NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ADALAH NEGARA MARITIM BERLANDASKAN PANCASILA

Negara Kesatuan Republik Indonesia
adalah Negara Maritim Berlandaskan Pancasila
Ditulis oleh :M.Harjono Kartohadiprodjo
I
PENDAHULUAN
Negara Kesatuan Republik Indonesia luasnya 5.193.250 km2,telah bertambah 3.166.242 km2 ,dari wilayah:OrdonantieTeritorial Zee en Maritieme Kringen 1939 yang luasnya pada saat itu hanya 2.027.008 km2.Pertambahan tersebut karena prinsip-prinsip Deklarasi Djuanda 1957 mengenai Wawasan Nusantara telah diakui oleh 3rd United Nation Confrence on the Law of the Sea(UNCLOS) tahun 1983.Maka Negara Indonesia diakui 3rd UNCLOS sebagai Archipelagic State (Negara Kepulauan), tetapi Bangsa Indonesia lebih cendrung menyebutkan sebagai Negara Maritime atau Maritime State.
Mengapa Bangsa Indonesia condong menyebut Negara Maritime dari pada Negara Kepulauan: 1.Negara Maritime(Maritime State) : Bangsa Indonesia lebih condong menyebut Negara Maritime,karena:
(1).Wilayah Kedaulatan Negara Indonesia 2/3 terdiri dari lautan,kekayaan alamnya yang terdapat didalamnya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
(2)Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia , yang merupakan wilayah 200 mill dari batas terluar perairan Indonesia adalah wilayah yang diakui pemanfaatannya diutamakan bagi kepentingan kesejahteraan Bangsa Indonesia.Ditegaskan oleh Negara Indonesia mengenai pengakuan Zone Exclusif Economic dalam 3rd UNCLOS,dikuatkannya pengakuan tersebut dengan UU no.5 tahun 1983 tentang Zona Ekonmi Eksklusif Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dengan memanfaatkan segenap sumber daya alam yang tersedia,baik hayati maupun non hayati,yang merupakan tujuan tekad bulat Pemerintah dan Bangsa Indonesia. Sesuai yang dimanahkan oleh Psl.33 ayat 3 UUD 1945 : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
(3).Bangsa Indonesia yang terdiri dari 750 suku bangsa yang hidup dipulau-pulau dengan diberlakukannya Wawasan Nusantara secara geopolitik merasa menjadi satu dalam ikatan satu bangsa dan wilayah. Sesuai Psl 1 UUD 1945 : Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik
(4).Kenyataannya lautan di wilayah Nusantara sejak dahulu telah menjadi alat pemersatu,bukan merupakan pemisah bangsa.Terutama pada jaman kebesaran Kerajaan Sriwijaya di abad ke 7 Masehi dan Kerajaan Mojopahiy di abad ke 14 Masehi. Kemudian diikrarkan bersama oleh pemuda-pemuda berbagai suku Indonesia dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia diproklamirkan 17 tahun kemudian pada tgl 17 Agustus 1945.
(5).Pemikiran Ordonantie Teritorial Zee en Maritieme Kringen 1939 , yang saat itu merupakan landasan hukum wilayah teritorial Indonesia,bertentangan dengan maksud didirikannya Negara dan Bangsa Indonesia.Aturan tersebut memisahkan pulau-pulau diwilayah Nusantara dengan membatasi lebar wilayah teritorial sebatas 3 mill dari pantai dari setiap pulau. Ketentuan tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia yang telah merdeka, sesuai cita-cita perjuangan Sumpah Pemuda . Asas gotong royong,kekeluargaan dan kebersamaan yang merupakan inti dari landasan berpikir Pancasila , telah menjadi budaya manusia yang biasa hidup dipulau-pulau.Menjadi inti asas kehidupan berbangsa dan bernegara,yang mewujudkan wilayah Nusantara menjadikan kesatuan geopolitik dan merupakan kesatuan demography Bangsa Indonesia . Contoh :Julukan wilayah negara bagi Bangsa Indonesia adalah Tana Air
(6).Pada 13 Desember 1957 Perdana Mentri Djuanda dalam memperjuangkan cita-cita mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia , mengganti Ordonatie Teritorial Zee en Maritieme Kringen 1939 dengan Deklarasi Juanda yang diberi kekuatan dengan dasar landasan hukumnya adalah UU no.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Isi Deklarasi Juanda: -Demi kasatuan bangsa,integritas wilayah,serta kesatuan ekonomi,ditarik garis-garis pangkal lurus yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar. -Negara berdaulat atas segala perairan yang terletak dalam garis-garis pangkal lurus termasuk dasar laut dan tanah dibawanya serta ruang udara diatasnya,dengan segala kekayaan didalamnya. -Hak lintas damai kapal asing melalui perairan Nusantara (archipelago water) dijamin tidak dirugikan kepentingan negara pantai,baik keamanan dan ketertibannya.
Secara terminology Wawasan Nusantara adalah cara pandang masarakat Indonesia yang sudah merdeka dalam mewujudkan landasan kedaulatan atas wilayahnya dengan asas pemikiran bernegara Pancasila dan landasan hukum UUD 1945 berikut Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasannya.
Tetapi sebagai Negara Maritime,Indonesia perlu memilki kekuatan:
(1). Armada kapal perang yang tangguh dan segani bagi menjaga keamanan wilayah kedaulatan Negara dan hak-hak warga negara Indonesia atas kekayaan alam yang dimilikinya. (2).Memiliki armada kapal niaga sebagai penunjang pemerataan Pembangunan dan Perekonomian Nasional,menjaga Persatuan dan Kesatuan Budaya Bangsa.
2.Wilayah Nederlads Indie adalah Archipelagic State: Adalah negara yang terdiri dari pulau-pulau ,yang dipisahkan satu sama lain oleh lautan.Dimana batas lebar laut adalah hanya 3 mill dari pantai setiap pulau dan laut ditengah antar pulau adalah merupakan laut international.Staatsblaad 1939 No.442 Art.1 Indonesche territoriale zee.
Contoh : Nederlands Indie ( berdasarkan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie 1939), Republik Piliphine ,Kerajaan Jepang, Bahama dan Fiji dsb.
Wilayah Lautan Indonesia tersebut pada saat ini meliputi :
(1).Perairan Teritorial atau Regime Teritoriale yaitu: Laut 12 mill menjorok kelaut dari titik-titik pulau-pulau terluar,termasuk wilayah udara diatas batas-batas Perairan Teritorial .
(2).Perairan Kepulauan atau Regime Archipelagic State,yaitu:Laut antar Pulau-Pulau.
Tidak termasuk wilayah negara,tetapi sebagai negara maritime Indonesia memilki hak utama untuk melakukan exsplotasi dan exsplorasi:
(3).Perairan Zona Ekonomi Exclusive atau Regime Exclucive Economic Zone yaitu: Laut 200 mill menjorok ke laut dari batas Perairan Teritorial pada saat laut surut. (Keterangan Wilayah Lautan ini adalah secara garis besar)
Pendekatan dan Penjabaran Masalah
Kesepakatan Bangsa Indonesia dalam mendirikan negara adalah berlandaskan Pancasila.Dicantumkan pada Pembukaan UUD 1945, dengan tujuan mewujudkan negara kesatuan yang sejahtera ,berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berintikan gotong royong,kekeluargaan dan kebersamaan diantara Bangsa Indonesia yang hidup tersebar di 17.500 pulau-pulau.

II
MENGAPA BANGSA INDONESIA SEPAKAT MEMILIH PANCASILA
Bangsa Indonesia memilih dasar Pancasila sebagai pandangan hidupnya bernegara,karena merupakan reaksi terhadap penderitaan yang lama dirasakan “akibat penjajahan” dan merupakan solusi didalam mengambil sikap moral politik menghadapi sistim ekonomi kolonial yang berlandaskan individualkisme, liberalisme dan tidak memberi cukup perhatin kepada keadilan sosial. Individualisme mottonya:”men are created free and equal,the persuance of private interest will result- through the invisible hand-in the well being of…”. (Adam Smith dalam tulisannya di: The Theory of Moral Sentiments,1759) Megutamakan hak individu ,mengakibatkan yang kuat dibenarkan menindas dan menguasai yang lemah dan atas dasar perhitungan “cost and benefit”.Pemikiran tersebut merupakan tolak pikir kolonialisme,bertujuan menjajah dan membenarkan menggunakan kekuatan untuk menikmati hak dan milik bangsa lain.Seperti yang dilakukan VOC diawal Bangsa Belanda memasuki wilayah Nusantara.
Sebaliknya Bangsa Indonesia memiliki pandangan hidup yang berlandaskan asas budaya gotong royong. Dimana manusia baru memilki makna sebagai manusia bila berada dalam suatu kelompok .Kelompok terkecil berawal dari keluarga.Sehingga arti kesejahteraan diperuntukan bagi seluruh anggota keluarga atau masarakat,secara berkeadilan sosial dan menyeluruh atau disebut kebersamaan. Tidak boleh ada penggusuran terhadap usaha kecil ,terutama terhadap masarakat pedesaan yang ekonominya lemah.
III
TUJUAN PEMBANGUN NASIONAL NEGARA INDONESIA
Pembangunan Nasional adalah cara Negara mewujudkan kesejahteraan bagi bangsanya yang termaktub pada amanat Pembukaan UUD 1945,yaitu untuk : (1).melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2).memajukan kesejahteraan umum ; (3).mencerdaskan kehidupan bangsa; (4).serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi (5).keadilan soial dengan mewujudkan terciptanya masarakat Indonesia yang maju,adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Maka selayaknya mengingat Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan Negara Maritim, dimana 2/3 wilayanya adalah lautan, 1/3 wilayahnya adalah daratan yang terdiri dari 17.500 pulau-pulau besar dan kecil,berikut wilayah Zona Eksklusif Ekonomi Indonesia.
Maka Pembangunan Nasional Indonesia dalam mencapai kesejahteraan sesuai yang disampaikan Pembukaan UUD 1945, pembangunannya harus disesuaikan dengan wilayah (geographic) Negara Maritim dan yang memilki wilayah daratan yang agraris , selain memperhatikan masarakat yang majemuk budayanya(plural demographic) yang tersebar di pulau-pulau. Maka sistim Ekonomi Pancasila adalah sisitim yang tepat dan sewajarnya dilaksanakan di Negara Indonesia,sebagai pendekatan terhadap orientasi wawasan, yang dapat disimpulkan memilki ciri-ciri sebagai berikut:
Pertama:Ketuhanan Yang Maha Esa ,diberlakukannya etik dan moral agama, bukan materialisme , karena manusia beragama melakukan syariah berkat iman sebagai hidayah Allah.
Kedua:Kemanusiaan,kehidupan berekonomi yang humannistik,adil dan beradab, tidak mengenal pemerasan,penghisapan atau riba.
Ketiga:Persatuan,berdasar sosio-nasionalisme Indonesia,kebersamaan dan berasaskan kekeluargaan ,gotong royong,bekerja sama ,tidak saling mematikan.
Keempat:Kerakyatan ,berdasar demokrasi ekonomi,kedaulatan ekonomi, mengutamakan hajat hidup orang banyak, ekonomi rakyat sebagai dasar ekonomi nasional.
Kelima:Keadailan sosial secara menyeluruh,kemakmuran rakyat yang utama, bukan kemakmuran orang seorang,berkadilan,berkemakmuran,1)
IV
LANDASAN PEMAHAMAN EKONOMI INDONESIA
Kehidupan perekonomian Indonesia berlandaskan pemahaman Demokrasi Ekonomi yaitu:kemakmuran ditujukan bagi semua rakyat Indonesia ,bukan ditujukan bagi segolongan atau orang-perorangan.Oleh karena itu pengaturan ekonominya tidak menyerahkan kepada kebebasan pasar atau free market dan tidak sepenuhnya diatur Pemerintah.Pembangunan harus diatur dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masarakat termasuk peran Pemerintah. Terutama dengan memperhatikan dan mengikut sertakan golongan ekonomi lemah yang saat ini merupakan jumlah yang terbesar Bangsa Indonesia. Melalui usaha bersama secara gotong royong atas dasar azas kekeluargaan. Maka bentuk dan sistim usaha koperasi yang merupakan usaha yang mementingkan kepentingan bersama cocok bagi pembangunan dan kehidupan Bangsa Indonesia

V
TIGA LANDASAN DASAR BANGSA INDONESIA MEMBANGUN NEGARA
Bangsa Indonesia telah bersepakat memperjuangkan Tiga Landasan Dasar dalam mewujudkan negara pada Sumpah Pemuda tahun 1928 .Kesepakatan tersebut merupakan tonggak awal atau embrio dalam cita-cita membentuk Negara dan Bangsa Indonesia . Isi pernyataan Sumpah Pemuda: 1.Kami putra dan putri Indonesia ,mengaku bertumpah darah yang satu,tanah Indonesia.
2.Kami putra dan putri Indonesia,berbangsa satu,bangsa Indonesia. 3.Kami putra dan putri Indonesia ,menjunjung bahasa persatuan,bahasa Indonesia
Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa,maka 17 tahun kemudian,Tiga Modal Dasar tersebut telah diwujudkannya dengan melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 yang dilakukan oleh Sukarno dan Hatta atas nama Bangsa Indonesia.
Tiga Landasan Dasar tersebut merupakan tonggak Bangsa Indonesia menciptakan negara kesatuan, mewujudkan masarakat merdeka yang abadi, sejahtera,berkeadailan sosial berlandaskan spiritual,materi/jasmani dan natural/ alami yang diwujudkan dalam Pancasila .
1.Tanah Indonesia yang letaknya sangat strategis ,terletak diantara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia,merupakan lalu lintas 60% perdagangan dunia.Terletak dalam lingkungan diantara 21 negara yang merupakan 44% jumlah penduduk dunia dan penyumbang 54% GDP dunia.
Selat Lombok+Selat Makasar,Selat Timor,Selat Sunda dan Selat Malaka merupakan lalu lintas angkutan laut terpenting dikawasan dunia bagian selatan khatulistiwa, bagi armada pertahanan maupun armada perdagangan International.
Wilayah Indonesia juga merupakan lintas penerbangan internasional dikawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan maupun antara Benua Asia dan Benua Australia .
Kekayaan alam yang tersebar dikawasan 17.500 pulau-pulau Nusantara dan di wilayahnya lautan/perairan, adalah merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa,yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan Bangsa Indonesia.
Pembangunan kawasan pertanian,perkebunan dan penambangan kekayaan alam perlu ditingkatkan produktivitasnya dan diolah pada centra industri sebagai barang jadi yang memberikan nilai tambah bagi pendapatan dan kebutuhan hidup anak bangsa,selain memberikan lapangan kerja dan memasukan devisa bagi Negara.Bergeraknya ekonomi (economic movement) nasional dari satu pulau kepulau lain adalah merupakan suatu kehidupan wajar dari suatu Negara Maritime. Maka untuk tercapainya maksud tersebut diperlukan suatu sistim angkutan yang tetap teratur dan tepat waktu.Tarif biaya angkutnya harus berlaku minimal selama 6 bulan, terjangkau bagi pertumbuhan ekonomi nasional,sesuai kesepakatan bersama antara pemakai jasa angkutan dan pengangkut demi kepentingan nasional, dimana Pemerintah wajib memberikan subsidi bila biaya tarifnya menjadi beban bagi biaya oprasi angkutan ,bukan diserahkan pada mekanisme pasar bebas yang tergantung permintaan dan penawaran.
2.Bangsa Indonesia yang berjumlah 240 juta yang terus bertambah 1,7% per tahun dan memiliki budaya yang adatnya pluralistis,sejak dahulu kala biasa bergaul dan berdagang dengan bangsa dari negara tetangga sekitarnya untuk saling memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai Bangsa Melayu.Mereka adalah tenaga kerja produktive dan inovative, menjadikan potensi pasar yang konsumtive bagi product nasional.
3.Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca merupakan modal besar dalam mempersatukan Bangsa Indonesia,yang penduduknya memilki 550 dialek dan bahasa dari suku-suku bangsa yang berlainan adat dan bahasanya. (Pasal 36 UUD 1945)
VI
Sejarah Kebesaran Maritime Bangsa Indonesia
Nyanyian :”Pelaut-Pelaut menuju samudra” ciptaan Simanjuntak pada tahun 1940 dan ”Nenek Moyangku Orang Pelaut” ciptaan Ibu Sudibyo tahun 1950 an, merupakan lirik-lirik lagu kebanggaan anak-anak Sekolah Taman Kanak-Kanak hinga Sekolah Menengah saat itu.Semangat kembali membangun jiwa pelaut, sebagai ungkapan kaum muda dari bangsa yang baru bebas dan merdeka dari penjajahan.Pandu Laut, Sekolah Pelayaran dan Angkatan Laut Republik Indonesia merupakan cita-cita,idola dan kebanggan pemuda saat itu.
Sebelum kedatangan orang-orang asing,Bangsa Indonesia telah melakukan perdagangan ke Afrika Barat (sesuai design kapal yang terdapat di relief Candi Borobudur) dan banyak menetap di Madagaskar.Sebagian lagi bergerak ke utara sampai Taiwan(P.Formosa) dan kemudian sampai ke pulau-pulau di Pasifik Selatan,dan mengarungi Tagarowa Sea 2). Bahkan lebih jauh dari yang digambarkan diatas,dari keterangan Affonso de Albuquerque (1453-1515),sebagai penjelajah lautan Benua Timur yang mendapat mandat dari Raja Portugis,memberi indikasi tentang penggunaan peta beraksara Jawa,yang menyangkut daerah seberang Samudara Hindia menggambarkan keberadaan Pantai Brazil. 3). Dengan demikian membuka indikasi baru tentang adanya pelaut Nusantara (Jawa) melintasi Samudra Hindia sampai ke Lautan Atlantik.4).
Kapal-kapal Bangsa Eropa yang berlayar ke perairan Nusantara di awal abad 16-17, menggunakan mualim-mualim Nusantara sebagai petunjuk atau pemandu .Mualim-mualim tersebut didapat secara sukarela,diberikan oleh raja-raja setempat atau dipaksa dengan cara menculik.Bahkan majunya pelayaran Portugis sebagai bangsa barat yang pertama memasuki wilyaha Nusantara banyak mendapat pengetahuan dari pelaut Indonesia yang hidup di Madagaskar terutama dalam mematuhi Hukum Laut, serta aturan pelayaran dan perdagangan yang berlaku saat itu sebelum Bangsa Portugis datang ke Nusantara , yaitu Hukum Maritim Lontara Amanna Gappa.
Kebesaran Kerajaan Seriwijaya di Abad VII
Kebesaran Kerajaan Sriwijaya di Abad VII, membuktikan Bangsa Indonesia pernah jaya sebagai Negara Maritime yang kuat dikawasan Asia Tenggara: 1).Menguasai lalu lintas perdagangan antara Asia Timur(China) dan Asia Barat(Persia,India dsb) .2).Kerajaan Seriwijaya dapat memberikan jaminan keamanan lalu lintas perdagangan di sekitar Selat Malaka,dengan ketentuan kapal-kapal diharuskan singgah di pelabuhan Palembang dan membayar upeti.Daerah kekuasaannya meliputi P.Sumatra,Kamboja,Thailand Selatan,Semenanjung Malaya,sebagian pesisir Jawa, dan pesisir Kalimantan . Arti Sriwijaya :Sri adalah berchahya.Wijaya adalah kemenangan . Bangsa China menyebut:Shih Li Fo
Kehancuran Kerajaan Sriwijaya disebabkan: 1).Terjadi perobahan alam,timbul pendangkalan yang banyak membawa lumpur di muara sungai Musi.Maka letak kota Palembang semakin jauh dari muara sungai. 2).Fungsi Kerajaan Sriwijaya diambil alih oleh Kerajaan Melayu Jambi dan Kerajaan Dharmasara 3).Selat Berhala(antara P.Bangka dan P.Singkep) diakui sebagai laut international 4).Armada Kerajaan Sriwijaya diserang dan dihancurkan oleh Armada Jawa Timur yang dipimpin Airlangga.Kerajaan Sriwijaya di Abad 11 hancur dan lambat laun kebesarannya diambil alih oleh Kerajaan Majapahit yang mencapai puncaknya pada Abad XV
Kebesaran Kerajaan Mojopahit di Abad XV
Menurut Pararaton(buku-buku raja dalam bahasa Jawa Kawi)dan Nagarakartagama yang ditulis pada tahun 1365 dalam bahasa Jawa Kuno,terdapat Kerajaan Mojopahit berpusat di Jawa Timur,berkuasa pada tahun 1293-1500. Majapahit merupakan kerajaan yang besar pada saat itu, dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk dari tahun 1350-1389 dengan Gajah Mada sebagai patihnya.Memilki armada laut yang kuat dan berwibawa, sehingga memiliki pengaruh besar dalam menyatukan daerah-daerah dari Sumatra sampai ke Irian,selain memilki pengaruh terhadap daerah-daerah yang sekarang merupakan negara: Thailand (selatan), Singapura,Malaysia, Brunai, Kepulauan Sulu(Philipine Selatan) dan Timor Leste.
Dengan kekuatan armadanya,Kerajaan Mojopahit disegani dikawasan Selatan dan Tenggara Asia.Admiral Cheng Ho berkali-kali dalam melakukan expedisinya memerlukan singgah di Kerajaan Mojopahit.Kebesaran Kerajaan Mojopahit ditulis buku berbahasa China yang bernama: Ma Hu
Kehancuran Kerajaan Mojopahit disebabkan : 1).Terjadinya perselisihan antara keluarga karena memperebutkan tachta sepeninggalnya Raja Hayam Wuruk. 2).Masuknya Agama Islam yang membawa perobahan budaya, diantaranya menghapuskan kedudukan kasta dimasarakat.Sehingga rakyat kecil tertarik untuk memeluk Agama Islam karena lebih demokratis
VII
KEADAAN SETELAH HANCURNYA KERAJAAN MOJOPAHIT 1500-1600
Masuknya Pedagang Islam dan Munculnya Kerajaan Islam
Masuknya pedagang Islam dari Gujarat,Saudi Arabia dan China membawa perobahan besar pada bentuk kerajaan-kerajaan yang bertumbuhan di pesisir pantai P.Jawa,P Sumatra,P.Kalimantan ,P.Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Agama Islam masuk melalui : 1).Hubungan baik dalam perdagangan.(mengharamkan sisitim riba,adanya ukuwah) 2).Pengaruh budaya rakyat dibawakan melalui pewayangan,syair, pantun dsb 3).Melalui hubungan persaudaraan diikuti melalui perkawinan antar keluarga. 4).Daya tarik Agama Islam karena tidak memilki sistim kasta dan lebih demokratis
Awal Bangsa Eropa Menguasai Nusantara
Perdagangan rempah-rempah yang dilakukan oleh bangsa Arab,Gujarat, India bahkan China menarik Bangsa Eropa yang sedang mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan.Memasuki jaman Renaissans,Reformasi Gereja,Revolusi Industri, Revolusi Kemerdekaan Amerika dan Revolusi Prancis dengan munculnya budaya: individulisme,liberalisme,pasar bebas yang kapitalistis maka gairah menguasai wilayah dan melakukan penjajahan terhadap bangsa lain sebagai koloni negaranya adalah menjadi cita-cita Bangsa Eropa saat itu.Bangsa Eropa yang pada awalnya bermaksud berdagang dan menyebarkan agama, kemudian ingin menguasai beratus tahun dan melakukan penjajahan. Kehadiran Bangsa Eropa didahului oleh Bangsa Portugis tahun 1511 menguasai Pelabuhan Malaka,kota pelabuhan yang strategic antara daerah Barat dan Timur Asia.Pada tahun 1512 Alfonso d’Alburquerque memasuki Ternate dan Maluku tujuannya menuju langsung ke pusat rempah-rempah. Kemudian diikuti olehVasco de Gama dan Bortholomeuss Diaz. PangeranPhilips II adalah Bangsa Sepanyol pertama yang mendarat di Ternate pada tahun 1521. Tetapi Bangsa Spanyol lebih tertarik melakukan ekspedisi ke Philipine.
Perlawanan Armada Kerajaan Demak,Aceh dan Bone
Kehadiran Portugis di kawasan Nusantara dengan menguasai pusat perdagangan Malaka menimbulkan kemarahan kerajaan-kerajaan Nusantara. Armada Kerajaan Demak(turut bergabung armada2 dari:Kerajaan Cirebon dan Banten) yang dipimpin Raja Demak ke 2 yaitu Adipati Unus(Pati Unus) atau yang dikenal Pangeran Seberang Lor dibantu armada Kerajaan Aceh pimpinan Laksanama Malahayati dan Armada Bugis melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka tahun 1521,yang merupakan pusat perdagangan di Asia Selatan.Pada awalnya armada gabungan Kerajaan-Kerajaan Nusantara mengalami kemenangan,tetapi karena “daya tembak” kapal-kapal perang Portugis lebih jauh, maka serangan tersebut mengalami kegagalan. Bahkan Pati Unus gugur dalam pertempuran tersebut.
Laksamana Malahayati,seorang Panglima Angkatan Laut Wanita dari Aceh,bersama tentara laut wanita yang dikenal sebagai Inong Balee, melakukan penyerangan balik ke Malaka pada tahun 1569 dan mengalahkan Portugis, setelah itu Kerajaan Aceh disegani dan menguasai Selat Malaka.
Masuknya Bangsa Belanda di Bumi Nusantara Kehadiran Bangsa Belanda yang diawali dari expedisi pimpinan Cornelis de Hotmanpada tahun1595 mendarat di Banten.Kehadiran Belanda membawa Vereenegde Oostindische Companie(VOC) sebagai perusahaan dagang yang diberi wewenang untuk melakukan ekspedisi koloninya,dengan: 1).Membuat perjanjian dagang international dengan masarakat-masarakat adat maupun kerajaan-kerajaan di Nusantara. 2).Dibolehkan mempersenjatai kapal-kapal dagangnya , membangun tentara dan armada kapal perang dalam memaksakan monopoli dagangnya.
Perjanjian dengan masarakat adat dan kerajaan di Nusantara dibukukan dalam buku:Corpus Diplomaticum Neerlando Indicum.Pada tahun 1779 VOC mengalami kebangkrutan, disebabkan pegawainya korupsi,selain kekayaannya terkuras untuk membiayai perang yang besar dengan masarakat setempat (Indonesia) dan Inggris yang merupakan saingan dagangnya.Kekuasaan VOC diambil alih Pemerintah Nederlandsch Indie dan mewariskan -/+ 200 perjanjian dagang dengan raja-raja dan masarakat adat di kawasan Nusantara.
Kekuatan Kekuasaan Belanda di Nusantara Selama 3,5 abad (1595-1945) Dengan kekuatan armada yang dimilikinya,maka Belanda dengan cepat menguasai Nusantara.Bahkan akhirnya Portugis hanya bercokol di Timor Timur dan Spanyol meninggalkan Nusantara dan bercokol sebagai koloni di Philipine.
Inggris yang pada saat itu menguasai Pulau Rhun, salah satu pulau diatara gugus pulau dikepulauan Banda yang kaya dengan pala ,mengalami beberapa kali pengepungan yang ketat dan digempur armada Belanda. Akhirnya penguasa Inggris di P.Rhun menyerah dan diselesaikan melalui perjanjian di Kota Breda,Nederlands (the Treaty of Breda 1667).Dalam perjanjian tersebut P.Rhun ditukar(swap) oleh Inggris dengan New Amsterdam yang merupakan daerah Manhattan di kota New York sekarang.The Treaty of Breda adalah bagian dari penyelesaian Anglo-Dutch War 1665-1667.Dimana Dutch Republic pada saat itu dibantu oleh Prancis dan Denmark berselisih dengan Inggris.
The Honourable East India Company’s Garrison on the West of Sumatra,merupakan perwakilan dagang Inggris di Bengkulu,Sumatra Selatan, Inggris bercokol di Bengkulu selama 140 tahun dari 1685 -1825. Ditukar oleh Belanda dengan Malaka dan Singapore. Pertukaran tersebut merupakan bagian dari perjanjian the Anglo-Dutch Treaty of 1824 atau yang disebut oleh Belanda sebagai the Traktaat of London. Perjanjian tersebut merupakan rangkaian penyelesaian pengembalian wilayah Belanda yang diduki Inggris akibat Perang Napoleon,dimana Belanda merupakan sekutu dan bagian dari Negara Prancis.
Perjanjian tersebut juga menyelesaikan perselisihan Belanda dan Inggris,karena pada tahun 1819 Sir Stamford Raffles telah melakukan perjanjian dengan Sultan Johor membangun kota Singapore sebagai pusat kota dagang di Semenajung Malaya.Sultan Johor sebenarnya memilki perjanjian dengan Belanda. Pada saat itu Belanda telah bercokol menguasai Nusantara hampir selama 250 tahun.Berbenah diri mangatur masarakat adat dan kerajaan di kawasan Nusantara yang menghuni di 17.500 pulau –pulau,melancarkan politik imperilismenya melalui monopoli angkutan laut dan monopoli perdagangan , guna memeras kekayaan alam Nusantara bagi keuntungan dan kejayaan bangsanya, yang telah di siapkan sejak VOC didirikan. Kekuatan armada pelayaran digunakan untuk memperkuat kekuatan politik dan perdagangan secara bersamaan. Pemerintah Hidia Belanda menempatkan “armada perusaaan pelayarannya” sebagai kekuatan dalam perdagangan dan menjalankan politik negara,termasuk dalam pengamanan, perluasan wilayah dan membantu tugas-tugas angkatan laut.
Sejarah Angkutan Laut
Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut diatas,pemerinah Hindia Belanda melakukan perjanjian-perjanjian dengan perusahaan pelayaran :
(1).Cores de Vries dan beberapa perusahaan pelayaran dari tahun 1850-1866. (2).NV Nederlands-Indische Stoomvaart Maatschappij. tahun 1866-1891 (3).NV Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM) pada Januari 1891-Desember 1957. Isi perjanjian tersebut adalah: 1.Mengangkut penumpang keseluruh plosok pulau-pulau Nusantara. 2.Mengangkut uang anggaran pemerintah ke daerah. 3.Mengangkut pegawai sipil dan militer kedaerah dalam menjalankan tugasnya. 4.Membantu pemerintah mencegah terjadinya penyelundupan 5.Membantu polisi mencegah terjadinya kejahatan dilaut . 6.Membantu kapal perang dalam operasi militer,terutama dalam angkutan logistiknya, memberi informasi dalam menghadapi musuh-musuh pemerintah di didaerah.
Karena perjanjian tersebut menyangkut operasi tugas policy pemerintah, maka biaya operasi yang tidak menguntungkan perusahaan pelayaran menjadi beban anggran pemerintah,terutama dalam menjalankan tugas-tugas kedaerah-daerah terpencil yang secara komersial tidak menguntungkan.Sehingga perusahaan-perusahaan pelayaran tersebut sangat strategic dan vital bagi pemerintahan Hindia Belanda.
Pada tahun 1932 Pemerintah Belanda menambah dengan perjanjian : Groot Archipel Contract yang isinya mengharuskan KPM menjalankan pelayaran tetap teratur dan tepat waktu di wilayah Nederlansche Indie.Untuk menjalankan tugas-tugas tersebut secara efisien dan tepat waktu terutama dalam menghadapi perobahan alam dan cuaca, maka NV KPM membuat deseign kapalnya yang disesuaikan dengan keadaan alam,pelabuhan, termasuk alur pelayaran dan jenis muatan yang diangkut.Keadaan geografis yang penting diperhatikan adalah lebarnya alur pelayaran,kedalaman air disaat air pasang dan surut dan jenis muatan yang diangkut secara tetap dan teratur ke pelabuhan tertentu.Supaya kapal dapat tiba dan berangkat tepat waktu,tidak terhalang oleh ketidak menentunya perobahan cuaca. NV KPM masih menjalankan tugasnya hingga tahun 1957 sampai dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia. Karena perselisihan Belanda dengan Indonesia dimana Belanda ingkar dalam Perjanjian Meja Bundar soal Irian Barat.
JNFM a’ Compo dalam bukunya:”ENGINES OF EMPIRE Steamshipping and State Formation in Colonial Indonesia” halaman 345 alinea 2 mengatakan: ”Meanwhile,Indonesian nationalists had proclaimed independence on 17 August 1945,and four years later the Dutch were forced to transfer sovereignty on December 17,1949. Article 33 of the constitution of the new Indonesian Republic stipulated that inter-island shipping was to be nationalized ,but since no alternative to KPM was available,it was allowed to continue its wide spread oprations in Indonesian waters,both commercial company and carrier on behalf of the Indonesian government.”
Nasionalisasi NV KPM oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1957 tidak berhasil sepenuhnya, karena kapalnya banyak yang telah dilarikan Belanda ke Singapore, hanya kantor pusat NV KPM(Kantor:Dir.Jen.Perhubungan Laut ; Jl.Medan Merdeka Timur,Jakarta Pusat) dan kantor-kantor cabangnya yang bisa dikuasai. Kapal –kapal NV KPM yang sangat cocok design nya untuk perairan Indonesia kemudian dijual kepada perusahaan pelayaran pemilik pedagang-pedagang berbasis di Singapore dan Hongkong yaitu Kie Hock Shipping Co. dan Gwan Gwan Shipping Co.Kedua perusahaan pelayaran inilah yang kemudian dipakai untuk memasuki Indonesia oleh pengusaha-pengusaha Singapore dan Hongkong. Sedangkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) milik Pemerintah Indonesia belum bisa sepenuhnya menggantikan kemampuan sistim oprasi NV KPM, terutama karena jenis dan design kapalnya kurang cocok.Kapal-kapal tersebut dibuat digalangan kapal Italia dan Jerman Barat. Sehingga angkutan laut banyak terganggu dan tergantung oleh keadaan cuaca(pasang surut air laut yang berakibat ke draft air dan alur pelayaran yang tidak bisa dilayari). Demikian pula pada tahun 1980 an PT PAL Indonesia telah memelopori pembutan kapal-kapal Type Caraka. Tetapi kapal-kapal tersebut designnya tidak disesuaikan dengan keadaan pelabuhan dan muatan yang secara tetap dan teratur diangkut ke suatu daerah. Masalah kontrak khusus angkutan tetap teratur dan deseign kapal yang mengakibatkan Indonesia bagian Timur yang pada jaman kolonial Belanda memilki pontensi sebagai supplier ternak terutama sapi dan kuda ke kawasan Asia Tenggara terutama Hongkong, pada akhirnya mengalami kemunduran yang sangat tajam dan akhirnya berhenti,tidak mengexport lagi. Karena PT PELNI maupun PT Djakarta Lloyd tidak memilki kapal pengangkut hewan lagi.
Sejarah Kereta Api
Sedangkan sejarah berperannya angkutan kereta api baru dimulai di kawasan Hindia Belanda pada tahun 1860 dengan didirikannya perusahaan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij(NISM) atau Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda.Pada saat itu belum memiliki arti yang menonjol dalam arti angkutanya secara strategic bagi suatu pemerintahan kolonial.Maka bermunculan perusahaan-perusahaan kereta api seperti: 1.Nederlandsche Indische Spoorweg Maatsschappij (NISM), trayek-trayek:
a.Semarang-Temanggung sejauh 25 km tahun 1865. b.Batavia(Jakarta)-Buitenzorg(Bogor),sejauh 60 km pada tahun 1871. c.Semarang –Solo-Jogja pada tahun 1872 d.Ule Lhee- Banda Aceh-Besitang pada tahun 1876.

2.Staatspoorweg(SS) ,Perusahaan Kereta Api Negara didirikan 1878 trayek-trayek: a.Surabaya-Pasuruan pada tahun 1878 b.Sawahlunto –Teluk Bayur tahun 1891 untuk angkutan batubara. c. Batavia –Surabaya melalui Bogor-Sukabumi-Bandung-Jogja pada tahun 1894 ditempuh dalam waktu 3 hari. d.Cikampek-Bandung dibuka tahun 1906,sehingga Batavia-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 23 jam. e.Panjang – Ketapati-Lubuk Linggau dibuka tahun 1914 3. Deli Spoorweg Maatschappij didirikan pada tahun 1886 dengan trayek Labuhan-Medan. Demikian awal pembangunan kereta api ,yang perlu dikembangkan sebagai angkutan darat yan menunjang perekonomian daerah pedalaman.

Sejarah Angkutan Udara
Angkutan Udara di Nusantara dimulai dibangunnya Koniniklijke Nederlandsche-Indische Luchvaart Maatschappij (KNILM) 16 Juli 1928 yang kantor pusatnya di Amsterdam dan merupakan anak perusahaan dari Koninklijke Luchvaart Maatschaappij. Route yang merupakan daerah oprasinya pada saat itu adalah: 1.Batavia-Bandung (2 X sehari dimusim hujan dan 3 X sehari dimusim kering). 2.Batavia-Semaran-Surabaya (1 X sehari). 3.Batavia-Palembang –Singapore (seminggu 1 X). 4.Batavia –Palembang-Pakan Baru-Medan (seminggu 1 X). 5.Batavia –Surabaya-Banjarmasin-Balikapapan-Tarakan (seminggu 1 X)
Angkutan Darat dan Angkutan Udara setelah selesai Perang Dunia 2 semakin memiliki fungsi yang berarti bagi angkutan nasioanal.Terutama dalam angkutan penumpang.Sedang Angkutan Darat merupakan feeder utama dari Angkutan Laut dan sebalinya.
Tetapi sejarah telah membuktikankan fungsi strategic dari Angutan Laut sejak awal adanya kehidupan didunia sampai sekarang. Istilah:Shipping Follow the Trade atau Trade Follow Shipping adalah istilah yang selalu dipakai oleh pedagang; sedangkan :Britain Rules the Waves adalah kata-kata kebanggaan Bangsa Inggris yang menunjukan kekuatan politiknya,Bangsa Indonesia mengenal dengan : Yalesveva Yayamahe yang berarti “dilautan kita jaya”.Istilah ini perlu dikembangkan dan dibesarkan kembali.
Bagaimana Keadaan Angkutan Laut di Indonesia saat ini
Armada niaga Indonesia walaupun belum mencukupi kebutuhan secara nasional untuk suatu Negara Maritime seperti Indonesia,tetapi tetap memilki peran dalam angkutan laut .Sistim cabotage yang telah dicantumkan pada UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran , saat ini kenyataannya hanya sekedar “menonjolkan pengangkut berbendera Indonesia saja”.Landasan cabotage sendiri “belum” dipahami dengan sungguh-sungguh, karena diizinkannya bangsa asing memiliki saham di perusahaan pelayaran Indonesia, termasuk memilki kapal berbendera Indonesia dan yang beroprasi didalam negri.Karena UU Penanaman Modal terpengaruh oleh: 1. United Nation Conference Trade and Development (UNCTAD) pada Box.1.Proposal new freedom for foreign investment , terdiri dari 4 point kecuali ,investment dalam industri senjata.
2. Washington Concensus ,terdiri dari 10 point yang dipatuhi dengan baik oleh Negara Republik Indonesia, karena keterikatannya pada commitment Pemerintah, yang tidak membolehkan lagi membedakan antara investor asing dan nasional.
Maka dengan ditetapkanlah UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 29 ayat 2 yang bunyinya sebagai berikut: Orang perseorangan warga negara Indonesia atau badan usaha dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan angkutan laut asing atau badan hukum laut asing atau warga negara asing dalam dalam bentuk usaha patungan (joint venture) dengan membentuk perusahaan angkutan laut yang memilki kapal berbendera Indonesia paling sedikit 1(satu) unit kapal dengan ukuran GT 5000 (lima ribu Gross Tonnage) dan diawaki oleh awak berkewarganegaraan Indonesia.
NB:Keinginan perusahaan nasional melakukan joint venture dengan pihak asing adalah karena keterbatasnnya dalam: 1.Dana investasi dan Modal Kerja 2.Pengetahuan Managment 3.Tehknologi 4.Kepercayaan masarakat terhadap pengusaha nasional,terutama dalam perdagangan ke luar negri .
Walaupun pengusaha asing max.memiliki saham sebesar 49%, tetapi keterbatasnnya tersebut diatas menjadikan managment sangat tergantung kepada pemegang saham asing.
Yang perlu diwaspadai sacara nasional adalah:
Dengan diundangkannya Pasal 29 ayat 2 UU no. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, terbukanya kesempatan bagi warga negara asing atau perusahaan asing untuk membuka usaha patungan bersama perusahaan atau warga negara Indonesia membuat perusahaan pelayaran Indonesia dan menyusun sistim pelayaran tetap dan teratur seperti yang dilakukan oleh NV KPM di perairan Indonesia sebelum Indonesia merdeka. Sehingga kehidupan perekonomian Negara Indonesia pengaturan distribusinya akan tergantung pada perusahaan asing.Seperti usaha yang dilakukan oleh Carrefour,Giant dsb dalam pemenuhan kebutuhan hidup Bangsa Indomesia sehari-hari.
Perlu diingatkan bahwa Belanda bisa menjajah Inonesia dengan sempurna selama 3,5 abad karena:Menguasai dan memonopoli sistim pelayaran dan perdagangan antar pulau maupun luar negri.
Cabotage sesuai Blacks Law Dictionary artinya:French:derivative of caboter to sail coast wise 1.Trade or navigation in coastal water. 2The exclusive right of country to operate the air traffic it’s territory.
3.Nautical coastal navigation or shipping,esp.within the borders of one country (transport/nautical term)
Jadi sesuai ketentuan dalam Black Law Dictionary,cabotage adalah hak dan kedaulatan setiap negara pantai atau wilayah negara setempat (angkutan laut,darat dan udara) untuk “mengatur transportasi” baik di: udara, laut dan darat.
–Uni Eropa mengatur Cabotage Rules bagi masing-masing sistim angkutan ,seperti untuk Angkutan Laut tercantum pada Regulation 3577/92. Uni Eropa memilki aturan cabotage yang meliputi semua jenis angkutan diwilayahnya: darat,laut,udara dan sungai.5).
– Amerika Serikat mencantumkan pada Marchant Marine Act of 1920 (PL66-261) yang dikenal juga dengan sebutan John Act yang dasarnya mengatakan: The Cabotage provisions relating to the “John Act” restrict the carrieage of goods or passengers between United States ports to US.-built and flagged vessels.
Sedangkan untuk Negara-Negara ASEAN ,sementara ini didalam menghadapi ASEAN Free Trade Agreement, menurut ASEAN Secretary ,anggota –anggota ASEAN sepakat menghormati peraturan cabotage masing-masing negara.
Perlu dipahami bahwa:angkutan atau transportation , di Indonesia terutama angkutan laut dan darat(untuk angkutan darat: P.Jawa,P.Sumatra, P.Sulawesi dan P.Kalimantan) adalah merupakan:alat distribusi logistic yang vital bagi kepentingan nasional(min: sembilan bahan pokok kehidupan manusia). Memilki fungsi yang sama pentingnya dengan “pembuluh darah dan urat nadi” ditubuh manusia, tugasnya membawa darah berisi nutrisi dan oxigeen keseluruh tubuh manusia.Bila terjadi kemacetan akan mengakibatkan “stroke dan bisa lumpuh”
Berbeda antara Nederlandsche Indie (Belanda) dan Negara Republik Indonesia yang sudah merdeka dalam menggunakan dan memafaatkan aturan cabotage dan angkutan tetap teratur,perbedaan tersebut adalah:
-Bila Nederlandsche Indie menggunakan aturan cabotage dan angkutan tetap teratur adalah untuk menjalankan monopoli dagangnya dan menjaga dan mengatur daerah koloninya bagi kepentingan imperialismenya.
-Sedangkan Negara Republik Indonesia menggunakan aturan cabotage dan angkutan tetap dan teratur untuk: memberikan kesejahteraan bangsanya, menjaga kedaulatan wilayahnya dan menjaga kutuhan/kesatuan bangsa dan persatuan budaya yang beraneka ragam suku bangsa dan bahasanya.Oleh karena itu hal-hal yang sangat strategic bagi kepentingan nasional, harus ditangani oleh Bangsa Indonesia sendiri, dimana Pemerintah harus turut mengatur dan mengawasi pelaksanaannya.Karena tujuannya adalah untuk mencapai kesejahteraan yang berkeadilan sosial seperti yang menjadi cita-cita kemerdekaan dicantumkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 33 ayat 2 UUD 1945. Sedangkan bangsa asing tujuannya hanyalah akan mencari keuntungan dagang saja.
Belanda sejak awal masuk ke Nusantara,yang diawali datangnya VOC, sangat memahami permasalahan persaingan dagang,dimana kekuatan armada laut menentukan,sesuai pengalaman mereka menghadapi Portugis,Spanyol dan Inggris. Satu persatu wilayah yang dikuasai bangsa lain di Nusantara di tukar atau direbut , supaya keutuhan Nusantara sepenuhnya bisa dikontrol Belanda.
Pembentukan VOC sebagai perusahaan dagang yang dipersenjatai dan membuat kontrak dengan perusahaan-perusahaan pelayaran untuk menjalakan tugas-tugas pemerintahan,adalah merupakan bagian dalam memobilisir kekuatan laut sebagai alat imprialis.
Perlu dicontoh dan dikagumi keberanian dan keuletan Let.Jen.(Purn) Ali Sadikin,sewaktu menjabat Mentri Perhubungan Laut,dengan bermodalkan PP no.5 tahun 1964 tentang Penyelenggarakan dan Pengusahaan Angkutan Laut, telah berhasil membangkitkan semangat membangun Perusahaan Pelayaran. Karena menyadari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau harus memilki kekuatan armada dagang dan armada perang yang tangguh.
Dominasi pelayaran dan perdagangan asing di wilayah Indonesia ,terutama NV KPM dan 5(lima)perusahaan dagang Belanda yang dikenal sebagai Big Five adalah merupakan alat dalam menjalankan politik imperialisme perlu dihentikan. Tahun 1964 adalah merupakan tahun kebangkitan berdirinya perusahaan pelayaran nasional.
Bangsa Indonesia selama bertahun-tahun memperjuangkan pengakuan masarakat internasional terhadap Wawasan Nusantara yang merupakan perwujudan dari dasar pemikiran Bangsa Indonesia dalam mempersatukan bangsa secara geographic dan merupakan perwujudan dari landasan bernegara berdasarkan Pancasila,selain bertujuan menegakan kedaulatan batas-batas wilayahnya guna dimanfaatkan kekayaan alamnya bagi kesejahteraan Bangsa Indonesia.
Keberhasilan perjuangan tersebut,adalah dengan diakui oleh dunia internasional prinsip Wawasan Nusantara dalam 3rd United Nation Conference for Sea Law atau Konvesi Hukum International pada tahun 1982
Maka Negara Indonesia secara resmi diakui masarakat internasional sebagai Achipel State atau Negara Kepulauan.Tetapi Bangsa Indonesia condong menyebutnya sebagai Negara Maritime dengan wilayah seluas 5 juta km2 lebih, 2/3 wilayahnya lautan dan memiliki 17.500 pulau-pulau yang merupakan 1/3 dari wilayah daratan, memiliki kekayaan alam yang melimpah, dihuni 240 juta warganya yang bertambah 1.75% setiap tahunnya.
Semua bisa terwujud adalah berkat rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa dan hasil perjuangan yang luhur Bangsa Indonesia.Oleh karena itu wilayah Negara Indonesia berikut Hak Zone Economic Exclusive harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan Bangsa Indonesia sesuai cita-cita kemerdekaan yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 33 UUD 1945. Dengan tujuan memperjuangkan batas-batas wilayah negara,guna dimanfaatkan kekayaan alamnya bagi kesejahteraan bangsa dan menyatukan wilayah budaya bangsa secara phisik sesuai kesepakatan dalam Sumpah Penuda 1928.Maka hasil perjuangan tersebut wajib dijaga kedaulatan wilayahnya dan dimanfaatkan sebesar-besarnya kekayaan alam yang terkandung didalamnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran Bangsa Indonesia.
Untuk mencapai dicita-citakan Bangsa Indonesia ,maka Bangsa Indonesia harus memilik: Rencana Pembangunan Maritime Nasional atau Maritime Nationale Development Planning.Memanfaatkan kekayaan laut yang terkandung didalamnya sebagai alternatve dari: terkurasnya sumber kekayaan alam di daratan selama ini dan terjadinya pertambahan penduduk dunia.Pokok-pokok pikiran Rencana Pembangunan Maritime Nasional hendaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: I.Membangkitkan Kembali Semangat Bahari Bangsa Indonesia,melalui: a.Sejak Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi meliputi dibangunnya berbagai Sekolah Kejuruan Penunjang Industri Kelautan. b.Memfasilitasi masarakat pantai dan sekitarnya dalam pengembangan kehidupan mereka dilaut.Terutama dalam meningkatkan budi daya pangan dari laut. II.Melakukan pembangunan fasilitas penunjang yang diperlukan bagi kegiatan-kegiatan berbagai industri lepas pantai.
