Mengenang Sosok Wikana Menpora Pertama

Mengenang Sosok Wikana Menpora Pertama

 

http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/59040-mengenang-sosok-wikana-menpora-pertama.html
Jakarta, GATRAnews – Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Upacara Peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor kemenpora, Jakarta, dengan Pembina Upacara Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Ahad (17/8).

Pada HUT Kemerdekaan RI, Kemenpora memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2014. Penghargaan atas darma bakti Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah.

Usai melakukan upacara Menpora Roy Suryo sempat menyinggung Menpora yang pertama Wikana. Ia merasa prihatin terhadap nasib Wikana, tokoh pemuda yang mempunyai andil terhadap kemerdekaan RI, 69 tahun yang silam. Hingga kini, sosok pemuda yang sempat membuat geram Bung Karno, keberadaannya tak tentu rimbanya.

“Saya prihatin terhadap nasib Pak Wikana, tokoh pemuda yang memiliki andil besar terhadap kemerdekaan RI ke-69 tahun dia yang memaksa Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus. Tapi kini, Pak Wikana tak diketahui nasibnya,” kata Roy Suryo usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-69, di halaman kantor Kemenpora, Jakarta.

Menpora Roy menjelaskan, Wikana merupakan Menpora pertama yang ada di Indonesia. Hingga kini, wajah Pak Wikana menghiasi dinding salah satu ruangan di lantai III Gedung Kemenpora bersama wajah para mantan Menpora lainnya.

“Biar bagaimanapun, dia adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dilupakan oleh bangsa ini. Sekarang ini, kami bingung harus berziarah ke mana? Karena hingga kini, sosok Pak Wikana tak tahu rimbanya,” ujar Menpora Roy.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, beberapa pekan sebelum peristiwa G30S/PKI 1965 meletus, Wikana sempat pergi ke Peking untuk menghadiri perayaan hari Nasional Cina 1 Oktober 1965.

Wikana pun dicurigai terlibat PKI. Namun Wikana memilih kembali ke Tanah Air untuk mengetahui duduk persoalannya.

Kurang dari setahun setelah itu, dia ditangkap. Sempat bermalam di Kodam Jaya namun dipulangkan kembali. Tak berapa lama kemudian segerombolan tentara tak dikenal datang ke rumahnya di Jalan Dempo No. 7 A, Matraman, Jakarta Pusat.

Mereka membawa Wikana dan sampai hari ini, pemuda garang yang sempat membuat Bung Karno naik pitam itu, tak pernah kembali pulang. Dia hilang tak tentu rimbanya.

“Saya berharap di hari kemerdekaan ini, bangsa Indonesia benar-benar merdeka. Meskipun Wikana dan tokoh lain pernah dianggap berseberangan dengan pemerintah, namun mereka adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dilupakan,” tukas Menpora.
Penulis: Arief Prasetyo

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: