Archive for February, 2011|Monthly archive page

Terumbu Karang Yang Memutih

http://www.gatra.com/artikel.php?id=145825

Terumbu Karang
Memulihkan Karang yang Memutih

Byur! Satu demi satu penumpang perahu cepat Kambala terjun ke perairan Bante di kawasan perairan Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Cuaca pagi hari itu memang cerah dan laut dalam keadaan tenang sehingga sangat nyaman untuk menyelam. Tapi mereka tidak sedang berwisata bahari. Mereka adalah anggota tim peneliti gabungan The Nature Conservancy (TNC) dan World Wide Fund for Nature (WWF). Keduanya adalah LSM lingkungan terbesar yang telah lama beroperasi di Indonesia.

Hampir dua pekan lebih, sejak 25 Januari lalu, mereka berlayar di laut lepas dengan Kapal Motor Menami. Begitu memasuki wilayah perairan Pulau Binongko, Wakatobi, mereka berhenti. Setelah sarapan nasi, mi instan, dan telur dadar, mereka siap menyelam. Dua perahu cepat Kambala diturunkan. Sesampai di perairan Bante tadi, mereka pun nyemplung ke laut. Apa yang mereka lakukan di sana?

“Kami ingin mengetahui kondisi terumbu karang di Wakatobi, terutama dalam masalah coral bleaching alias pemutihan terumbu karang,” kata Joanne Wilson, Deputi Direktur Sains Program Kelautan TNC Indonesia, yang juga menjadi koordinator penelitian. Survei bertajuk “Wakatobi Post-Coral Bleaching Survey”itu juga didukung Taman Nasional Wakatobi dan Konservasi World Conservation Society Indonesia.

Para peneliti lebih dulu menentukan sejumlah titik survei untuk melihat sejauh mana pemutihan karang terjadi. Menurut Joanne, fenomena ini terjadi lantaran alga keluar dari terumbu karang. Seperti diketahui, terumbu karang terdiri dari hewan karang dan tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Antara alga dan karang terjadi simbiosis mutualisme. Alga menggunakan karang sebagai rumah perkembangbiakan, sedangkan karang mendapatkan makanan dari proses fotosintesis yang dilakukan alga. “Ketika suhu air laut naik, terumbu karang mengalami stres. Pada saat itulah alga akan keluar meninggalkan terumbu karang,” tutur Joanne.

Karena alga memberikan warna pada karang, maka terumbu karang yang kehilangan alga akan berwarna pucat atau putih. Inilah yang disebut coral bleaching. Karang yang ditinggalkan alga masih hidup, tapi tidak bisa mendapat makanan. Apabila suhu air laut turun, alga bisa kembali muncul, sehingga terumbu karang sehat kembali. “Tapi, jika kenaikan suhu air laut terjadi dalam jangka waktu lama, terumbu karang mengalami kematian,” kata Joanne.

Serangan pemutihan karang yang paling serius terjadi pada 1998-1999. Penyebabnya adalah El Nino atau naiknya suhu permukaan air laut. Bak terkena serangan wabah mematikan, pada saat itu diperkirakan 16% populasi terumbu karang di dunia mati. “Ketika itu, banyak orang, termasuk para ilmuwan di dunia, terkaget-kaget atas kejadian itu,” ujar Direktur Sains dan Strategi Kelautan TNC Asia Pasifik, Rodney V. Salim.

Menurut dia, para ilmuwan tidak siap menghadapi peristiwa pemutihan karang, meski penelitian soal fenomena itu sudah lam dilakukan. ”Coral bleaching benar-benar menyadarkan orang-orang di seluruh dunia,” katanya.

Kini wabah putih itu kembali mengancam terumbu karang dunia. Biang keladi timbulnya serangan ini masih sama, yakni El Nino. Fenomena itu utamanya terjadi di wilayah Asia Tenggara dan daerah di sekitar Samudra Hindia, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Maladewa, dan bagian timur Afrika.

Untuk kawasan Indonesia, menurut Joanne, pemutihan terumbu karang terjadi di banyak wilayah, yakni Sabang, Aceh, Padang, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bali, Lombok, Wakatobi, dan sebagainya. Berdasarkan berbagai laporan sejumlah organisasi dan individual, wabah putih terutama terjadi pada Maret-Juli 2010. “Salah satu wilayah yang terparah adalah Aceh. Sekitar 80% terumbu karang mengalami pemutihan pada Mei 2010,” ujar Joanne.

Nah, TNC melakukan survei kesehatan terumbu karang di Wakatobi pada April tahun lalu. Hasilnya, sebanyak 60%-65% terumbu karang yang diteliti di delapan lokasi menunjukkan tanda-tanda pemutihan. Dari jumlah itu, sebanyak 10%-17% di antaranya mengalami pemutihan total. Data tersebut menunjukkan bahwa pemutihan karang di Wakatobi juga harus diwaspadai. Maka, TNC menggandeng WWF dan Taman Nasional Wakatobiuntuk melakukan survei coral bleaching di sana.

Survei gabungan pertama digarap lima bulan kemudian. Hasil surveinya lumayan menggembirakan. ”Hampir semua terumbu karang yang diteliti terlihat sudah pulih,” kata Joanne. Tapi masih terdapat sejumlah tanda pemutihan terumbu karang. Joanne menyatakan, sebanyak 5%-10% terumbu karang yang diteliti telah mengalami kematian, yang diduga akibat pemutihan. Mereka terutama berasal dari jenis Montipora, Pachyseris, Echinopora, dan Acropora.

Dalam survei September 2010, menurut Joanne, tercatat pula adanya kenaikan suhu air laut di Wakatobi. Suhu air laut di sana, yang biasanya 25-26 derajat celsius, pada saat itu mencapai 28-29 derajat celsius. Selain itu, terjadi juga keanehan cuaca. Wakatobi biasanya sedang mengalami musim panas, dengan sinar matahari yang cerah dan gelombang laut yang tenang, pada September. Namun ketika itu ternyata Wakatobi diselimuti hujan dengan angin kencang yang berasal dari arah timur.

TNC menggelar survei kembali pada Januari-Februari 2011 untuk mengetahui apakah masih ada pemutihan karang di Wakatobi atau tidak. ”Kami ingin membandingkan hasil survei ini dengan penelitian sebelumnya,” ujar Joanne. Tidak hanya serangan wabah putih yang diteliti, tim juga melakukan monitoring pertumbuhan terumbu karang, pengawasan ikan, dan secara khusus mengamati pertumbuhan terumbu karang berukuran kecil.

Penelitian itu dilakukan dengan cara menyelam, kemudian mengamati secara langsung kondisi terumbu karang, lalu mencatatnya. Total ada 24 titik di Wakatobi yang diteliti. Titik-titik penelitian itu tersebar, dari perairan di wilayah empat pulau besar di Wakatobi, yakni Wangi-wangi, Tomia, Kaledupa, dan Binongko, hingga di sekitar pulau kecil tanpa penghuni seperti Pulau Ndaa. Areal penelitian itu meliputi wilayah dengan kedalaman sekitar 10 meter dan 3 meter.

Tentu saja tidak semua terumbu karang yang ada dalam titik penyelaman diteliti. Tim menentukan areal penelitian yang disebut transect. Metode penentuan areal penelitian itu macam-macam. Alat utama yang digunakan untuk membentuk areal penelitian itu adalah roll meter.

Metode pertama disebut belt transect. Dalam metode ini, wilayah penelitian berbentuk persegi panjang, dengan panjang area 50 meter dan lebar sekitar 1 meter. Dalam belt transect, roll meter dibentangkan sejauh 50 meter. Peneliti harus mengamati terumbu karang dari jarak sejauh itu, dengan lebar 0,5 meter sebelah kanan dan 0,5 meter sebelah kiri roll meter.

Guna meminimalkan kesalahan pengamatan, periset harus mengulang pengamatannya minimal tiga kali. “Dalam survei kemarin, metode ini dipakai untuk mengamati secara khusus pemutihan karang dan untuk survei ikan,” tutur Joanne.

Metode kedua disebut point intercept transect. Areal penelitian ini berbentuk garis lurus, mengikuti roll meter yang dibentangkan sejauh 150 meter. Garis lurus itu kemudian dibagi-bagi menjadi titik-titik dengan interval 0,5 sentimeter. Dengan cara ini, ada 300 titik yang menjadi area penelitian. Peneliti harus mengamati dan mencatat semua benda laut yang ada di bawah titik-titik tersebut.

Yang dicatat bukan hanya terumbu karang, melainkan juga berbagai biota laut lainnya, seperti alga, sponge, bahkan pasir dan batu. Khusus terumbu karang diklasifikasikan berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dari kecil hingga besar. Dalam survei itu, metode ini dipakai untuk mencatat pertumbuhan terumbu karang dan untuk mengetahui persentase terumbu karang dibandingkan dengan benda laut lain di sekitarnya.

Metode ketiga disebut quadrat. Areal penelitiannya berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisi masing-masing 0,5 meter. Dalam survei TNC lalu, metode ini secara khusus digunakan untuk mencatat terumbu karang yang berukuran kurang dari 10 sentimeter. Peneliti harus mencatat semua terumbu karang kecil yang ada di wilayah bujur sangkar dengan sisi 0,5 meter. Areal bujur sangkar itu harus berjumlah 16 buah, masing-masing delapan pada kedalaman 3 meter dan delapan pada kedalaman 10 meter.

Lalu, bagaimana hasilnya? Hingga pekan ini, laporan lengkap ”Wakatobi Post-Coral Bleaching Survey” periode Januari-Februari 2011 belum selesai dikerjakan. Namun beberapa anggota tim survei yakin, secara umum terumbu karang di Wakatobi telah pulih dari gejala pemutihan. Meski begitu, ancaman coral bleaching belum benar-benar hilang.

Menurut Rizya Legawa, Deputi Ilmuwan Program Kelautan TNC Indonesia, untuk memberi kemungkinan terumbu karang yang terkena pemutihan bisa pulih, maka kandungan substrat di permukaan terumbu karang harus terjaga. Substrat berfungsi sebagai tempat penempelan larva karang yang baru lahir. ”Menjaga ketersediaan substrat sama dengan menyediakan tempat untuk penempelan larva karang,” Rizya memaparkan.

Joanne mengatakan, supaya bisa menjadi tempat penempelan larva karang, substrat harus bersih dari makroalga dan turf alga serta pasir dan sedimentasi. ”Agar karang punya kemungkinan besar untuk pulih, kita harus menjaga substrat tetap bersih dari alga dan pasir,” ujarnya. Untuk melakukan hal itu, menurut Joanne, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Langkah pertama adalah menjaga populasi ikan herbivora, yakni ikan kakaktua, baronang, dan sebagainya. Ikan herbivora akan memakan makroalga dan turf alga sehingga menjaga permukaan terumbu karang tetap bersih. Permukaan karang yang bersih dari alga bakal menjadi pijakan bagi karang baru yang akan bergabung.

Kedua, memastikan bahwa tingkat sedimentasi di terumbu karang tetap rendah. Sedimentasi dari air kotor, erosi, atau sampah akan membuat makroalga dan turf alga tumbuh pesat. Padahal, dua jenis alga itu akan menghambat penempelan karang baru.

Tahap ketiga adalah menjaga agar tidak terjadi aktivitas pencarian ikan yang merusak terumbu karang. “Ini untuk menjaga supaya hewan karang tetap hidup, sehingga mereka bisa menghasilkan larva yang menambah jumlah hewan karang,” kata Joanne. Praktek pencarian ikan yang merusak akan membunuh hewan karang dan menghancurkan struktur terumbu karang.

Meski tidak mudah, semua proses itu harus dilakukan, supaya terumbu karang punya kemungkinan besar untuk pulih setelah terjadinya pemutihan.

Haris Firdaus (Wakatobi) dan Nur Hidayat
[Lingkungan, Gatra Nomor 15 Beredar Kamis, 17 Februari 2011]

Advertisements

Pers dan Pembantu Presiden

http://www.antaranews.com/berita/247649/pers-dan-pembantu-presiden

Pers dan Pembantu Presiden

Jumat, 25 Februari 2011 15:45 WIB | 357 Views

Chandra HN Ichwani

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam. (ANTARA)

Jika pemerintah memiliki kelemahan kemudian pers mengkritisi, maka tidak bisa kemudian dianggap menyerang..”

Berita Terkait
Video

Surabaya (ANTARA News) – Ketika menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang, NTT, awal Februari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuliskan pesan dengan tinta emas pada batu marmer (prasasti) berwarna hijau.

“Para Insan Pers Indonesia, Teruslah Berjuang Untuk Mencerdaskan Bangsa dan Mengembangkan Kehidupan Demokrasi Kita”.

Selama empat hari di NTT, presiden menghadiri kegiatan para “kuli disket” itu. Tampaknya tidak ada masalah antara presiden dan pers. Keduanya malah satu sama lain menganggap mitra.

Lain presiden, lain pembantunya. Yang disebut terakhir ini kadang memandang pers bukan mitra.

Menkominfo Tifatul Sembiring misalnya, meminta pers seimbang memberitakan hal positif dan negatif karena menurutnya banyak prestasi bangsa yang perlu disiarkan media.

Dia mencontohkan hasil pertanian yang kerap luput dari pemberitaan, sementara kerusuhan mendapat porsi besar yang acap ditayangkan dan diulas berulang-ulang.

“Kebebasan pers oke, tetapi harus bertanggungjawab. Pers bertanggungjawab kepada siapa?” kata Menkominfo pada Konvensi Media Massa, masih dalam rangkaian HPN 2011.

Ia meminta pers logis dalam berberita, tidak sekadar provokasi atau mengejar rating. Pers mempunyai tanggung jawab sosial, mencerdaskan masyarakat, dan harus bermoral.

“Kami rindu berita investigasi yang mendalam, mana khasanah budaya kita. Itu semua jangan dilupakan oleh kalangan pers,” kritiknya.

Tifatul juga menyayangkan pengunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter yang sering untuk mencaci-maki, fitnah atau menyebarkan kebohongan dengan menyamarkan akun.

Tifatul menyatakan, komitmen pemerintah kepada kebebasan pers tetap dihormati, namun ia mengusulkan kebebasan pers itu harus berkarakter.

Dia lalu menyebut enam ciri kebebasan pers yang disebutnya berkarakter, yaitu bermoral, etika sesuai kode etik jurnalistik, kejujuran dan bertanggungjawab, antikorupsi, peduli terhadap masyarakat bawah, dan profesional dalam berusaha dan menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Ya namanya juga usul, boleh dipakai atau tidak. Kami menyadari bahwa menjalankannya tidak mudah, manakala berhadapan dengan pemilik modal dan menjadi alat politik,” kata Menkominfo.

Tak hanya Menkominfo, Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang kini sedang berseteru dengan pers bahkan melontarkan “ancaman” boikot terhadap media tertentu.

Dipo menyebut Metro TV, TV One dan Media Indonesia sebagai media tendensius, tidak berimbang dan kerapkali menjelek-jelekkan pemerintah.

Ia menambahkan, pemberitaan yang berlebihan malah serih membuat citra Indonesia di mata asing memburuk sehingga merugikan bangsa dan negara.

Berlebihan

Dipo menceritakan, dua duta besar negara sahabat yang warga negaranya memiliki investasi besar di Indonesia menanyakan apakah di Indonesia terjadi kekacauan dan Presiden akan dimakzulkan. Asosiasi-asosiasi luar negeri juga menanyakan hal yang sama, tambah Dipo.

“Ini membuat kita sebagai bangsa dan negara dirugikan, seolah-olah Indonesia kacau. Mereka takut, padahal kita butuh investasi untuk pembangunan, untuk menyediakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia menilai media massa juga perlu dikritik, sebagaimana kritik terhadap para humas pemerintah yang lemah dalam nenginformasikan kemajuan yang diraih pemerintah.

Soal boikot itu, Dipo bercerita, awalanya dari pertemuan internalnya dengan Direktur Jenderal dan Humas Pemerintah agar dana negara jangan hanya digunakan untuk iklan besar, baliho, apalagi untuk media yang menjelek-jelekkan pemerintah.

Lebih baik, katanya, dana itu diintensifkan untuk memperbaiki komunikasi dalam menginformasikan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai atau sedang dijalankan. “Jangan hanya foto menteri besar-besar di baliho,” sindirnya.

Tapi pertemuan itu dibocorkan. Seorang wartawan kemudian mengonfirmasikan soal ini kepadanya dan Dipo menjawab jujur.

“Jadi, intinya sebenarnya kita ingin agar dana-dana tersebut dipakai lebih efektif untuk menginformasikan pembangunan daripada untuk media-media yang menjelek-jelekkan pemerintah,” paparnya.

Pendapat Dipo ini berbalikkan dengan pandangan Ketua Dewan Pers Bagir Manan yang menyebut pers di era sekarang sudah berada di jalan yang benar (on teh track), kendati di sana sini masih memerlukan perbaikan.

Kebebasan pers baru dilihat pada demokrasi kekuasaan dan fenomena politik, padahal demokrasi adalah juga masalah sosial ekonomi.

“Demokrasi semestinya kita lihat sebagai konsep kesejahteraan, bukan hanya kekuasaan. Misi sosialnya membangun kesejahteraan umum,” kata Bagir.

Para tokoh pers menyayangkan pernyataan Dipo Alam itu dan menilainya berlebihan serta tidak tepat. “Dia boleh saja bicara tidak suka dengan ini, tetapi tidak memberi vonis. Boikot itu telah memberi vonis dan itu menganggu kebebasan pers,” kata wartawan senior Fikri Jufri.

Ia berharap pernyataan Dipo itu hanya salah lidah. “Semoga itu hanya slip of the tongue karena saya kenal Dipo Alam itu aktivis Dewan Mahasiswa UI dulu,” tuturnya.

Sementara wartawan senior Rosihan Anwar menolak pernyataan Dipo Alam yang menyebutkan pers pemangku kekuasaan.

“Pers itu bukan kekuasaan, karena kekuasaan itu identik dengan politik, politik dalam kekuasaan itu kemampuan untuk menguasai pemerintah, bisa memaksakan kehendak, bisa mengerahkan polisi, pers tidak begitu,” katanya dalam diskusi liputan konflik dan traumatik di Jakarta.

Rosihan menandaskan, pers tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendak karena pers hanya mencari informasi dan menyiarkannya kepada masyarakat.

Budayawan Arswendo Atmowiloto sependapat dengan Rosihan. “Pers seringkali disebut lebah tanpa sengat,” tukasnya.

Bisa bersinerji

Kalangan akademisi berbeda pandangan dalam menyikapi perseteruan Dipo dan pers ini.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi, Semarang, Gunawan Witjaksana berpendapat pers dan pemerintah seharusnya bersinergi karena sama-sama melayani masyarakat.

“Jika pemerintah memiliki kelemahan kemudian pers mengkritisi, maka tidak bisa kemudian dianggap menyerang karena pemiliknya menjadi lawan politik,” paparnya.

Pers adalah pilar demokrasi sehingga tidak perlu diboikot. Lawanlah pemberitaan yang dianggap merugikan dengan opini tandingan.

Gunawan mengkritik ancaman boikot Dipo yang dianggapnya tidak tepat dilontarkan di era kebebasan pers seperti sekarang.

Pernyataan Dipo, katanya, menentang semangat kebebasan pers dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, UU Penyiaran, dan UU Keterbukaan Informasi Publik.

“Regulasi jelas menyebutkan bahwa jika tidak puas, maka ada hak jawab, bisa melalui dewan pers, ke komisi penyiaran Indonesia, tidak dengan mencedererai kebebasan pers,” ucapnya.

Tapi, sosiolog dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Musni Umar justru memahami sikap Dipo Alam yang tegas membela Presiden yang banyak dikritik ini.

“Sikap politik dan langkah yang diambil Dipo Alam itu harus dihargai dan dihormati sebagaimana halnya kita menghargai dan menghormati mereka yang mengeritik, mengecam dan tidak setuju kepemimpinan Presiden SBY,” kata Musni.

Dalam demokrasinya sendiri, kata dia, perbedaan pendapat dan sikap politik sangat dihargai. Bahkan dalam Islam, perbedaan pendapat itu rahmat.

Lalu mengapa sikap Dipo mendapat reaksi keras? Musni mengajukan tiga alasan, yaitu perbedaan kepentingan, terganggu kepentingan, dan tidak terbiasa menerima kritik.

Media sendiri tak bisa disebut selalu benar. “Media dikendalikan pemodal dan dijalankan oleh wartawan. Mereka itu bukan malaikat, bisa salah dan bisa pula benar,” kata Musni.

Dan karena keduanya memiliki kepentingan, maka keduanya bisa bersatu dan bisa pula berseberangan. (*)
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ternyata Benar SBY Resmikan Casino di Bintan

Ternyata Benar SBY Resmikan Casino di Bintan

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei Darussalam yang dijadwalkan hari ini, Kamis (24/02) menuai polemik. Pasalnya bukan kepergian SBY ke Brunei, namun dalam jadwal yang dirilis Istana Negara disebutkan bahwa SBY akan mampir sejenak di pulau Bintan untuk sebuah agenda yang belum disebutkan dengan jelas. Meski sempat dibantah ternyata kecurigaan adanya sebuah kasino (tempat judi) dan tudingan proyek fiktif justru mendekati kenyataan, benarkah?

Adalah AM Hendropriyono mantan kepala BIN
yang dengan terang mengungkapkan bahwa ada proyek ‘fiktif’ yang patut di curigai di Bintan.

“Proyek itu menurut saya fiktif. Pada 2007 sudah ada peletakan batu pertamanya oleh Menbudpar Jero Wacik dan sampai sekarang saya belum pernah dengar batu terakhirnya (proyeknya selesai -red),” kata mantan KaBIN, AM Hendropiyono di sela-selapameran buku di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Sepengetahuannya, proyek fasilitas wisata yang dibangun di desa Seboklagoi, Pulau Bintan, tersebut sudah mulai dibangun pada 2007 lalu. Namun pengerjaanya sempat lama terhenti akibat aksi penolakan warga setempat setelah mendengar salah satu fasilitas penunjang di dalam kompleks wisata itu adalah tempat perjudian. “Saya kaget, karena proyeknya tidak terselesaikan. Warga menolaknya sebab akan ada casino,” cetus Hendro.

Hal lain yang membuatnya ragu adalah investor pengelolanya yang berganti dari PT Wisata Siburia menjadi PT Rekayasa Prima, namun dengan orang yang sama, yaitu Mark Wee, seorang pengusaha berkewarganegaraan Malaysia yang rekam jejaknya dalam dunia usaha dianggap belum kompeten.

“Nilai proyek di Bintan ini Rp 30 triliun. Tetapi Mark Wee ini saya belum pernah dengar di proyek yang nilai Rp 1 milyar. Saya belum pernah lihat. Dia tidak ada rekam jejaknya,” ungkap dia.

“Kalau ternyata proyek ini fiktif, nanti presiden lagi disalahkan. Padahal saya baca di media, presiden bilang ke pemda jangan sampai bikin proyek pepesan kosong nanti tidak berguna,” tandasnya.

Saat dihubungi Julian Aldrin Pasha, juru bicara kepresidenan menolak jika dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan rumah judi atau proyek bodong lainnya di Bintan, Kepulauan Riau, 25-27 Februari mendatang.

“Presiden akan berangkat ke Brunei Darussalam besok pagi. Beliau beserta rombongan dijadwalkan kembali tiba di Jakarta hari Minggu. Namun, jika tidak ada perubahan, Presiden direncanakan singgah terlebih dahulu di Bintan. Ada sejumlah agenda penting di sana,” katanya, Rabu (23/2).

Namun ia tidak bisa menyebutkan secara pasti apa yang dilakukan oleh presiden dalam kunjungan singkat di Bintan. “Saya belum bisa memberi tahu apa saja yang akan dilakukan Presiden di Bintan. Kemungkinan, beliau akan sekalian menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya besok pagi terkait kunjungan kenegaraan ke Brunei. Namun, saya bisa pastikan tidak benar soal peresmian perjudian di Bintan atau pun yang lainnya,” ujarnya.

Dari Kepulauan Riau akhirnya kami mendapatkan penjelasan mengenai kehadiran presiden di pulau Bintan tersebut. Disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi nama baru pada kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 26 Februari 2011. “Belum ada yang mengetahui nama baru Treasure Bay yang akan diberikan Presiden Yudhoyono,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad, Kamis (24/02).

Selain memberi nama baru pada Treasure Bay Bintan, kata dia, Presiden Yudhoyono juga akan menandai pembangunan tahap pertama kawasan terpadu. Treasure Bay Bintan dibangun secara bertahap oleh konsorsium dari Malaysia, Landmark Holding Sdn Bhd, dengan nilai investasi sekitar Rp24 triliun. Tahap awal investasinya sebesar 425 juta dolar Amerika.

Investor asal Malaysia itu akan membangun pusat kebugaran, butik di hotel, hunian wisatawan dan marina. Selain itu juga membangun Cristal Lagoon yang merupakan inovasi terbaru dalam pengembangan kawasan wisata terpadu. “Itu salah satu bentuk keseriusan konsorsium asal Malaysia untuk membangun kawasan wisata di Lagoi,” ujarnya.

Pembangunan kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan sudah direncanakan sejak tahun 2007, namun mengalami kendala sehingga baru dapat dilanjutkan sekarang. Pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut tidak disertai dengan fasilitas perjudian, kata Ansar.

Ternyata apa yang dipaparkan oleh mantan kepala BIN AM Hendropriyono sebagian besar benar, meskipun belum dapat dipastikan mengenai keberadaan kasino dalam lokasi wisata yang dimaksud. Jika benar , maka polemik ini diprediksi akan menjadi sebuah skandal baru bagi pemerintahan SBY yang sedang mendapat sorotan dari banyak pihak.

sumber http://www.seruu.com/index.php/2011022441682/utama/nasional/ternyata-ada-kasino-di-pulau-bintan-41682/menu-id-691.html

Karl Marx dan Marxisme


Karl Marx dan Marxisme

Oleh Lusi D. <lusi_d@rantar.de>, in:<GELORA45@yahoogroups.com>; Friday, 25 February 2011 03:36:20

Untuk memperjelas dan menjernihkan perbedaan tentang pengertian klas,

perjuangan klas, tentang Diktatur Proletariat dan untuk mengatasi
kesalah fahaman tentang diri Karl Marx dan Marxisme seperti yang
terlukis dalam pendapat bung ChanCT (pada e-mail tgl 23 Maret 2011),
dibawah ini saya turunkan kutipan surat dari Karl Marx tentang dirinya
sendiri kepada Weydemeyer tertanggal 5 Maret 1852 yang dikutip oleh
Lenin dan sekaligus uraian perbedaan berbagai tokoh politik sejak
Komune Paris dari brosurnya Negara dan Revolusi. Perbedaan ini sampai
sekarang tetap aktual. (Jajasan Pembaruan, Djakarta 1961, dengan
pengubahan huruf sesuai EYD dan penulisan dengan huruf besar saya
sesuaikan pada edisi bhs Jerman, Dietz Verlag Berlin, 1972, Siehe
Marx/Engels Werke, Band 28, Seite 507/508.) sbb:

BAB II.3.

PENGAJUAN MASALAH OLEH MARX DALAM TAHUN 1852

Dalam tahun 1907, Mehring dalam majalah Neue Zeit (vol. XXV, 2, hal.
164), menyiarkan cuplikan-cuplikan dari sepucuk surat Marx kepada
Weydemeyer tertanggal 5 Maret 1852. Surat ini, di antara hal-hal lain,
memuat pengamatan yang patut sekali diperhatikan seperti berikut ini:

“Adapun mengenai diri saya, bukanlah jasa saya ditemukannya adanya
klas-klas dalam masyarakat modern dan juga ditemukannya adanya
perjuangan di antara mereka itu. Jauh sebelum saya para ahli sejarah
borjuis telah membentangkan perkembangan kesejarahan perjuangan
klas-klas ini dan para ahli ekonomi borjuis menguraikan anatomi ekonomi
dari klas-klas. Hal baru yang telah saya lakukan adalah membuktikan:

1) bahwa adanya klas-klas itu hanyalah bertalian dengan fase-fase
kesejarahan khusus dalam perkembangan produksi [historische
Entwicklungesphasen der Produktion];

2) bahwa perjuangan klas takterhindarkan menjurus ke diktatur
proletariat;

3) bahwa diktatur ini sendiri hanyalah merupakan peralihan ke arah
penghapusan semua klas dan ke arah masyarakat tanpa klas-klas…”

Dalam kata-kata tersebut Marx berhasil menyatakan dengan kejelasan yang
menyolok, pertama, perbedaan pokok dan mendasar antara ajarannya dengan
ajaran para pemikir borjuasi paling terkemuka dan paling mendalam; dan
kedua hakekat ajaran tentang negara.

Seringkali dikatakan dan ditulis bahwa inti dalam ajaran Marx adalah
perjuangan klas; tetapi ini tidak benar. Dan dari ketidakbenaran ini
sangat sering lahir pemalsuan kaum oportunis atas Marxisme,
pemalsuannya sedemikian rupa sehingga membuatnya dapat diterima oleh
borjuasi. Karena doktrin perjuangan klas BUKANdiciptakan oleh Marx,
TETAPI oleh borjuasi SEBELUM Marx, dan bicara secara umum ia DAPAT
DITERIMA oleh borjuasi. Mereka yang HANYA mengakui perjuangan klas
belumlah Marxis; mereka mungkin masih berdiri dalam batas-batas
pemikiran borjuis dan politik borjuis. Membatasi Marxisme pada doktrin
tentang perjuangan klas berarti mengebiri Marxisme, memutarbalikkannya,
memerosotkannya sampai berupa suatu yang dapat diterima oleh borjuasi.
Yang dapat dianggap seorang Marxis, hanyalah orang yang MELUASKAN
pengakuan atas perjuangan klas sampai pada pengakuan atas DIKTATUR
PROLETARIAT. Disinilah terletak perbedaan paling mendalam antara
seorang Marxis dan seorang borjuis kecil yang biasa (maupun yang besar
juga). Inilah batu ujian di atas mana pengakuan serta pengertian YANG
SESUNGGUHNYA tentang Marxisme harus diuji. Dan tidaklah mengherankan,
bahwa ketika sejarah Eropa membawa klas buruh berhadapan muka dengan
masalah ini sebagai PERKARA PRAKTIS, bukan hanya semua kaum oportunis
dan reformis saja, tetapi juga semua kaum “Kautskyis” (orang-orang yang
terombang-ambing antara reformisme dengan Marxisme) terbukti adalah
kaum filistin-filistin yang mengibakan hati dan demokrat-demokrat
borjuis kecil yang MENGINGKARI diktatur proletariat. Buku kecil Kautsky
Diktatur Proletariat, diterbitkan bulan Agustus 1918, yaitu lama
sesudah edisi pertama buku yang sekarang ini adalah suatu contoh yang
bagus sekali tentang pemalsuan borjuis kecil terhadap Marxisme dan
penolakan yang jahat dan keji terhadap Marxisme DALAM PRAKTEK,
sementara secara munafik mengakuinya dalam KATA-KATA. (lihat brosur
saya Revolusi Proletar dan Renegad Kautsky, Petrograd dan Moskow,
1918).

Oportunisme dewasa ini, yang diwujudkan oleh wakil utamanya, si mantan
Marxis, K.Kautsky, cocok sepenuhnya dengan sikap BORJUIS yang
dikarakterisasikan oleh Marx seperti dikutip di atas, karena
oportunisme ini membatasi pengakuan atas perjuangan klas pada bidang
hubungan-hubungan borjuis. (Di dalam bidang ini, di dalam kerangka ini,
tidak ada seorang liberal terpelajarpun akan menolak untuk mengakui
perjuangan klas “pada prinsipnya”!) Oportunisme TIDAK MELUASKAN
pengakuan atas perjuangan klas sampai pada soalnya yang terpenting,
pada periode PERALIHAN dari kapitalisme ke Komunisme, pada periode
PENGGULINGAN dan PENGHAPUSAN sepenuhnya dari borjuasi. Pada
kenyataannya, periode ini tak terelakkan lagi adalah periode perjuangan
klas yang sengit seperti yang belum pernah terjadi, periode
bentuk-bentuk yang tajam dari perjuangan itu seperti yang belum pernah
terjadi sebelumnya dan sebagai kelanjutannya, negara periode ini dengan
tak terelakkan haruslah juga menjadi negara yang demokratis SECARA BARU
(bagi proletariat dan kaum yang tidak bermilik pada umumnya) dan
diktaturial SECARA BARU (menentang borjuasi).

Selanjutnya. Hakekat ajaran Marx tentang negara baru dikuasai hanya
oleh mereka yang mengerti, bahwa diktatur SATU klas adalah diperlukan
tidak saja untuk setiap masyarakat berklas pada umumnya, tidak saja
untuk proletariat yang telah menggulingkan borjuasi, tetapi juga untuk
seluruh PERIODE SEJARAH yang memisahkan kapitalisme dari “masyarakat
tanpa klas”, dari Komunisme. Bentuk-bentuk negara borjuis sungguh
sangat bermacam ragam, tetapi hakekatnya adalah sama saja, semua negara
ini, bagaimanapun juga bentuknya, dalam analisa terakhir secara pasti
adalah DIKTATUR BORJUASI. Peralihan dari kapitalisme ke Komunisme sudah
tentu tidak dapat lain kecuali melahirkan bentuk-bentuk politik yang
beranekaragam dan berjumlah amat banyak, tetapi hakekatnya secara pasti
akan sama saja DIKTATUR PROLETARIAT.

UN Women, Tumpuan Perempuan Indonesia?

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/un-women-tumpuan-perempuan-indonesia

Avatar Prita Riadhini
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

UN Women, Tumpuan Perempuan

Indonesia?

Diterbitkan : 24 Februari 2011 – 3:05pm | Oleh Prita Riadhini (Foto:RNW)

UN Women, atau Badan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan resmi dioperasikan Januari 2011. Sebetulnya badan itu sudah berdiri sejak Oktober 2010.

Isu pendidikan perempuan tetap menjadi prioritas utama Indonesia, kendati dana yang dialokasikan oleh Badan Perempuan PBB itu sangat terbatas. Ikuti wawancara Radio Nederland dengan Rena Herdiyani, direktur eksekutif Kalyanamitra.

Rena Herdiyani baru-baru ini menghadiri pertemuan antara masyarakat sipil Indonesia dengan UN Women. Dalam pertemuan tersebut dibahas apa saja prioritas yang seharusnya diutamakan oleh badan PBB UN Women tersebut.

UN Women sudah menyusun isu prioritas untuk lima tahun ke depan. Ada lima isu yang diprioritaskan antara lain memperluas suara perempuan, memperluas partisipasi, serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Selain itu juga memperkuat impelementasi agenda perempuan dan keamanan. Di samping itu juga memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, dan membuat prioritas kesetaraan gender dari pusat ke tingkat lokal

“Jadi yang kita ingikan UN Women itu, dalam melihat isu perempuan juga harus melihat konteks situasi ekonomi dan politik yang dihadapi di Indonesia. Untuk itu, ketika mereka melakukan programnya di Indonesia maka, tidak saja membahas masalah kekerasan perempuan saja. Tapi juga masalah politik yang terkait dengan masalah perkembangan perempuan.”

Pendidikan Gender
Indonesia menyoroti masalah pendidikan gender yang masih kurang dalam tema UN Women. Menurut Rena Herdiyani, pendidikan gender yang perlu diangkat. Namun masalah ini tidak berdiri begitu saja. Masalah itu terkait dengan problem kemiskinan. “Banyak juga sebagian besar perempuan di Indonesia terutama di pedesaan tidak bisa mengenyam pendidikan formal sampai ke jenjang tinggi.”

Kemudian, tambahnya hal tersebut juga tergantung masalah budaya. Budaya itu adalah laki-laki lebih diprioritaskan untuk mengenyam pendidikan tinggi dibanding perempuan. Untuk merubanya diperlukan strategi.

Strateginya adalah merubah pola pikir dalam budaya masyarakat Indonesia yang masih patriarki. Jadi harus ada kurikulum pendidikan gender di setiap tingkatan pendidikan formal di Indoensia.

“Mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi itu harus ada. Bahkan di institusi-institusi agama sebenarnya juga harus ada pendidikan gender. Kemudian yang terkait dengan kemiskinan harus ada kebijakan dari negara untuk memberikan kuota beasiswa untuk siswa perempuan. Jadi lebih diutamakan untuk perempuan.”

Dana Terbatas
Dana sebesar 500 juta dolar yang dianggarkan UN Women ternyata menurut Rena Herdiyani, sangat terbatas. Untuk mengatasi persoalan perempuan di seluruh dunia itu kurang. Tapi ITU akan dicoba dimaksimalkan supaya hasilnya lebih efektif.

“Sebenarnya memaksimalkan saja dulu, karena UN Women ini kan juga baru, Efektivitas mereka masih diuji. Dengan harapan di masa mendatang dana itu bisa ditambah lagi.”

 

Lebih Seribu Mahasiswa Indonesia Belajar di Belanda

Antara

Antara – 2 jam 37 menit lalu

London (ANTARA) – Bagi universitas di Belanda, Indonesia masih merupakan negara dengan posisi yang sangat penting terbukti dengan banyaknya mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Negeri Tulip itu, kata Koordinator Tim Promosi Nuffic Neso Indonesia, Ariono Hadipuro.

Dalam keterangan pers yang diterima Antara London, Jumat, tercatat sebanyak 1.250 mahasiswa Indonesia saat ini belajar di Belanda.

Data Nuffic untuk tahun akademik 2009-2010 menunjukkan, jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda berada pada posisi ke-11, sementara untuk Asia, Indonesia menduduki posisi kedua terbanyak setelah China.

Menurut Ariono Hadipuro, program master (s2) mendominasi tingkat pendidikan mahasiswa Indonesia di Belanda lebih dari 70 persen diikuti program bachelor (s1) sebanyak 21 persen dan sisanya kursus singkat dan PhD.

Ia mengatakan, Pemerintah Belanda terus berupaya untuk membuat pendidikan tinggi Belanda mudah diakses oleh institusi pendidikan tinggi dan mahasiswa internasional dari luar Belanda, termasuk dari Indonesia.

Keunggulan Belanda sebagai tujuan studi adalah karena kualitas yang diakui dunia dan ditawarkan dalam Bahasa Inggris. Pendidikan tinggi di Belanda diakui reputasinya di dunia.

Data the Times Higher Education Supplement menempatkan 85 persen universitas riset di Belanda masuk dalam 200 universitas terbaik di dunia dan program studi yang ditawarkan seluruhnya dalam Bahasa Inggris, ujarnya.

Ariono menambahkan minat calon mahasiswa Indonesia untuk belajar ke Belanda tidak pernah berkurang. Untuk itu pihaknya membuka kesempatan agar lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda.

Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda.

Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.500 program studi yang diberikan dalam Bahasa Inggris.

Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.

Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.

Kehancuran kekuasaan diktator Kadhafi

Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/ 

======================================

Kehancuran kekuasaan diktator Kadhafi

tidak dapat dicegah lagi

Pemimpin negara Libia, Muammar Kadhafi, yang sudah menguasai negara yang kaya dengan minyak dan gas selama 42 tahun ini, akan merupakan sasaran berikutnya dari pembrontakan rakyat Arab sesudah jatuhnya presiden Tunisia, Ben Ali, dan presiden Mesir Husni Mubarak. Tetapi, berlainan dengan di Tunisia dan Mesir, kejatuhan Kadhafi akan disertai dengan terbunuhnya korban yang jumlahnya jauh lebih banyak dan cara-caranya yang jauh lebih biadab.

Untuk menghadapi rakyat Libia yang brontak menentang kediktatoran Kadhafi selama puluhan tahun, penguasa yang pernah dikenal sebagai pemimpin Islam revolusioner ini telah mengerahkan tentara bayaran (atau tentara sewaan) yang direkrut dari beberapa negeri Afika untuk menembaki para demonstran di Tripoli, dan di kota-kota lainnya, dan penembakan dari udara dengan pesawat terbang dan helicopter.

