NEOLIBERALISME SUDAH JADI MASA LALU!

Ekonomi

Budayawan dan Futurolog, Burhan Rosyidi (Ist)‏Budayawan dan Futurolog, Burhan Rosyidi (Ist)‏JAKARTA- Sebuah perubahan kekuatan ekonomi politik dunia sedang berlangsung dari kekuasaan neoliberalisme yang diwarisi dari masa perang dingin (cold war) menuju jaman yang lebih terbuka, setara dan adil. Perubahan ini merupakan keniscayaan sejarah peradaban dunia yang tidak bisa dihindari dan dihalang-halangi oleh kekuatan manapun. Perubahan dunia ini membawa perubahan signifikan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh budayawan dan futurolog, Burhan Rosyidi kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurutnya, neoliberalisme adalah proyek gagal dari imperialisme semenjak masa Ronald Reagan and Margaret Thatcher di era 80’an, yang mendorong pasar bebas dan melucuti peran negara-negara dalam mengurus rakyatnya. Kebangkitan ekonomi Republik Rakyat Cina (RRC) pada abad 21, menjadi penentu terhadap perubahan arah ekonomi politik dunia saat ini.

“Suka atau tidak suka, neoliberalisme, hari ini adalah masa lalu di tengah perjalanan sejarah peradaban umat manusia. Jadi aneh dan kasihan kalau masih ada orang yang tidak bisa membaca arah angin global yang sedang meluas di Indonesia saat ini,” ujarnya.

Puncak dari kompleksitas neoliberalisme menurut aktivis mahasiswa 1978 ini adalah krisis ekonomi akibat kejenuhan barang atas pasar, diikuti dengan runtuhnya sistim keuangan dunia dan dominasi penguasaan energi sumberdaya alam yang menyebabkan ketidak seimbangan global. Dipihak lain, RRC menunjukkan kebangkitan ekonomi yang kuat dan signifikan tidak terpengaruh atas krisis global dan menjadi penopang bagi sistim keuangan dunia yang sudah ambruk.

“Para penguasa ekonomi dunia kemudian mendesak agar perjanjian-perjanjian dan lembaga-lembaga ekonomi dunia membuka diri atas Cina. Lebih jauh lagi, ada evaluasi kritis terhadap neoliberalisme dan kebangkitan Cina. Kesimpulannya adalah kembalinya peran negara atas pasar,” ujarnya.

Alumni Institute Tehnologi Bandung (ITB) Jurusan Astronomi ini menjelaskan bahwa kekuatan global saat ini merubah tatanan negara-negara dunia dengan tema jaman baru yang lebih setara (equal) dan adil (fair) dan terbuka (transparant) dalam mengurus dunia tidak lagi dengan senjata dan militer tetapi dengan kekuatan ekonomi.

“Memang ada perlawanan dari kekuatan lama yang tadinya menguasai sumberdaya alam dan mineral serta keuangan. Namun ditingkatan eksekusi, bisa dipatahkan karena kekuasaan di Amerika Serikat dan Eropa juga sudah diganti dengan rezim-rezim baru,” ujarnya.

Menurutnya kebijakan terbuka pemerintahan Amerika Serikat, Barrack Obama terhadap Iran adalah pukulan berat bagi kekuatan-kekuatan ekonomi lama yang menguasai sumber daya alam di Timur-Tengah.

Padang Kurusetra

“Keterbukaan Amerika terhadap Kuba juga merupakan optimisme dalam melihat masa depan peradaban manusia yang akan menentukan masa depan sejarah dunia. Hubungan Cina dan Amerika memang masih dalam proses, namun sejarah punya jalannya sendiri,” tegasnya.

Fenomena pemerintahan Joko Widodo menurutnya masih seperti padang kurusetra antara kekuatan neoliberalis lama dengan kekuatan baru yang menginginkan Indonesia baru yang berdaulat dan bermartabat.

“Jalan satu-satunya bagi Indonesia adalah persatuan nasional dan melaksanakan doktri Tri Sakti Bung Karno. Hanya saja kalau dulu Tri Sakti adalah doktrin negara dibawah kepemimpinan presiden,–saat ini istana masih belum kelar. Karena masih pertempuran. Yang pasti saat inilah momentum bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu menurut Burhan Rosyidi, berbeda dengan 1998, perkembangan ekonomi terakhir dengan menguatnya dollar atas rupiah dan jatuhnya harga minyak dan batubara merupakan pintu masuk bagi kebangkitan nasional yaitu dengan membangun kekuatan ekonomi  berbasiskan BUMN dan pembangunan industri energi dari  nuklir dan minyak gas dan batubara yang dikuasai oleh negara yang mengabdi pada pembangunan dalam negeri.

“Kita tidak menolak investasi. Tapi sistimnya dirubah. Sekarang titik tekannya keuntungan untuk dalam negeri. Silahkan siapapun bisa bekerjasama dengan Indonesia. Tapi yang menentukan harus kita,” tegasnya (Web Warouw)

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: