MENTERI YOHANA DAN JAYA SUPRANA: MENGAPA AHOK DIPILIH RAKYAT

MENTERI YOHANA DAN JAYA SUPRANA: MENGAPA AHOK DIPILIH RAKYAT

Kompasiana. Com, OPINI | 02 April 2015 | 09:23

Jimmy Haryanto
Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat selengkapnya

 

Masa bulan madu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, kelihatannya sudah berlalu. Namun bukan hanya berlalu, tapi tekanan terhadap gubernur yang lebih dikenal Ahok itu semakin banyak. Setelah DPRD “mengangketi,” kemudian Jaya Suprana yang sebelumnya memberikan hadiah atau penghargaan, justeru menuliskan kritikan tajam namun juga bermanfaat.

Tapi Menteri Yohana pun ikut menambah beban itu karena ucapan Ahok dianggapnya sebagai cerminan keluarga Ahok. Ah berat nian beban Ahok sekarang. Tapi semoga saja Ahok tidak menurunkan laju kendaraan anti korupsinya.

Bahwa masyarakat senang dengan Ahok, sebenarnya bukan karena dia keturunan Tionghoa, bukan pula karena dia ke gereja kalau hari Minggu. Bukan pula karena cara ngomongnya yang ceplas-ceplos. Kalau hanya itu saja, maka banyak orang lain seperti yang disebut Jaya Suprana.

Lalu apa yang membuat Ahok disukai masyarakat sehingga masyarakat Belitung memilihnya menjadi anggota DPRD dan kemudian bupati? Pasti ada sesuatu, yang bahkan tidak dimiliki oleh orang merasa lebih Indonesia dari Ahok. Mungkin tidak mudah mengungkapkannya, namun pasti ada. Apalagi setelah bupati, dia mendapat dukungan juga sebagai gubernur Bangka Belitung, tapi karena semangat anti korupsinya yang sudah melekat, maka lebih baik dia menjadi warga biasa saja daripada harus melakukan praktek yang sudah lazim terjadi namun melanggar hati nurani rakyat.

Tapi masyarakat kemudian memilihnya menjadi anggota DPR RI, yang kemudian membuatnya menjadi anggota DPR yang unik dan berbeda dari kebanyakan anggota DPR saat itu karena tidak suka jalan-jalan ke luar negeri atau cari uang tambahan. Namun itu semuanya semakin membuat dirinya dikenal masyarakat sehingga ketika dicalonkan jadi wakil gubernur DKI bersama Jokowi, maka masyarakat Jakarta setuju menjadikan mereka sebagai pemimpin Jakarta.

Kini sepertinya kelebihan yang dimiliki Ahok itu akan ditutupi kesalahan yang dilakukannya. Kesalahan utama yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk mengkritiknya sudah ketemu yakni ketika mengungkapkan kemarahannya akibat disulut sikap DPRD yang ingin menikmati APBD DKI terlontar sebuah “kata toilet” yang sebenarnya sudah diakuinya sendiri dan dia sebenarnya sudah minta maaf untuk itu.

Namun Ahok perlu bersiap diri bahwa dengan ditemukannya pintu masuk itu, maka orang sekarang akan merasa bebas untuk mengobrakabrik isi rumah kehidupan Ahok. Menteri Yohana dan Jaya Suprana hanya merupakan contoh kecil saja. Haji Lulung dan sejumlah anggota DPRD DKI lainnya sudah lama melakukannya.

Dari semuanya itu Ahok perlu menganggap itu semua untuk menjadikannya lebih fokus terutama dalam semangat yang sangat peduli atas nasib rakyat dan menentang korupsi yang membuat rakyat memilihnya. Biarlah semua sikap yang “kurang mendukung” dijadikan sebagai pemicu untuk lebih fokus dan lebih giat lagi untuk menunjukkan bahwa dia sungguh-sungguh pemimpin yang didambakan masyarakat. Melaporkan Menteri Yohana hanya buang-buang energi saja. Berubah untuk lebih baik tidak ada salahnya. []

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: