berlambang Palu-Arit telah berkibar di lokasi pertemuan. Padahal, kenyataannya tidak ada, tidak ada sama sekali rencana pertemuan untuk menghidupkan kembali PKI. Jelas, ini merupakan fitnah dan pencatutan nama untuk mendeskreditkan Korban 65/YPKP 65.
              Semiloka Korban65/YPKP 65 sedianya akan dihadiri Menkumham/Dirjen HAM (sudah confirmed) dan Ketua Komnas HAM untuk memberikan penjelasan adanya wacana Pemerintah/Negara akan menyelesaikan Korban Pelanggaran HAM masa lalu termasuk Korban 65, bagaimana implementasi Komite Penyelesaian, dasar hukum dan mekanisme serta tahapan penyelesaiannya. Namun, acara yang sangat penting bagi para Korban Pelanggaran HAM terutama Korban 65 akhirnya urung dilaksanakan karena ulah provokator yang tidak bertanggung jawab.
             Merujuk atas kejadian tersebut, dengan ini YPKP 65 menyatakan sikap kekecewaannya, protes keras dan mengecam kepada pihak-pihak yang  mengakibatkan terjadinya pembatalan acara Semiloka tersebut:
1.      Aparat Polisi/penegak keamanan harus segera mengusut pihak-pihak yang memprovokasi dan menyiarkan berita-berita menghasut yang berbau SARA, menangkapnya dan memproses secara hukum.
2.      Kapolri segera mencopot Kapolsek Tingkir dan Kapolres Salatiga karena dinilai tidak dapat memberi rasa aman dan menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat. Aparat Kepolisian justru lebih berfihak kepada para provokator  dengan  cara ikut mengancam/menekan sehingga acara Semiloka batal dilaksanakan.
3.      Presiden Republik Indonesia  Ir. Joko Widodo segera menyelesaikan Korban Pelanggaran HAM, menerbitkan Keppres Rehabilitasi Umum kepada Korban 65 agar persoalan tidak berlarut-larut /tidak membebani sejarah dan generasi mendatang  yang telah berlangsung selama 50 tahun.
 
Jakarta 06 Agustus 215
Bedjo Untung
Ketua YPKP 65 Jalan M.H.Thamrin Gang Mulia no. 21 Kp. Warung Mangga,RT 01 RW 02 Panunggangan , Kecamatan Pinang, Kab/Kota    
Tangerang 15143   Banten,INDONESIA  Phone : (+62  -21) 53121770, Fax 021-53121770; 0878 88 77 44 65
Kronologi Peristiwa
Pembatalan/Penundaan Pertemuan Nasional YPKP 65
Semiloka “Menuju Penyelesaian yang Berkeadilan dan Bermartabat
Bagi Korban Pelanggaran HAM Berat 65”
di LP3K Salatiga, Jawa Tengah
 
Kronologi Peritiwa force mayor kegiatan pertemuan nasional YPKP65 di LP3K Jl. Soekarno Hatta No. 10 Salatiga.
1.       Berawal dari komunikasi yang umum dan juga terkait dengan perkembagan penyelesaian korban 1965, mitra kerja YPKP65 di Solo yang juga selama ini gigih memperjuangkan penegakan HAM khususnya bagi Korban 65 selaku lembaga pendamping korban 1965 mitra YPKP 65  berdialog dan juga melakukan penguatan bagi korban sampai pada membangun kerjasama untuk pelaksanaan pertemuan nasional YPKP 65  yang pesertanya 50 – 60 orang  dari seluruh Indonesia.
2.       Dialog tersebut dilanjutkan dalam forum rapat di bulan Februari, April, Juni dan Juli, yang menyepakati pertemuan pada tanggal 6 s/d 8 Agustus 2015
3.       Pada tanggal 7 Juli 2015,  mitra YPKP65  membangun dialog dan jaringan dengan PPSG UKSW dan juga YLSKR, disamping itu melakukan loby untuk bertemu dengan Walikota Salatiga.
4.       Pada Kamis 9 Juli 2015 mitra YPKP 65 bertemu dengan Walikota Salatiga Bp. Yulianto yang menghasilkan dialog sbb :
·          Mitra YPKP65  menyampaikan informasi bahwa akan diselenggarakan kegiatan pertemuan Korban 65 bertempat di Salatiga dan “kulanuwun” kepada Pemkot setempat. Kegiatan ini adalah rangkaian program Pemerintah  untuk mengangkat harkat dan martabat Korban Pelanggaran HAM yang masuk dalam program pembinaan selain kelompok termarjinalkan lainnya.
·          Walikota mempersilahkan dan bahkan menawarkan  apakagh perlu dipanggilkan SKPD Kesbangpolinmas yang tahu data korban 65 Salatiga kalau bermaksud mengundang Korban 65 Salatiga.
5.       Kesimpulannya, ada respons positif yang ditawarkan Pemkot Salatiga  dalam rencana partisipasi program pemberdayaan Korban ini. Pada 29 Juli Bapak Bedjo Untung selaku Ketua YPKP mengurus pemberitahuan di Mabes Polri Jakarta dengan pertimbangan hal ini karena pesertanya seluruh Indonesia, selain itu kita juga harus meminta perlindungan dari Negara.
6.       Pada 30 Juli 2015 melakukan kunjungan dan  berdialog dengan LP3K terkait dengan akomodasi dan juga konsumsi, serta meminta surat kesediaan terkait dengan tempat sebagai pemenuhan persyaratan di Mabes  Polri.
Pada saat di LP3K bertemu juga  tim Polres Salatiga dan melakukan dialog terkait dengan kegiatan tersebut dan memberitahukan bahwa  mitra YPKP 65  akan datang ke POLRES Salatiga pada Senin 3 Agustus 2015, untuk menyampaikan pemenuhan kelengkapan persyaratan  yang dimintakan  oleh MABES POLRI
7.       Pada Sabtu 1 Agustus 2015 menerima email dari mitra di Jakarta  terkait dengan korban yang berasal dari Kalimanatan sudah terendus oleh intel.
8.       Pada Minggu 2 Agustus 2015  menerima SMS dari Jakarta terkait dengan seruan FPI/GPI  pada anggotanya dengan nada provokatif  untuk  mendatangi/menyerang  Wisma LP3S Salatiga dalam rangka pembubaran Semiloka YPKP65 apabila acara tersebut tetap dilaksanakan. Seruan tersebut berisikan kepada seluruh anggota FPI/GPI di sekitar kota Salatiga (Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Sragen, Klaten, Magelang) untuk berjihad membubarkan Semiloka.
9.       Pada Senin 3 Agustus  bersama Bp. Supomo (Koordinator 65 Boyolali) berkunjung  ke Polres Salatiga untuk menyampaikan kelengkapan persayaratan untuk mendapatkan  rekomendasi dan selanjutnya akan dibawa ke Polda Jawa Tengah di Semarang. . Di Polres Salatiga ditemui Bp. Rochmadi (Kasat Intelkam) dan belum mendapatkan rekomendasi karena permohonan rekomendasi ini akan dikonsultasikan lagi ke Kapolres dan akan didalami dengan mencermati situasi yang ada. Artinya ada indikasi institusi Kepolisian lebih mengutamakan kepentingan dari kelompok-kelompok tertentu ketimbang mengakomodasi kebutuhan korban 65 yang  berhak  berkumpul  dan berbicara yang perlu dilindungi sesuai konstitusi UUD 1945. Padahal, YPKP65 Pusat di Jakarta telah mengantongi/melayangkan Surat Pemberitahuan akan diselenggarakannya Semiloka dari Mabes Polri/Kapolri.
10.  Senin 3 Agustus 2015 pada Pukul 11 menerima telpon dari LP3K yang intinya LP3K didatangi oleh Kapolsek yang meminta agar LP3K  membatalkan lokasi itu untuk agenda  Semiloka  dikarenakan ada ancaman pihak-pihak tertentu bahwa jika kegiatan tersebut diadakan maka akan ada serangan dari FPI dan akan membakar gereja.
11.  Senin 3 Agustus 2015 jam 15.00 LP3K Salatiga menyatakan bahwa karena tekanan yang begitu tinggi maka LP3K tidak bersedia untuk ditempati.
12.  Senin, 3 Agustus 2015 pada sore hari dengan dasar perkembangan situasi dan kondisi dan juga dengan mempertimbangkan para korban sampai saat ini masih trauma  akan peristiwa masa lalu, dan selaku pendamping tidak ingin menambah trauma lagi, maka mitra kerja  menghubungi para pihak yang terkait ( Pak  Bedjo Untung, Ibu Nursyahbani Katjasungkana) untuk menyampaikan perkembangan situasi dan menyampaikan pembatalan akan pertemuan pada 6 s/d 8 Agustus 2015 tersebut.
13.  Pada Selasa 4 Agustus 2015, mitra  mengadakan pertemuan bersama Bapak Bedjo Untung ( Ketua YPKP 65) yang salah satu keputusannya adalah menunda untuk sementara  (Waktu dan Tempat belum bisa diputuskan) agenda Semiloka YPKP 65 tanggal 6-8 Agustus 2015 di Salatiga.  Hal ini untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin akan timbul apabila Semiloka tetap dilaksanakan. Juga, untuk tetap memelihara semangat dan penguatan korban di saat Negara/Pemerintah akan menyelesaikan Korban Pelanggaran HAM berat termasuk Korban Tragedi 1965. Sungguh disayangkan, karena sedianya Menkumham/Dirjen HAM danKomnas HAM akan hadir untuk memberi penjelasan terkait wacana dibentuknya Komite Penyelesaian Korban Kejahatan Kemanusiaan.
 
Jakarta 06 Agustus 2015
 
Bedjo Untung
 
Ketua YPKP 65
YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/1966  (YPKP 65)
Indonesian Institute for The Study of 1965/1966 Massacre
SK Menkumham No.C-125.HT.01.02.TH 2007 Tanggal 19 Januari 2007
Tambahan Berita  Negara RI Nomor 45  tanggal 5 Juni 2007 , PENGURUS PUSAT
 Jalan M.H.Thamrin Gang Mulia no. 21 Kp. Warung Mangga,RT 01 RW 02
 Panunggangan , Kecamatan Pinang, Kab/Kota Tangerang 15143 
 Banten,INDONESIA  Phone : (+62  -21) 53121770, Fax 021-53121770
E-mail ypkp_1965@yahoo.com; beejew01@yahoo.co.uk
Kontak Person: Bedjo Untung 0878 8877 4465

Sumber:

  <temu_eropa@yahoogroups.com> Thursday, August 6, 2015 6:52 PM
 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: