MENJAWAB MENHAN RYAMIZARD RYACUDU

MENJAWAB MENHAN RYAMIZARD RYACUDU

Menhan: Presiden 2 kali ke Papua, Gubernur & wakilnya tak pernah ada

Letkol Untung adalah anak buah Soeharto, bahkan yg merekomendasikan Untung ke Cakrabirawa adalah Soeharto http://www.merdeka.com/peristiwa/soeharto-yang-rekomendasikan-untung-masuk-tjakrabirawa.html
Kol Latief dalam pledoinya mengatakan Soeharto terlibat G30S.

Baik Jendral Ryamizard (menhan) maupun Jendral Gatot (Panglima TNI, mantan KSAD) dalam komentar2nya terkesan sangat anti PKI/Komunis

Gatot:
http://www.swaranews.com/berita-kasad–komunisme-merupakan-bahaya-laten-dan-musuh-bersama.html

Ryamizard:
http://www.merdeka.com/peristiwa/menhan-sebut-pki-sudah-bunuh-7-jenderal-permintaan-maaf-tak-perlu.html

Dan justru kedua beliaulah yg dipilih Jokowi. Saya rasa wacana rekonsiliasi yg di-dengang dengungkan itu hanya tinggal wacana saja. Jangan bermimpi yg muluk2.

—In GELORA45@yahoogroups.com, <ariyanto@…> wrote :

Jenderal, tidakkah Jenderal menyelidiki bahwa yang bunuh 7 Jenderal itu adalah Soeharto yang menggunakan anak buahnya sendiri yaitu Letkol Untung dan Kol. A. Latief dengan suatu aksi yang bernama G30S sebagai langkah pertama untuk menggulingkan Bung Karno? Silahkan Jenderal tanya sendiri hal ini kepada keluarga Jenderal A. Yani almarhum! Mereka tahu bahwa yang membunuh A. Yani dan Jenderal lainnya adalah Jenderal Soeharto.

On 20/08/2015 5:23 AM, ‘K. Prawira’ k.prawira@… [GELORA45] wrote:

Menhan sebut PKI sudah bunuh 7 jenderal, permintaan maaf tak perlu

A.Alham’ a.alham1938@kpnmail.nl [wahana-news]
To : diskusi-kita@googlegroups.com inti-net@yahoogroups.com Sastra Pembebasan wahana-news@yahoogroups.com RumahKitaBersama@yahoogroups.com
20 Agustus 2015

suhartO SUDAH MEMBUNUH 3 JUTA RAKYAT INDONESIA. DIA TIDAK PERNAH MINTA MAAF. YANG MEMBUNUH 7 PERWIRA TINGGI AD BUKAN PKI, MENGAPA PKI HARUS DIMAAFKAN .ANTARA KITA CUMA ADA SALING MENGHANCURKAN, SALING MENGHILANGKAN, BUKAN SOAL MAAF MEMAAFKAN. CUMA SOAL GILIRAN YANG BELUM MENGIZINKAN WAHAI JENDRAL!
ASAHAN .

Menhan sebut PKI sudah bunuh 7 jenderal, permintaan maaf tak perlu (6)

Yoseph T Taher ariyanto@bigpond.com [GELORA45] Jenderal, tidakkah Jenderal menyelidiki bahwa yang bunuh 7 Jenderal itu adalah Soeharto yang menggunakan anak buahnya sendiri yaitu Letkol Untung dan Kol. A. Latief dengan suatu aksi yang bernama G30S
Today at 4:34 AM
Jonathan Goeij jonathangoeij@yahoo.com [GELORA45] Letkol Untung adalah anak buah Soeharto, bahkan yg merekomendasikan Untung ke Cakrabirawa adalah Soeharto http://www.merdeka.com/peristiwa/soeharto-yang-rekomendasikan-untung-masuk-tjakrabirawa.html
Today at 6:24 AM
‘K. Prawira’ k.prawira@ymail.com [nasional-list] Menhan sebut PKI sudah bunuh 7 jenderal, permintaan maaf tak perlu Reporter : Faiq Hidayat | Rabu, 19 Agustus 2015 18:57 590 238 Share 60 Tweet Menhan Ryamizard Ryacudu diangkat sebagai warga kehormat

Today at 6:46 AM
Yoseph T Taher ariyanto@bigpond.com [GELORA45] ” Kalau kita ingin supaya masa depan bangsa ini cerah, harus ada keberanian untuk membongkar yang lama, sehingga kita tahu betul peristiwa ini bagaimana sebetulnya, adanya, dan sebagainya” ( Mantan Pr )
Today at 7:09 AM
‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [GELORA45]
In:GELORA45@yahoogroups.com Yoseph T Taher , 20 Agustus 2015, 8:16 AM

RI yang sejak berdirinya 70 tahun yl menyatakan dirinya sebagai NEGARA HUKUM, bagaimanpun juga TIDAK BISA membenarkan, membiarkan terjadi pembunuhan terhadap seorang warga TANPA proses pengadilan yang sah dan adil! Setiap terjadi kejahatan harus diusut dan dituntaskan siapa pelaku dan penanggungjawabnya, bukan dibiarkan saja lewat TANPA ada seorangpun yang dijatuhi sanksi HUKUM. Apalagi jelas pembunuhan, penjarakan, pembuangan dan penyisihan/penyingkiran atas puluhan juta keluarga TAPOL korban tragedi 1965 itu telah terjadi dilakukan oleh aparat keamanan NEGARA! Begitu jenderal Soeharto berhasil meenggulingkan Presiden Soekarno dan menobatkan dirinya menjadi Presiden RI ke-2! Kejahatan NEGARA ini tidak bisa dibiarkan lalu begitu saja! HARUS diakui KESALAHAN NEGARA dan Pemerintah resmi minta maaf pada jutaan KORBAN dan keluarga korban!

Seandainya pembunuhan atas 7 jenderal itu dianggap satu KESALAHAN dan DOSA, yaa, tangkap dan jatuhi saja HUKUMAN seberat-beratnya pada pelaku dan tokoh yang harus bertanggungjab. Tapi, tidak melibatkan jutaan orang yang TIDAK terlibat dengan aksi G30S itu, bahkan sama sekali tidak tahu menahu apa itu G30S! Siapa membunuh siapa? Pekerja sejarah-politik anak bangsa nampaknya harus bekerja lebih keras untuk mengungkap awan-gelap yg selama ini masih menutupi G30S, …! Namun demikian, dari banyak kejadian yang terungkap, makin menjurus dan akan membuktikan justru jenderal Soeharto itulah DALANG G30S sesungguhnya! Justru jenderal Soeharto lah DALANG G30S yang sebenarnya, … Soeharto bukan saja ikut merencanakan, mengorganisasi, dan bahkan komandan G30S dibelakang layar!

Ayooo, … jangan biarkan KEJAHATAN NEGARA yang sekalipun sudah lewat 1/2 abad, tetap dibiarkan lewat begitu saja! Usut dan tuntaskan sebaik-baiknya, …! Sebagai pembelajaran sejarah perjalanan bangsa yang telah dibayar sangat mahal dengan jatuhnya JUTAAN KORBAN RAKYAT TIDAK BERDOSA! Jangan sampai kekejaman-kekejaman kemanusiaan terjadi lagi di Nusantatra ini oleh siapapun dan terhadap siapapun, …!

Salam,
ChanCT

From: mailto:GELORA45@yahoogroups.com
Sent: Thursday, August 20, 2015 7:55 AM
To: GELORA45@yahoogroups.com ; Jonathan Goeij
Subject: Re: [GELORA45] Fw: Menhan sebut PKI sudah bunuh 7 jenderal, permintaan maaf tak perlu
Jam 11.00 malam tanggal 30 September 1965, Kol. A. Latief bertemu (melapor?) kepada Soeharto di RSPAD, mengatakan bahwa “aksi” akan dilakukan beberapa jam lagi. Setelah itu Soeharto pulang dengan jeep yang distirnya sendiri sambil keliling kota Jakarta melihat sampai dimana “persiapan”. Dan kira-kira jam 5.00 pagi berlangsunglah penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh anak buah Untung/Latief terhadap para Jenderal………! Soeharto tidak menangkap Untung/Latief, karena sesungguhnya dia berkepentingan untuk melenyapkan para jenderal rivalnya semenjak di Kodam Diponegoro ketika ketahuan Soeharto sebagai koruptor/penyelundup di Kodam Diponegoro . Ataukah dibalaik layar, memang Soeharto-lah Komandan G30S?

Menhan sebut PKI sudah bunuh 7 jenderal, permintaan maaf tak perlu
Reporter : Faiq Hidayat | Rabu, 19 Agustus 2015 18:57
Menhan Ryamizard Ryacudu diangkat sebagai warga kehormatan Marinir. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudumengatakan pemerintah tak perlu meminta maaf kepada keluarga korban Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, PKI sudah membunuh tujuh jenderal dan melakukan pemberontakan di Indonesia.

“Maaf, kita pakai logika saja. Jangan nyalah-nyalahin orang, pakai logika. Yang memberontak siapa, yang membunuh duluan siapa, yang membunuh jenderal-jenderal TNI itu siapa. Masak yang dibunuh dan diberontakin minta maaf,” kata Ryamizard saat acara silaturahmi dengan media massa di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8).

“Sama saja saya, saya digebukin, babak belur, lalu saya minta maaf. Yang benar saja,” cetus mantan Kasad ini.

Menurutnya, pemerintah tak akan maju jika selalu mengurusi masa lalu yang tak akan bisa diselesaikan. Oleh sebab itu, sejarah lebih baik dijadikan pelajaran untuk bangsa.

“Sudahlah, lupakan. Kita bangun bangsa ini ke depan. Minta maaf berarti salah, lalu minta ganti rugi, lalu apa? Tidak selesai. Kita sudah menduga seperti itu. Kita sudah membangun jangan dikotori seperti itu. Yang sudah-sudah, jadi pelajaran bagi kita,” kata dia.

Lebih jauh, dia akan menyampaikan ide gagasan pemerintah tak perlu minta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal pemerintah tak pernah menaruh dendam kepada korban-korban PKI.

“Ini memberontak, membunuh, masak meminta kita minta maaf. Sudahlah, kita salaman, kita bekerja untuk negara kita. Jadi masih meninggalkan dendam. Kalau orang beragama, bagi bapak kita, kita adalah orang yang paling disayangi. Kalau dia salah, maaf itu cukup,” tegas dia.

Dia mencontohkan bagaimana sikap seorang anak yang biarpun orang tuanya melakukan kesalahan terhadap dirinya, namun tetap tidak menyimpan dendam, dan memaafkan. Rasa itu, katanya muncul karena kecintaan anak terhadap orang tuanya.

“Jadi keularga PKI ini sayang tidak sama Indonesia. Tak perlulah simpan dendam. harus berpikir jernih, kalau dendam ga pernah maju-maju, bertambah kompleks masalah kita,” katanya.
Baca juga:
Pangdam Brawijaya: Kasus atribut PKI di Pamekasan selesai
Puluhan pemuda di Buleleng dibina karena pakai kaos gambar palu arit
Luhut: Simbol PKI bisa muncul di mana-mana, bukan hal aneh
Bendera palu arit dibawa saat pawai HUT RI, ini kata Ahok
Panitia ngaku suruh muridnya buat atribut PKI peringati HUT RI
[ren]

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: