Archive for the ‘KSB-PR’ Tag
Workshop Menulis ETF & KSB-PR: Belajar Menulis, Belajar Berpikir
Eka Tjipta Foundation – Komunitas Seniman-Budayawan Palangka Raya
Sei Rungau, 8 – 13 November 2010
Eka Tjipta Foundation, sebuah lembaga filantropi di Jakarta, membuka workshop menulis dengan kerja sama Komunitas Seniman-Budayawan Palangka Raya. Ia dirancang untuk mahasiswa, wartawan muda atau sukarelawan organisasi nirlaba, yang ingin menulis feature atau komentar dengan lebih bertenaga. Mereka diperkirakan datang dari lembaga pers mahasiswa, media lokal maupun lembaga swadya masyarakat. Workshop ini juga dipakai untuk membangun kemampuan mereka kelak bila punya keinginan menulis lebih panjang. Pendekatannya nonfiksi.
Workshop diadakan pada 8 – 13 November 2010 di Sei Rungau, dekat Sampit. Ia diadakan 10 sesi selama enam hari, setiap hari dengan dua sesi pertemuan (pukul 10.00-12.00 dan 13:00-15:00) serta dirancang dengan banyak latihan dan diskusi. Ada satu sesi dirancang untuk diskusi dengan penulis lokal.
Jumlah peserta 20 orang. Jumlah instruktur dua orang. Nisbah instruktur dan peserta 1:10. Workshop ini ditekankan pada banyak latihan. Setiap hari, minimal dua peserta giliran membacakan karya mereka. Sore hari diberi kesempatan untuk bikin PR dengan liputan di daerah sekitar area workshop. Tugas-tugasnya berupa bikin deskripsi, latihan wawancara dan penulisan sebuah feature. Peserta akan membaca dan membicarakan karya-karya klasik.
Lokasi workshop dibantu sponsor: Training Center Sei Rungau, dekat Sampit, milik PT Smart Tbk, dua jam naik mobil dari Sampit. Peserta akan berangkat bersama dari Palangka Raya.
SYARAT & SELEKSI
Syaratnya, peserta terbiasa dengan dunia tulis-menulis. Entah menulis di blog, makalah, buku harian atau media. Mereka juga terbiasa melakukan riset dan akrab dengan internet. Latar belakang bisa dari berbagai disiplin ilmu, minat atau profesi. Peserta juga lancar dalam membaca bahasa Inggris karena banyak bacaan dalam bahasa Inggris. Setiap hari ada pekerjaan rumah. Sebagian buku akan dibagikan kepada peserta.
Peserta melamar dengan mengirim biodata mereka serta melampirkan 2 (dua) karya mereka, yang dianggap terbaik, kepada panitia. Seleksi karya peserta oleh panitia bersama. Dasar seleksi diletakkan pada minat, bakat serta keragaman dalam kelas (etnik, gender dan agama).
Biodata dan seleksi dikirim melalui email ke: etfnarasi@ekatjiptafoundation.org. Dalam subjek email, HARUS ditulis “tempat workshop plus nama pengirim.” Contoh: (Sei Rungau + Andriani S. Kusni).
Pengiriman karya berakhir pada 1 November 2010.
WAKTU
Setiap hari berisi dua sesi, 10:00-12:00 dan 13:00-15:00, dengan jeda makan siang satu jam. Jadwal ini persis sama kecuali sesi dengan pembicara tamu. Malam hari ada acara informasl berupa pemutaran film atau diskusi dari sesama peserta. Peserta diberi kesempatan untuk cerita tentang tema apapun yang menarik perhatian mereka, termasuk soal diri sendiri.
TRANSPORTASI DAN LOGISTIK
Peserta akan berkumpul di Palangka Raya pada hari pertama workshop. Mereka akan naik mobil menuju tempat workshop. Panitia juga akan menyewa sebuah mobil untuk keperluan hilir-mudik selama workshop berlangsung. Hari terakhir, peserta akan kembali ke Palangka Raya dengan mobil dari training center.
Setiap peserta akan menempati kamar masing-masing. Panitia akan mengatur penempatan kamar peserta dengan memperhatikan keperluan masing-masing (gender, kebiasaan merokok atau tak merokok dsb).
Keperluan makan, minum, coffee break serta peralatan workshop akan diurus bersama pihak pengelola training center.
Bahan-bahan workshop, bila alamat peserta jelas, akan langsung dikirim dari Jakarta. Pengiriman kolektif akan dilakukan dari Palangka Raya. Desain pengumuman dan seleksi akan dilakukan oleh panitia lokal.
INSTRUKTUR
Andreas Harsono (0815-950 9000) wartawan Jakarta, pernah bekerja di harian The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur), Associated Press Television (Hong Kong) dan majalah Pantau (Jakarta). Ia menang beberapa penghargaan internasional serta menerima Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard (1999-2000). Dia co-editor buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005). Kini ia sedang menyelesaikan buku A Nation in Name: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism http://www.andreasharsono.blogspot.com
Fahri Salam (0815 7867 3591). Penulis lepas, berkegiatan di Yayasan Pantau, organisasi media berbasis di Jakarta yang bertujuan mengembangkan mutu jurnalisme berbahasa Melayu. Dia menyunting enam naskah liputan panjang di Jakarta. Dia juga editor buku diskusi antologi jurnalisme karya Andreas Harsono: ‘Agama’ Saya adalah Jurnalisme (terbitan Kanisius, tahun ini). Tulisannya tentang Siti Dyah Sujirah alias Sipon, istri penyair Wiji Thukul – korban penghilangan orang secara paksa pada 1997-1998 – dimuat dalam antologi Kebenaran akan Terus Hidup, terbitan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi, Jakarta). Weblognya: http://riesalam.wordpress.com/
Instruktur tamu: JJ Kusni, sastrawan Dayak serta exile Paris, akan jadi guest speaker.
SILABUS
Minggu Siang – Peserta dan instruktur berangkat bersama dari Palangka Raya ke Sei Rungau, dekat sampit, dengan mobil. Bila berangkat dari Sampit, bisa menunggu kedatangan mobil dari Palangka Raya.
Minggu Malam — Pembukaan, perkenalan, dan pembagian kelas
Pembukaan San Gunawan, direktur eksekutif Eka Tjipta Foundation
Mengapa Eka Tjipta Foundation mengadakan kursus menulis?
Perkenalan oleh sesama peserta serta target masing-masing peserta ikut workshop.
SENIN PAGI – SESI PERTAMA – Dasar Jurnalisme
Tujuan membuat peserta mengerti soal elemen-elemen jurnalisme. Bagaimana membedakan fakta dan non-fakta? Mengapa wartawan harus bisa memahami verifikasi?
Bacaan: Buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel; ”Sembilan Elemen Jurnalisme” resensi buku oleh Andreas Harsono.
SENIN SIANG – SESI KEDUA – Riset dan Interview
Teknik wawancara dengan melihat teknik-teknik yang dikembangkan oleh International Center for Journalists. Peserta melakukan praktik wawancara di depan kelas. Bacaan: ”Ten Tips For Better Interview” (www.ijnet.org) dan ”The Art of the Interview” oleh Eric Nalder.
Pekerjaan rumah: Amati suatu percakapan di lingkungan Anda. Perhatikan detailnya. Buka mata, telinga, hidung dan rasa. Tangkap dialog yang menarik. Lantas buatlah deskripsi adegan tersebut. Panjang sekitar 500 kata saja.
SENIN MALAM – Diskusi dan putar film (Balibo by Robert Conelly atau The Black Road by William Nessen)
SELASA PAGI – SESI KETIGA – Perkakas Menulis
Kelas akan membahas soal 50 “perkakas menulis” dengan melihat Roy Peter Clark dari Poynter Institute (http://www.poynter.org/). Diskusi tentang beberapa perkakas.
Bacaan: Panduan “Fifty Writing Tools: Quick List.” Bila Anda biasa, atau sedang belajar menulis dalam bahasa Inggris, tidak rugi untuk membeli buku “Writing Tools” karya Clark. Ini buku penting!
SELASA SIANG – SESI KEEMPAT – Deskripsi
Bagaimana bikin deskripsi? Bagaimana memilih sumber? Cara mengutip bagaimana? Pilihan monolog yang sexy itu apa? Bacaan: “Ritual L.E. Manuhua” dalam majalah Pantau edisi Maret 2002 atau ”Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” oleh Alfian Hamzah.
Pekerjaan rumah: Buatlah sebuah deskripsi, 250 kata, tentang suatu ruang atau seseorang atau keduanya. Rekam dengan mata, telinga, hidung dan perasaan. Gunakan kalimat aktif namun jangan takut pada kalimat pasif. Perhatikan nama. Kenali semua nama, benda mati maupun hidup, dalam deskripsi Anda. Minggu depan akan dibaca bersama. Buatlah fotokopi sesuai jumlah peserta dalam kelas Anda. Bacalah ”Get the name of the dog” dari Roy Peter Clark (bisa google di internet). Semua peserta wajib mengerjakan PR ini.
SELASA MALAM – Diskusi pekerjaan individu
RABU PAGI – SESI KELIMA – Feature dan Piramida Terbalik
Bawalah satu harian terbitan Palangka Raya maupun Jawa atau lainnya. Bawa pula majalah. Entah Tempo, Time, Newsweek dan sebagainya. Perhatikan berita piramida terbalik dan bandingkan dengan feature? Apa bedanya? Kapan struktur ini ditemukan orang?
Bacaan: Buku Seandainya Saya Wartawan Tempo karya Goenawan Mohamad et. al.
RABU SIANG — SESI KEENAM– Struktur Karangan
Diskusi struktur karangan panjang dengan melihat naskah “Panasnya Pontianak, Panasnya Politik.” Bagaimana sebuah insiden di satu gang kecil menyebarkan hasutan rasialisme anti-Tionghoa. James Davidson menyebut pembantaian 1967 sebagai “akar kekerasan” di Kalimantan Barat. Bacaan: “Panasnya Pontianak, Panasnya Politik” oleh Andreas Harsono. Bacaan pengiring: “Ahmadiyah, Rechtstaat dan Hak Asasi Manusia” oleh Andreas Harsono.
RABU MALAM – Diskusi pekerjaan individu
KAMIS PAGI – SESI KETUJUH – Diskusi dengan pembicara tamu JJ Kusni.
KAMIS SIANG – SESI KEDELAPAN – Analisis
Bagaimana pula dengan analisis? Apa makna “news” serta “news analysis”? Buku-buku apa yang harus dikuasai? Tekniknya macam apa pula?
Bacaan: “The ‘Kemusuk Thug’ Is Finally Dead,” Inter Press Service, 28 January 2008. “Obama Has the Power to Help Papua” by Andreas Harsono, The Jakarta Globe, 21 Februari 2010.
Pekerjaan rumah: Bikin satu pengamatan! Mungkin satu tempat, mungkin satu adegan, mungkin keduanya. Pakai analisis Anda untuk menerangkan pengamatan itu! Gunakan kata saya dengan relevan.
KAMIS MALAM – Diskusi tugas individu
JUMAT PAGI — SESI KESEMBILAN – Pencemaran Nama Baik
Bagaimana hukum pencemaran nama baik di Hindia Belanda dan Indonesia? Bila suatu karya sudah dibeli, bagaimana posisi hak ciptanya? Apa yang membuat penulis bisa masuk penjara?
Bacaan: “Apakah Wartawan Perlu Dipidanakan?” oleh Andreas Harsono. Panduan untuk Wartawan: Menghindari Jerat Hukum oleh Lukas Luwarso dan Solahudin (Seapa 2003). Kitab Undang-undang Hukum Pidana serta Kode Etik Wartawan Indonesia (coba Anda google sendiri dan pelajari pasal-pasal yang biasa dipakai menjerat wartawan). Studi kasus Prita Muljasari soal rumah sakit Omni International di Tangerang. Bacaan pengiring: Coba unggah link situs Human Rights Watch tentang pesakitan politik dari Alifuru dan Papua: http://www.hrw.org/en/reports/2010/06/23/kriminalisasi-aspirasi-politik?print.
JUMAT SIANG – SESI KESEPULUH – Diskusi Karya
SABTU PAGI – Penutupan. Peserta dan instruktur kembali ke Palangka Raya.
Salam hangat,
Andriani S. Kusni
Koordinator Pelatihan Wilayah Palangka Raya
UNDANGAN MENYAKSIKAN PENTAS MONOLOG KSB-PR 24/4/2010
Kepada
Yth. REKAN-REKAN MEDIA & PENDUKUNG GERAKAN KEBUDAYAAN
Di
Tempat
Dengan hormat,
Teater sebagai salah satu cabang kesenian punya peran cukup besar dalam mewarnai kehidupan berkesenian di Indonesia. Teater secara sosial menjadi salah satu penyumbang kritik dan saran dalam proses pembangunan dan kemajuan bangsa, terutama dalam hal menyuarakan kehendak rakyat berupa gagasan–gagasan perlawanan terhadap ketidakadilan dan praktek-praktek menyimpang dalam masyarakat.
Berkaitan dengan hal tersebut, bersama ini, Komunitas Seniman-Budayawan Palangka Raya mengundang rekan-rekan sekalian untuk menyaksikan program reguler 2 (dua) bulanan Komunitas Seniman-Budayawan Palangka Raya yakni PENTAS DUA MONOLOG yang diselenggarakan oleh, yang akan diselenggarakan pada hari/tanggal Sabtu, 24 April 2010 pukul 19:00 – Selesai di Gedung Eka Nganderang Tingang ( Mandala Wisata).
Karya I yang dibawakan berjudul Sanyasi karya Rabindranath Tagore, disadur oleh Isuur Loeweng S.Sn, aktor & sutradara Isuur Loeweng S.Sn. Isuur Loeweng S.Sn lahir di Jogjakarta tahun 1980. Lulusan Institut Seni Indonesia jurusan koreografer tari. Mulai berkesenian secara intens sejak tahun 1990 lewat kesenian tradisi ketoprak cilik kemudan merambah dunia teater modern saat duduk di bangku SMP. Pernah menari bersama Martinus Miroto Dance Company di beberapa negara (Finlandia, Jerman, Spanyol dan hampir semua negara di Asia Tenggara kecuali Cina). Pada tahun 2002 bergabung dengan Kyai Kanjeng asuhan Emha Ainun Najib dan ikut pentas dibeberapa daerah di Indonesia. Tahun 2006 hijrah ke Kalimantan Selatan tepatnya di kota Banjarbaru. Tahun 2009 dinobatkan sebagai sutradara terbaik dalam Festival Teater Tingkat Pelajar se-Kalsel. Tahun 2009 dinobatkan sebagai aktor terbaik Kalimantan Selatan dalam Festival Teater Tingkat Umum se-Kalimantan Selatan. Saat ini menjadi anggota dewan penasehat dan pelatih Halilintar Company Banjar Baru dan bekerja sebagai wartawan Radar Banjarmasin.
Karya II berjudul SOS karya YS Agus Suseno, sutradara & aktor Yadi Muryadi. Yadi memulai karir dibidang kesenian bergabung dengan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan. Tahun 2009 mendirikan “Teater KITA Banjarmasin” yang sampai sekarang masih eksis. Saat ini sedang mempersiapkan untuk pentas keliling 10 kota bersama Teater KITA Banjarmasin.
Demikian undangan ini kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian. Salam Gerakan Kebudayaan!
Palangka Raya, 21 April 2010
Andriani S. Kusni
Penanggungjawab Publikasi & Aktivitas Media KSB-PR
Rilis pers: UCAPAN TERIMA KASIH
ATAS DUKUNGAN PADA KEGIATAN PENTAS PARADE MUSIK DAYAKUSTIK KERJASAMA KSB-PR & DISBUDPAR PROV. KALTENG
Di Gedung Olah Seni Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Palangka Raya
Sabtu, 27 Maret 2010, Pukul 19:00-Selesai
Kepada Yang Terhormat:
Para penampil:
- Heri dari Kapuas
- Syaifuddin dari Kalampangan
- Akapela Katingan dari Katingan
- Siska-Yuli Bawor-Hesti Jingga dari Palangka Raya
- Agung CP dari Palangka Raya
- Deni- Novi-Dkk dari Palangka Raya
- Yostio dari Palangka Raya
- Terapung dari Palangka Raya
- Rimbat Kusin Dkk dari Palangka Raya
- Tutur KH Dkk dari Sampit
- Band etnik Utus Dayak Pimp. Bobby Tarung dari Palangka Raya
Para undangan yang menghadiri kegiatan:
- Pemerintah Kota Palangka Raya, Diwakili Bpk. Sahdin (Humas Pemerintah Kota)
- DPRD Prov. Kalimantan Tengah, Bpk. Arif Budiatmo (Wakil Ketua DPRD Prov. KalTeng)
- Dinas BudPar Prov. KalTeng, Bpk. Sadar Ardi (Ka. Dinas)
- Dinas BudPar Kota Palangka Raya, Ibu Threcy E. Anden (Ka. Dinas), Ibu Titik (Bidang Pemasaran & Pariwisata)
- Balai Bahasa Prov. KalTeng, Bpk Sumadi (Ka. Balai)
- PBSI Univ. Palangka Raya, Bpk. Lukman Hakim Siregar (Dosen PBSI)
- Dewan Kesenian Daerah KalTeng, Bpk. Makmur Anwar (Ketua Pelaksana Harian)
- Koperasi Persekutuan Dayak, Rinting (Ketua)
- Madame Aniesse, Perancis
- Batavia Air, Bpk. Edward Andhi Santosa
- Mahasiswa/i PBSI Univ. Palangka Raya
- Seluruh penikmat dan pekerja seni-budaya Kalimantan Tengah cq. Kota Palangka Raya
Para pendukung konkrit kegiatan ini:
- Dinas Kebudayaan & Pariwisata Prov. KalTeng
- Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah
- Badan Lingkungan Hidup Provinsi KalTeng
- Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Palangka Raya
- Sanggar Musik Robert
- Borneo Orang Utan Survival (BOS)
- Ibu Hj. Siti Poniyah
- Bpk. Sumadi
- Bpk. Arief Budiatmo
- Bpk. Esau Tambang
- HU Tabengan
- HU Kalteng Pos
- HU Palangka Post
- HU Dayak Pos
- Tabloid Detak
- Radio Bravo FM
Kepada mereka, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas seluruh dukungan terhadap Gerakan Kebudayaan di Kalimantan Tengah, khususnya untuk kegiatan PENTAS PARADE MUSIK DAYAKUSTIK yang diselenggarakan atas hasil kerjasama Komunitas Seniman & Budayawan Palangka Raya dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengahl
Sebagai penyelenggara acara, Komunitas Seniman & Budayawan Palangka Raya (KSB-PR) meminta maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan di hati baik sebelum, selama dan sesudah pertunjukan berlangsung.
Melalui rilis ini pula, KSB-PR menyatakan siap dan sedia diaudit jika diperlukan untuk kepentingan publik sesuai UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik guna mempertanggungjawabkan laporan keuangan kegiatan PENTAS PARADE MUSIK DAYAKUSTIK dan seluruh kegiatan KSB-PR lainnya yang termaktub dalam program kerja KSB-PR. Melalui kesiapan dan kesediaan ini, KSB-PR ingin menyampaikan bahwa KSB-PR memahami kebudayaan tidak hanya sebatas pertunjukan-pertunjukan kasat mata (pakaian adat, ritual, tarian, pentas musik, dll yang sifatnya seremoni saja). KSB-PR memahami bahwa ranah kebudayaan mencakup semua aspek dan disiplin ilmu pengetahuan termasuk budaya mengelola keuangan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.
Terima kasih sekali lagi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan PENTAS PARADE MUSIK DAYAKUSTIK. Semoga Tuhan YME senantiasa memberkati usaha kita membangkitkan Gerakan Kebudayaan di tanah Dayak. Amin.
Palangka Raya, 28 Maret 2010
KOMUNITAS SENIMAN & BUDAYAWAN PALANGKA RAYA
Andriani S. Kusni
Penanggung Jawab Divisi Penyiaran & Aktivitas Media
RILIS PERS PENTAS MUSIK DAYAKUSTIK
KOMUNITAS SENIMAN-BUDAYAWAN PALANGKA RAYA (KSB-PR)
BEKERJA SAMA DENGAN
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Sekilas Tentang KSB-PR
Berdiri pada 1 November 2009. KSB-PR memiliki visi menjadikan Palangka Raya sebagai Kota Budaya. KSB-PR bekerja sebagai sistem pendukung (supporting system) gerakan kebudayaan bagi aktor-aktor gerakan kebudayaan yakni pemerintah, pihak swasta, pekerja seni-budaya, masyarakat penikmat seni dan komunitas-komunitas. Sebagai sistem pendukung, KSB-PR berperan sebagai pendorong, pengarah, pembimbing sekaligus sebagai rekan belajar dan mengajar dalam proses berkegiatan dalam membangkitkan gerakan kebudayaan. KSB-PR memahami bahwa untuk membangkitkan dan menjalankan gerakan kebudayaan yang mengakar kuat, kokoh dan memiliki ruh, tidak hanya dengan membuat pertunjukan-pertunjukan seni-budaya yang sifatnya seremoni belaka. Gerakan kebudayaan harus memiliki aspek pendidikan dan pemberdayaan manusia karena “tidak ada gunanya menilik soal-soal kebudayaan sebatas melihatnya sebagai pertunjukan semata yang ujung-ujungnya hanya mengerucut pada dimensi ekonomi. Jika dilihat dengan cara begini, maka hasilnya adalah solusi-solusi praktis-komersil yang hanya berorientasi uang dan pencitraan fisik, namun tidak membuat kita menjadi lebih kokoh dan lebih kaya secara kultural.” (Lihat: Budaya Setempat, Andriani S. Kusni, Halaman Budaya Palangka Post, Senin, 8 Maret 2010).
Sejak berdirinya pada 1 November 2009, KSB-PR telah melakukan kegiatan yakni:
- Pentas Seni dan Dialog Budaya, Desember 2009 di Betang Mandala Wisata
- Kelas Penulisan Jurnalisme Sastrawi
- Pameran Lukisan Anak dan Pentas Seni kerjasama dengan PWI KalTeng, PALMA, Januari 2010
- Pentas Monolog. Pertunjukan I pada Februari 2010, pentas ini rutin 2 (dua) bulan sekali tiap minggu III.
- Siaran Budaya Ganderang Tingang kerjasama KSB-PR, Radio Bravo FM dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yakni Pentas Karya Seni tiap kamis malam pukul 20:00-21:00 dan Warung Samandiai tiap Jumat malam, pukul 19:00-21:00.
- Audiensi tentang masalah kebudayaan dengan Komisi C DPRD Provinsi KalTeng, Gubernur Agustin Teras Narang, Walikota Palangka Raya Riban Satia, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, BudPar Kota Palangka Raya, dan PWI Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang akan dilaksanakan berikutnya adalah:
- Penerbitan Jurnal Budaya Ganderang Tingang.
- Pelatihan Radio Komunikasi (rencananya bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah)
- Penerbitan Antologi Cerpen
Deskripsi Kegiatan Pentas Musik Dayakustik
Maksud kegiatan Pentas Musik Dayakustik adalah mengarusutamakan musik dayak dalam pengembangan seni musik di Kalimantan Tengah. Yang dimaksud dengan musik Dayakustik dalam kegiatan ini adalah sajian musik akustik yang garapannya memuat unsur musik Dayak. Bisa dilakukan dengan cara; langsung menggunakan alat musik Dayak, mengambil unsur bunyi, irama atau bahasa.
Waktu & Tempat Pelaksanaan
Gedung Olah Seni BudPar Kota, Sabtu, 27 Maret 2010, 19:00-Selesai
Penampil
- Sulistyo
- Panggilan Sulis. Ia seorang pegawai perusahaan leasing di kota Palangka Raya.
- Alat musik gitar. Membawakan lagu ciptaan sendiri berjudul Kahayan dan Pentas Halemei.
- Siska
- Berasal dari Buntok. Siswa kelas 2 SMA 4 Palangka Raya.
- Membawakan lagu Palangka Raya diiringi gitar oleh Yuli Bawor. Lagu Palangka Raya terdapat pada album I Yuli Bawor berjudul Kawal Kabuat.
- Yuli Bawor & Hesti Jingga
- Musisi asal Yogyakarta yang menetap di Palangka Raya.
- Berduet bersama Hesti Jingga membawakan lagu ciptaan sendiri berjudul Anak Muda Lepas Kendali (AID) dan Borneo-ku.
- Syaifuddin
- Seorang remaja tuna netra berasal dari Kalampangan. Mengajar musik dan sering mengisi acara-acara undangan.
- Alat musik keyboard. Membawakan lagu berjudul Indu dan Kawin Hindai ciptaan Yuli Bawor.
- Tutur K.H. dkk
- Berasal dari Sampit. Ia pengajar seni-budaya di salah satu SMA di Sampit dan pembina sanggar seni.
- Alat musik perkusi dan akan membawakan musikalisasi puisi.
- Heri
- Berasal dari Kapuas. Pimpinan Yayasan Panunjung Tarung (YPT), LSM yang bergerak dibidang advokasi lingkungan
- Alat musik gitar semi elektrik, membawakan karungut ciptaan sendiri.
- Deni dkk
- Pembina dan penata musik Sanggar Balanga Tingang.
- Alat musik kecapi, suling balawung, gendang manca, gong, rojeh, salakatuk, tangkung undang, suling burung, dan beduk. Membawakan sendra musik berjudul Lengan Pinang Gulaian, sebuah komposisi musik tradisional yang menggambarkan irama musik atau suara yang dilantunkan oleh tiupan angin yang menerpa tiap-tiap helai daun pohon pinang, sehingga menimbulkan suara dinamis, memiliki tempo yang disesuaikan dengan hembusan angin (cepat, lambat, lembut dan keras). Penata musik, Deni.
- Terapung
- Kelompok seni yang menspesialisaikan diri di bidang musikalisasi puisi. Didirikan tahun 2004. Berasal dari Palangka Raya.
- Membawakan musikalisasi puisi Dermaga Tua dan Tanjung Puteri karya Badar Usin Sulaiman. Penata musik, Agung CP.
- Irwandi dkk
- Berasal dari Katingan. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri di palangka Raya.
- Membawakan Sansana Kayau, seni musik dan sastra khas daerah Katingan.
10. Rimbat Kusin
- Berasal dari Palangka Raya.
- Alat musik, suling balawung. Membawakan karungut.
11. Agung CP
- Staf di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah
- Alat musik, Sampe dan kecapi, membawakan musikalisasi puisi.
Pendukung Acara
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah
- Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah
- Radio Bravo FM
- Tabloid DETAK
- HU Palangka Post
Palangka Raya, 24 Maret 2010
KOMUNITAS SENIMAN-BUDAYAWAN PALANGKA RAYA
Andriani S. Kusni
Penanggung Jawab Publikasi & Aktivitas Media
Leave a Comment