Karenanya, korban-korban yang jatuh dalam perlawanan terhadap Kadhafi ini sangat besar sekali. Pertumpahan darah besar-besaran di Libia ini sudah dikutuk oleh banyak negara, yang telah beramai-ramai mengungsikan warganegara mereka keluar dari Libia. Di Tripoli, sejumlah bangunan publik telah dirusak atau dibakar massa. Di Benghazi, kota nomor dua sesudah Tripoli massa pembrontak telah menguasai kota, dan rakyat mempersenjatai diri dengan senjata dari gudang-gudang yang ditinggalkan tentara.

Sebagian dari tentara nasional Libia sudah menunjukkan sikap yang pro-rakyat. Karenanya, Kadhafi makin bersandar kepada tentara  bayaran dan milisia yang didirikannya untuk menjaga keselamatan keluarganya dan kekuasaannya.

Tingkat hidup di Libia yang tertinggi di benua Afrika

Pergolakan massa rakyat Libia untuk menentang Kadhafi merupakan bukti lebih yang gamblang lagi bahwa rakyat negara-negara Arab sedang memasuki era untuk memperoleh kebebasan berfikir dan menyatakan pendapat atau demokrasi. Inilah yang dituntut oleh rakyat Maroko, Aljazair, Libia, Tunisia, Mesir, Siria, Jordania, Bahrein, Yaman dll. Hal semacam ini merupakan kebangkitan besar-besaran dan meluas dari rakyat Arab di berbagai negara, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kasus Libia merupakan kasus yang tidak sepenuhnya sama dengan kasus Tunsia atau Mesir, meskipun ada persamaan-persamaannya. Libia adalah negara yang ekonominya jauh lebih baik dari pada Tunisia atau Mesir berkat adanya sumber-sumber minyak dan gas. Libia merupakan pengekspor minyak menuju negara-negara Eropa sampai sebesar 80 %

Libia adalah satu di antara 4 produktor minyak terbesar di benua Afrika, dan termasuk dalam 20 penghasil minyak di dunia. Persediaan minyak di bawah tanah Libia adalah lebih besar dari pada di Nigeria dan di Aljazair. Itulah sebabnya tingkat hidup rakyat yang berjumlah tidak sampai 6,5 juta di Libia merupakan yang tertinggi di benua Afrika.

The great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriyah

Muammar Kadhafi, yang menjabat sebagai kapten dalam tentara raja Idris telah merebut kekuasaan dalam 1969 dan dalam usia 27 tahun mendirikan Republik Arab Libia (nama lengkapnya dalam bahasa Inggris  : Great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriya), yang bertujuan pan-arabisme dan “sosialisme Negara”. Sampai tahun 1980-an pemerintahan Libia-nya Kadhafi dipandang sebagai penyokong gerakan-gerakan revolusioner dan teroris, dan dituduh terlibat dalam berbagai tindakan terror di banyak tempat di dunia.

Awal tahun 2011 ini di Libia muncul kebangkitan massa rakyat (terutama dari kalangan muda) menuntut kebebasan (berfikir dan menyatakan pendapat) dan demokrasi, sebagai dampak dari pergolakan-pergolakan di Tunisia dan Mesir. Kebangkitan massa ini dimulai dari kota Benghazi, kemudian meluas ke daerah-daerah lain, termasuk ke Tripoli, ibukota Libia, sejak 20 Februari.

Untuk menghadapi kebangkitan massa rakyat yang membrontak besar-besaran ini, Kadhafi sudah mengambil tindakan yang “membabi buta”, dan menyerukan kepada pendukung-pendukungnya (yang sudah makin sedikit) untuk melawan massa rakyat yang berontak terhadap pemerintahannya.

Dalam pidatonya di depan televisi yang berapi-api dan makan waktu selama satu jam lebih (taggal 22 Februari), ia muntahkan kemarahannya kepada massa rakyat yang menuntut perobahan di Libia, dengan mengancam bahwa ia akan membersihkan Libia dari anasir-anasir kriminal, pengguna narkoba dan simpatisan Al Qaida. Ia akan membersihkan tiap rumah di Libia dari orang-orang yang membahayakan revolusi. Ia juga mengatakan bahwa tidak akan turun sebagai presiden, karena ia adalah pimpinan tertinggi revolusi rakyat Libia.

Kadhafi akan berjuang sampai titik darah penghabisan

Dengan nada dan cara-cara yang dianggap oleh berbagai komantator sebagai orang yang sudah paranoiak karena menghadapi masa-masa terakhir kekuasaannya, Kadhafi  menegaskan bahwa akan berjuang terus sampai titik darah penghabisan.

Sampai tanggal 24 Februari (hari Kamis) sudah kelihatan bahwa kedudukan Kadhafi makin goyah dan keropos karena perlawanan dari dalam negeri Libia sendiri. Daerah sebelah Timur dan Utara Libia (dengan  kota Benghazi dan Tobruk) sudah jatuh ditangan masa rakyat yang membrontak terhadap Kadhafi, dan potretnya dirusak atau dibakar massa. Kota dan daerah yang dikuasai  (atau dibebaskan) rakyat makin meluas atau makin banyak.

Keretakan atau kehancuran pemerintahan Kadhafi kelihatan tambah jelas dengan mundurnya orang kuat di Libia, yaitu jenderal Abdel Fatah Younes yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, yang menyatakan bahwa ia memutuskan untuk menyokong gerakan rakyat yang menentang kekuasaan Kadhafi. Ia juga menganjurkan kepada tentara Libia untuk memihak kepada perjuangan rakyat Libia.

Ini merupakan pembangkangan kedua dari pejabat tinggi pemerintahan Kadhafi sesudah mundurnya Menteri Kehakiman, yang tidak setuju dengan cara-cara Kadhafi bertindak terhadap  massa rakyat yang bangkit dalam perlawanan.

Perlawanan pejabat-pejabat tinggi terhadap pemerintahan Kadhadi juga terjadi di kalangan diplomat Libia di banyak negara. Dutabesar Libia untuk PBB sudah terang-terangan menyatakan menentang pemerintahan Kadhafi dan bahkan menganjurkan kepada tentara  Libia juga untuk ikut dalam perlawanan ini. Dutabesar-dutabesar Libia untuk India, Malaysia, dan Indonesia juga sudah menunjukkan sikap yang sama.

Keruntuhan kekuasaan Kadhafi tidak dapat dicegah siapa pun !

Dengan perkembangan yang demikian itu maka makin jelaslah bahwa perlawanan terhadap kekuasaan Kadhafi yang datang dari  rakyat Libia sendiri adalah luas sekali, dan sudah meliputi lapisan yang paling bawah sampai yang paling atas. Kekuatan kekuasaan Kadhafi tinggal bersandar kepada tentara bayaran (atau tentara sewaan) yang didatangkan dari Chad, Sudan, Nigeria, dll  dengan bayaran yang sangat tinggi, dan berbagai suku yang masih bisa “dibelinya”.

Sebagian dari tentara nasional Libia sudah mulai dicurigai oleh Kadhafi, karena adanya pasukan-pasukan yang “menyeberang” ke fihak rakyat yang berjuang. Di antara contoh-contohya adalah larinya penerbang-penerbang  angkatan udara Libia ke pulau Malta, dan juga meloncatnya dengan payung pilot dari pesawat tempur karena  tidak mau memenuhi tugas untuk melakukan penembakan di Benghazi.

Dari perkembangan selama ini sudah kelihatan bahwa keruntuhan kekuasaan Kadhafi adalah soal waktu saja, dan itupun tidak akan terlalu lama lagi !!!. Penyebab-penyebab keruntuhannya adalah terutama karena faktor-faktor dalam negeri Libia sendiri, yang sudah merupakan penyakit parah yang disandang oleh rakyat Libia selama 42 tahun, dan dibikin lebih parah lagi dengan tindakan-tindakan Kadhafi  akhir-akhir ini.

Dengan tindakan-tindakan kekerasan – yang berlebih-lebihan buasnya  — yang dipakai Kadhafi dalam  menghadapi kebangkitan rakyat untuk meraih kebebasan yang lebih besar dan demokrasi guna menciptakan sistem pemerintahan yang baru, maka dunia internasional terpaksa turun tangan, untuk mencegah makin rusaknya kehidupan rakyat di Libia atau menghentikan makin banyaknya korban yang jatuh.

Dewan Keamanan PBB sudah mempersoalkan tindakan-tindakan Kadhafi, dan Uni Eropa yang beranggota 27 negara juga sudah mempersiapkan langkah-langkah di bidang politik dan ekonomi untuk menjatuhkan sanksi-sanksi atau hukuman kepada penguasa-penguasa Libia. Presiden Barack Obama juga mengeluarkan pernyataan khusus yang berisi peringatan-peringtan tajam dan keras tentang kasus Libia ini.

Dari itu semua dapat disimpulkan bahwa Kadhafi sudah tidak dapat diselamatkan lagi oleh siapa pun atau kejatuhannya juga tidak dapat dicegah oleh apa pun.. Sebab, ia sudah ditolak oleh rakyat Libia sendiri, yang sudah dengan tegas dan keras menginginkan hilangnya dari kepemimpinan di Libia dan digantinya sistem pemerintahan yang sudah dijalankanya selama 42 tahun. Bahkan, Liga Arab pun sudah mengambil tindakan terhadap Kadhafi.

Banyak orang yang heran dan bertanya-tanya tentang Kadhafi

Kiranya, bagi banyak kalangan di Indonesia, kasus perlawanan rakyat Libia terhadap Kadhafi bisa menimbulkan keheranan  dan juga memancing berbagai pertanyaan. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa seorang pemimpin yang mengagung-agungkan Islam selama 42 tahun bisa berobah menjadi “pemimpin” yang sangat dibenci  oleh rakyatnya sendiri karena tindakan-tindakannya yang serba menindas kebebasan rakyat, termasuk membunuhi rakyatnya sendiri secara besar-besaran (genocide).

Dan mungkin juga ada kalangan di Indonesia yang heran mengapa rakyat Libia yang tingkat hidupnya paling tinggi di benua Afrika masih menyatakan tidak puas dengan pemerintahan di bawah Kadhafi.

Mungkin ada juga yang heran mengapa pemerintahan Kadhafi yang menggratiskan beaya sekolah untuk murid sekolah dasar dan menengah dan mahasiswa dan memberikan pengobatan cuma-cuma bagi yang sakit masih ditentang oleh begitu banyak orang.

Hebatnya perlawanan rakyat yang besar-besaran di sebagian besar negara Libia ini membuktikan bahwa sistem pemerintahan di bawah pimpinan Kadhafi yang berbentuk jamhariah (republik rakyat), dan yang memberlakukan Syariah Islam, serta menjadikan comite-comite rakyat sebagai gantinya perwakilan rakyat (atau parlemen), sudah mengalami kegagalan. Karenanya, rakyat  menginginkan adanya pergantian dalam sistem politik atau pemerintahan.

Itu semua membuat Kadhafi beserta keluarga besanya (ia mempunyai 9 anak) dan kerabat-kerabat dekatnya terisolasi atau terkucilsekali , dan tidak jelas bagaimana akhir nasib mereka sebagai akibat dari pembrontakan rakyat. Meskipun diduga bahwa harta kekayaan keluarga Kadhafi (bersama anak-anaknya) mencapai ratusan miliar dollar, tetapi harta kekayaan yang diperoleh mereka  dari perbuatan korupsi, kolusi dan  nepotisme, tidak akan bisa menolong mereka dari hukuman rakyat. Tambahan lagi, sebagian terbesar dari kekayaannya ini akan dibekukan oleh 27 negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Bahkan, permintaan visa untuk keluarga Kadhafi pun akan ditolak.

Akibat dari sistem politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan yang sudah usang

Akhir yang begitu hina dan menyedihkan dari kehidupan Kadhafi, yang pernah terkenal sebagai tokoh “revolusioner” (harap perhatikan tanda kutip) Islam yang menonjol di dunia adalah akibat dari sistem politik, sosial,, ekonomi dan kebudayaan (termasuk agama) yang dijalankannya selama ini. Seluruh sistem ini didijalankan menurut  pandangan Kadhafi tentang Islam. (antara lain, yang tertuang dalam “buku hijau”-nya,).

Kegagalan pemerintahan Kadhafi di Libia, ditambah dengan  kegagalan pemerintahan  Ben Ali di Tunisia serta pemerintahan Husni Mubarak di Mesir (serta kegagalan pemerintahan negara-negara Arab lainnya yang akan ditunjukkan di kemudian hari tidak lama lagi)  adalah bukti bahwa sistem politik, sosial dan ekonomi, dan kebudayaan  di banyak negara-negara Arab sangat membutuhkan perubahan, pembaruan atau perbaikan.

Itu semua merupakan hal-hal yang patut menjadi renungan bersama bagi kita di Indonesia.

Paris, 25 Februari 2011

  1. Umar Said

Jerman Lirik China daripada Indonesia

Investasi BASF
Jerman Lirik China daripada Indonesia
Penulis: Stefanus Osa Triyatna | Editor: yuli
Jumat, 25 Februari 2011 | 06:22 WIB

LUDWIGSHAFEN, KOMPAS.com – China yang dipandang memiliki iklim investasi bagus, lebih dilirik daripada Indonesia. Industri Kimia BASF yang berbasis produksi di Jerman secara terang-terangan memaparkan investasi jangka panjangnya yang lebih banyak dilakukan di China.

Dalam pemaparannya mengenai kinerja BASF Asia Pasifik, Members of the Board of Directors BASF SE Martin Brudermuller di Ludwigshafen, Jerman, Kamis (24/2/2011) pukul 14.00 atau malam Waktu Indonesia Barat, mengungkapkan bahwa China lebih banyak dijadikan peluang dalam berinvestasi.

Disebutkan, BASF berinvestasi untuk pembuatan kawasan industri (verbund) di Nanjing, China, sebesar 1 miliar Euro. Ada juga di Shanghai sebagai pusat intermediates kimia dan fasilitas produksi penyemprotan otomotif, Huizhou sebagai fasilitas produksi dispersions, Nanjing sebagai fasilitas pengujian air (water treatment) produk kimia, dan Tianjin dan Chongqing sebagai sistem polyurethanes.

Kemudian, investasi lainnya dilakukan di Ansan (Korea) sebagai pusat teknik pelapisan cat ramah lingkungan bagi kendaraan, dan Srilanka sebagai posisi BASF dalam berekspansi. Malaysia juga kebagian investasi di Kuantan, Malaysia, mendekati 1 miliar Euro. Studi kelayakan akan dilengkapi tahun 2011.

Tinjauan
Ekonomi RI Masuki Pertumbuhan Emas
Editor: Erlangga Djumena
Jumat, 25 Februari 2011 | 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2010 menjadi awal bagi kebangkitan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi akan terus membaik sampai enam tahun mendatang. Selama periode tersebut, ekonomi Indonesia akan memasuki pertumbuhan emas karena membaiknya harga komoditas serta meningkatnya daya beli masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung dalam acara perbincangan tinjauan ekonomi 2011, Rabu (23/2/2011) malam di Jakarta. ”Saya yakin ekonomi Indonesia akan terus membaik sampai tahun 2015 mendatang,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa indikasi yang mendukung keyakinannya tersebut. Pertama, semakin banyak aliran dana yang masuk ke Indonesia baik melalui saham, pembelian surat utang, serta investasi langsung ke sektor riil. Aliran dana tersebut berasal dari negara-negara maju yang saat ini masih dilanda kelesuan ekonomi. Tahun 2011, Amerika Serikat berencana mengeluarkan surat utang senilai 600 miliar dollar AS. Dana tersebut diperkirakan banyak mengalir ke Indonesia.

”Memang harus diwaspadai aliran hot money tersebut. Tahun 2010 hanya 16 persen dana masuk yang sifatnya investasi langsung. Selebihnya itu masih hot money,” ujarnya.

Faktor kedua adalah pemulihan ekonomi global dengan ditandai membaiknya harga komoditas dan harga sumber daya alam lainnya. ”Komoditas mengalami kenaikan harga, demikian juga dengan sektor mining. Peningkatan harga tersebut membuat pasokan uang bertambah. Akibatnya daya beli masyarakat pun ikut naik,” paparnya.

Pertumbuhan daya beli, lanjutnya, akan berdampak positif bagi industri pariwisata, otomotif, ritel, dan jasa keuangan. Konsumsi masyarakat akan beralih ke barang-barang mewah, terutama di sektor otomotif. ”Indikasi tersebut terlihat dari meningkatnya volume penjualan mobil. Tahun 2010 tercatat 763.751 unit mobil terjual. Januari tahun ini angkanya bahkan meningkat 40 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,” katanya.

Chairul mengatakan, pertumbuhan ekonomi gemilang juga bakal diraih sektor properti. Pasalnya, dari total kebutuhan rumah sebanyak 9 juta unit, baru bisa terpenuhi 200.000-300.000 unit per tahun.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Kebijakan Fiskal dan Moneter Hariadi Sukamdani mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia sifatnya tak merata. Peningkatan daya beli hanya terpusat pada orang-orang kaya.

”Saat ini hanya pengusaha minyak, batu bara, dan sawit yang menikmati situasi perekonomian saat ini. Di luar itu, daya beli masyarakat makin melemah,” katanya. (ENY)

Saurip Kadi: SBY-BOED Pantasnya Disebut Gembong Mafi

Saurip Kadi: SBY-BOED Pantasnya Disebut Gembong Mafia

Rabu, 23 Feb 2011 11:12 WIB

JAKARTA, RIMANEWS- Mantan Aster KSAD, Mayjen (Purn) Saurip Kadi mengatakan SBY-Boediono sangat berhasil dalam menyuburkan kesemrawutan kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga negeri ini pantas dijuluki sebagai negeri mafia dan preman. Terlebih lagi belakangan muncul kasus-kasus mafia seperti mafia perpajakan dan hukum.

“Mafia ada di setiap sektor. Meliputi mafia pajak, mafia tanah, mafia perkebunan, mafia pertambangn, mafia pasar modal, mafia BUMN, mafia cukai, mafia perdagangan komoditi, mafia perbankan, mafia pailit, mafia perkara dan kasus markus, mafia polisi, mafia KPK, mafia hukum,mafia anggaran, mafia pilkada, mafia MA, mafia kejaksaan, mafia MK, mafia lingkaran presiden, dan lain-lain,” ujar Saurip.

Kepada SBY-Boediono, Saurip Kadi menyebutnya pantas menjadi gembong mafia. “Jadi pantasnya,SBY-BOED disebut gembong mafia,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Saurip melihat maraknya gerakan ekstrim agama, aliran, dan lain-lain adalah salah satu indikator negara mafia karena gerakan seperti itu adalah alat yang efektif dan murah untuk melindungi praktek-praktek mafia.

“Celakanya yang dikorbankan adalah hak-hak rakyat baik hak milik, hak hidup, hak kemanan, hak azasi manusia dan lain-lain hanya dijadikan sinetronan,” tandasnya.(ach/trib)

http://www.rimanews.com/read/20110223/17758/saurip-kadi-sby-boed-pantasnya-disebut-gembong-mafia

Siaran Pers Kasus Arga Tirta Kirana (Humphrey Djemat: Kasus Penuh Rekayasa)

Siaran PERS

Sumber: Dari: humphrey djemat <humphrey.djemat@gmail.com>

Terkirim: Kam, 24 Februari, 2011 19:26:09
Judul: Siaran Pers Kasus Arga Tirta Kirana (Humphrey Djemat: Kasus Penuh Rekayasa)

Sidang Hj. R. Arga Tirta Kirana, SH.  (kepala divisi Legal PT. Bank Century, Tbk) Pembacaan Duplik

REKAYASA HUKUM TERHADAP ARGA TIRTA KIRANA OLEH PARA PENEGAK HUKUM

Jakarta 24 Febuari 2011. Tim Penasehat Hukum Arga Tirta Kirana yang diwakili oleh Humphrey Djemat, SH.,L.LM menyatakan dalam pembelaannya bahwa dakwaan primer dan dakwaan subsidair dari penuntut umum tidak berdasar karena adanya alasan penghapus pidana terhadap Arga Tirta Kirana.


Adapun alasan penghapus pidana karena Arga Tirta Kirana dalam kedudukannya sebagai Kepala Divisi Corporate Legal PT Bank Century Tbk, selalu mendapat instruksi atau perintah dari atasannya yaitu Hermanus Hasan muslim (Direktur Utama/Direktur Kredit) dan Robert Tantular (Pemilik).


Alasan penghapus pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 48 KUHPidana “Barang siapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa tidak dipidana” dan Pasal 51 ayat (1) KUHPidana “Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh  penguasa yang berwenang, tidak dipidana.”

Menurut Humphrey adanya daya paksa (overmacht) dan perintah jabatan terhadap Arga Tirta Kirana yang didukung berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan sebagaimana dijelaskan oleh Linda Wangsadinata (Pimpinan Cabang KPO Senayan), Nofi (account officer Bank Century), Susanna Coa (Kepala Divisi Audit Interen), menunjukan keadaan terpaksa secara psikis yang dialami oleh Arga Tirta Kirana. Para saksi tersebut diatas menjelaskan kondisi di Bank Century saat itu karyawan bekerja dibawah tekanan dan paksaan serta ketakutan jika kehilangan pekerjaannya.

Berdasarkan keterangan Ahli Pidana, Sutan Budhi Satria, SH., M.H. bahwa dalam Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan Pasal 49 ayat 1 (a) terdapat asas overmacht atau daya paksa dan dalam pasal tersebut penyuruhlah yang bertanggung jawab atas perintahnya.  Dalam hal ini yang bertindak sebagai penyuruh adalah Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular. Merekalah yang harus bertanggung jawab secara hukum, bukan Arga Tirta Kirana yang hanya melaksanakan perintahnya.


Menurut Humphrey, Penuntut Umum menunjukan ketidak konsistenan dan ketidak profesionalannya dalam mengajukan tuntutan terhadap Arga Tirta Kirana. Penuntut umum sebagaimana terbukti pada putusan pengadilan Jakarta Pusat terhadap Hermanus Hasan Muslim melalui Putusan Nomer : 1060/PID.B/2009/PN.JKT.PST yang menyatakan adanya komando/perintah kepada karyawan PT. Bank Century Tbk. Untuk memproses pemberian kredit kepada nasabah-nasabahnya. Namun Penuntut Umum dalam tuntutannya terhadap Arga Tirta Kirana mengesampingkan adanya komando/perintah dari Direktur Utama Hermanus Hasan Muslim kepada Arga Tirta Kirana. Dalam hal ini sangat jelas terlihat Penuntut Umum hanya mencari-cari kesalahan Arga Tirta Kirana.

Alasan Penuntut Umum bahwa tuntutan terhadap Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular lebih rendah dari tuntutan Arga Tirta Kirana hanya masalah teknis penuntutan karena masih ada 3 (tiga) berkas perkara yang belum disidangkan terhadap Hermanus Hasan Muslim dan masih ada 4 (empat) berkas yang belum disidangkan terhadap Robert Tantular adalah merupakan alasan yang benar-benar tidak masuk akal dan tidak ada dasar hukumnya sama sekali.


Timbul pertanyaan yang sangat mendasar, bagaimana Penuntut Umum bisa memperkirakan berapa lama hukuman yang akan dijatuhkan terhadap Hermanus Hasan Muslim dan Robert Tantular?


Apakah Penuntut Umum sudah mengetahui Arga Tirta Kirana sudah menyandang 3 (tiga) status tersangka pada saat ini dan masih ada lagi berkas 10 (sepuluh) perkara L/C fiktif dalam proses penyidikan di  Bareskrim Mabes Polri.

Kami meminta Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan memeriksa Jaksa Penuntut Umum yang memberikan pernyataan yang sangat menyakitkan hati Arga Tirta Kirana.


Tim Penasihat Hukum Arga Tirta Kirana menyatakan tetap pada Nota Pembelaan/Pleedoii yang telah disampaikan pada sidang beberapa waktu yang lalu. Dan memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa, mengadili dan memutus kasus ini dapat berlaku adil dan tidak mengesampingkan kebenaran materiil yang sudah terungkap dimuka persidangan serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan

Tim Penasihat Hukum Arga Tirta Kirana

Humphrey Djemat, SH.,L.LM.