III.Melakukan explorasi dan explotasi berbagai tambang didasar laut IV.Mengembangkan potensi bioteknologi kelautan,terutama pengembangan potensi pangan dari lautan V.Mengembangkan potensi pariwisata kelautan VI.Menjaga dan menggali kekayan benda purbakala yang terpendam di laut guna memperkaya pengetahuan bangsa terhadap sejarah. VII.Meningkatkan kemampuan kekuatan Angkatan Laut RI dan Polisi Laut dalam pengamanan laut , termasuk memobilisasi kekuatan rakyat setempat bagi sistim pertahanan rakyat semesta dalam mengawal kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia.
Dalam menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerataan Pembangunan,maka Angkutan Laut,Darat dan Udara menjadi tumpuan utama hubungan antar pulau dan hubungan disetiap pulau. Maka perlu secara konsekwen dilaksanakan: I.Sistim Cabotage II.Sistim Angkutan Tetap Terartur,sedangkan sistim tramper merupakan sistim operasi sesaat . -Dasar Hukum Angkutan Laut:UU no.17 tahun 2008 tentang Pelayaran -Dasar Hukum Angkutan Udara:UU No.1 tahun 2009 tentang Penerbangan -Dasar Hukum Angkutan Darat:UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Perlu diperhatikan pula terjadinya Angkutan Intermoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit (2)dua moda angkutan yang berbeda atas dasar 1(satu) kontrak yang menggunakan dokumen Bill of Lading angkutan intermoda dari satu tempat diterimanya barang oleh oprator angkutan multimoda ke satu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang tersebut.(UU no17 tahun 2008 tentang Pelayaran Bab I Ketentuan Umum Psl.1 ayat 10)
Sistim Cabotage harus dilaksanakan secara konsekwen, terutama: Kepemilikan Kapal Merah Putih Sepenuhnya Harus Dimiliki Bangsa Indonesia sesuai azas Cabotage yang berlaku secara universal,terutama perusahaan pelayaran yang memperoleh tugas/kontrak dari Pemerintah Indonesia untuk: 1.Mengatur pengangkutan dan distribusi sembilan bahan pokok keseluruh pelosok tanah air. 2.Mengangkut angkutan barang strategic nasional ,baik angkutan industri yang strategic 3. Pelayaran Perintis ke daerah-daerah terpencil yang memerlukan subsidi
Dasar Hukum Cabotage:Undang-Undang No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran.
I.Melaksanakan Sistim Cabotage harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen supaya:
1.Bangsa Indonesia menjadi pemilik dan pelaksana perusahaannya di negaranya.
2.Bangsa Indonesia mengawasi pengendalian distribusi dan hajat hidup nasional untuk bangsanya sendiri.
3.Peningkatan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja dinikmati Bangsa Indonesia. 4.Peningkatan armada nasional merupakan penunjang pertahanan dan ketahanan nasional serta pertahanan rakyat semesta. 5.Meningkatkan kegiatan industri perkapalan dan lapangan kerja.
II. Pengangkutan Secara Tetap Teratur,akan menghasilkan: 1.Kepastian dalam memajukan kegiatan ekonomi. 2.Dapat membantu pemerataan pembangunan di seluruh wilayah negara.
3.Menjaga stabilitas harga didaerah dengan supply yang teratur. 4.Sistim pengawasan secara tetap teratur didaerah-daerah, membantu TNI dan Polisi Laut dalam pengamanan dilaut 5.Menjaga hubungan budaya antar daerah. 6.Merupakan alat pengiriman pos,packet dan uang kedaerah terpencil. Untuk melaksanakan pengangkutan secara tetap teratur dan tepat waktu maka diperlukan : 1.Rencana yang jelas mengenai : a.Pelabuhan Tujuan. b.Jenis dan jumlah muatan ke pelabuhan tujuan. c.Jangka waktu (frekwensi) pengiriman dan kebutuhan dari jenis angkutan. 2.Perlu dipelajari medan dari pelabuhan muat,alur pelayaran dan pelabuhan bongkar.(draft-alur pelayaran-pasang&surut dari:-pelabuhan bongkar-alur pelayaran-pelabuhan muat) 3.Penentuan Jenis Alat angkut. Perlu ditentukan design dan kapasitas alat angkut sesuai jumlah dan jenis yang diangkut dalam mencapai efficiensi angkutan (dalam mencapai full and down). Sehingga perobahan cuaca dan perobahan alam tidak menghalangi ketepatan waktu . Kesimpulan: 1.Diperlukan Rencana Pembangunan Naional Jangka Panjang Negara Maritim Indonesia yang mewujudkan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia untuk mendirikan negara yang memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya sesuai yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945 dan landasan bernegara Pancasila.
2.Negara Indonesia sebagai Negara Maritim yang berlandaskan Pancasila merupakan kesatuan dari tanah dan perairan yang merupakan wadah pemersatu dari suatu bangsa yang terdiri dari berbagai suku,bahasa dan budaya Oleh karena itu sistim angkutan tetap teratur dan tepat waktu dan asas cabotage adalah merupakan penjaga kedaulatan bangsa dan pemerataan pembangunan dalam mempertahankan ketahanan nasional terutama dibidang : politik, budaya dan ekonomi.
3.Perlu ditinjau kembali undang-undang maupun peraturan-peraturan yang merugikan dan menghambat Bangsa Indonesia dalam melakasanakan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kesejahteraan .
Catatan Pinggir:
1).Lihat Prof Sri Edi Swasono,1981 2).Prof Hasyim Djalal dalam makalah :Kewilyahaan/Geo-Politik Indonesia Masa Depan, 20 Mei 2009. 3).Sartono Kartodirdjo,et.el,Jilid ,op cit halaman 20 A Cortesao (1935); Prof Sri Edi Swasono: Indonesia Negara Maritim. 4).Sartono Kartodirdjo,et,el,Jilid III,hlm. 6 Prof Sri Edi Swasosono:Indonesia Negara Maritime. 5).Buka :ec.europe.eu/transport/modes/internal_market/service_en.htm. 6).Dijelaskan oleh JNFM ‘a Campo sebagai seorang Dosen Sejarah International dari Leiden Universiteit,Holland bukunya:ENGINES of STEAM SHIPPING and State Formation in Colonial Indonesia

Jakarta,2 November 2013

Pengantar:
Emailing NKRI adalah Negara Maritim Berlandaskan Pancasila
April 2014.doc
Sumber:’Chan CT’ SADAR@netvigator.com [GELORA45] From: Harjono Kartohadiprodjo Sent: Thursday, November 6, 2014 7:33 AM To: Jaya Suprana Cc: group-independen@googlegroups.com, Nov 6 at 8:59 AM

From: Harjono Kartohadiprodjo
Sent: Thursday, November 6, 2014 7:33 AM
To: Jaya Suprana
Cc: group-independen@googlegroups.com
Subject: Emailing NKRI adalah Negara Maritim Berlandaskan Pancasila april 2014.docx

Yth. Bung Jaya Suprana,

Bersama ini saya sampaikan makalah yg saya sampaikan di suatu seminar di Jogjakarta yg ber judul : NKRI adalah Negara Maritim Berlandaskan Pancasila .
Mudah2 pemikiran ini dapat merupakan pandangan , pemahaman dan masukan pengertian Negara Indonesia sebagai Negara Maritim.

Salam,

M Harjono Kartohadiprodjo

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: