Archive for the ‘INFO’ Category

KPK SINYALIR ADA KETERLIBATA PIHAK LAIN DALAM KASUS JERO

KPK Sinyalir Ada Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Jero

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sebagai tersangka. Lembaga antikorupsi itu menyebut kemungkinan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menjerat Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.

“Apakah setelah Pak Jero ada yang lain, itu tidak tertutup kemungkinan,” kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas dalam konferensi pers di KPK, Jakarta, Jumat (5/9).

Menurut Busyro, adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus Jero disebabkan karena korupsi di Indonesia yang sudah struktural. Berbagai pihak memiliki kepentingan masing-masing.

“Korupsi di Indonesia ini korupsi yang struktural banget. Peran-perannya juga struktural, banyak pihak yang sangat berkepentingan,” ujarnya.

Jero disangka melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 421 KUHP. Ia diduga melakukan pemerasan terkait dengan jabatannya.

Pasca dilantik sebagai menteri ESDM, Jero meminta tambahan dana operasional menteri. Sebab plafon yang diterimanya tidak mencukupi. Atas permintaan Jero, jajaran di lingkungan Kementerian ESDM telah memberikan dana sepanjang 2011 sampai dengan 2013 sebesar Rp 9,9 miliar.

Dana Rp 9,9 miliar itu diduga digunakan Jero untuk kepentingan pribadi, pihak ketiga, dan pencitraan. Diduga dana itu berasal dari kick back rekanan dalam suatu kegiatan.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, Jero diduga memerintahkan orang di Kementerian ESDM dan pihak luar untuk mengumpulkan dana.

“Yang diduga dipaksa untuk mengumpulkan dana ada beberapa pihak yaitu internal di Kementerian ESDM dan eksternal,” tandasnya. (gil/jpnn)

Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2014/09/06/256020/KPK-Sinyalir-Ada-Keterlibatan-Pihak-Lain-dalam-Kasus-jero-

KPK Sudah Kantongi Nama-nama yang Diduga Kuat Terkait Kasus Jero Wacik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan kewenangan untuk melakukan pemerasan terkait jabatan sebagai menteri, dalam kurun waktu tahun 2011-2013.

Jero diduga mendapatkan dana hingga mencapai Rp 9,9 miliar dari hasil tindak pidana korupsi yang berupa pemerasan tersebut. KPK juga telah mensinyalir pihak-pihak yang diduga dipaksa Jero untuk mengumpulkan dana itu.

“Yang diduga dipaksa untuk mengumpulkan dana ada beberapa pihak, yaitu Internal di Kementerian ESDM dan eksternal,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Minggu (7/9/2014).

Dalam perkaranya, Jero juga diduga menyuruh jajarannya di Kementerian yang dipimpinnya itu untuk mengupayakan pembesaran dana operasional menteri. Caranya, antara lain, dengan mengumpulkan dana yang diduga berasal dari kickback rekanan dari suatu kegiatan tertentu dan kegiatan lainnya. Selain itu, juga dilakukan kegiatan rapat-rapat yang sebagian besar diantaranya adalah rapat fiktif.

Sebelum Jero, KPK sudah menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karno sebagai tersangka. Dia terjerat dalam dua perkara, Pertama, dugaan suap di lingkungan Satuan Tugas Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) yang menyeret Rudi Rubiandini.

Kedua, dugaan korupsi dalam terkait penggunaan dana dalam kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung di kantor Kementerian ESDM tahun 2012. Dugaan kerugian negara dari korupsi anggaran Setjen ESDM itu mencapai Rp9,8 miliar. (Edwin Firdaus)

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Agung Budi Santoso

Sumber:
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/09/07/kpk-sudah-kantongi-nama-nama-yang-diduga-kuat-terkait-kasus-jero-wacik

PPATK TELUSURI REKENING JERO WACIK, KERABAT HINGGA SOPIR

Kasus Pemerasan Rp 9,9 M
PPATK Telusuri Belanja Mewah Keluarga Jero Wacik Lewat Kartu Kredit
Senin, 08/09/2014 14:52 WIB
Idham Khalid – detikNews

Jakarta – Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih bergerak menelusuri transaksi mencurigakan tersangka kasus pemerasan Jero Wacik. Aliran dana ke keluarga, hingga penggunaan untuk belanjar dicek lewat kartu kredit atau cek perjalanan.

“Sepanjang dia menggunakan non cash artinya pakai kartu credit atau travel check pasti ketahuan,” kata Kepala PPATK M Yusuf usai konferensi pers soal kasus BBM Ilegal di PPATK, Jl Veteran, Jakpus, Senin (8/9/2014).

Menurut Yusuf, hal ini pernah dilakukan pada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang terjerat kasus suap dan korupsi di Pemprov Banten. Atut pernah terekam belanja mewah dengan anggaran negara.

“Seperti kasus Atut kan kita temukan belanja di Singapura, Swiss dan sebagainya,” terang Yusuf.

Pria yang mengawali kariernya sebagai jaksa ini menegaskan, ada 8 laporan hasil analisis yang digarap terkait kasus migas. Mulai dari Rudi Rubiandidi, Sekjen ESDM Waryono Karno dan Sutan Bhatoegana. Ada juga perusahaan dan pejabat SKK Migas, termasuk keluarga tersangka.

Sebelumnya, ada kabar penggunaan uang hasil pemerasan Rp 1 miliar yang dilakukan oleh keluarga Jero Wacik. Namun hal ini belum bisa dikonfirmasi. Yang jelas, istri dan anak Jero sudah pernah diperiksa KPK dalam proses penyelidikan.

(idh/mad)

Sumber:
http://news.detik.com/read/2014/09/08/145235/2684294/10/ppatk-telusuri-belanja-mewah-keluarga-jero-wacik-lewat-kartu-kredit?991101mainnews

PPATK Telusuri Rekening Jero Wacik, Kerabat Hingga Sopir
Reporter : Eko Prasetya | Senin, 8 September 2014 14:59

Merdeka.com – Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku baru mendapat permintaan ari KPK untuk menelusuri rekening Menteri ESDM Jero Wacik yang menjadi tersangka kasus pemerasan. Oleh karena itu, laporan hasil analisis (LHA) belum dapat diketahui.

“Kita masih tunggu hasilnya, kita perlu waktu untuk analisis hasilnya,” ujar Ketua PPATK, M Yusuf di kantornya, Senin (8/9).

Mengenai kabar Jero bersama keluarga menghabiskan uang di luar negeri, PPATK bisa mengendus kalau mereka menggunakan pembayaran noncash atau kartu kredit, cek atau travel. Dia pun berjanji akan segera menyerahkan hasil analisis Jero ke KPK secepatnya.

“Sepanjang menggunakan instrumen resmi, seperti kartu kredit, transfer, cek, gak akan lama. Cepat. Apalagi kalau nanti KPK meminta, nama-namanya sudah jelas. Tapi kalau sifatnya cash, relatif agak lama,” ucapnya.

Yusuf mengatakan PPATK juga kan menelusuri kerabat dan keluarga dekat Jero Wacik. “Lazimnya PPATK akan menelusuri rekening yang bersangkutan, kerabatnya, keluarga terdekatnya, kemudian bisa juga ajudan, tukang kebun dan sopir,” katanya.

Sebelumnya, KPK akhirnya resmi mengumumkan Menteri ESDM Jero Wacik sebagai tersangka. Jero ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan di Kementerian ESDM.

Pasal yang disangkakan Jero yakni Pasal 12 huruf e UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No. 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 421 KUHPidana.

“Berdasarkan kesepakatan pimpinan KPK, bahwa memang sudah dikeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 2 September 2014, peningkatan status menjadi ke penyidikan atas nama tersangka JW (Jero Wacik) dari kementerian ESDM,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnain di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/9).

[ren]

Sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/ppatk-telusuri-rekening-jero-wacik-kerabat-hingga-sopir.html

JOKOWI DIMINTA BERNYALI UNGKAP DALAM KASUS MUNIR

Jokowi Diminta Bernyali Ungkap Dalang Kasus Munir
http://www.tempo.co/read/news/2014/09/07/078605065/Jokowi-Diminta-Bernyali-Ungkap-Dalang-Kasus-Munir

TEMPO.CO, Malang – Satu dekade sudah Munir Said Thalib meninggal dunia. Namun dalang di balik tewasnya pejuang hak asasi manusia itu masih gelap. “Kami berharap pemerintahan Jokowi berani mengungkap kasus Munir, mengingat selama 10 tahun ini tidak ada titik terang,” kata Pelaksana Harian Perkumpulan Omah Munir, Luthfi J. Kurniawan, Ahad, 7 September 2014.

Pemerintahan Jokowi, kata dia, harus berani mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus mengungkap otak di balik pembunuhan keji itu. Selama ini, hanya bekas pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto, yang dinyatakan bersalah dan divonis 14 tahun penjara. Adapun bekas Deputi V Badan Intelijen Negara Muchdi Purwoprandjono dianggap tidak bersalah oleh pengadilan.

Selain itu Kepala Badan Intelijen Negara ketika itu, Hendropriyono, belum pernah disentuh oleh hukum. Hendro kini menjadi penasihat Tim Transisi Jokowi-JK. “Dalang pembunuhan Munir masih bebas berkeliaran,” ujar Luthfi.

Luthfi berharap Jokowi punya nyali untuk menuntaskan seluruh kasus pelanggaran HAM yang masih misterius, termasuk kasus Munir. “Kasus Munir bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM yang lain.” (Baca berita terkait: Besok, Berkas Munir Diserahkan ke Tim Transisi)

Memperingati 10 tahun kematian Munir, Omah Munir menggelar berbagai acara yang melibatkan para pegiat HAM, seniman, dan budayawan. Mereka akan tampil di Omah Munir, Jalan Bukit Berbunga, Kota Batu. Pelajar dan mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan ini agar ikut meneladani kepahlawanan Munir.

Omah Munir dibangun setahun lalu dengan desain terbuka, nyaman, akrab, dan ramah anak. Omah Munir dibangun di kediaman mendiang Munir. Bentuk asli rumah tersebut tetap dipertahankan agar terkesan alami.

Sebagian bangunan dipugar, ditata sesuai dengan konsep ruang pamer sejarah perjalanan Munir. Dua kamar tidur bakal diubah menjadi ruang perpustakaan buku-buku koleksi Munir.

Adapun ruang tamu bakal disulap menjadi ruang pamer, diorama, dan audio visual yang merekam perjalanan Munir dan sejarah HAM Indonesia. Omah Munir juga bertujuan untuk dijadikan pusat pendidikan HAM. (Baca berita lainnya: Menolak Lupa, PPI Canberra Ingatkan Kasus Munir)

EKO WIDIANTO

ISLAMIC STATE MAKES INROADS IN SOUTH ASIA

Islamic State makes inroads in South Asia
http://news.kuwaittimes.net/islamic-state-makes-inroads-south-asia/

Sunday , September 07, 2014

 

PESHAWAR/DERA ISMAIL KHAN, Pakistan: Islamic State pamphlets and flags have appeared in parts of Pakistan and India, alongside signs that the ultra-radical group is inspiring militants even in the strongholds of the Taleban and Al-Qaeda. A splinter group of Pakistan’s Taleban insurgents, Jamat-ul Ahrar, has already declared its support for the well-funded and ruthless Islamic State fighters, who have captured large swathes of territory in Iraq and Syria in a drive to set up a self-declared caliphate.
“IS (Islamic State) is an Islamic Jihadi organisation working for the implementation of the Islamic system and creation of the Caliphate,” Jamat-ul Ahrar’s leader and a prominent Taleban figure, Ehsanullah Ehsan, told Reuters by telephone. “We respect them. If they ask us for help, we will look into it and decide.”
Islamist militants of various hues already hold sway across restive and impoverished areas of South Asia, but Islamic State, with its rapid capture of territory, beheadings and mass executions, is starting to draw a measure of support among younger fighters in the region. Al-Qaeda’s ageing leaders, mostly holed up in the lawless region along the Pakistan-Afghanistan border, are increasingly seen as stale, tired and ineffectual on hardcore jihadist social media forums and Twitter accounts that incubate potential militant recruits.
Security experts say Islamic State’s increasing lure may have prompted Al-Qaeda leader Ayman Al-Zawahri to announce the establishment of an Indian franchise to raise the flag of jihad across South Asia, home to more than 400 million Muslims. Seeking to boost its influence in the Afghanistan-Pakistan region, a local cell with allegiance to Islamic State has been distributing pamphlets in the Pakistani city of Peshawar and eastern Afghanistan in the past few weeks, residents said.
The 12-page booklet called “Fatah” (Victory), published in the Pashto and Dari languages of Afghanistan, was being mainly distributed in Afghan refugee camps on the outskirts of Peshawar. The pamphlet’s logo features an AK-47 assault rifle and calls on local residents to support the militant group. Cars with IS stickers have also been spotted around Peshawar.
Sameeulah Hanifi, a prayer leader in a Peshawar neighbourhood populated mainly by Afghans, said the pamphlets were being distributed by a little-known local group called Islami Khalifat, an outspoken Islamic State supporter. “I know some people who received copies of this material either from friends or were given at mosques by unidentified IS workers,” he told Reuters.
A Pakistani security official said the pamphlets came from Afghanistan’s neighbouring Kunar province where a group of Taleban fighters was spotted distributing them. “We came across them 22 days ago and we are aware of their presence here,” said the official. “Pakistani security agencies are working on the Pakistan-Afghan border and have arrested a number of Taleban fighters and recovered CDs, maps, literature in Persian , Pashto and Dari. We will not permit them to work in our country and anyone who is involved in this will be crushed by the government.”
Signs of Islamic State’s influence are also being seen in Kashmir, the region claimed by both India and Pakistan and the scene of a decades-long battle by militants against Indian rule. Security officials in Indian-held Kashmir say they have been trying to find out the level of support for the Arab group after IS flags and banners appeared in the summer. Intelligence and police sources in New Delhi and Kashmir said the flags were first seen on June 27 in a part of the state capital Srinagar, and then in July when India’s only Muslim-majority region was marking Islam’s most holy day, Eid al-Fitr.
Some IS graffiti also appeared on walls of buildings in Srinagar. A police officer said youngsters carrying Islamic State flags at anti-India rallies had been identified but no arrests had been made. Another officer who questions people detained in protests against Indian rule, many of them teenagers, said most were only focused on winning independence from India. “The majority of them have no religious bent of mind,” he said. “Some of them, less than 1 percent, of course are religious and radicalised and end up joining militant ranks. They are influenced by Al-Qaeda, Taleban, Islamic State.”
Islamic State is also trying to lure Muslims in mainland India, who make up the world’s third-biggest Islamic population but who have largely stayed away from foreign battlefields despite repeated calls from Al-Qaeda. In mid-July, an IS recruitment video surfaced online with subtitles in the Indian languages of Hindi, Tamil and Urdu in which a self-declared Canadian fighter, dressed in war fatigues and flanked by a gun and a black flag, urged Muslims to enlist in global jihad.
That came out just weeks after four families in a Mumbai suburb reported to the police that their sons had gone missing, with one leaving behind a note about fighting to defend Islam. It soon turned out that the men had joined a pilgrimage to Baghdad. They later broke off from the tour group and never returned. Indian intelligence believe the men ended up in Mosul, the Iraqi city captured by Islamic State in June, and that one of them may have died in a bomb blast.
Last week, the Times of India newspaper said four young men, including two engineering college students, were arrested in the eastern city of Calcutta as they tried to make their way to neighbouring Bangladesh to join a recruiter for Islamic State based there. “It’s not just these four, but our investigations have found that there could be more youngsters who are in touch with IS handlers and this is a bit of a scary proportion,” the newspaper quoted a senior officer as saying.
A top official at India’s Intelligence Bureau in New Delhi told Reuters: “The problem is we know so little about this network or who is acting on their behalf here. We know roughly where the Lashkar-e-Taiba, the Indian Mujahideen (organisations backed by Pakistan) support groups are, where they make contacts. But this is a different challenge. Youth getting radicalised in their homes on the Internet, in chatrooms and through Facebook are not easy to track.” – Reuters

PAPUA DI FESTIVAL BUDAYA (DAYAK) ISEN MULANG

Orang Papua dalam Festival Budaya (Dayak) Isen Mulang tingkat provinsi yang diselenggarakan saban bulan Mei tiap tahun (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2013)

Orang Papua dalam Festival Budaya (Dayak) Isen Mulang tingkat provinsi yang diselenggarakan saban bulan Mei tiap tahun (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Kusni Sulang, 2013)

BALANGA SEBAGAI LAMBANG KESEJAHTERAAN ATAU KEMAKMURAN

Balanga, dalam budaya Dayak Ngaju, Kalteng, melambangkan adanya kesejahteraan, paling tidak mimpi tentang kesejahteraan yang niscaya diwujudkan (Foto.Dok. Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2012)

Balanga, dalam budaya Dayak Ngaju, Kalteng, melambangkan adanya kesejahteraan atau kemakmuran, paling tidak mimpi tentang kesejahteraan atau kemakmuran yang niscaya diwujudkan (Foto.Dok. Lemba ga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah/Andriani S. Kusni, 2012)

WAWANCARA JOKOWI TENTANG SOAL BBM

WAWANCARA JOKOWI TENTANG SOAL BBM

JAKARTA, KOMPAS.com, Rabu, 3 September 2014 — Presiden terpilih Joko Widodo siap mengambil kebijakan tak populer demi menyehatkan fiskal negara. Berikut penuturannya kepada jurnalis KONTAN, Barly Haliem Noe.

KONTAN: Apa prioritas pekerjaan selama masa pemerintahan Anda?
JOKOWI: Saya rasa sekarang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Semuanya prioritas. Mau apa contohnya? Infrastruktur dan pelabuhan? Berapa tahun kita terlambat dibandingkan dengan negara lain dalam membangun pelabuhan. Bandara juga begitu. Fasilitasnya sudah jauh tertinggal dan kapasitas bandara kita sudah tidak memadai lagi.

KONTAN: Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
JOKOWI: Ternyata, problem riilnya tidak pernah disentuh. Konsepnya bagus, tetapi implementasinya tidak sampai ke bawah.

KONTAN: Apa bisa semua selesai dalam lima tahun?
JOKOWI: Ya, kami harus mengejar. Saya siap bekerja selama 24 jam.

KONTAN: Memang, apa, sih, akar persoalannya?
JOKOWI: Banyak kebijakan yang tidak terimplementasi dan eksekusinya tidak sampai ke bawah. Makanya, saya harus turun ke bawah seperti mandor. Pola pikir dan cara kerja birokrasi ataupun aparat juga perlu diubah.

KONTAN: Soal anggaran negara, pada akhir tahun selalu tersisa karena tidak terserap dan lain sebagainya. Artinya, ada mismanagement APBN?
JOKOWI: Itu salah satu faktor. Perencanaan anggaran harus tepat. Di sisi lain, alokasi di APBN kan sudah terikat semua; diikat untuk membayar gaji, subsidi BBM, anggaran pendidikan 20 persen, dan sebagainya. Jadi, sisanya tinggal berapa sih? Tinggal Rp 200 triliun yang bisa dipakai untuk membangun. Ini kan aneh. Masa anggaran pembangunan cuma 20 persen dari APBN, sedangkan subsidi lebih dari Rp 400 triliun.

KONTAN: Itu alasan Anda menaikkan harga BBM?
JOKOWI: Prinsipnya jangan semua dihabiskan untuk subsidi. Kita harus mengalihkan untuk kebutuhan dan usaha-usaha yang produktif, serta untuk membangun.

KONTAN: Kenapa, sih, BBM yang selalu diutak-atik?
JOKOWI: Saya mau tanya, dengan kondisi kita sekarang, dana subsidi dua kali lipat lebih besar daripada anggaran pembangunan, habis untuk membayar utang, terus apa yang bisa kita lakukan?

KONTAN: Memang tidak ada cara yang lain?
JOKOWI: Kenaikan harga BBM adalah hal pertama yang harus dipecahkan untuk mengakhiri defisit ganda, defisit neraca pembayaran dan defisit perdagangan. Kalau dua defisit tersebut bisa dipecahkan, ini akan menyehatkan anggaran kita. Jika anggaran sehat, orang percaya kita. Trust terbangun ke pemerintah dan kepada Indonesia sehingga arus investasi masuk. Ini masalah persepsi.

KONTAN: Itu akan dilakukan pada tahun pertama pemerintahan Anda?
JOKOWI: Saya enggak bisa bilang sekarang. Yang penting, saya harus menjelaskan kepada rakyat bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari pengalihan anggaran subsidi ke pengembangan infrastruktur, pertanian, usaha kecil, untuk solar nelayan. Sistemnya harus benar dan dipastikan tepat sasaran.

KONTAN: Apa tidak ada penerimaan yang digenjot?
JOKOWI: Tentu saja ada. Namun, saya optimistis, dua tahun mendatang, penerimaan negara bisa naik 50 persen lebih dari sekarang kalau kita berani memutuskan masalah ini. Tentu saja bukan berarti setelah menaikkan harga BBM, semua beres. Kebijakan-kebijakan yang mendukung penghematan BBM harus tetap diimbangi. Misalnya, konversi penggunaan BBM ke gas, harus ada policy energi. Tanpa kebijakan energi yang jelas, semua bisa percuma.

KONTAN: Berarti Anda siap untuk tidak populer?
JOKOWI: Lo, dari dulu saya berani enggak populer. Akan saya buktikan bahwa keputusan saya tepat. Mengenai subsidi BBM dan subsidi lain juga begitu. Saya tidak akan memotong subsidi, hanya mengalihkan ke sisi lain yang lebih produktif. Saya pastikan, efisiensi itu bisa dilihat masyarakat, bukan untuk membeli mobil baru pejabat, bukan untuk anggaran perjalanan dinas. Tidak. Semua berbagi beban. Para pejabat juga harus berhemat.

KONTAN: Harapan masyarakat pada Anda sangat tinggi. Keputusan ini bisa menjadi bumerang Anda?
JOKOWI: Lo, justru saat harapan sedang tinggi, momentum ini harus dimanfaatkan. Saya siap mengambil pahitnya, mau kotor-kotoran dan tidak populer sekarang, asalkan selanjutnya Indonesia menjadi lebih baik. Kalau harapan sedang rendah, itu malah bisa repot.

KONTAN: Target Anda, berapa lama bisa memetik hasilnya?
JOKOWI: Kalau semua mau bekerja full speed, cepat, dan penuh komitmen, satu tahun–dua tahun selesai. Tiga tahun saya optimistis Indonesia bisa mulai swasembada.

KONTAN: Berapa target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Anda?
JOKOWI: Kami harus betul-betul membangun persepsi dan memperbaiki sistem birokrasi. Untuk tahun pertama, ekonomi kita bisa tumbuh 5,8 persen-6 persen. Tahun ketiga, 7 persen, dan diharapkan terus naik lagi kalau semuanya punya landasan kuat. (Barly Haliem)

GUS MUS: TETAPLAH MENJADI INDONESIA YANG BAIK

70 TAHUN GUS MUS

Gus Mus: Tetaplah Menjadi Indonesia yang Baik

Ahad, 07/09/2014 13:00

Semarang, *NU Online*

Ratusan sahabat KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) dari berbagai kalangan hadir
memenuhi Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang pada Sabtu malam (6/9).
Mereka mengikuti selametan 70 tahun kiai yang kini dipercaya sebagai
Pejabat Rais Aam PBNU.

Para sahabat mulai menteri, politisi, budayawan, seniman, pelukis,
sastrawan, musisi, dan masyarakat biasa mengikuti rangkaian acara mulai
pukul 20.00 hingga 24.00 tersebut. Hadir Menteri Agama Luqman Hakim
Saifuddin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu,
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri
Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal.

Hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ibu Shinta Nuriyah
Abdurrahman Wahid, Goenawan Mohammad, D Zawawi Imron, Sudjiwo Tedjo, Tanto
Mendhut, Radhar Panca Dahana, Timur Sinar Suprabana, Triyanto Tiwikromo,
Lian Gaouw dan yang lainnya.

Acara Tasyakuran bertema Kemanusiaan, Kebangsaan dan Pluralisme ini diawali
penampilan musik orkestra, dilanjutkan doa pembuka yang dipimpin keponakan
Gus Mus, KH Yahya Staquf. Kemudian dilanjutkan ucapan selamat datang dari
tuan rumah Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo
dan sambutan pemrakarsa kegiatan H Kholieq Arief (Bupati Wonosobo dan
pemutaran film pendek biografi Gus Mus, Gus Mu.

Dalam sambutannya, Kholiq Arief mengatakan acara ini tidak bertujuan
merayakan ulang tahun melainkan untuk mendapatkan keberkahan dan pencerahan
dari Gus Mus. Terlebih lagi, karya lukisnya yang penuh makna dan puisinya
banyak mempunyai kandungan pluralisme yang sangat luas.

“Kita semua di sini ingin mendapatkan pencerahan dari Gus Mus, karena
beliau merupakan sesepuh Indonesia yang mampu merajut kesatuan di
diberbagai lintas dan tokoh di bidangnya,” katanya.

Acara bertambah gayeng saat sejumlah tokoh yang hadir memberi testimoni
sahabat-sahabat. Dengan dipandu budayawan Prie GS, para tokoh memberi
kesan-kesan baik berupa ucapan selamat maupun kado yang berupa membaca
puisi untuk Gus Mus yang hadir bersama istri dan anak cucunya.

Selametan pertama kalinya untuk kiai yang akrab dengan media sosial
Facebook dan Twitter ini, memang sudah dipersiapkan dengan matang oleh
penyelenggara. Bukan hanya penyambutannya yang mewah, para pengunjung
berkesempatan berjabat tangan dan berfoto bersama Pengasuh Pesantren
Raudlatut Thalibin Leteh Rembang ini.

Pada kesempatan itu, Gus Mus mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara
dan tamu undangan yang hadir meskipun sebetulnya tidak menyukai ulang tahun
ini.

“Terima kasih semuanya, tetaplah jadi indonesia yang baik, Islam yang baik,
Nasrani yang baik, Hindu yang baik, politisi yang baik, pejabat yang baik,
orang biasa yang baik. Semoga Allah merahmati kalian semua,” doa Gus Mus
yang diamini para hadirin.

Esok pagi sebelumnya, 24 lukisan karya Gus Mus juga dipamerkan sebagai
rangkain acara selametan yang diadakan Forum Silaturrahmi Budaya ini.
Hingga acara dimulai, 11 lukisannya tersebut ada yang sudah yang terjual 11
buah dan uang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada yang berhak
menerima dan membutuhkan. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Sumber:

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,54308-lang,id-c,nasional-t,Gus+Mus++Tetaplah+Menjadi+Indonesia+yang+Baik-.phpx

KORUPSI TETAP MOMOK PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

Korupsi Tetap Momok Pemerintahan Jokowi-JK

http://berita.suaramerdeka.com/korupsi-tetap-momok-pemerintahan-jokowi-jk/
8 September 2014 2:12 WIB Category: Berita Jateng, Solo Metro

 

SOLO, suaramerdeka.com – Pemberantasan korupsi di Indonesia nampaknya menjadi tantangan terberat yang bakal dihadapai pasangan Jokowi-JK pada tahun pertama pemerintahan baru ini berkuasa.
Namun pasangan presiden dan wakil presiden terpilih ini akan dengan mudah melewati tantangan itu. Pasalnya, Jokowi sebagai sosok yang berlatarbelakang pengusaha memiliki ketegasan sikap bila menghadapi pembantunya yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
“Jokowi pasti langsung mengganti pembantunya itu (menteri yang terbukti korupsi),” tegas Guru Besar UNS Prof Dr Hermanu Joebagio MPd dalam diskusi Lembaga Penegakan Hukum dan Strategi Nasional (LPHSN) bertajuk Kabinet Jokowi-JK dan Komitmen Pemberantasan Korupsi di Hotel Novotel, Solo, Minggu (7/9).
Ia mengimbuhkan, dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, Jokowi yang identik dekat dengan rakyat akan menjalankan peran berbeda dengan pemimpin sebelumnya. “Khususnya dalam penyelesaian soal korupsi, Jokowi tidak akan bertindak seperti era kepemimpinan *state center* ala Soeharto, sementara SBY yang lebih kompromistis,” ulasnya.
Kendati demikian lanjut Hermanu, langkah tegas Jokowi tersebut nantinya akan menimbulkan dampak yang luas seperti terbukanya peluang friksi dengan elit politik. “Untuk memberantas korupsi, Jokowi perang dengan elit berani tidak? Karena dia dekat dengan rakyat tidak dengan elit,” paparnya.
Sementara itu, Achmad Rifai menuturkan butuh enam langkah bagi Jokowi bila ingin korupsi diberantas hingga ke akar-akarnya. Mantan Wali Kota Surakarta itu harus membuat pakta integritas aktif dengan menteri dan bawahnya, lalu melibatkan secara aktif KPK.
Gubernur DKI Jakarta itu juga harus berani melakukan perubahan besar di bidang hukum, semisal, mendorong kemurnian KUHP dan menciptakan kemandirian bagi Kejaksaan.Kemudian memperjelas posisi aparat kepolisian apakah bertugas sebagai pelayan publik atau penegak hukum, serta memperkuat lembaga hukum. “Jokowi juga segera mengambil kebijakan terkait pemberantasan mafia korupsi,” imbunya.
Adapaun Prof Dr Hamdi Muluk MSi menekankan konteks dari korupsi bukan dilihat hanya dari perbuatan sang pelaku. Korupsi sekecil apapun nominalnya merupakan *abuse of public authority* atau penyalahgunaan kewenangan publik.
(Budi Sarmun S/CN34)

__._,_.___

JOKOWI-JK, KASUS MUNIR BELUM SELESAI

“Jokowi-JK, Kasus Munir Belum Selesai”

http://regional.kompas.com/read/2014/09/05/10333791/.Jokowi-JK.Kasus.Munir.Belum.Selesai.

Jumat, 5 September 2014 KOMPAS.com/Yatimul Ainun

 

Puluhan aktivis peduli HAM, gelar aksi memperingati 10 tahun meninggalnya pejuang HAM Munir. Jumat (5/9/2014).

MALANG, KOMPAS.com – Puluhan aktivis peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Pusat Penelitian Otonomi Daerah (PP Otoda) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, menggelar aksi memperingati 10 tahun meninggalnya Munir Said Thalib.

Mereka meminta kasus Munir dan pelanggaran HAM lainnya dituntaskan. “Jokowi-JK, Kasus Munir Belum Selesai”. Begitu orasi pembuka salah satu orator aksi yang digelar di Jalan Veteran, Kota Malang, Jumat (5/9/2014).

Dalam aksi tersebut, puluhan aktivis menggunakan topeng berwajah Munir. Selain itu, aksi juga diwarnai suguhan teatrikal dari kelompok teater Kertas, teater Koboy, teater Lingkar, teater Lempung dan Teater Kutub dari Universitas Brawijaya.

Aneka poster tuntutan penuntasan kasus pembunuhan juga meramaikan aksi tersebut. Di antaranya, “Jokowi-JK Kasus Munir Belum Selesai”. “10 tahun Pembunuh Munir Masih Berkeliaran. Tuntaskan Jokowi-JK”. “10 Orang 10 Tahun Tanpa Keadilan” dan “Tangkap dan Adili Para Pembunuh Munir”.

Menurut juru bicara aksi, Syahrul Zahidin, aksi itu digelar untuk memperingati 10 tahun meninggalnya Munir. “Tuntutan kita, segera tuntaskan kasus Munir dan kasus HAM lainnya. Penegak hukum harus menindak tegas para pelanggar HAM,” tegas dia.

Selain itu, Syahrul juga menyayangkan saat Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa kasus Munir sudah tuntas. “Kita menentang pernyataan itu. Siapapun yang terpilih jadi Presiden dan wakil Presiden, kasus HAM harus diungkap dengan tuntas,” kata dia.

Para aktivis HAM di Malang, kata dia, menyampaikan kepada Presiden dan wakil Presiden terpilih, Jokowi-JK, bahwa kasus Munir belum selesai. “Jokowi-JK, Kasus Munir Belum Selesai. Ingat itu”. Sampai kapan pun kami akan tetap menuntut hingga tertangkap pelaku intelektualnya pembunuhan Munir,” ungkap dia.

Penulis : Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Glori K. Wadrianto

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers