FANATISME KESUKUAN TEBAL, ARAB RENTAN KONFLIK

 

Kang Said: Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

Selasa, 07/04/2015 02:38

Jakarta, *NU Online*
Faktor kesukuan di jazirah Arab merupakan faktor yang turut mempengaruhi
mengapa konflik di sana berlangsung tiada henti dari dulu sampai sekarang.

KH Said Aqil Siroj yang menempuh pendidikan sarjana sampai doktor di Arab
Saudi menjelaskan, partai politik maupun mazhab keagamaan basisnya
kesukuan.

“Fanatisme kesukuan masih tebal sekali. Kalau kepala sukunya syiah, maka
syiah semua. Kalau wahabi, ya wahabi semua. Kayak suku Tamimi, itu wahabi
semua sejak dulu. Jadi kalau ada konflik mazhab, maka konfliknya menjadi
konflik suku atau konflik politik,” katanya.

Maka, ketika ada perang mazhab atau perang politik, para ujungnya juga
perang suku, sebagaimana yang terjadi di Yaman, yang saat ini muncul kesan
kuat adanya peperangan antara kelompok sunni dan syiah, yang masing-masing
didukung oleh Saudi Arabia dan Iran.

Dijelaskannya, pandangan masyarakat Arab tradisional tentang kepemimpinan
adalah seorang pemimpin menduduki jabatannya sampai meninggal. Mereka tidak
mempersoalkan berapa lama menjadi presiden, yang penting adalah jujur atau
tidak sebagaimana para khalifah yang dulu memimpin sampai meninggal.

Perubahan paradigma terjadi ketika banyak generasi muda yang pulang belajar
dari Barat yang ingin mentransfer sistem demokrasi melalui Arab Spring,
tetapi faktanya hal tersebut ternyata tidak mudah. Libya, Yaman dan Suriah
kini menjadi negara yang dalam kondisi perang. Mesir meskipun kelihatannya
damai, tetapi semu.

Mengenai hubungan antara Kerajaan Saudi dan ulama Wahabi, keduanya juga
tidak selalu harmonis, tetapi mereka saling membutuhkan. Kerajaan Saudi tak
akan kuat tanpa dukungan kelompok ulama wahabi, dan demikian pula
sebaliknya.

Yang unik adalah, Kesultanan Oman. Meskipun secara resmi mereka mengikuti
mazhab Al Ibadiyah, yang merujuk pada pemuka khawarij Abdullah Al Ibadi,
tapi tidak ekstrim, sangat moderat, malah berbeda dengan kelompok yang
mengaku sunni tapi radikal. *(mukafi niam)*

Sumber:

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,58675-lang,id-c,nasional-t,Fanatisme+Kesukuan+Tebal++Arab+Rentan+Konflik-.phpx


http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”


Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>


Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: