Archive for the ‘INFO’ Category

KPK VALIDASI DUGAAN PENERIMAAN UANG KE IBAS

KPK Validasi Dugaan Penerimaan Uang ke Ibas
Nazar menyebut bahwa Ibas banyak ‘bermain’ dalam proyek.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/549102-kpk-validasi-dugaan-penerimaan-uang-ke-ibas

NASIONAL

Jum’at, 17 Oktober 2014, 20:37 Beno Junianto, Taufik Rahadian

Ibas (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews – Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan mevalidasi informasi yang menyebutkan adanya dugaan aliran dana ke Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

“Akan divalidasi dulu, kemudian didalami,” kata Ketua KPK, Abraham Samad di kantornya, Jumat 17 Oktober 2014.

Pernyataan terkait adanya dugaan aliran dana yang diterima Ibas diungkapkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Nazar menyebut bahwa Ibas banyak ‘bermain’ dalam proyek yang diduga terindikasi ada tindak pidana korupsi di dalamnya.

Abraham mengungkapkan, pihaknya akan mendalami mengenai kebenaran pernyataan dari Nazar itu. Nantinya, hasil pendalaman itu akan menjadi bahan pertimbangan apakah penyidik akan memanggil Ibas untuk diminta keterangannya.

“Dari hasil pendalaman itulah, nanti penyidik akan menyimpulkan apakah yang bersangkutan kita perlukan keterangannya, atau tidak. Karena jangan sampai keterangan-keterangan itu baru sepihak, makanya itu harus di-cross check,” tutur Abraham.

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas banyak ‘bermain’ dalam proyek yang diduga terindikasi ada tindak pidana korupsi di dalamnya.

Nazar mengatakan bahwa salah satu proyek yang terdapat keterlibatan Ibas adalah dalam kasus Wisma Atlet. Bahkan, dia menyebut bahwa Ibas mendapat uang US$450 ribu dalam proyek itu.

Selain itu, Nazar juga menyebut bahwa Ibas adalah pemilik PT Saipem yang bergerak dalam bidang kilang minyak dan konstruksi Migas. Perusahaan tersebut, menurut Nazar, banyak bermain dalam proyek di SKK Migas.

“Saipem itu banyak proyek di SKK Migas, salah satu proyeknya akan saya jelaskan nanti proyeknya di mana. Sampai saat itu, Sutan (Bhatoegana) pernah dimarahi Mas Ibas terhadap proyek Saipem,” ujar Nazar.

Bahkan, dia menyebut PT Saipem pernah mendapat uang sebesar US$150 juta dalam proyek pada saat Kepala SKK Migas yang terdahulu.

Nazar bahkan yakin dengan pernyataannya itu dan siap untuk dibuktikan kebenarannya. “Nanti, kita akan buktikan yang saya omongkan bahwa di mana saja mas Ibas terima uang, saya akan jelaskan kepada KPK berdasar bukti. Saya kan, nggak akan pernah ngomong bohong,” sebut dia.

Ibas pun sudah berkali-kali membantah tudingan Nazaruddin, termasuk di kasus wisma atlet. Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menilai, tudingan Nazaruddin tidak didasari bukti.

“Semua yang dikatakan saudara Nazaruddin tidak benar, karena belum menyangkut bukti-bukti,” kata Ibas, panggilan akrab Edhie, di DPP Demokrat, Jalan Kramat, Jakarta Pusat.

Ibas juga membantah menerima aliran dana proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Tudingan tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Ini seperti lagu lama yang diulang-ulang. Saya yakin 1.000 persen, kalau saya tidak menerima dana dari kasus yang disebut-sebut dalam kasus belakangan ini,” kata Ibas. (asp)
© VIVA.co.id

KORUPSI AGAMAWAN, SEOLAH JADIKAN KORUPSI ITU SAH

Korupsi Agamawan, Seolah Jadikan Korupsi itu Sah

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/23/122155/Korupsi-Agamawan-Seolah-Jadikan-Korupsi-itu-Sah

23 Juni 2012 | 20:32 wib

JAKARTA, suaramerdeka.com – Maraknya korupsi di negeri ini, hingga korupsi dilakukan oleh mereka yang notabene agamawan, sangat dikhawatirkan.
Yang dikhawatirkan Direktur Nasional Lingkar Madani Ray Rangkuti adalah, efek negatifnya, yaitu masyarakat benar-benar diajarkan secara tidak langsung bahwa korupsi seolah-olah perilaku sah saja adanya.
“Ketika kaum agamawan juga berlomba-lomba melakukan korupsi, seperti halnya korupsi pengadaan Al Qur’an, bukankah itu merupakan pelajaran yang paling kuat untuk mengatakan bahwa korupsi seperti perbuatan sah. Inilah efek yang sangat saya khawatirkan,” kata Ray kepada Suara Merdeka, malam ini (23/4).
Sementara itu peneliti hukum dan sosial MASIKA ICMI Yulianto berharap kasus ini segera dituntaskan sehingga jelas siapa oknum, oknum yang telah merusak citra dan memberikan beban yang begitu berat bagi Kemenag.
Kemenag juga harus lebih proaktif membersihkan oknum-oknum yang menggerogoti citra institusi tersebut. Apalagi Kemenag tengah berbenah untuk memperbaiki citranya sebagai salah satu Kementerian yang korup di masa lalu.( Hartono Harimurti / CN34 / JBSM)

KONTRAS: 242 HOUSE MEMBERS WITH PROBLEMATIC BACKGROUNDS

Kontras: 242 House Members With Problematic Backgrounds
By Bastiaan Scherpen on 10:28 pm Oct 14, 2014

http://thejakartaglobe.beritasatu.com/news/kontras-242-house-members-problematic-backgrounds/

Komentar “Edy Loekmono esloekwwjd@yahoo.com, in: [GELORA45]” <GELORA45@yahoogroups.com> , Wednesday, 15 October 2014, 14:17

“So, what do you expect with such human beings. Indonesia is a trouble country run by trouble people. No wonder the previous President, Gus Dur called them like Elementary kids. Well don’t expect to much then.”

Jakarta. More than 40 percent of current members of Indonesia’s House of Representatives has a bad track record, a prominent human rights watchdog said on Tuesday.
According to the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (Kontras), there are 242 lawmakers, from nine out of ten parties represented, who have been or are involved in various forms of conduct unbecoming.
Farah Fathurrahmi of Kontras said the offenses vary from (suspected) involvement in corruption cases and human rights abuses, criminal convictions and elections violations to having a terrible attendance record for House sessions.
The politicians mentioned by Kontras are from the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P; 57 lawmakers), the Golkar Party (44), the Democratic Party (37), the Great Indonesia Movement (Gerindra) Party (24), the United Development Party (PPP; 20), the Prosperous Justice Party (PKS; 16), the National Mandate Party (PAN; 16), the National Awakening Party (PKB; 11) and the National Democrats (NasDem; 9).
The People’s Conscience Party (Hanura), which holds 16 seats in the House, was not mentioned in the Kontras report.
The Kontras numbers would mean that no fewer than 52 percent of PDI-P lawmakers has a problematic background, as well as 48 percent of Golkar lawmakers, 61 percent of Democratic House members, 33 percent of Gerindra lawmakers, 51 percent of PPP lawmakers, 40 percent of PKS lawmakers, one third of PAN lawmakers, 23 percent of PKB lawmakers and a quarter of NasDem lawmakers.
Most blemishes — those of 160 lawmakers — have to do with corruption cases, with five lawmakers being named in more than one. Sixteen have been named corruption suspects while 63 have been investigated by the Corruption Eradication Commission (KPK), Farah said.
Several lawmakers according to Kontras have been involved in human rights abuses, for instance related to freedom of expression or intimidation of journalists. Nineteen were found to have been involved in criminal offenses, such as assault, beating, intimidation and fraud, while 38 lawmakers were named in elections violations cases. Another 16 had been punished by the House Ethics Commission and 52 were included in the list for their habit of rarely showing up at the House.[]

PENEMBAKAN OLEH BRIMOB DI KALIMANTAN SELATAN

PENEMBAKAN OLEH BRIMOB

On Wednesday, 22 October 2014, 16:22, “Hadi Irawan hadiirawan@aman.or.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

DIBERITAKAN : telah terjadi Penembakan terhadap Warga MHA Malinau sekitar Jam 10.00 wita tadi malam 21 Oktober 2014,, oleh Brimob serta Anggota Kepolisian Kapolres Tanah Bumbu,Kalimantan Selatan. yang bertugas membekingi Perusahaan PT Kodeco Timber dan PT Jonlin Bratama ( JB), terhadap Pak INUS 35 tahun Warga Dayak Meratus, yang sedang mengambil Kayu dihutan, karena ditembakan dibagian Kepala dan Perut sehingga Korban Meninggal Dunia.
Tempat Kejadian Perkara (TKP) Batu Raya, Kecamatan Mentewi,Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan. Yang diduga memasuki wilayah Perusahaan Padahal wilah Adat,

Informasi yang baru kami terima dari TKP 400 an Warga Dayak Meratus dari Kec Loksado, Kab.HSS sudh bergerak menuju TKP karena Merasa tidak terima warganya terbunuh. sampai saat ini kami masih kesulitan menghubungi warga lainya disana sehingga perkembangan di TKP blm bisa diketahui dikarenakan tidak ada sinyal namun Tim Advokasi AMAN Kalsel sedang berupaya melakukan investigasi ke TKP.

Salam,
Kambar.

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.
__._,_.___
Posted by: Hadi Irawan <hadiirawan@aman.or.id>

On Wednesday, 22 October 2014, 18:07, “Monang Ringo monang.ringo@gmail.com [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Kebiadapan ini harus di lawan
Pelaku harud di hukum adat sesuai tradisi dayak meratus dan hukum formal negara.
Ayo rebut kembali tanah adat. Rebut kembali kemerdekaan
Monang Ringo
On Wednesday, 22 October 2014, 18:20, “boengboeng@yahoo.com [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Mmg polisi brimob itu perlu diberi pelajaran jangan langsung membunuh rakyat.
Perusahaan yg dideking polisi itu juga daganjar setimpal, dmk juga polisi yg nembak.
Salam
Bas
________________________________________
From: “Muhammad Juaini wenn.gema_alam@yahoo.co.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com>
Sender: adatlist@yahoogroups.com
Date: Wed, 22 Oct 2014 18:48:53 +0800
To: adatlist@yahoogroups.com<adatlist@yahoogroups.com>
ReplyTo: adatlist@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: [AMAN] PENIMBAKAN OLEH BRIMOB
Adukan kasus ini segera kepada presiden/wapres yang baru, selagi masih hangat!

Sent from Gema Alam NTB
Wujudkan pengelolaan SDA & LH yg baik, adil & berkelanjutan untuk kemaslahatan ummat!

On 22 Okt 2014, at 18.03, Masrani petinggimuaratae@gmail.com [adatlist] <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Jangan hanya polisi nya aja yang diusut tetapi perusahaan yang dikawal harus jadi sasaran utama.

Salam
Masrani

Dikirim dari iPhone saya

Pada 22 Okt 2014, pukul 17.37, “Hadi Irawan hadiirawan@aman.or.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> menulis:

Terima kasih Bung Titan saranya, dan teman2 sudh bergerak sebelumnya.

Salam,
Kambar

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.
Dari: Titan Aman titan_aman@yahoo.com [adatlist]
Terkirim: Rabu, 22 Oktober 2014 17:28
Ke: adatlist@yahoogroups.com; pb-aman@yahoogroups.com
Balas Ke: adatlist@yahoogroups.com
Perihal: Bls: [AMAN] PENIMBAKAN OLEH BRIMOB
Cepat hubungi komnas HAM, siapkan bukti2 dan kronologis kejadiannya Ambar?
Salam,
Titan
On Wednesday, 22 October 2014, 21:43, “boengboeng@yahoo.com [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Harap dituntut sj secara adat dan tradisi masyarakat adat Dayak. Dulu prof Dr Thamrin Tomagola pernah dituntut secara adat Dayak karena salah bicara. Dan dia patuh kp adat tsb.
Ini polisi tsb telah membunuh warga Dayak dgn tembakan.

Menurut adat Dayak bgm hukuman kp pembunuh tsb, dan kp pelapor dr perusahaan yg mengundang brimob tsb ke TKP pembunuhan tsb.
Tegakkah hukum adat dan hukum negara.

Salam duka buat sdr2 masyarakat adat Dayak di Kalsel.
BAS
On Wednesday, 22 October 2014, 19:15, “jasardi_aman jasardi_aman@yahoo.co.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Harus usut tuntas kasus ini, kok setega itu berimob main tembak” membunuh” manusia tak berdosa, kurangajar sekali sikap ini…

Slm
Jasardi
Terkirim dari Samsung Mobile

——– Pesan asli ——–
Dari: “AMAN KALSEL pw.amankalsel@yahoo.co.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com>
Tanggal: 22/10/2014 19:32 (GMT+08:00)
Ke: adatlist@yahoogroups.com
Subjek: Bls: Bls: Bls: [AMAN] PENIMBAKAN OLEH BRIMOB

Kawan2 semua,

Tadi sekitar jam 4 sore (wita) saya sudah berkomunikasi dengan sdr. O. Lubis (Ketua PD AMAN Tanah Bumbu) di mana lokasi TKP penembakan berada di wilayah Tanah Bumbu.

Saya telah menginstruksikan kepada Ketua PD AMAN tanah Bumbu untuk segera mengumpulkan data-data dan informasi yg valid berkaitan dengan kasus penembakan MA ini. Termasuk informasi kedatangan ratusan orang MA Dayak Meratus di Loksado ke Batulicin (Ibukota Kab. tanah Bumbu) untuk meminta penjelasan dari Kapolres Tanah Bumbu mengenai penembakan ini.

Sampai saat ini saya masih menunggu laporan Sdr. O. Lubis mengenai informasi ini dan secepatnya membuat kronologis kasus beserta korban.

salam,

ysr

Pada Rabu, 22 Oktober 2014 19:20, “boengboeng@yahoo.com [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> menulis:
Mmg polisi brimob itu perlu diberi pelajaran jangan langsung membunuh rakyat.
Perusahaan yg dideking polisi itu juga daganjar setimpal, dmk juga polisi yg nembak.
Salam
Bas
________________________________________
From: “Muhammad Juaini wenn.gema_alam@yahoo.co.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com>
Sender: adatlist@yahoogroups.com
Date: Wed, 22 Oct 2014 18:48:53 +0800
To: adatlist@yahoogroups.com<adatlist@yahoogroups.com>
ReplyTo: adatlist@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: Bls: [AMAN] PENIMBAKAN OLEH BRIMOB
Adukan kasus ini segera kepada presiden/wapres yang baru, selagi masih hangat!

Sent from Gema Alam NTB
Wujudkan pengelolaan SDA & LH yg baik, adil & berkelanjutan untuk kemaslahatan ummat!

On 22 Okt 2014, at 18.03, Masrani petinggimuaratae@gmail.com [adatlist] <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

Jangan hanya polisi nya aja yang diusut tetapi perusahaan yang dikawal harus jadi sasaran utama.

Salam
Masrani

Dikirim dari iPhone saya

Pada 22 Okt 2014, pukul 17.37, “Hadi Irawan hadiirawan@aman.or.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> menulis:

Terima kasih Bung Titan saranya, dan teman2 sudh bergerak sebelumnya.

Salam,
Kambar
Dari: Titan Aman titan_aman@yahoo.com [adatlist]
Terkirim: Rabu, 22 Oktober 2014 17:28
Ke: adatlist@yahoogroups.com; pb-aman@yahoogroups.com
Balas Ke: adatlist@yahoogroups.com
Perihal: Bls: [AMAN] PENIMBAKAN OLEH BRIMOB
Cepat hubungi komnas HAM, siapkan bukti2 dan kronologis kejadiannya Ambar?
Salam,
Titan

Pada Rabu, 22 Oktober 2014 16:23, “Hadi Irawan hadiirawan@aman.or.id [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> menulis:
DIBERITAKAN : telah terjadi Penimbakan terhadap Warga MHA Malinau sekitar Jam 10.00 wita tadi malam 21 Oktober 2014,, oleh Brimob serta Anggota Kepolisian Kapolres Tanah Bumbu,Kalimantan Selatan. yang bertugas membekingi Perusahaan PT Kodeco Timber dan PT Jonlin Bratama ( JB), terhadap Pak INUS 35 tahun Warga Dayak Meratus, yang sedang mengambil Kayu dihutan, karena ditembakan dibagian Kepala dan Perut sehingga Korban Meninggal Dunia.
Tempat Kejadian Perkara (TKP) Batu Raya, Kecamatan Mentewi,Kabupaten Tanah Bumbu, Propinsi Kalimantan Selatan. Yang diduga memasuki wilayah Perusahaan Padahal wilah Adat,

Informasi yang baru kami terima dari TKP 400 an Warga Dayak Meratus dari Kec Loksado, Kab.HSS sudh bergerak menuju TKP karena Merasa tidak terima warganya terbunuh. sampai saat ini kami masih kesulitan menghubungi warga lainya disana sehingga perkembangan di TKP blm bisa diketahui dikarenakan tidak ada sinyal namun Tim Advokasi AMAN Kalsel sedang berupaya melakukan investigasi ke TKP.

Salam,
Kambar.

On Wednesday, 22 October 2014, 20:50, “rokhmond onasis onasis.aman@gmail.com [adatlist]” <adatlist@yahoogroups.com> wrote:

siapkan data2 5w 1h dan sampaikan juga ke kontras jakarta.

tabe,
Onasis

TENTANG AKSI OKUPASI SENTRAL-HONG KONG

Beberapa kliping tentang Aksi Okupasi Sentral-Hongkong

On Tuesday, 21 October 2014, 8:41, “‘Chan CT’ SADAR@netvigator.com [tionghoa-net]” <tionghoa-net@yahoogroups.com> wrote:

Ini ada kiriman bung Su Dian, baik juga mengikuti bagaimana pemikiran media dan orang-orang di Tiongkok daratan dalam melihat pendemo Okupasi Sentral di HK yang sudah menjurus merusak dan sangat merugikan banyak penduduk Hongkong.

Semoga bermanfaat.
Salam,
ChanCT
Su Dian in: Gelora45, Tuesday, October 21, 2014 9:04 AM.Subject: Beberapa kliping tentang Aksi Okupasi Sentral-Hongkong

HARIAN RAKYAT : MELIHAT KONSPIRASI DIBALIK PENENTUAN NASIB SENDIRI DARI AKSI OKUPASI SENTRAL HONGKONG
OLEH : HE YIMIN

Aksi illegal “Okupasi Sentral” di Hongkong sudah memasuki 21 hari. Organisasi Persatuan Pelajar Hongkong di depan kantor pemerintah pusat memasang papan latar belakang sebagai bentuk perjuangan mereka. Dengan slogan “menentukan nasib sendiri”. Dapat dikatakan bahwa tujuan sebenarnya dari slogan “menentukan nasib sendiri” ini mencerminkan” tujuan yang sebenarnya dari para aktivis okupasi sentral dan para manipulator lainnya. Apa yang mereka inginkan bukanlah demokrasi elektoral, bukanlah “otonomi khusus” dibawah “satu negara”, melainkan “Penentuan Nasib Sendiri” dan “Kemerdekaan Hongkong”.

Seperti yang kita semua tahu, “Otonomi khusus” Hongkong bukanlah “Otonomi Penuh”. Yang disebut dengan “menentukan nasib sendiri” adalah untuk mengecualikan kedaulatan pemerintah pusat atas kedaulatan Hong Kong dan hak untuk memerintah Hong Kong sebagai entitas politik. Meskipun “Okupasi Sentral” dari awal saat ini, para aktivis Okupasi Sentral tersebut sengaja akan menghindari secara eksplisit menggunakan slogan “kemerdekaan Hong Kong” sebagai simbol politik, tetapi juga mencoba menyembunyikan slogan “kemerdekaan Hong Kong” : “Hong Kong adalah Negara Kami” dan slogan “kemerdekaan Hongkong” lainnya yang sering kita lihat di daerah yang diduduki secara ilegal. Jurnal Organisasi Pelajar Hongkong “Akademi” sekali lagi mempublikasikan tentang “Bangsa Hongkong”. “Organisasi Persatuan Pelajar Hongkong” pada situs website mereka menampilkan foto sumpah dan referendum 7 juta warga Hongkong atas “Kemerdekaan Hongkong 2014 “…. Argumen-argumen ini bukanlah disengaja. Pemimpin Partai Sipil Hongkong, Alan Leong sejak awal terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengacara langsung mengajukan “Hak suatu bangsa menentukan nasib sendiri” dan “mendorong pembagian wilayah”. Lalu kemudian melempar gagasan tentang “Penjajahan Tiongkok”. Dalam beberapa tahun terakhir munculnya apa yang disebut dengan istilah “Nativisme/lokalisme” adalah sebagai tanda ” kebangkitan Hong Kong”. Hal ini menyebabkan kekhawatiran diantara para cendikiawan. Wu Guanzheng Ketua Wharf Holding baru-baru ini pernah mengatakan dalam wawancaranya, “Menentukan Nasib Sendiri” berarti adalah melakukan oposisi dengan pemerintah pusat, dan (Hongkong) yang ditetapkan oleh undang-undang dasar dan peraturan yang jaraknya terpisah 108,000 li, percaya bahwa banyak dari masyarakat Hongkong tidak menginginkan “Revolusi Penentuan Nasib Sendiri”. Profesor Cheng Jieming Dekan University of Hong Kong dalam “Ming Bao”mengatakan, banyak orang semakin khawatir bahwa aksi “Okupasi Sentral” hasilnya adalah “Kemerdekaan Hongkong”. Professor Huo Taohui dalam tulisannya yang dimuat dalam “Xin Bao” mengira bahwa “Warga Hongkong yang berjuang untuk demokrasi elektoral-hak pilih universal, mengambil nasib di masa depan kita untuk menentukan nasib sendiri, masalahnya adalah: apakah yang kalian maksud adalah kemerdekaan Hongkong? Ingin menyangkal bahwa kita adalah bukan bangsa Tiongkokkah? Mengapa kita harus menyangkalnya bahwa kita adalah bangsa Tiongkok? Pertanyaan ini harus kita jawab sampai tuntas, baru kamu bisa tahu apa yang telah kamu lakukan.”

Tak ada yang lain bahwa aktivis Okupasi Sentral dan manipulator lainnya baru benar-benar tahu apa yang mereka lakukan dalam “okupasi sentral”, akan mau dibawa kemana Hongkong itu. Fan Keqin mantan juru bicara “aksi kaos merah tumbangkan Chen Shui-bian” pada bulan Oktober membuktikan bahwa Jimmy Lai bersama dengan kelompok “Taiwan Merdeka” lainnya bertahun-tahun lamanya bersama-sama berkonspirasi dengan mantan Ketua Partai Progesif Demokratik Taiwan Shih Ming-the untuk mengadakan “Okupasi Sentral”.

Jauh sebelumnya Nitizen “Investor Next Media” mengungkapkan bahwa Shih Ming-Teh menyebut Jimmy Lai sebagai “pemberontak” di Hongkong, bisa membantu “Taiwan Merdeka”, yaitu seperti halnya mobilisasi “Arab Spring”. Jimmy Lai menekankan bahwa “Mahasiswa harus menumpahkan darah mereka, kalau mahasiswa tidak menumpahkan darah mereka maka aksi okupasi sentral tidak akan berhasil”. Fakta telah membuktikan bahwa “Okupasi Sentral” telah berkolusi dengan “Taiwan Merdeka” yaitu dengan mengadakan aksi “Kemerdekaan Hongkong” yang katalistik : Zhu Yaoming, Lee Cheuk-Yan, Joseph Yu-shek Cheng Joseph Yu-shek ChengJoseph Yu-shek Cheng dari Taiwan mempersilahkan kepada Shih Ming-The mendakan aksi “Okupasi Sentral”. Akademi Demokrasi Tionghoa Hongkong mengklaim mau menggunakan tahap kekerasan sampai mengusulkan untuk mengadakan “kamp pelatihan perjuangan tanpa kekerasan” kepada juru bicara Partai Progresif Demokratik Taiwan Merdeka Chien Hsi-jie. Menghasut Lin Feifan dari Gerakan Mahasiswa “Bunga Matahari” untuk mengatakan kepada publik bahwa, “Hongkong bukan hanya menginginkan demokrasi elektoral secar alangsung, tetapi Hongkong juga menginginkan kemerdekaan”.

Sebagian besar dari masyarakat biasa dan masyarakat kota Hongkong berpikir percaya bahwa aktivis okupasi sentral dan orang-orang dibelakang layarnya yang lain merubahnya menjadi “Hongkong Merdeka”, dan tindakan illegal mereka tujuannya dalah untuk menentang pemerintah pusat. Namun mulai dari aksi okupasi sentral sampai beberapa hari ini, para aktivis okupasi sentral dan orang-orang dibalik layar lainnya menyembunyikan konspirasi aktivitas “Hongkong Merdeka” mereka. Di bawah bendera “demokrasi”, “independensi” “penentuan nasib sendiri” berusaha berdiri dibalik para mahasiswa yang tidak bersalah dan mendorong warga kedepan. Duapuluh satu hari telah berlalu, menghancurkan masyarakat, aturan dan hukum, mata pencaharian masyarakat, kejahatan dari aksi “okupasi sentral” terlihat di depan mata. Apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh aksi “Okupasi Sentral”, demokrasi electoral secara langsung atau menghancurkan demokrasi electoral secara langsung itu sendiri? Apakah tujuan perjuangan mereka itu masa depan Hongkong atau ingin menghancurkan Hongkong itu sendiri? Apakah seluruh mahasiswa dan masyarakat kota yang terlibat dalam aksi “Okupasi Sentral” tidak berpikir tentang ini? Apakah masyarakat Hongkong tidak merenungkan tentang hal ini? Hongkong adalah surga, jangan birakan orang-orang yang terlibat dalam aksi “Okupasi Sentral” merusak stabilitas dan kesejahteraan Hongkong.

Sumber : Harian Rakyat (Renmin Ribao), 19 Oktober 2014.

LEE CHEUK YAN MENDAPATKAN DANA SEBANYAK 13 JUTA DOLLAR HONGKONG UNTUK MENGACAUKAN HONGKONG
OLEH : GONG XUEMING

Situs Keuangan Publik (Dagong Jingji Wang) pada 14 Oktober 2014 (Reporter Gong Xueming) telah mengungkapkan bahwa Jimmy Lai Bos Next Media Grup telah memberikan dana sebanyak 1,5 juta RMB kepada Lee Cheuk Yan Ketua Partai Buruh Hongkong. Satu masalah lagi telah ditiupkan dari AS untuk mengacaukan Hongkong termasuk pemogokan pelabuhan tahun lalu hingga sampai pada aksi “Okupasi Setral”.

Dari bukti-bukti data rahasia, Lee Cheuk Yan sebagai Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh sejak tahun 1994 telah mengumpulkan total sumbangan hampir 13 juta RMB (lihat data dibawah artikel ini) dari National Endowment for Democracy (NED). Selain itu, sebagai salah satu, Lee Cheuk Yan sebagai salah satu direktur Konfederasi Buruh Internasional Liaoson Hong Kong, lebih berani dan nekat, mencoba untuk menghindari penyelidikan dari Komisi Independen Anti Korupsi (ICAC).

Dalam sejumlah besar file yang dikespos oleh Nitizen Mong Kok Brain Field Base Group, Konfedarasi Serikat Buruh (CTU) dari tahun 1994 dan seterusnya, setiap tahunnya American Center for International Labor Solidarity memberikan bantuan sebanyak 50 ribu hingga 10 ribu dollar AS sebagai hibah. Sampai sekarang telah menerima sumbangan sebesar hampir $ 1.640.000, setara dengan HK $ 13 juta. Whistleblower telah menuduh kepada Lee Cheuk Yan “Si Penentang Hukum”. Mereka mempertanyakan apakah CTU sesuai dengan hukum Hong Kong, yaitu apakah sumbangan yang didapatkan oleh Lee Cheuk Yan sudah melaporkaannya kepada Biro Pajak Hongkong.

Setiap Tahun Mendapatkan Dana Untuk Kegiatan Demonstrasi Anti Pemerintah

American Center for International Labor Solidarity (ACILS) – Konfederasi Serikat Buruh (CTU), mengaku sebagai organisasi pejuang hak-hak pekerja dan hak asasi manusia dan netralitas dalam politik, didedikasikan untuk dunia dan memberikan dukungan serta bantuan teknis untuk seluruh serikat buruh yang berafiliasi didalamnya, dan menumbuhkan serta mempromosikan proses demokrasi lokal. Belum lama ini, CTU mengajukan kembali sumbangan sebesar lebih dari $ 150.000 kepada ACILS. Eksposur aplikasi yang disebutkan adalah rencana aksi perjuangan demokrasi dan hak-hak pekerja pada 1 Oktober 2014 sampai 30 September tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk pelatihan di semua klub afiliasi dan pemimpin serikat buruh, perlindungan bagi para pekerja, reformasi kebijakan dan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pembantu rumah tangga asing, dan meningkatkan kesadaran buruh Tiongkok daratan akan hak-hak mereka sebagai pekerja.

Dalam latar belakang proposal pengajuan minta sumbangan tersebut juga disebutkan bahwa, hubungan anatara kelompok oposisi Hongkong dengan pemerintah pusat adalah untuk meningkatkan ketegangan, inflasi bertambah buruk, harga properti tinggi, aksi “Okupasi Sentral” dan demonstrasi aksli lainnya, untuk mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.

Dalam dokumen rahasia tersebut juga mencakup kontribusi dari beberapa kontrak dengan American International Labor Solidarity Center CTU yang ditandatangani pada 2008-2013. Di antaranya, pada bulan Oktober tahun lalu ditandatangani, nomor “2013-017W”, yang ditandatangani oleh Meng Zhaoda selaku Direktur Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja, jumlah subsidi $ 81.345, setara dengan sekitar HK $ 630.000, periode hibah adalah 1 Oktober tahun lalu sampai 30 September tahun ini

Dari dokumen rahasia tersebut juga dikonfirmasi bahwa Lee Cheuk Yan sebagai salah satu direktur dari Konfederasi Serikat Pekerja Kantor Penghubung Liaoson Hongkong, terkait erat dengan aliran dana asing.

Keterlibatan CTU Dalam Gerakan Okupasi Sentral

Selain itu, CTU pada bulan April dan Juni tahun ini telah memberikan bantuan pinjaman kepada Konfederasi Serikat Pekerja Kantor Penghubung Liaoson Hongkong sebesar HK $ 50.000 dan HK $ 70.000

Komisi Investigasi, Komisi Independen Anti Korupsi (ICAC) dan Urusan Perpajakan juga melakukan penyeledikan secara resmi terhadap Lee Cheuk Yan melalui catatan keuangan yang dimilikinya, begitu juga dengan Konfederasi Serikat Pekerja Kantor Penghubung Liaoson Hongkong pada bulan September tahun ini. Terutama kontribusi dari negara-negara asing

Karena takut diidentifikasi transaksi keuangan dengan CTU tersebut, Direktur Eksekutif Kantor Penghubung Liaoson Hongkong Monina Wong menulis e-mail ke markas pusat Brussels mengatakan bahwa total pinjaman 120.000 RMB tidak terdaftar dalam laporan keuangan Konfederasi Serikat Pekerja Kantor Penghubung Liaoson Hongkong (biasanya anak-anak NGO paham betul bagaimana cara-cara kerja seperti ini hehehehe wakaakak)
tetapi menganggap perlu untuk segera melunasi total pinjaman 120.000 RMB tersebut, agar keterlibatan antara markas pusat di Brusel dengan di Hongkong, tidak diketahui.

Stephen Benedict selaku Direktur HAM dan hak-hak serikat buruh Konfederasi Serikat Buruh Internasional menjawab email dari Monica Wong, bahwa jumlah pinjaman tersebut tidak akan merugikan organisasi, tetapi pinjaman dari CTU tersebut anggap saja sebagai uang jasa.

Selanjutnya, Monina Wong menjawab email dari Stephen Benedict pada tanggal 30 Mei, mengucapkan terima kasih atas nama Konfederasi Serikat Pekerja Kantor Penghubung Liaoson Hongkong. Termasuk untuk bantuan mereka untuk “gerakan Hongkong akhir-akhir ini”. Dari waktu itu dapat disimpulkan bahwa Lee Cheuk Yan secara aktif terlibat dan mencoba untuk menghasut dalam Gerakan Okupasi Sentral.

CTU buru-buru mengeluarkan pernyataan “klarifikasi” mereka tadi malam, mengaku bahwa mereka telah didiskreditkan dan “benar-benar tidak berdasarkan bukti apa-apa”, tetapi sambil mengakui bahwa “dalam tujuh tahun terakhir, rata-rata tahunan telah menerima dana sekitar HK $ 600.000,” berargumen bahwa sumbangan dan bantuan dari asing tersebut telah dilaoprkan kepada Departemen Pajak dan instansi terkait lainnya.

Bantuan Dana Yang Didapatkan Oleh Lee Cheuk Yan dari ACILS :

1994—56.867 US Dollar
1995—78.883 US Dollar
1996—64.042 US Dollar
1997—105.515 US Dollar
1998—81.785 US Dollar
1999—77.936 US Dollar
2000—67.253 US Dollar
2001—73.821 US Dollar
2002—73.811 US Dollar
2003—110.230 US Dollar
2004—76.690 US Dollar
2005—74.105 US Dollar
2006—80.889 US Dollar
2007—90.000 US Dollar
2008—81.254 US Dollar
2009—82.499 US Dollar
2010—100.810 US Dollar
2011–100.840 US Dollar
2012—80.975 US Dollar
2013—81.345 US Dollar
Total 1.639.380 US Dollar atau kira-kira sebesar 13 Juta Dollar Hongkong.

Sumber : Situs Keuangan Publik (Dagong Jingji Wang), 14 Oktober 2014

PERANG KEUANGAN TERSEMBUNYI DI BALIK GERAKAN OKUPASI SENTRAL
OLEH : ZHAO YAYUN

Kelompok oposisi Hong Kong yang menamakan diri mereka “Okupasi Sentral” melakukan aksi demonstrasi selama beberapa hari. Tidak hanya membawa dampak negatif yang besar pada perekonomian kita dan kehidupan publik. Akibat dipanas-panasi oleh media Barat juga sangat berpengaruh dengan iklim investasi di Hong Kong. Media Barat telah mengakui bahwa “Okupasi Sentral” adalah “Revolusi Warna”, banyak orang berpikir bahwa Barat ingin agar di Hong Kong terjadi “perubahan kekuasaan” sehingga akan berpengaruh terhadap Tiongkok daratan. Namun masalahnya tidak sesederhana itu.

Aksi “Okupasi Sentral” mencoba dari aspek ekonomi dan politik untuk menyerang Tiongkok daratan. Secara ekonomi, Amerika Serikat adalah negara perdagangan yang mapan. Kepentingan ekonomi mereka sangat serius. Apalagi sekarang perekonomian AS telah terjadi penurunan. Tidak menguntungkan apabila tidak bersedia melakukan hal yang diharapkan. Kenyataannya bahwa orang yang telah mendapatkan keuntungan dari Gerakan Okupasi Sentral adalah seorang trader dan master emas yaitu Jimmy Lai, pemilik Next Media Grup, yang mengandalkan keberuntungan spekulasi. Pada dasarnya Jimmy Lai adalah seorang yang oportunis yaitu jikalau dirinya tidak mendapatkan keuntungan dia tidak akan melakukannya.

Jimmy Lai selama beberapa tahun terakhir ini di industri media mengalami kerugian berturut-turut. Bukan hanya karena mengalami kerugian besar di Taiwan dengan menjual satu stasiun TV dan harus menutup perusahaan koran gratis ” Sharp Daily Sharp Daily” di Hong Kong. Industri miliknya yang paling penting tersebut. Media “Apple Daily” paper-based mengalami penurunan tajam dalam pendapatan iklan dan menurunnya jumlah penjualan. Next Media juga mengalami kesulitan pendanaan. Namun dia tidak peduli, dan masih memberikan banyak dana sumbangan untuk kelompok oposisi di Hong Kong. Menurut statistik media, dana sumbangan yang diberikan oleh Jimmy Lain hingga mencapai HK $ 270 juta. Ada orang yang menebak bahwa uang tersebut bukanlah miliknya melainkan milik pemerintah AS untuk mengontrol berbagai yayasan. Ada banyak manfaat yang didapatkan dari Jimmy Lai, seperti beberapa hari yang lalu Jimmy Lai dan mantan Deputi Menteri Pertahanan Paul Wolfowitz mengadakan pertemuan bersama membahas investasi mereka di Myanmar. Bermaksud untuk terlibat dalam spekulasi lokal

Namun, hal tersebut tidaklah mudah untuk didapatkan. Begitu gilanya Jimmy Lai, orang yang setelah mendapatkan keuntungan maka dia akan langsung pergi (orang yang egois) kalau dilihat dari dukungannya terhadap Gerakan Okupasi Sentral. Sebelumnya telah diekspos tentang Jimmy Lai yang melakukan short selling saham Hongkong dan menghasilkan sekitar satu miliar dolar Hong Kong. Tentu saja, dia membantah keras. Karena “Okupasi Sentral” yang membikin gaduh tersebut, awalnya Bursa Saham Shanghai dan Hong Kong dan hal lainnya menunjukkan positif dengan naiknya indeks Hang Seng tetapi mulai pada 3 September mulai turun hingga 2.797 poin. Selama periode ini spekulasi bersamaan dengan beita-berita dari media Barat tentang “Okupasi Sentral”, Hedge Fund Amerika Serikat dengan hot money mereka mengambil kesempatan untuk melakukan short-selling saham Hong Kong, dan hasilnya adalah sangat menguntungkan. Apakah Jimmy Lai sendiri atau bukan dengan melakukan short selling saham-saham Hongkong, namun dia dan para pemilik hot money internasional menggunakan peristiwa politik panas internasional bersekongkol untuk mendapatkan keuntungan adalah sesuatu yang tidak jelas.

Hedge fund AS dan politik selalu berkaitan erat dengan George Soros yang selalu menyokong revolusi warna. Soros telah lama mendanai Radio Free Europe dan Radio Free Asia. Kedua stasiun tersebut, pertama diciptakan oleh CIA, dan kemudian dibangun oleh Kongres Amerika Serikat. Quantum Fund milik Soros masih sering bekerjasama dengan Amerika Serikat Institute of Peace, yang merupakan badan publik CIA. Soros telah mendirikan dan sangat aktif mengoperasikan International Crisis Group (ICG) sejak disintegrasinya Yugoslavia. Dia memainkan peran penting di Ukraina, Georgia dan revolusi warna lain. Mantan Presiden Ukraina Viktor Yushchenko adalah penasehat dari Open Society Institute yang Soros dirikan.

Namun, Bursa Saham Hong Kong jatuh sebesar tersebut sebenarnya tidaklah besar, meskipun para pemilik hot money internasional telah mendapatkan keuntungan. Namun hasil ini masihlah lebih kecil jikalau dibandingkan dengan serangan mereka di Asia Tenggara pada 1997, dan dalam beberapa tahun terakhir, dengan melakukan short selling terhadap euro yang jauh lebih buruk. Aksi ini bisa dikatakan karena aksi-aksi hot money internasional untuk untuk menghasilkan uang, juga sebagai bagian dari strategi besar AS untuk menyerang kartu-kartu yang dimainkan oleh Tiongkok.

Saat ini defisit anggaran pemerintah AS sangat besar. Alasan mengapa krisis keuangan tidak terjadi, terutama karena pemerintah AS dapat mengambil keuntungan dari hegemoni mata uang dolar dan status khusus dolar AS untuk mendapatkan dana internasional murah. Namun ekonomi Amerika Serikat masih mengalami krisis yang serius. Belum bisa dijamin pulih. Namun Tiongkok sekarang ini adalah kreditor terbesar AS, mendorong untuk internasionalisasi RMB. Internasionalisasi RMB saat ini maju sangat lancar. Ada banyak terobosan besar, terutama pertukaran langsung dengan mata uang terbesar kedua di dunia yaitu Euro. Hal ini membuat reaksi yang besar terhadap AS. Tentu saja hal ini juga sebagian dikaitkan dengan sanksi beberapa bank Eropa terhadap AS pada paruh pertama. Namun AS tidak melakukan refleksi atas tindakan mereka sendiri tetapi selalu membenci orang lain.

Hong Kong adalah pusat perdagangan terbesar RMB di lepas pantai, namun internasionalisasi RMB adalah juga jembatan yang paling penting. AS dalam rangka untuk mengganggu internasionalisasi RMB yaitu dengan strategi mengacaukan Hong Kong. Pemerintah AS saat ini sedang mengejar kebijakan mata uang yang kuat dan secara aktif mempromosikan apresiasi dolar untuk menarik dana internasional. Kebijakan ini kelihatannya berhasil sampai sekarang. Dolar AS adalah hampir satu-satunya sebagai mata uang yang nilainya naik, tapi sayangnya, RMB tidak seperti nilai mata uang Negara lainnya yang mengalami penurun, tetapi mengikuti jejak dolar AS yaitu mengalami kenaikan nilai mata uangnya. Meskipun AS atau yang lainnya ingin agar RMB terapresiasi, namun pemerintah AS dan Kongres AS tidak bisa memaksa apapun agar terjadi apresiasi RMB.

Awalnya para ekonom utama AS telah menunjukkan perencanaan Amerika Serikat. Terapresiasinya dollar AS sehingga menyebabkan masuknya kapital seluruh dunia masuk ke dalam pasar AS. Kemudian AS mendapatkan uang murah. Sementara pada saat yang sama, Eropa dan Jepang keadaannya seperti hidup segan mati tak mau. Terjadi arus keluar modal yang besar di pasar negara berkembang sehingga bisa menyebabkan krisis ekonomi di Negara-negara berkembang.

Namun sekarang ada Tiongkok yang berbeda. Disatu sisi telah terjadi kenaikan nilai RMB dan di satu sisi lainnya telah terjadi internasionalisasi RMB. Banyak kapital tidak mengalir ke AS, tetapi masuk ke Tiongkok. Tentu saja, AS tidak akan membiarkan itu terjadi.

Lemparan kartu “Okupasi Sentral” menurut data statistik Bloomberg, sampai pada 2 Oktober, Exchange Traded Fund (ETF) sebesar $ 1,27 milyar (sekitar HK $ 9,9 milyar) dari emerging market yang keluar. Diantaranya dengan melemahnya ekonomi Hongkong dan mempengaruhi situasi ekonomi di Tiongkok daratan dan Hongkong akibat ETF yang keluar tersebut. Dalam total dua minggu arus kapital yang keluar sebesar $ 278 juta (sekitar HK $ 2,17 milyar). Jauh lebih tinggi dari minggu sebelumnya $ 60,9 juta (sekitar HK $ 480 juta) arus keluar bersih. AS ingin mempengaruhi pasar keuangan Tiongkok melalui Hongkong dalam persaingan antara AS dan Tiongkok merebut dana internasional.

Selain itu, AS untuk “tidak pernah menjadi yang kedua”, berusaha menekan kemungkinan besar Tiongkok menggantikannya sebagai urutan yang pertama di dunia. Dalam rangka untuk menggagalkan kedamaian Tiongkok yang terus meningkat, AS terus mengipasi internal Tiongkok dengan api, agar perkembangan Tiongkok terhambat. Namun walaupun pemerintah AS mengalami kesulitan finansial, serangan dan gempuran AS terhadap Tiongkok tetap tak berdaya. Ekonomi AS-Tiongkok ketergantungannya terlalu tinggi. Pemerintah AS tidak bisa secara langsung menghadapi Tiongkok. Juga bisa dikatakan bahwa “melawan tanpa melanggar” kebijakan Tiongkok. Sehingga sangat berharap melalui aksi-aksi seperti “Okupasi Sentral” dan mendukung kebangkitan militerisme Jepang dapat memaksa Tiongkok untuk menyerahkan banyak keuntungan ke Amerika Serikat.

Beijing akan menjadi tuan rumah KTT APEC pada 10 November mendatang, Obama dan 20 pemimpin Pasifik lainnya akan berpartisipasi di dalamnya. Baru-baru ini telah terjadi kerusuhan di dalam negeri Amerika Serikat, karena kebangkitan Islam di tingkat internasional banyak orang menuduh Obama telah menarik diri dari Irak adalah “tindakan tidak bertanggung jawab”. Sehingga Obama memandang bahwa pertemuan KTT APEC tersebut sangatlah penting. Berharap untuk bisa mendapatkan beberapa upaya diplomatik guna mengurangi tekanan politik dalam negeri. Dari sudut pandang ini, aksi “Okupasi Sentral” merupakan kartu yang cerah sebelum negosiasi dan bukanlah kartu mati.

Pada tanggal 9 pagi, Fang Zhixin, anggota Komite Tetap Organisasi Persatuan Pelajar Hongkong mengatakan bahwa para demonstran akan tetap memutuskan sendiri, apakah aksi dilanjutkan atau tidak aksi mereka tersebut. Organisasi Persatuan Pelajar Hongkong tidak akan mendesak para demonstran untuk tetap melanjutkan aksi mereka. Ini berarti bahwa Organisasi Persatuan Pelajar Hongkong telah mengaku tidak akan mengontrol gerakan, juga berarti bahwa mereka tidak mau bertanggung jawab atas konsekuensi dari aksi demonstrasi selanjutnya.

Faktanya, seiring dengan semakin dekatnya tanggal pertemuan APEC, dukungan Barat terhadap upaya oposisi Hongkong juga mulai berkurang. Media Barat dalam melaporkan aksi demonstarsi “Okupasi Sentral” mulai berkurang dan semakin obyektif. Keaslian juga mulai membaik, tidak lagi sepihak dalam isi propaganda mereka. Halaman depan CNN, BBC dan media Barat lainnya, dimana informasi tentang “Okupasi Sentral” sudah mulai menghilang. Media Barat juga sudah mulai melaporkan ketidaksukaan dan penghinaan dari masyarakat Hongkong dan Tiongkok daratan atas aksi-aksi “Okupasi Sentral”. Kelompok Oposisi mulai meratapi atas ditinggalkannya mereka oleh Barat.

Perubahan politik ini segera mempengaruhi pasar keuangan. Ketika kapital internasional dan kapital komprador Hongkong bersama-sama untuk menekan saham Hongkong. Kapital Tiongkok masih tetap menahannya. Saham merah H, dan saham Blue Chip Tiongkok daratan lainnya masih sangatlah kuat. Tiongkok telah memainkan untuk kedua kali kalinya dalam pertarungan bursa saham Hongkong setelah peristiwa 1997. Karena aksi “Okupasi Sentral” berasal dari perilaku jangka pendek, aksi-aksi hot money internasional dari hedge fund AS juga mendapat keuntungan dua kali lipat. Mereka mungkin pada awalnya berusaha mengambil posisi untuk menekan bursa saham Hongkong, tetapi tidak lama kemudian bursa saham di Shanghai dan Hongkong mulai mengambil posisi yang baik. Indeks Hang Seng telah mencapai posisi resistensi bagian bawah jangka panjang. Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk mengambil lagi posisi short selling jangka panjang.

Selanjutnya, sebagian dari kelompok oposisi juga tidak mau menyerah. Beberapa orang karena inersia berpikir tidak akan berhenti begitu saja. Di jalan-jalan Hongkong, mungkin beberapa orang enggan untuk menghentikan aksi mereka, bursa saham Hong Kong akan terguncang, namun setelah itu, kelompok oposisi sudah tidak besar gelombangnya. Pemerintah Hongkong mendapat dukungan dari pemerintah pusat, bertindak rasional, mengambil posisi untuk tidak berkompromi, dan tidak mengambil alasan apapun dari Barat, serta menanganinya dengan lebih baik. Dan grup media ekonomi dan politik milik Barat juga memberikan inspirasi besar. Di satu sisi kita ingin mengekspos kemunafikan ideologi Barat, di sisi lain “perang total” ini atas gagasan-gagasan yang layak kita gunakan sebagai referensi dan kita harus mengembangkan kemampuan sendiri untuk mengatasi serangan “perang global” mereka tersebut.

Sumber : Situs Observer (Guanchazhe Wang), 10 Oktober 2014.
__._,_.___

INDONESIA DIKENDALIKAN ELITE PARPOL

Indonesia Dikendalikan Elite Parpol!
• Penulis : Rahmat Fiansyah
• Rabu, 30 Oktober 2013 | 21:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin, mengatakan, para ketua umum partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat telah mengendalikan Indonesia. Sementara itu, ia menilai para anggota DPR yang bertarung di Senayan hanyalah pion-pion.

“Yang menentukan hitam putihnya republik ini, ya sembilan orang itu (para ketua umum partai di DPR),” kata Irman dalam diskusi di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Ia menyatakan, kebobrokan negara ini disebabkan ketidakmampuan partai politik menjalankan fungsinya. Partai politik telah menggerogoti sistem presidensial. Dengan kata lain, parpol tak mampu melakukan perubahan karena mereka sendiri bagian dari masalah.

Ia juga mengkritik partai politik yang mengabaikan tujuan bernegara. Parpol hanya fokus pada pesta lima tahunan. Tujuan bernegara, katanya, adalah bagaimana mengoptimalkan dan meningkatkan kesejahteraannya dari hari ke hari. Jika partai politik hanya memikirkan penggantian nakhoda setiap lima tahun sekali, ia pesimistis Indonesia akan berubah dalam kurun waktu 10 atau 20 tahun lagi.

Dalam kesempatan yang sama, rohaniawan Romo Benny Susetyo mengkritik partai politik yang diisi oleh para petualang yang tak bervisi. Mengutip pada filsuf asal Yunani, Aristoteles, Benny mengatakan, negara seharusnya diisi para filsuf yang memiliki gagasan, bukan pedagang atau prajurit.

“Karena itulah, sekarang politik dipenuhi aktivitas bisnis dan transaksional, bukan pertarungan ide dan gagasan,” katanya.

Ia juga menyoroti buruknya proses rekrutmen politik sebagai sumber masalah. Hal ini menyebabkan partai politik dikuasai oleh orang-orang yang memiliki kekuatan modal, bukan kader-kader yang memiliki pengalaman berorganisasi.

“Partai politik juga jangan hanya digunakan sebagai alat merebut kekuasaan, tapi juga untuk melayani kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Editor : Hindra Liauw

DOMINASI PENGUASAAN ASING BERALIH KE PARPOL

Dominasi Penguasaan Asing Beralih ke Parpol? Sami mawon Rakyat yang menderita

http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-indopos/66-indopos/28074-dominasi-penguasaan-asing-beralih-ke-parpol.html

Thursday, 22 November 2012 08:16

JAKARTA-Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubaran BP Migas diaminkan sebagian masyarakat. Sebab, UU No. 22/2001 inkonstitusional dan berpotensi merugikan negara bahkan sejak masih berupa rancangan undang-undang (RUU).
’’Rakyat Indonesia harus berterima kasih kepada pemohon uji materi UU No. 22/2001, karena dengan keputusan MK ini pengelolaan migas yang menyimpang dari konstitusi sudah kembali kepada relnya,’’ ucap Pengamat Perminyakan Kurtubi saat Dialog Kenegaraan bertajuk Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat? di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (21/11).
Kurtubi juga menilai, keputusan MK sangat tepat. Sebab, BP Migas yang diatur dalam UU No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki hukum mengikat. ’’Pertentangan dengan konstitusi itu disebabkan tata kelola BP Migas tidak bisa digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Itu tidak sesuai UUD 1945 Pasal 33,’’ jelasnya.
Pembubaran BP Migas ini, sambungnya, membuka peluang untuk mengubah dan memperbaiki tata kelola itu.Pasalnya, keberadaan BP Migas mengakibatkan kedaulatan pengelolaan migas kita hilang dan merugikan negara yang tidak sedikit.’’Di sejumlah negara seperti Malaysia, Venezuela, Filipina, Arab Saudi dan Brazil pengelolaan migas dikelola secara penuh oleh perusahaan minyak nasionalnya,’’ tutur Kurtubi.
Selain itu, dengan potensi kekayaan alam dan migas yang sangat besar dan dikelola sendiri oleh Pertamina, dia yakin kekayaan alam dan migas ini dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.’’Pengelolaan harus diserahkan ke Pertamina, saya sarankan ke pemerintah agar menyempurnakan Perpres yang ada atau membuat Perpres baru untuk mengembalikan pengelolaan migas ke Pertamina,’’kata Kurtubi.
Dengan demikian, tegasKurtubi, ke depan bangsa Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan migas tanpa bergantung pihak asing dan pendapatan dari sektor migas meningkat.Sedangkan padapasal 33 UUD 1945 ini sudah jelas mengatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
’’Sementara dalam UU BP Migas, semua keinginan dari Pasal 33 UUD 1945 tidak dapat terpenuhi. Terlebih lagi, BP Migas dinilai lebih memihak ke asing,’’ kata pengamat minyak itu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Laode Ida menyatakan, putusan MK BP Migas seperti durian jatuh. Pasalnya, dominasi penguasaan asing yang selama ini dimanfaatkan salah dan bertentangan dengan UUD 1945 oleh BP Migas justru sekarang beralih ke partai politik (parpol) melalui Keputusan Presiden No. 95/2012 tentang pengalihan BP Migas ke Kementerian ESDM.
’’Perlu dicatat bahwa sektor migas diduga sebagai bagian dari sumber perahan terbesar dari pihak penguasa dan parpol yang berkuasa. Akibatnya, pelimpahan kewenangan dari BP Migas ke Kementerian ESDM, yang menterinya juga dari parpol penguasa, maka boleh jadi hanya akan mengalihkan lembaga pengelolaannya sementara,’’ papar Laode.
Padahal, tambah Laode, substansinya sama saja dengan waktu adanya BP Migas. Bahkan, akan kian mempermudah akses pihak yang mau memanfaatkannya sesuai kepentingan pribadi atau kelompok berkuasa. ’’Apalagi menjelang tahun politik 2014,’’ sindirnya.
Di kesempatan sama, Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, mengatakan pembubaran BP Migas pada 13 November lalu oleh MK dinilai mengagetkan karena sifatnya mendadak. ’’Ada rasa kaget, sedih, kecewa karena tidak ada tenggang waktu. Sadis juga kan,’’ujar dia.
Di satu pihak, mantan Kepala BP Migas M. Priyono menepistuding bahwa BP Migas memihak perusahaan asing. Perusahaan migas asing sudah ada sejak zaman dulu, mulai zaman penjajahan, Soekarno, maupun Soeharto. ’’Itu kan ada semua, enggak pernah hilang itu. Bahkan zamannya Pertamina itu puncaknyakita tidak pernah mengundang asing. Jadi perusahaan asing yang sekarang ini warisan Pertamina semua, yang mengundang Pertamina,’’imbuhnya.(fdi)

DI MANA “WAJAH” MANUSIA KITA?

Di Mana “Wajah” Manusia Kita?
Cinta Malem Ginting | Rabu, 27 Juni 2012 – 14:50:59 WIB
http://www.shnews.co/detile-3892-di-mana-“wajah”-manusia-kita.html

(SH/Cinta Malem Ginting)Para politikus bisa berkelit sakit setiap kali hendak dihadapkan ke meja hijau.
Semua orang hanya sanggup terdiam membisu ketika seorang nenek berusia 77 tahun diturunkan dari mobil ambulans lalu didorong dengan bed masuk ke dalam ruang persidangan.

Kedua kakinya terlihat sudah mengecil tidak normal, jadi bisa dibayangkan betapa dia tidak bisa lagi berjalan, karena untuk duduk pun dia tak lagi sanggup. Tubuhnya kurus, dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Ironisnya, tak ada seorang pun yang mampu mencegahnya diusung ke ruang persidangan di pagi kemarin (Selasa, 26/6).

Hilang sudah akal sehat ini menyaksikan dunia peradilan di negeri ini. Manakala para politikus dan pengusaha berkelit dari panggilan persidangan dengan alasan sedang sakit dan berobat di luar negeri, nenek bernama Loena Kanginnadhi (77) ini tiada ampun harus “digelandang” ke persidangan.

Entah apa yang dirasakan para politikus dan pengusaha yang menjadi terdakwa korupsi melihat “pemandangan” foto-foto Loena Kanginnadhi; terenyuh, menangis, atau malah tertawa puas? Hanya yang hatinya masih jernih akan berkata, “Peristiwa ini memalukan diri kita sendiri.”

Salah satu psikiater Loena di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, dr Lely yang dikenal tidak mau neko-neko, mengatakan Loena saat pertama kali didatangkan padanya dalam kondisi labil dan depresi berat. Kebanyakan pertanyaan yang dilontarkan dijawab dengan ngawur, tidak nyambung dan Loena merasa takut melihat orang banyak.

Sebelumnya, Loena ditangkap oleh tim dari Polda Bali dan Polrestabes Surabaya di Surabaya ketika hendak berobat, lalu dibawa ke Bali untuk ditahan pada Mei 2012. Ternyata ketika berada di lembaga pemasyarakatan (LP), dia beberapa kali pingsan, sehingga oleh LP dirujuk untuk dirawat di RS Sanglah. Di RS Sanglah itulah dia ditangani oleh tim, yang antara lain adalah psikiater dr Lely.

Merunut kronologi kesehatan Loena, setiap orang bisa menilai mengapa ketika dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kemarin, Loena hanya terdiam di persidangan. Sekitar pukul 10.00 ketika sidang dimulai, hakim bertanya kepada tim jaksa mengapa orang yang dalam kondisi sakit dibawa ke persidangan.

Kemudian tim jaksa menunjukkan surat keterangan tertanggal 15 Juni 2012, yang menyatakan bahwa tim dokter menjelaskan sejak 11 Juni 2012 Loena sudah bisa dibawa berobat jalan.

Pernyataan ini disambar protes oleh tim penasihat hukum, dengan mempertanyakan bagaimana mungkin surat keterangan tim medis dibuat berdasarkan permintaan dari tim kejaksaan; mengingat seharusnya tim dokter yang memutuskan Loena bisa pulang dari RS, bukan atas permintaan dari jaksa.

Peristiwa ini lantas ditengahi oleh majelis hakim, yang menanyakan langsung kepada Loena: “Bagaimana kondisi ibu sekarang?” Lalu dijawab oleh Loena, “Saya masih sakit, masih lemas.”

Karena itulah kemudian hakim tidak mau menyidangkan Loena, lalu memerintahkan agar Loena tetap dirawat di RS Sanglah, dan meminta pembanding dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penasihat hukum Loena, Sumardhan, mengajukan protes kepada majelis hakim pimpinan John Tony Hutauruk. “Kami minta agar terdakwa Loena dirawat hingga sembuh dan kemudian dihadirkan ke persidangan,” Sumardhan menegaskan.

Loena didudukkan sebagai terdakwa dengan tuduhan melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dana sekitar US$ 1 juta dan Rp 1.080.000.000 terkait penjualan tanah dengan Putra Masagung.

Terdakwa Loena dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Astawa dan kawan-kawan ke persidangan dengan pertimbangan adanya surat dari RS Sanglah Denpasar yang menerangkan bahwa Loena sudah boleh pulang dan tidak perlu dirawat inap lagi di RS Sanglah. Sebelumnya, di RS itu Loena sempat diopname dan dirawat oleh tim dokter yang diketuai dr Rantap dan psikiater dr Lely.

“Berdasarkan surat dari RS Sanglah tim medis menerangkan sudah boleh pulang dan tidak perlu dirawat inap,” kata Putu Astawa, di persidangan yang menyita perhatian media massa itu. Saat itu hadir pula dr Rantap dan dr Lely.

Melihat kondisi sang nenek yang belum stabil dan lemah, sekitar 20 menit kemudian majelis hakim pimpinan John Tony Hutauruk menutup sidang dengan menetapkan bahwa terdakwa Loena dikembalikan lagi ke RS Sanglah Denpasar guna menjalani perawatan medis hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Karena kondisinya seperti ini, majelis hakim akan melakukan pembanding dengan meminta bantuan dokter IDI Denpasar untuk memeriksa kesehatan terdakwa Loena,” tutur Hutauruk.

Sumardhan menjelaskan pihaknya tidak berkeinginan menghentikan persidangan. Dia meminta agar sidang dilanjutkan jika terdakwa sudah pulih. Diduga, depresi Loena muncul sejak ditahan beberapa waktu lalu.

Pelecehan Hukum

Perkara ini muncul pada 28 Maret 2001 ketika terjadi perjanjian jual-beli tanah seluas 30.000 m2 di Desa Jimbaran antara Loena selaku Direktur PT Trisetya Balisakti Development (TBD) dan Putra Masagung.

Dalam hal ini Putra Masagung telah membayar pelunasan tanah seluas 7.200 m2 dengan harga US$ 1 juta dan Rp 1.080.000.000. “Tanah 7.200 m2 sudah diserahkan, sedangkan pemecahan sertifikat diserahkan kepada Notaris Liang Budiarta,” tutur Sumardhan.

Ternyata kemudian Putra Masagung melaporkan Loena ke Polda Bali dengan sangkaan melakukan penipuan dan penggelapan uang. Setelah melalui berbagai pemeriksaan hingga Mabes Polri, diketahui bahwa kasus ini merupakan sengketa perdata dan bukan pidana. Hal ini juga dikuatkan karena sampai saat ini masih ada empat perkara perdata lainnya yang masih dalam pemeriksaan.

Meski demikian, Loena yang mantan Konsul Denmark di Bali itu sudah beberapa kali diperiksa secara pidana, bahkan ditahan. Polda Bali juga pernah dipraperadilankan oleh Loena dan kemudian dimenangkan Loena. Namun ternyata perkara pidananya tetap berlanjut. Sumardhan menduga kasus ini penuh rekayasa dan “permainan” tingkat tinggi.

Sumardhan menyatakan pihaknya bersedia mengembalikan seluruh uang yang diserahkan Putra Masagung sebagai pembayaran kepada Loena.

“Kami mau mengembalikan seluruh dananya, kenapa klien kami dituduh menipu dan melakukan penggelapan?” ucap Sumardhan bernada tanya. Ia berharap Mahkamah Agung (MA) melakukan pengawasan terhadap perkara ini, juga berharap agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini diganti.

Sekretaris Setara Institute, Benny Susetyo Pr, menegaskan kepada SH, Rabu (27/6) pagi, bahwa kejadian di PN Denpasar kemarin memperlihatkan pelecehan terhadap hukum.

“Jaksa kan mestinya tahu aturan universal, sehingga mestinya menunda persidangan sampai terdakwa sembuh,” katanya. Menurutnya, ini memperlihatkan dunia hukum di Indonesia yang tumpul dan diskriminatif. Buktinya, para penguasa mendapatkan kekebalan hukum, tapi bagi orang biasa hukum diberlakukan secara tidak adil.

“Apa pun… seharusnya mempertimbangkan sisi manusianya. Jadi ini menghina, melecehkan martabat kemanusiaan, bahkan memalukan wajah kita sendiri,” tutur Romo Benny dengan nada sangat prihatin. Yaah, begitulah adanya negeri ini; tampaknya banyak orang di “atas” sana yang masih terus membutuhkan belas kasihan dari rakyat. (Wahyu Dramastuti)
(Sinar Harapan)

MENLU AS JOHN KERRY & JOKOWI BERTEMU BAHASA KETEMU OBAMA DAN INVESTASI

Bertemu Menlu AS, Jokowi Bahas Rencana Ketemu Obama dan Investasi

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/22174641/Bertemu.Menlu.AS.Jokowi.Bahas.Rencana.Ketemu.Obama.dan.Investasi

Senin, 20 Oktober 2014 | 22:17 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry (kiri) dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10/2014). Kunjungan kenegaraan tersebut merupakan kunjungan pertama bagi Jokowi setelah dilantik sebagai Presiden.

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas recana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Istana Merdeka Jakarta, Senin (20/10/2014). Dibahas pula soal investasi.

Pertemuan Jokowi dan Obama rencananya berlangsung dalam forum APEC yang digelar di Tiongkok November mendatang. “Bicara pertemuan dengan Obama di APEC,” kata Jokowi seusai pertemuannya dengan Kerry.

Selain itu, Jokowi dan Kerry menyinggung masalah perubahan iklim dan investasi. Jokowi mempersilakan bila AS berencana menanam investasi di Indonesia dalam bidang industri dan infrastruktur.

Mengenai komitmen kerja sama Indonesia dengan AS ke depan, Jokowi mengatakan hal itu baru akan ditetapkannya setelah bertemu dengan Obama. “Kalau memang ada investasi di bidang industri dan infrastruktur ya silakan,” ujar Jokowi.

Selain bertemu Kerry, pada Senin malam Jokowi menjamu pimpinan negara sahabat lainnya, yakni Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, serta Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Menurut Jokowi, rata-rata pembicaraan dengan para pimpinan negara sahabat tersebut membicarakan masalah investasi.

BERGERAK BERSAMA DEMI INDONESIA RAYA

Bergerak Bersama Demi Indonesia Raya
KOMPAS/PRIYOMBODO
JAKARTA, KOMPAS — Joko Widodo-Jusuf Kalla telah sah menjadi Presiden-Wakil Presiden RI 2014-2019. Rakyat pun tumpah ruah di jalan melampiaskan kegembiraan. Mereka bergerak bersama menyambut datangnya harapan baru.
Sejak upacara pelantikan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (20/10) pagi hingga malam, rakyat merayakannya dengan penuh sukacita berjubel di jalan-jalan, bak lautan manusia.
Seusai pelantikan, saat Jokowi-JK menaiki kereta kencana menuju Istana Merdeka, warga berebut bersalaman. Sejumlah barisan parade juga memeriahkan arak-arakan. Masyarakat dengan senang menyaksikan pawai budaya tersebut.
Kendati petang sudah berubah menjadi panas dan pengap oleh aroma keringat, tak ada yang mau meninggalkan tempatnya berdiri. Kerumunan semakin padat bak lautan manusia. Mereka bergerombol menuju tugu Monas untuk menghadiri acara Syukuran Rakyat Konser Salam Tiga Jari.
”Jokowi, Jokowi, Jokowi…,” nama itu berulang kali diteriakkan ribuan orang yang berdesakan di depan panggung saat menanti kehadiran Jokowi-JK.
Ketika Jokowi tiba, penonton bersorak-sorai. Jokowi mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, menyampaikan salam tiga jari. Lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” pun berkumandang di seantero pelataran Monas. Selepas itu, rakyat kembali meneriakkan ”Jokowi, Jokowi” berulang-ulang.
Setelah doa yang dipimpin KH Hasyim Muzadi, Jokowi memotong tumpeng Nusantara, didampingi perwakilan warga dari sejumlah daerah. Jokowi lalu menyerahkan potongan tumpeng itu kepada seorang sopir taksi perempuan, Siti Nurbiah. Potongan kedua diserahkan kepada Yuliana Pigai, pedagang di pasar tradisional di Jayapura, Papua. Selepas itu, Jokowi kembali ke istana untuk menerima para tamu negara.
Pelantikan berjalan mulus
Sidang paripurna pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan di Gedung MPR/DPR/DPD, Senin pagi, berlangsung lancar. Pergantian kepemimpinan pun berjalan mulus, ditandai dengan adanya kerelaan Presiden-Wakil Presiden 2009-2014 Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Keduanya memeluk Jokowi-JK. ”Luar biasa indah,” kata Zulkifli spontan dari meja sidang.
Pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, yang dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014 menjadi rival Jokowi-JK, juga hadir. Prabowo yang duduk di podium bahkan memberi hormat secara militer kepada Jokowi. Tepuk tangan pun membahana dari 672 anggota MPR.
Presiden-wakil presiden terdahulu, yaitu presiden ketiga BJ Habibie, presiden kelima Megawati Soekarnoputri, wakil presiden keenam Try Sutrisno, dan wakil presiden kesepuluh Hamzah Haz, juga menghadiri acara tersebut.
Sejumlah perwakilan negara sahabat pun turut menyaksikan, seperti Perdana Menteri Australia Tony Abbott, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Najib Razak, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Papua Niugini Peter O’Neill, PM Haiti Laurent Salvador Lamothe, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.
Mengajak rakyat

Presiden Joko Widodo dalam pidato setelah pelantikan mengajak seluruh bangsa untuk bergotong royong supaya Indonesia menjadi bangsa besar. Indonesia takkan pernah menjadi besar jika terjebak dalam keterbelahan.
”Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu-membahu, dan bergotong royong. Inilah momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja,” ujarnya.
Dia juga mengajak rakyat mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Seluruh rakyat juga harus bekerja sekeras-kerasnya mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. ”Samudra, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk,” katanya.
Jokowi pun mengutip kata-kata Bung Karno. ”Presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno mengatakan bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudra ; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan empasan ombak yang menggulung,” ujar Jokowi.
Saat menutup pidatonya, Jokowi mengajak semua pihak untuk mengarungi samudra itu bersama dirinya. ”Sebagai nakhoda yang dipercaya rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudra dengan kekuatan kita sendiri,” katanya.
Harapan baru

Megawati Soekarnoputri memuji dan mendukung komitmen Presiden Joko Widodo untuk membangun kembali kejayaan Indonesia sebagai negara maritim. Indonesia sebagai negara maritim telah lama dilupakan karena pembangunan lebih banyak berorientasi daratan. Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dinilainya luar biasa.
”Itu sebuah komitmen yang bagus sekali. Memang disayangkan sekali bahwa selama ini kekuatan maritim kita dan hal-hal yang ada hubungannya dengan kelautan itu tidak begitu dimaksimalkan,” kata Megawati yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Boediono juga menilai kebijakan Jokowi itu sebagai langkah tepat. Konektivitas laut itu secara ekonomis akan mendukung kesatuan ekonomi nasional.
”Memang harus kita bangun konektivitas kelautan karena di situlah perekat kita sebagai negara kesatuan, sebagai kesatuan ekonomi, dengan 75 persen wilayah negara itu laut,” ujarnya.
Kematangan demokrasi
Dengan lancarnya pelantikan Jokowi-JK ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik lega karena berarti peralihan kepemimpinan berlangsung mulus. Hal ini baik bagi kehidupan demokrasi. ”Ini akan membawa kesejukan tersendiri melihat para pemimpin bisa bersatu untuk Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif juga menggarisbawahi, pelantikan presiden dan wapres yang damai dan saling menghargai ini memperlihatkan kematangan bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Ini modal yang sangat berharga bagi bangsa untuk mengembangkan demokrasi dan keadaban yang lebih maju pada masa depan.
”Peristiwa ini menunjukkan tingkat kematangan pemimpin politik dan keadaban kita sebagai bangsa. Ini momen penting yang meloloskan bangsa ini dari ujian sejarah,” kata Yudi Latif.
Antusiasme rakyat di ruang publik juga mengindikasikan Jokowi adalah pemimpin yang cocok dengan tuntutan zaman. Indonesia telah melewati tipe pemimpin tradisional yang datang dengan watak dominan, melahirkan apatisme publik, dan ketidakpercayaan terhadap politik.
Jokowi-JK membawa politik harapan, sebagai primus interpares , yang menggalang kerja sama semua pihak dengan tidak mengambil jarak dari rakyat.
”Antusiasme rakyat menunjukkan besarnya harapan rakyat kepada pemimpin baru. Balasan yang setimpal atas antusiasme dukungan rakyat itu adalah bekerja sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” kata Yudi.
(BIL/FER/RYO/NTA/AMR/WHY/ROW/IAM)
Rekonsiliasi
Di tengah massa terdapat pula rombongan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. M Ivan, Ketua BEM UI, berharap agar rakyat jangan larut dalam suasana pesta pora. Pesta rakyat jelang pemilihan harus segera diikuti dengan kerja keras.
Menjadi bagian dari pesta rakyat itu adalah Konser Salam Tiga Jari di lapangan Monas. Konser yang menampilkan sekitar 30 band dan 30 penyanyi ini disebut para artis sebagai konser rekonsiliasi. ”Konser ini didukung para musisi yang dahulu tak terlibat dengan Konser Salam Dua Jari. Konser Salam Tiga Jari ini konser perdamaian bagi masa depan Indonesia,” tutur Catharina Widyasrini, juru bicara Panitia Nasional Syukuran Rakyat Salam Tiga Jari.
Momentum politik pertemuan Jokowi dengan Prabowo Subianto, pekan lalu, disebut-sebut berpengaruh pada suasana dan konsep Konser Tiga Jari. ”Setelah itu, makin banyak yang ingin bergabung dengan Konser Tiga Jari,” ujar Andre Sumual, koordinator konser.
Sejak awal panitia berupaya merangkul artis tanpa membeda-bedakan dukungan politik. Keikutsertaan artis seperti Anang, Ashanti, dan Pasha menjadi simbol rekonsiliasi.
”Kami bangga konser ini tidak menjadi konser pendukung Jokowi. Ini adalah konser yang dipersembahkan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Andre.
Dalam konser semalam, Bimbo membungkus cinta dan harapan seluruh warga lewat lagu ”Aku Cinta Indonesia” dengan lirik yang telah disesuaikan. ”Aku cinta, Anda cinta, kita semua cinta Indonesia….”
(DOE/MHF/MYR/ROW/WKM/XAR)
Massa Menghujat SBY Di Depan Istana

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000009634553
Quote: ” Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, pilkada bisa kembali diubah menjadi langsung “

Selengkapnya:

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/1507021/lewat.di.depan.istana.sby.diteriaki.massa

JAKARTA, KOMPAS.com — Massa di depan Istana Merdeka meneriakkan sindiran saat Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan kantor presiden, Senin (20/10/2014).

“Mari kita sambut, aktor terbaik RUU Pilkada, Pak SBY. Aktor yang sudah menipu rakyat,” kata orator diikuti dengan seruan massa yang menyebutkan “Huuuuu” kepada SBY.

Sesudah rombongan SBY pergi, orator kembali membahasnya. Orator mengatakan bahwa SBY tidak memihak kepada rakyat. Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, pilkada bisa kembali diubah menjadi langsung.

“Semoga di tangan Pak Jokowi-JK bisa memperbaiki pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan,” kata mereka berteriak.

Relawan Jokowi-JK: Tangkap SBY!

http://www.gatra.com/nusantara-1/jawa-1/81237-relawan-jokowi-jk-teriakan-tangkap-sby.html

Created on Monday, 20 October 2014 12:51
Jakarta, GATRAnews – Ribuan relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga kawasan Monumen Nasional (Monas). Tidak hanya dimeriahkan aktraksi budaya, organisasi massa juga melakukan orasi politik mendukung presiden baru.

Relawan Penggerak Jakarta Baru yang ikut berorasi di ‎sepanjang Jalan MH Thamrin (depan Kedutaan Besar Jepang) berorasi untuk menangkap Presiden ke-VI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Orasi itu membuat masyarakat yang berkumpul kaget.

“Tangkap SBY, tangkap SBY,” teriak orator dari Relawan Penggerak Jakarta Baru di mobil bak terbuka dengan suara lantang, Senin (20/10) siang.

Teriakan provokatif orator Relawan Penggerak Jakarta Baru ini sangat bertolak belakang dengan maksud suka cita Syukuran Rakyat bersama Jokowi-JK. Sejumlah spanduk bahkan bertuliskan Terima Kasih SBY tersebar di sepanjang Jalan Thamrin.

“Huuuuuuuuu,” respon salah seorang pegawai di Plaza Indonesia saat mendengar teriakan ‘tangkap SBY’.
________________________________________

Penulis: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers