APAKAH PUAN MAHARANI MENTERI TITIPAN IBU?

Jadi Menteri, Puan Tak Ingin Dianggap ‘Titipan’
Minggu, 26 Oktober 2014, 20:10 WIB

Komentar “‘Sunny’ ambon@tele2.se, in: [GELORA45]” GELORA45@yahoogroups.com, Monday, 27 October 2014, 1:02

” Kalau Puan tidak diberikan jabatan menteri, maka NKRI menjadi sangat aneh. Hehehehe”

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/10/26/ne1z9w-jadi-menteri-puan-tak-ingin-dianggap-titipan

Pengumuman susunan Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad (26/10). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Politikus PDIP yang terpilih sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, tak ingin dianggap sebagai ‘titipan’. Puan, yang merupakan putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, meminta publik agar melihat kiprahnya selama ini di dunia politik.

“Kita harus melihat kinerja yang alhamdullillah sudah saya lakukan sebagai orang yang ada di parpol. Nah posisi saya tentu saja bukan hanya karena keluarga atau anak ketua umum,” ujar Puan di Istana Merdeka, Ahad (26/10).

Puan mengklaim, selama ini ia telah berjuang untuk kepentingan rakyat dengan menjadi anggota DPR mewakili PDIP. Selain itu, ia juga mengklaim telah menjadi salah satu orang yang memperjuangkan terjadinya pemerintahan Jokowi-JK saat ini.

“Jadi saya berharap diberikan ruang kepada saya. Jangan sampai dikatakan karena anak atau keluarga atau titipan. Lihat dulu bagaimana kerjanya,” ucap dia.

Puan kemudian membeberkan proses seleksi yang dilaluinya sehingga terpilih menjadi menteri. Menurutnya, PDIP, sebagai partai pengusung Jokowi, mengusulkan sejumlah nama calon menteri pada presiden. Kemudian, Presiden Jokowi sendiri yang memilih nama-nama yang dianggap mampu memegang jabatan menteri.

Kendati demikian, Puan mengaku, tak dipanggil Jokowi untuk diwawancarai secara khusus. Sebab, menurutnya, Jokowi memang tak melakukan pemanggilan pada nama-nama yang sudah dia ketahui jelas rekam jejaknya.

Namun, Puan mengaku namanya tetap diikutsertakan dalam proses seleksi di KPK dan PPATK. “Alhamdullillah semuanya lancar. Kalau kemudian dianggap ada masalah ya tentu saja tidak mungkin sampai hari ini,” ujarnya yang mengaku belum mempersiapkan program kerja tersebut.[]

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: