Archive for the ‘INFO’ Category

SUSI PUJIASTUTI, MENTERI PERIKANAN DAN KELAUTAN

Berbekal Ijazah SMP, Bos Susi Air Jadi Menteri Jokowi-JK
Oleh Redaksi pada October 26, 2014

http://atjehpress.com/2014/10/berbekal-ijazah-smp-bos-susi-air-jadi-menteri-jokowi-jk/

Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pudjiastuti.
JAKARTA|AP-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjatuhkan pilihannya pada Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti untuk menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Susi memang berbeda dengan menteri kebanyakan. Jika menteri-menteri yang lain adalah lulusan sarjana, bahkan hingga perguruan tinggi luar negeri, Susi hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Namun jangan salah, wanita kelahiran 15 Januari 1965 Pangandaran, Jawa Barat, ini merupakan salah satu pengusaha yang sukses. Kesusksesan Susi terlihat dari puluhan pesawat yang dia miliki dari berbagai jenis seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter, dan Piaggio P180 Avanti.
Susi mengawali karir sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya berkembang kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan pada PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan lobster bermerk Susi Brand . Pasarnya, pun berkembang hingga luar negeri seperti Asia dan Amerika.
Berkembangnya pasar produk ini pun membuatnya mau tak mau membutuhkan sarana transportasi sehingga produk yang dibawa dalam keadaan segar. Akhirnya muncullah pemikiran untuk membeli sebuah pesawat pengangkut yang kemudian melatarbelakangi berdiri PT ASI Pudjiastuti Aviation dan berkembang hingga saat ini.
Gebrakan yang dilakukan Susi menuai perhatian dari banyak kalangan. Hingga kemudian dia pun dianugerahi pengharagaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprose Exporter tahun 2005. (Liputan 6 .com)

Pidato Lengkap Susi yang Bikin Ribuan Undangan Sertijab Tepuk Tangan Meriah
Wiji Nurhayat – detikfinance
Rabu, 29/10/2014 14:16 WIB
Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi magnet di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini. Betapa tidak, ribuan pegawai negeri sipil, mantan menteri, hingga direksi bank nasional hadir saat serah terima jabatan (sertijab) dengan menteri yang lama yaitu Sharief C Sutardjo.

Datang mengenakan kebaya berwarna putih, lengkap dengan kain songket berwarna hijau bermotif cokelat, dengan sanggul, Susi betul-betul menjadi daya tarik ribuan peserta sertijab. Para peserta segera mengeluarkan kamera canggih dan beberapa di antaranya membawa tongsis dari rumah, untuk mendokumentasikan momen yang jarang terjadi.

Acara semakin ramai dan riuh, saat Susi berpidato di tengah-tengah lautan ribuan peserta sertijab. Mereka tidak segan-segan meneriaki ‘hidup Bu Susi’, atau tepuk tangan saat Susi mengungkapkan isi pidatonya.

Tanpa satupun helai teks pidato, Susi dengan lihat mengungkapkan kata demi kata dengan gaya tangan yang tidak bisa diam. Berikut ini isi pidato Susi yang menjadi daya tarik peserta sertijab di Gedung Mina Bahari III, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Yang saya hormati, Pak Cicip, Daniel Kaiser ayah dari anak saya. Saya habis kata-kata dan hari ini kalian kasih wejangan yang luar biasa bagi saya. Dari kemarin saya sudah berdiskusi dengan seluruh pejabat eselon I kementerian. Hampir semua pejabat eselon I di sini ilmuwan, tetapi ijazah saya hanya sebatas SMP. Tetapi saya sudah berdiksui dengan semua pejabat eselon I. Semua open mind dan open welcome kepada saya. Ujungnya kita punya common sense dan logika.

Kemudian saya akui pernah ke kantor kementerian ini 15 tahun yang lalu. Sudah lama saya tidak pernah ke kantor ini dan sudah banyak berubah. Namun sekarang kita harus masukan komersialisasi untuk mensejahterakan nelayan. Jadi jika itu ada, maka ada development-nya sustain. Saya mau terus bekerja keras di awal untuk membangun sistem itu agar ke depan terpikirkan komersialisasi akan menciptakan business sense, sehingga akan ada buying commercial untuk mendapatkan profit. Kalau sudah ada profit maka bisa berkelanjutan, dan bisa merambah ke hal yang lain.

Kemudian sejak kemarin, banyak media yang panggil saya Bu menteri, Bu menteri. Siapa Bu menteri? Nama saya bukan Bu menteri, Bu Susi saya baru kenal. Tetapi saya ingin kerja dan saya tidak mau diganggu lagi sama media. Saya ingin hari ini wawancara terakhir saya. Saya ini selebritis atau menteri KKP ya. Di sini ada Pak Menko, Pak Menko saya jadi nggak bisa kerja saya (diganggu media).

Pak Cicip yang saya hormati, saya mengambil pekerjaan ini tidak untuk kaya dan menjadi saya hebat, saya terima pekerjaan ini karena pengalaman 33 tahun saya di sektor perikanan dan 10 tahun di penerbangan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri, membangun ekonomi mandiri, membangun kebanggaan diri sendiri. Kangan sampai laut kita yang besarnya 70% atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia tetapi angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ini jadi target kita semua.

Jadi kita siap bekerja siang malam? (Tanya Susi kepada PNS KKP). Insya allah saya ingin kita terus bekerja keras. Suasana Susi Air 2 tahun ini kerjanya bagus, saya yakin staf di KKP juga akan memberikan lingkungan yang sama kepada saya.

(wij/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom

KABINET KERJA: Tak Lulus SMA, Ini Biografi Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti

Bisnis.com, Minggu, 26 Oktober 2014, 21:13 WIB
Sukirno

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla mengangkat wanita yang tak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Siapa dia?
Dikutip Bisnis dari laman resmi Maskapai Penerbangan Susi Air, Minggu (26/10/2014), disebutkan Susi Pudjiastuti merupakan pemilik sekaligus CEO Susi Air.
Dia lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965. Susi merupakan pengusaha dan pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product yang merupakan perusahaan pengekspor hasil perikanan. Dia juga pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan maskapai penerbangan Susi Air.
Tercatat, Susi mengawali bisnis maskapai penerbangan pada 2004 setelah sebelumnya dia menjadi eksportir perikanan dengan memiliki 2 unit pesawat. Pada 2013 lalu, Susi Air telah berkembang dengan memiliki 49 unit pesawat yang menghubungkan ratusan rute penerbangan di kota-kota terpencil di Tanah Air.
Susi Air memiliki berbagai armada tipe pesawat seperti Cesna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter, dan Piaggio P180 Avanti. Tercatat, Susi Aie mempekerjakan 175 pilot asing dari 179 pilot.
Pada 2012 lalu, Susi Air meraup pendapatan mencapai Rp300 miliar dan telah melayani lebih dari 200 penerbangan perintis di Indonesia.
Susi yang lahir dan besar di Pangandaran ternyata hanya memiliki ijasah SMP. Dia memang sempat mengenyam pendidikan SMA di Yogyakarta, namun dikeluarkan pada saat kelas II SMA.
Pada 1983, Susi mengawali bisnis sebagai pengepul ikan di Pantai Pangandaran. Perkembangan bisnisnya terbilang pesat sehingga dia mendirikan pabrik pengolahan ikan pada 1996 dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product.
Pesawat yang dibeli seharga Rp20 miliar tadinya hanya untuk mengangkut produk lobster dan ikan segar kemudian berubah setelah terjadi Tsunami Aceh pada 2004.
Cessna Susi tercatat menjadi pesawat pertama yang mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di wilayah terisolir. Akhirnya, istri dari mekanik pesawat asal Jerman Christian Von Stombeck itu mengubah arah bisnis dengan mendirikan maskapai penerbangan.
Berikut jabatan yang diduduki Susi Pudjiastuti:
1. CEO of PT. ASI Pudjiastuti (Marine).
2. CEO of PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
3. CEO of PT ASI Pudjiastuti Flying School (Susi Flying School).
4. CEO of PT ASI Geosurvey.
5. Board of Advisor of HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia).
6. Independent Environmental Activist.
7. Ketua Komite Pembangunan UKM Kadin Indonesia
Berikut penghargaan yang diterima Susi Pudjiastuti:
1. People of The Year 2013; by MNC Group Newspaper (Koran Sindo), 2014.
2. Award For Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy; APEC Women and the economy summit (WES),
3. U.S; by APEC, 2011.
4. Ganesha Widya Jasa Aditama Award; by Institut Teknologi Bandung, 2011.
5. The Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award; by Ministry of Cooperative & SMEs, 2010.
6. Sofyan Ilyas Award, by Ministry of Marine Affair and Fisheries, 2009.
7. The Best Indonesia Berprestasi Award; by PT. Excelcomindo Pratama, 2009.
8. Saudagar Tatar Sunda, by KADIN of West Java, 2008.
9. Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, by Governor of West Java, 2008.
10. Award for Economics, Inspiring Woman Award for Economics; by Metro TV, 2006.
11. Pelopor Ekspor Ikan Laut; by Governor of West Java, 2005.
12. Young Entrepreneur of the Year; by Ernst and Young Indonesia, 2005.
13. Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise; by President of RI, 2005.
14. Pelopor Wisata; by West Java Department of Culture & Tourism, 2004.
15. Purwa Citra Priangan, Peningkatan Kehidupan Nelayan; by Pikiran Rakyat, 2004.
Editor : Sepudin Zuhri
Berita Terkait »
• SUSI PUDJIASTUTI: Penyelundup Ikan, Saya Babat
• Ini Respon Netizen Atas Kabinet Kerja, Puan dapat Sentimen Negatif
• KABINET JOKOWI-JK: Kata Geruduk Belum Bebas Orang Bermasalah

AUDIT LINGKUNGAN DIDORONG

Audit Lingkungan Didorong
Stop Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan, Prioritaskan Konservasi
JUMAT, 31 OKTOBER 2014

JAKARTA, KOMPAS — Di tengah proses peleburan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar diminta memulai audit lingkungan pada berbagai usaha di kawasan hutan. Audit bisa mengungkap berbagai kerusakan lingkungan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, audit lingkungan merupakan alat evaluasi usaha/ kegiatan. ”Kalau lingkungan hidup (dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK) kuat, menteri bisa melakukan audit lingkungan. Hasilnya digunakan untuk mengomposisi ulang perizinan dan mendasarkan izin-izin pada kajian lingkungan hidup strategis,” kata Andiko, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (Huma), di Jakarta, Kamis (30/10).
Langkah serupa, audit kepatuhan, Juli-Agustus 2014, dilakukan Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan serta Badan Pengelola REDD+ untuk mengungkap masalah kronis kebakaran di Riau. Hasilnya, semua perusahaan dan sebagian besar pemerintah daerah penerbit izin tak mematuhi kewajiban mencegah dan mengendalikan kebakaran.
Pada seminar Huma, ”Proyeksi Pembaruan Hukum Pengelolaan Sumber Daya Alam pada Pemerintahan Baru”, Andiko mengatakan, audit lingkungan penting. Banyak izin kehutanan, khususnya tambang, menyisakan masalah. Tambang mineral, batubara, dan emas ditinggalkan tanpa reklamasi.
Di Samarinda dan Bangka, tambang menyisakan lubang-lubang besar. Selain menewaskan anak-anak karena tercebur, air yang bersifat asam berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Menurut Myrna A Safitri, Direktur Eksekutif Epistema Institute, komitmen lingkungan bisa ditunjukkan Menteri LHK dengan menyetop izin pinjam pakai di kawasan hutan. Itu memberi waktu perbaikan sistem dan merehabilitasi tambang terbuka.
Paparan Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan, 25 April 2014, izin pertambangan terdapat di kawasan hutan konservasi (1,3 juta hektar/379 izin), hutan lindung (4,9 juta ha/1.457 izin), dan hutan produksi (19,6 juta ha/4.327 izin).
Sementara itu, hingga Agustus 2014, ada 517 izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang meliputi 441.000 ha untuk pertambangan. Untuk non-pertambangan, seperti fasilitas pertahanan keamanan, jalan umum, dan saluran listrik, terdapat 247 IPPKH yang meliputi 44.761 ha.
Penghentian penerbitan IPPKH dinilai tak akan banyak memengaruhi perekonomian. Untuk peningkatan ekonomi, kata Myrna, Kementerian LHK bisa memberi porsi lebih banyak pada izin-izin hutan sosial bagi komunitas masyarakat sekitar hutan. Itu demi membawa rasa keadilan pengelolaan hutan yang 99 persen dikuasai korporasi.
”Pengelolaan kawasan konservasi, hutan lindung, dan pemulihan fungsi hutan harus jadi prioritas dan untuk itu tak bisa eksklusif karena di dalam hutan itu terdapat lokasi-lokasi ruang hidup masyarakat adat atau lokal,” kata Hariadi Kartodihardjo, Guru Besar Kehutanan IPB dan pengurus Dewan Kehutanan Nasional. (ISW/ICH)

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000009805705

ADMIN TRIOMACAN2000 DITANGKAP

Admin TrioMacan2000 Disergap Polisi di Tebet Saat Terima Uang Pemerasan Rp 50 Juta
Mei Amelia R – detikNews, Rabu, 29/10/2014 08:18 WIB

Jakarta – Edi Saputra, salah seorang yang diduga admin akun Twitter @TrioMacan2000 ditangkap aparat Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya karena diduga memeras petinggi PT Telkom. Edi disergap polisi di tempat tongkrongannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan saat menerima uang hasil pemerasan.

“Dia kami tangkap saat menerima Rp 50 juta dari karyawan pelapor,” ujar Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (29/10/2014).

Sebelumnya, pemilik akun Twitter TrioMacan2000 ini dilaporkan oleh salah satu petinggi PT Telkom karena melakukan pencemaran nama baik lewat sosial media tersebut.

“Namun setelah mencemarkan nama baik, ujung-ujungnya meminta uang,” kata dia.

Merasa jengkel dengan hal itu, pelapor pun melaporkan akun @TrioMacan2000 ini ke Polda Metro Jaya. Ketika diminta memberikan sejumlah uang, polisi kemudian meminta pelapor untuk memancing tersangka.

“Awalnya minta ketemu di pom bensin, tetapi setelah di pom bensin, dia (Edi-red) ubah tempatnya menjadi di tempat biasa dia nongkrong, di Tebet,” jelasnya.

Edi disergap polisi pada Senin (27/10) malam lalu. Ia tidak bisa berkutik lagi ketika menerima uang dari pelapor.

(mei/ndr)

MENEROPONG DAYAK IBAN MENATA LINGKUNGAN

Meneropong Dayak Iban Menata Lingkungan

http://www.shnews.co/detile-4674-meneropong-dayak-iban-menata-lingkungan—.html

Septiawan | Jumat, 13 Juli 2012 – 15:25:30 WIB
(SH/Septiawan)Suku Dayak Iban diberi hidup di Taman Nasional Danau Sentarum karena mampu menjaga konservasi.
Tato bergambar Pancasila itu sudah hampir luntur. Mungkin karena terlalu lama “bertengger” di lengan kanannya atau kualitasnya yang kurang bagus. Tapi, tato di lengan kirinya masih tampak jelas dan tebal, bergambar jangkar dan di bawahnya tertera kata “Brunei”.
Akwang adalah sang empunya tato. Umurnya sekitar 65 tahun. Dialah Kepala Dusun Sungai Pengerak, Desa Jongkong Kiri Hilir, Dusun Kenasau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Akwang merupakan keeturunan Suku Dayak Iban yang menetap di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).
Tato “Brunei” menjadi pertanda bahwa Akwang pernah merantau ke Brunei. Ini terjadi sekitar 10 tahun lalu saat dia mengadu nasib sebagai pekerja bangunan. Ternyata hasil yang dia petik sebagai pekerja kasar di negeri orang tidak sesuai harapan. Hingga akhirnya dia kembali pulang ke perkampungan Dayak Iban di Lembah Bukit Kenasau.
Kepulangannya dilakukan pada saat Hari Gawai, hari perayaan panen yang biasanya dilakukan di kota dan lamin (rumah panjang). Upacara ini dimaksudkan untuk memberi persembahan kepada dewa padi atas hasil panen yang melimpah. Kegiatan secara besar-besaran dilakukan sejak 25 September 1964.
Setelah acara Gawai selesai, ada yang memilih menetap selamanya di dusun itu, namun ada juga yang kembali ke perantauan di negeri seberang, kebanyakan di Malaysia dan Brunei. Bagi yang pindah ke negara lain biasanya juga pindah menjadi warga negara tersebut.
Akwang termasuk yang memilih kembali menjadi penduduk Dusun Kenasau bersama istri dan keempat anaknya.
Dia merasa hidup makmur berkat hasil karet dari perkebunannya seluas 5 hektare di atas tanah adat. Hasil sadapan karet itu dijual ke pengepul, yang nyatanya mampu mengebulkan asap dapurnya. Dia juga memiliki beberapa keramba ikan untuk kemudian hasilnya dimakan sendiri bersama keluarganya dan untuk dijual ke pasar tradisional.
Mendapatkan ikan di dalam keramba itu membutuhkan energi ekstra, tidak instan. Ini karena Akwang menghindari penggunaan setrum, menuba (menebarkan racun dari akar tanaman), menggunakan jermal warin atau perangkap ikan dengan jaring/net ukuran kecil.
Dia hanya menggunakan mata kail dengan umpan ikan kecil. Cara untuk melestarikan alam ini diketahuinya setelah memperoleh bimbingan dari Yayasan Riak Bumi dan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu sejak 2000.
Lelaki ini menjelaskan, yang membuat ikan cepat habis adalah akibat budi daya ikan toman (channa micropeltes) dalam keramba. Ini karena pakan ikan toman adalah ikan segar berukuran kecil, di mana untuk satu hari bisa menghabiskan sekitar 30 kilogram ikan segar untuk keramba berukuran 2x3x1 meter. Sementara itu, panen ikan toman berlangsung setiap 16 bulan. Kalau dijual, harganya Rp 20.000-40.000 per kilogram.
Tidak hanya Akwang, ternyata seluruh masyarakat Dusun Kenasau tidak ada yang menggunakan keramba ikan untuk budi daya ikan toman. Namun nyatanya sepanjang tahun selalu saja ada ikan yang dapat ditangkap oleh masyarakat untuk dijual kepada pengumpul, seperti ikan toman, baung, belidak, tengalan, tapah, kalay, rinjau, jelawat, dan kelara.
Koordinator Yayasan Riak Bumi, Jim Sami yang mengikuti Ekspedisi Sentarum Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) di seluruh kawasan TNDS mengemukakan, Dusun Kenasau boleh dijadikan model pengelolaan sumber daya alam secara lestari yang berbasis hukum adat. Warganya tidak tergiur untuk mendapat tangkapan ikan yang banyak.
Mereka mencari ikan hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Seandainya masih ada yang tersisa, hasil penjualannya dipakai guna membeli kebutuhan bersama semisal genset untuk penerangan lampu yang kemudian dipasang di rumah betang. Rumah betang adalah rumah panjang khas Dayak. Di satu rumah betang terdapat sekitar tujuh keluarga. Di Kenasau ada 19 keluarga, tetapi 12 keluarga lainnya mendirikan rumah masing-masing.
Harmoni antara manusia dan alam tercipta di Kenasau, karena rakyatnya percaya bahwa alam yang menghidupi mereka harus “dihidupi” juga. SH ketika berkunjung ke sana menyaksikan jernihnya air sungai yang mengalir persis di depan rumah betang.
Suku Dayak Iban memang berbeda. Mereka diperbolehkan hidup di kawasan TNDS karena terbukti mampu menjaga kelestarian. Lain halnya yang terjadi di Dusun Vega, di mana ikan belidak sampai habis karena banyak orang menangkap ikan dengan cara memakai pukat yang disurang ke dalam air.
Lebah Enggan Datang
Sayangnya, area TNDS saat ini sudah dikepung oleh perkebunan kelapa sawit. Akibatnya, produksi madu pun berhenti sejak sekitar dua tahun lalu. Lebah madu enggan datang lagi akibat perambahan perkebunan sawit. “Sekarang sulit mencari lebah untuk madu,” kata Akwang sambil menunjukkan sarang lebah di pohon-pohon sekitar dusunnya.
Padahal, madu juga menghidupi masyarakat karena bisa dijual ke Pasar Jongkong yang terletak di perbatasan Indonesia–Malaysia dan Indonesia–Brunei. Akwang memang lebih memilih mata pencarian menangkap ikan, menyadap karet daripada mencari madu, karena sungai di depan rumahnya sudah menyediakan ikan berbagai jenis yang bisa dimakan setiap hari.
“Kami menjaga jangan sampai ikan itu nanti habis, karena orang luar sekarang mulai mencari ikan di dalam Danau Sentarum. Mereka memang menggunakan alat pancing dan jaring, tetapi ikan yang dipancing sebanyak mungkin untuk kemudian dijual ke Pontianak,” kata Akwang dengan nada prihatin. Dia juga menyesalkan jumlah jagawana atau penjaga hutan di TNDS yang sedikit sehingga tidak mampu mengawasi area TNDS dengan saksama.
Menurut survei yang pernah dilakukan Cifor dan Yayasan Riak Bumi, aparat pemerintah kabupaten, kecamatan, desa serta TNDS sangat jarang mengunjungi kampung. Staf desa belum tentu satu bulan sekali mendatangi kampung, kecuali menjelang pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada).
Bahkan, bantuan guru kampung tak jelas sehingga warga berinisiatif menggaji guru kampung. Yang dekat dengan rakyat hanya pihak gereja, pembeli ikan asin dan ikan toman, dan Yayasan Riak Bumi.
Terdapat tiga keluarga yang tinggal di atas lanting, yaitu rumah apung yang dibangun di atas sungai. Pada umumnya rumah adalah rumah panggung di sepanjang bantaran sungai yang dihubungkan oleh jalan kampung dari kayu yang dibangun secara swadaya. Di beberapa bagian jalan sudah miring.
Rumah-rumah tersebut memperlihatkan adanya adaptasi terhadap ekologi danau yang pasang-surut. Normalnya, danau terendam air 8-10 bulan di setiap tahunnya. Tetapi untuk tahun ini, sudah lebih enam bulan hujan tak turun sehingga permukaan Sungai Belitung surut.
Untuk hutan lindung, ada aturan yang merupakan kesepakatan antara Dayak Iban dengan Melayu. Aturan ini membolehkan memanfaatkan kayu hutan, dengan syarat untuk membangun rumah sendiri dan dilarang diperjualbelikan. Apabila aturan ini dilanggar, ada sanksi adat yang diberlakukan bagi pelakunya. Kontribusi masyarakat Dayak Iban yang besar terhadap konservasi layak diapresiasi semua pihak. (Sinar Harapan)

DUET PENGUSAHA RESMI PIMPIN INDONESIA

DUET PENGUSAHA RESMI PIMPIN INDONESIA
Komentar “‘Sunny’ ambon@tele2.se in: [nasional-list]” <nasional-list@yahoogroups.com> Tuesday, 21 October 2014, 4:49:

“ Sebagai pengusaha pasti mempunyai banyak kesempatan untuk memperbesar perusahaan masing-masing.”

http://www.mediaindonesia.com/hottopic/read/5069/Duet-Pengusaha-Resmi-Pimpin-Indonesia/2014/10/20

Duet Pengusaha Resmi Pimpin Indonesia
Senin, 20 Oktober 2014 Penulis: MI/ANATA FITRI SIREGAR

MI/PANCA SYURKANI
Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla

HARI ini, bangsa Indonesia resmi memiliki pemimpin baru. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan dilantik menjadi pasangan presiden dan wakil presiden ke-7 Republik Indonesia. Dalam kancah politik nasional, langgam Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi, dapat dikatakan from zero to hero. Berlatar belakang sebagai pengusaha eksportir furnitur sukses di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jokowi tidak pernah terlibat dalam dunia politik praktis.

Pada 2005, Jokowi bersedia maju sebagai kandidat Wali Kota Surakarta berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo.Pasangan itu kembali maju sebagai pasangan pada 2010 dan meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada). Jokowi kembali meraih kemenangan dalam dua putaran pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2012 dalam menghadapi Fauzi Bowo (petahana)-Nachrowi Ramli. Setelah itu, Jokowi yang berpasangan dengan JK mendapatkan kemenangan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wapres (Pilpres) 2014 saat menghadapi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jokowi lahir dan dibesarkan di lingkungan Jawa-Solo.Meski bukan berdarah biru keturunan keraton, Jokowi dididik orangtuanya sebagai orang Solo yang santun, nrimo, ora unggah-ungguh, dan seterusnya. Bagi sejumlah relawan pendukung, kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 menjadi inspirasi dan motivasi. Selain itu, pendukung juga memandang Jokowi memberikan impian kepada orang biasa.

Bila dibandingkan dengan Presiden RI sebelumnya, Jokowi memang bukan siapa-siapa. Presiden pertama RI, Soekarno, sudah dikenal sebagai tokoh bangsa dan proklamator, sedangkan Soeharto memiliki latar belakang militer dengan beragam prestasi antara lain pemberantasan PKI. BJ Habibie yang sebelumnya menjadi wakil presiden akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri akibat desakan gerakan reformasi 1998.

Setelah itu, Abdurrahman Wahid menjadi presiden setelah dipilih oleh MPR pada 1999. Pria yang kerap disapa Gus Dur itu adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1984 dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa pada 1998. Pada 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut MPR.

Megawati adalah presiden ke-5 Indonesia yang menjabat pada 23 Juli 2001-20 Oktober 2004. Putri mendiang Soekarno itu ialah presiden perempuan pertama Indonesia. Pada 20 September 2004, Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi kalah dalam putaran kedua pilpres saat menghadapi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-JK.

SBY adalah purnawirawan jenderal TNI-AD yang pernah menjabat menteri pertambangan dan energi serta menteri koordinator politik, sosial dan keamanan di zaman Presiden Abdurrahman Wahid. SBY kemudian menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada 2004, SBY menjadi presiden RI yang dipilih secara langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya.

Adapun Jokowi tidak pernah mengenyam jabatan militer atau kursi di kabinet. Sebelum menjabat wali kota, Jokowi tidak pernah aktif di organisasi kemasyarakatan beraroma politik. Selama menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Jokowi hanya aktif dalam organisasi pecinta alam.

Kesamaan latar belakang
Adapun pasangan Jokowi, Jusuf Kalla sempat dijuluki sebagai `the real president’ selama menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) era 2004-2009. Anggapan itu muncul lantaran sosok pria yang kerap disapa dengan akronim JK tersebut muncul dominan dalam berbagai peristiwa bila dibandingkan dengan sang Presiden Yudhoyono, sehingga sempat muncul spekulasi potensi `matahari kembar’ yang bersaing dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Akan tetapi, mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin yang dikenal dekat dengan JK, membeberkan alasan untuk menepis anggapan itu. Jokowi-JK, kata Hamid, sama-sama berlatar belakang sebagai pengusaha. “Pengusaha itu selalu berpikir efisien dan efektif. Keduanya tidak menjaga pencitraan, yang susah itu kalau satu ingin cepat dan efektif, dan satunya pencitraan,“ kata Hamid yang mengaku sudah mengikuti JK selama 17 tahun. Soal mereka tidak meraih dukungan mayoritas parpol di DPR. Hamid menjawab, “Kalau DPR macam-macam, kan publik yang berteriak.”

ETAN OPPOSES APPOINTED OF RETIRED GENERAL RYA IZARD RYACUDU AS DEFENSE MINISTER

ETAN Opposes Appointment of Retired General Ryamizard Ryacudu as Defense Minister

Contact: John M. Miller, ETAN, +1-917-690-4391, +1-718-596-7668 john@etan.org

October 26, 2014 – The East Timor and Indonesia Action Network (ETAN) today condemned Indonesia President Joko “Jokowi” Widodo’s appointment of retired General Ryamizard Ryacudu as Minister Defense.

“The appointment of a hardliner like Ryamizard Ryacudu tells us that President Widodo is not serious about promoting human rights or reaching out to West Papua,” said John M. Miller, Coordinator of ETAN.

“He is a relic of the past with a history of excusing rights violations by soldiers, threatening human rights critics, and asserting the military’s right to meddle in civilian affairs.”

Miller added, “While fighting corruption may be a priority for his administration. He certainly didn’t take into account Ryamizard’s well-reported statements on human rights. This speaks volumes about the importance of human rights to Jokowi.”

Indonesia’s anti-corruption agencies vetted cabinet nominees at President Widodo request. He rejected several based on their recommendations.

While campaigning President Widodo responded positively to some calls for justice for past human rights violations, including those from 1998. He has also said he would open a new dialogue with West Papua.

In a statement released in late June human rights groups urged the next government of Indonesia “to break with the past [and] fully and meaningfully address the legacy of impunity for past human rights violations,” adding that “the continued lack of accountability for past and ongoing violations of human rights threatens lasting progress.”

Background on Ryamizard Ryacudu

Retired General Ryamizard Ryacudu is a hardliner known for his xenophobic remarks and criticisms of rights activists. He has expressed doubts about civilian supremacy over the military. Indonesian human rights activist Usman Hamid wrote that Ryamizard is “widely known for his hard-line stance on human rights and separatism without considering government policy.”

He oversaw the implementation of martial law in Aceh, which began in May 2003 and took hundreds of lives. At that time he opposed negotiations, telling Time magazine: “Our job is to destroy GAM’s military capability. Issues of justice, religion, autonomy, social welfare, education? Those are not the Indonesian military’s problems,” In the same interview, he responded to reports of his soldiers executing unarmed children, saying: “If they are armed and fire, they will be shot, because children – and women – can kill, too.”

Later that year, Ryamizard said that anyone who opposes army policy should be considered an anti-government rebel and therefore a legitimate target. Allan Nairn writes:

“Ryamizard clarified the army’s definition of what makes a person an enemy when speaking of civilians who were unhappy with the state of siege. He indicated that anyone who had such feelings would be defined by the army as ‘GAM,’ i.e. a member of the Gerakan Aceh Merdeka, the Aceh Freedom Movement.

“‘People who dislike the military emergency in Aceh are GAM members,'” Gen. Ryamizard said, ‘So if they have the same voice as GAM members, this will mean that they are the younger brothers of the separatist movement.’

This categorization was hugely significant since the official approach to GAM was: “hunt them down and exterminate them,” in the words of the armed forces commander (Gen. Endriartono, May, 2003, quoted by Amnesty.”

After the conviction of several Kopassus special forces members for the murder of West Papuan leader Theys Eluay, Ryamizard said that “I don’t know, people say they did wrong, they broke the law. What law? Okay, we are a state based on the rule of law, so they have been punished. But for me, they are heroes because the person they killed was a rebel leader.”

Ryamizard is close to former president Megawati Sukarnoputri, who heads Widodo’s political party, the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P). Ryamizard as Kostrad commander mobilized troops in central Jakarta on July 22, 2001 as parliament was preparing to impeach President Wahid on what many believe were trumped up charges, inspired by Wahid’s reforms and his apologies for human rights violations committed by the military in Aceh, West Papua and Timor-Leste.

In Power Politics and the Indonesian Military (pp. 184-5), Damien Kingsbury writes:
“By morning, a series of tanks, armoured cars and armed soldiers encircled the base of the National Monument in the centre of the square; further tanks, armoured cars and soldiers guarded the main entrances to the area, with police in front of the MPR building and more soldiers and armoured vehicles in front of the presidential palace. In all, there were some 2,000 soldiers, 35 tanks and 25 armoured cars, and many of the tanks had their guns pointing at the relatively few supporters of the beleaguered president and at the presidential palace itself. It was not a coup, but equally it was perfectly clear that the army would not allow the removal of the president from office to be marred by any unforseen difficulties. It was not, and Megawati became president on 23 July 2001.”
In 2004, during the last days of her administration, Megawati nominated Ryamizard as chief of the armed forces. Her successor, President Yudhoyono, denied him the promotion.

The East Timor and Indonesia Action Network (ETAN) was founded in 1991. ETAN supports democracy, human rights and justice in Timor-Leste, West Papua and Indonesia. Website: http://www.etan.org Twitter: @etan009.
See also
• West Papua Report October 2014: Jokowi challenged
• WPAT: Open letter to President-elect Joko Widodo on West Papua rights (August)
• ETAN Statement on 2014 Indonesian Election (July 10)
• ETAN, et al.: Groups Urge Any New Government of Indonesia to Pursue Justice and Respect Rights (June 30, 2014)

• U.S.-Indonesia Security Assistance
• Human Rights, Accountability and Justice page
• Indonesian Struggles

http://etan.org/news/2014/10ryamizard_ryacudu%20.htm

KABINET JOKOWI-JK

KABINET JOKOWI
Pengantar “iwamardi iwamardi@yahoo.de, in: [nasional-list]” nasional-list@yahoogroups.com, Sunday, 26 October 2014, 21:55

Inilah daftar resmi menteri2 Kabinet Kerja Jokowi-JK :

Mudah2an mereka kerja keras buat bangsa dan nagara Indonesia, terutama bagi rakyat miskin (yang merupakan mayoritas rakyat Indonesia !) dan demi kbangkitan dan kejayaan bangsa Indonesia !
Dan….jangan sampai tergeliur atau bermata hijau bila melihat kesempatan memperkaya diri sendiri alias copet uang rakyat !!!!!
Amiiiin !

Yang sangat menarik adalah sosok Menteri Perikanan dan Kelautan: Susi Pudjiastuti ! Dia hanya berijasah SMP, tetapi seorang autodidakt yang berhasil mendirikan perusahan industri ikan dan penerbangan ! (suaminya orang Jerman !).
Diharapkan jangan ada konflik kepentingan perusahaannya dengan jabatan yang dia pegang, juga jangan ada konflik dengan kepentingan negeri/orang Jerman !
Teman2 di Belanda boleh bersuka, Dubes mereka telah naik pangkat menjadi Menlu !

Selamat bekerja Kabinet Kerja Jokowi-JK !

Berikut nama-nama menteri dalam kabinet Jokowi-JK :
1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Pratikno (Rektor UGM)
2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago (Ahli kebijakan publik dan anggaran)
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo (Praktisi)
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto (Mantan KSAL)
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil (ahli ekonomi)
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (PDIP)
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan (Dirut PT KAI)
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti (Wirausahawati)
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya (Profesional)
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (PDI Perjuangan)
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi (Dubes RI di Belanda)
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu (mantan KSAD)
14. Menteri Hukum dan Ham: Yasonna H.Laoly (PDI Perjuangan)
15. Menkominfo: Rudi Antara (profesional)
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi (Nasdem)
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro (ekonom)
18. Menteri BUMN Rini M.Soemarno (mantan Ketua Tim Transisi/mantan menteri perindustrian)
19. Menteri Koperasi dan UMKM: Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin (Hanura)
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel (profesional)
22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman (praktisi)
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (politisi)
24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (birokrat)
25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (Nasdem)
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan (Nasdem)
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin (PPP)
28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek (profesional)
29. Menteri Sosial: Khofifah Indra Parawansa (tokoh Muslimah NU)
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Budaya Dikdasmen: Anies Baswedan (mantan Tim Transisi)
32. Menristek dan Dikti: M.Nasir (Rektor Undip)
33. Menpora: Imam Nahrawi (politisi)
34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar (PKB)

PERNYATAAN LENGKAP PRABOWO TENTANG PERTEMUAN DENGAN JOKOWI

Ini Pernyataan Lengkap Prabowo tentang Pertemuan dengan Jokowi
Elza Astari Retaduari – detikNews

http://news.detik.com/read/2014/10/17/110654/2721573/10/ini-pernyataan-lengkap-prabowo-tentang-pertemuan-dengan-jokowi

Jumat, 17/10/2014 11:08 WIB

Jakarta – Prabowo Subianto bertemu dengan Jokowi. Pertemuan ini mencairkan rivalitas mereka sejak musim Pilpres 2014 dan memberi angin segar di masa selanjutnya. Saat jumpa pers, baik Prabowo dan Jokowi saling melempar canda.

Hal ini disampaikan Prabowo pada pers di kediaman ayahanda Prabowo di Jl Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). Berikut pernyataan lengkap Prabowo yang diiringi tawa dalam jumpa pers yang didampingi Jokowi:

Saya mendapat kehormatan kedatangan tamu terhormat Bapak Joko Widodo yang InsyaAllah tanggal 20 akan dilantik jadi Presiden RI. Saya menerima beliau di rumah almarhum Pak Soemitro, ayahanda saya. Dalam pertemuan yangg penuh keakrakaban, penuh persahabatan, saya menyampaikan ucapan selamat saya atas diangkat, dilantik menjadi Presiden RI tanggal 20 dan saya menyampaikan bahwa saya yakin beliau seorang patriot.

Saya yakin di dalam hati paling dalam beliau, keinginan kami sama, keingingan kami adalah keutuhan RI, Pancasila dan NKRI sebagai komitmen kita, itu saya sampaikan.

Saya menyampaikan bahwa partai yang saya pimpin dengan teman-teman saya, pendukung saya akan saya minta untuk mendukung Saudara Joko Widodo dan pemerintah yang akan beliau pimpin. Jika ada hal-hal yang kami nilai tidak menguntungkan, kami tidak akan segan-segan menyampaikan kritik dan itu saya sampaikan dan beliau bilang…

Saya sampaikan kepada pendukung saya bawa pertarungan politik adalah wajar. Kita sering beretorika keras tapi di ujung hanya kesejahteraan rakyat bangsa Indonesia. Saya mohon semua pendukung saya tidak anggap perbedaan politik, pandangan dan persaingan politik harus menjadi sumber perpecahan. Kita satu bangsa dan satu nusa, kita harus bersatu.

Saya berharap beliau datang ke Hambalang dan beliau janji walau sudah jadi Presiden, beliau akan datang ke Hambalang dan itu suatu kehormatan. Saya akan minta beliau menyanyi.

Begini, saya tadi sudah sampaikan saya belum terima undangan. Katanya mungkin nanti sore jam 3 akan diantar oleh pimpinan MPR. Sebagai seorang warga negara dan anak bangsa kalau diundang wajib hadir. Tapi saya sampaikan ke beliau, saya ada masalah pribadi, harus keluar negeri malam ini atau besok, tapi saya akan usahakan keras untuk hadir. Tapi kalau saya tidak hadir, beliau sudah tahu.(nwk/nrl)

FLAMBOYAN BAWAH, PALANGKA RAYA, KAMPUNG KUMUH DI TEPI KAHAYAN

Perumahan penduduk Palanrakgka Raya di kampung kumuh, Flamboyan, tepi Sungai Kahayan. Di sini bersarang rupa-rupa kejahatan. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2009).

Perumahan penduduk Palanrakgka Raya di kampung kumuh, Flamboyan, tepi Sungai Kahayan. Di sini bersarang rupa-rupa kejahatan. (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2009).

Perkampungan penduduk  di Flamboyan Bawah, Palangka Raya, tepi Sungai Kahayan. Ironinya, air bersih didapat dengan pompa air. Sungai penuh merkuri (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni. 2009)

Perkampungan penduduk di Flamboyan Bawah, Palangka Raya, tepi Sungai Kahayan. Ironinya, air bersih didapat dengan pompa air. Sungai penuh merkuri (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni. 2009)

Berkunjung ke Flamboyan Bawah [Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2009)

Berkunjung ke Flamboyan Bawah [Foto.Dok.Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2009)

Sampah perumahan kampung kumuh Palangka Raya dan Sungai Kahayan.  Di Kalteng, sungai adalah nama lain dari tong sampah besar. (Foto. Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah /Andriani S. Kusni, 2009]

Sampah perumahan kampung kumuh Palangka Raya dan Sungai Kahayan. Di Kalteng, sungai adalah nama lain dari tong sampah besar. (Foto. Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah /Andriani S. Kusni, 2009]

DUET PENGUSAHA RESMI PIMPIN INDONESIA

DUET PENGUSAHA RESMI PIMPIN INDONESIA

Komentar “‘Sunny’ ambon@tele2.se in: [nasional-list]” <nasional-list@yahoogroups.com> Tuesday, 21 October 2014, 4:49:

“ Sebagai pengusaha pasti mempunyai banyak kesempatan untuk memperbesar perusahaan masing-masing.”

http://www.mediaindonesia.com/hottopic/read/5069/Duet-Pengusaha-Resmi-Pimpin-Indonesia/2014/10/20

Senin, 20 Oktober 2014 Penulis: MI/ANATA FITRI SIREGAR

MI/PANCA SYURKANI
Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla

HARI ini, bangsa Indonesia resmi memiliki pemimpin baru. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan dilantik menjadi pasangan presiden dan wakil presiden ke-7 Republik Indonesia. Dalam kancah politik nasional, langgam Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi, dapat dikatakan from zero to hero. Berlatar belakang sebagai pengusaha eksportir furnitur sukses di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jokowi tidak pernah terlibat dalam dunia politik praktis.

Pada 2005, Jokowi bersedia maju sebagai kandidat Wali Kota Surakarta berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo.Pasangan itu kembali maju sebagai pasangan pada 2010 dan meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada). Jokowi kembali meraih kemenangan dalam dua putaran pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2012 dalam menghadapi Fauzi Bowo (petahana)-Nachrowi Ramli. Setelah itu, Jokowi yang berpasangan dengan JK mendapatkan kemenangan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wapres (Pilpres) 2014 saat menghadapi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jokowi lahir dan dibesarkan di lingkungan Jawa-Solo.Meski bukan berdarah biru keturunan keraton, Jokowi dididik orangtuanya sebagai orang Solo yang santun, nrimo, ora unggah-ungguh, dan seterusnya. Bagi sejumlah relawan pendukung, kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 menjadi inspirasi dan motivasi. Selain itu, pendukung juga memandang Jokowi memberikan impian kepada orang biasa.

Bila dibandingkan dengan Presiden RI sebelumnya, Jokowi memang bukan siapa-siapa. Presiden pertama RI, Soekarno, sudah dikenal sebagai tokoh bangsa dan proklamator, sedangkan Soeharto memiliki latar belakang militer dengan beragam prestasi antara lain pemberantasan PKI. BJ Habibie yang sebelumnya menjadi wakil presiden akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri akibat desakan gerakan reformasi 1998.

Setelah itu, Abdurrahman Wahid menjadi presiden setelah dipilih oleh MPR pada 1999. Pria yang kerap disapa Gus Dur itu adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1984 dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa pada 1998. Pada 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut MPR.

Megawati adalah presiden ke-5 Indonesia yang menjabat pada 23 Juli 2001-20 Oktober 2004. Putri mendiang Soekarno itu ialah presiden perempuan pertama Indonesia. Pada 20 September 2004, Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi kalah dalam putaran kedua pilpres saat menghadapi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-JK.

SBY adalah purnawirawan jenderal TNI-AD yang pernah menjabat menteri pertambangan dan energi serta menteri koordinator politik, sosial dan keamanan di zaman Presiden Abdurrahman Wahid. SBY kemudian menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada 2004, SBY menjadi presiden RI yang dipilih secara langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya.

Adapun Jokowi tidak pernah mengenyam jabatan militer atau kursi di kabinet. Sebelum menjabat wali kota, Jokowi tidak pernah aktif di organisasi kemasyarakatan beraroma politik. Selama menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Jokowi hanya aktif dalam organisasi pecinta alam.

Kesamaan latar belakang

Adapun pasangan Jokowi, Jusuf Kalla sempat dijuluki sebagai `the real president’ selama menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) era 2004-2009. Anggapan itu muncul lantaran sosok pria yang kerap disapa dengan akronim JK tersebut muncul dominan dalam berbagai peristiwa bila dibandingkan dengan sang Presiden Yudhoyono, sehingga sempat muncul spekulasi potensi `matahari kembar’ yang bersaing dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Akan tetapi, mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin yang dikenal dekat dengan JK, membeberkan alasan untuk menepis anggapan itu. Jokowi-JK, kata Hamid, sama-sama berlatar belakang sebagai pengusaha. “Pengusaha itu selalu berpikir efisien dan efektif. Keduanya tidak menjaga pencitraan, yang susah itu kalau satu ingin cepat dan efektif, dan satunya pencitraan,“ kata Hamid yang mengaku sudah mengikuti JK selama 17 tahun. Soal mereka tidak meraih dukungan mayoritas parpol di DPR. Hamid menjawab, “Kalau DPR macam-macam, kan publik yang berteriak.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers