Archive for the ‘INFO’ Category

Proses Serah Terima Duit Rp 5 M ke Angie versi Saksi

Refl  Sunny <ambon@tele2.se>: Bsakah Anda menunjukan partai politik mana di NKRI yang tidak terkait korupsi?

Proses Serah Terima Duit Rp 5 M ke Angie versi Saksi

Rachmadin Ismail – detikNews
Jumat, 03/02/2012 17:51 WIB
Jakarta - Angelina Sondakh sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima uang suap terkait proyek wisma atlet. Disebut-sebut, uang yang diterima ‘Bu Artis’ sebesar Rp 5 miliar. Bagaimana sebetulnya duit tersebut sampai ke tangan Angie?

Berdasarkan kesaksian sopir Permai Group, Lutfi Ardiansyah di persidangan M Nazaruddin, Angie pernah memasuki ruangan kerja politisi PDI Perjuangan I Wayan Koster pada 5 Mei 2010. Ruang kerja Koster di DPR terletak di lantai 6 gedung DPR.

Nah, beberapa saat sebelum Angie masuk ke dalam ruangan, Lutfi baru saja menyerahkan Rp 5 miliar yang dibawa dari perusahaan milik Nazaruddin. Uang diserahkan dalam dua tahap, yakni Rp 2 miliar di pagi hari dan Rp 3 miliar di sore harinya. Lutfi saat itu disuruh oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis.

Saat penyerahan yang kedua selesai dilakukan, Lutfi mengaku berpapasan dengan Angie di lorong dekat ruangan kerja Wayan Koster. Lutfi mengaku tak asing dengan wajah anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

“Sering lihat di tivi, kan pernah jadi Putri Indonesia,” kata Lutfi.

Sebenarnya Lutfi tak tahu maksud anggota Fraksi Partai Demokrat itu ada di ruang FPDIP DPR. Namun ternyata, kata Lutfi, Angelina memasuki ruangan kerja Wayan Koster. “Bu Angelina masuk ruangan yang saya tinggalkan tadi,” katanya.

Tidak hanya kesaksian Lutfi, pada persidangan atas Nazaruddin yang digelar pada Rabu (25/1) lalu, Mindo Rosalina Manulang juga mengungkapkan bahwa Permai Grup pada 2010 pernah mengeluarkan dana Rp 10 miliar demi meloloskan proyek Wisma Atlet SEA Games yang masih dibahas Badan Anggaran DPR. Rosa menyebut politisi DPR yang mendapat pelicin dari Nazaruddin itu adalah Wayan Koster dan Angie. Masing-masing mendapat Rp 5 miliar.

Hal yang sama juga diamini oleh Yulianis dan staf keuangan Permai Group lainnya, Okta Rina. Mereka mengakui ada aliran dana ke Angie dan Koster.

Meski begitu, baik Angie maupun Koster selalu membantah kesaksian ini. Mereka menegaskan tak pernah menerima uang terkait proyek tersebut.

++++++

Nazaruddin: Mau Tahu Peran Angie, Kejar TPF Demokrat!

Moksa Hutasoit – detikNews
Jumat, 03/02/2012 17:47 WIB

Jakarta - Politisi Partai Demokrat (PD) Angelina Sondakh, menjadi tersangka dalam kasus Wisma Atlet. Bagaimana sebenarnya peran mantan Putri Indonesia ini dalam kasus tersebut?

“Mau tahu peran Angie, kejar tim TPF,” ujar Nazaruddin di luar persidangan Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Di hadapan TPF, menurut Nazaruddin, Angie mengakui soal penerimaan duit. Dan Angie juga menjelaskan kemana-mana saja duit itu mengalir.

Nazaruddin menjelaskan, TPF yang hadir saat itu adalah Benny K Harman, Eddy Sitanggang, Max Sopacua, Mahyuddin, Mirwan Amir dan Jafar Hamsah. Nazaruddin, Nasir dan Angie sebagai pihak yang terperiksa.

Saat itu, menurut Nazar, Angie mengaku mendapat duit Rp 9 miliar. Duit kemudian dibagi kepada Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 miliar, Rp 1,5 miliar ke pimpinan fraksi.

“Dia (Angie) hanya nikmati Rp 1,5 miliar doang,” tandasnya.

Pergantian Direksi yang Sangat Bising

Selasa, 24 Januari 2012 , 06:32:00


OLEH: DAHLAN ISKAN
(Menteri BUMN)

BISING! Itulah satu kata yang bisa menggambarkan dengan tepat setiap akan terjadi penggantian direksi di sebuah perusahaan BUMN.

Di antara yang bising-bising itu, yang paling berisik ada dua: proses pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan dan satu perusahaan telekomunikasi.

Memang masa jabatan direksi di 15 perusahaan perkebunan BUMN segera berakhir. Demikian juga di Telkom. Persiapan penggantian direksi pun harus dilakukan. Maka, terjadilah apa yang terjadi sekarang ini, hari-hari ini, perang baratayudha!

Calon yang diperkirakan akan menjadi direktur utama dihancur-hancurkan. Lewat SMS maupun kasak-kasuk. Mereka itu harus digulingkan. Kalau perlu sekalian menterinya!

Beredar pula susunan direksi baru di beberapa BUMN yang katanya sudah direstui menteri, atau deputi, atau DPP berbagai partai.

Kalau membaca susunan direksi itu seolah-olah sudah seperti yang sebenar-benarnya. Beredar pula daftar riwayat hidup banyak orang yang dipuji-puji dengan hebatnya. Merekalah yang dijamin pasti berhasil menjadi direktur atau direktur utama.

Kebisingan itu bertambah-tambah karena masing-masing orang juga melobi kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang, termasuk melobi teman-teman dekat saya. Juga melobi adik saya yang hidup sederhana di rumah Perumnas di Madiun. SMS saya pun penuh dengan lalu lintas maki-maki dan puji-puji.

Melihat dan merasakan semua kebisingan itu, saya teringat kejadian beberapa tahun lalu, yakni ketika terjadi pembunuhan yang latar belakangnya hanya ingin jadi direktur utama anak perusahaan BUMN.

Bayangkan. Baru rebutan jadi direktur anak perusahaan saja sudah sampai terjadi pembunuhan. Sampai melibatkan pejabat negara yang begitu tingginya. Apalagi yang ini rebutan bapak perusahaan.

Menyaksikan riuhnya suasana, saya mengambil kesimpulan: saya harus menjauhkan diri dari bisikan pihak mana pun. Saya tidak boleh mendengarkan omongan, SMS, surat, telepon, dan segala macam bentuk rayuan, serta makian.

Saya ingin berkonsentrasi pada menemukan orang yang memenuhi kriteria yang sudah saya umumkan secara luas: integritas dan antusias. Saya tidak lagi memasukkan unsur kompetensi dan kepandaian. Semua calon untuk level seperti itu pasti sudah kompeten dan pandai.

Sebelum menemukan mereka itu saya harus menemukan dulu orang yang layak saya dengarkan pandangannya, yakni orang yang tahu soal perkebunan, yang tahu orang-orang di lingkungan perkebunan dan orang itu harus memiliki integritas yang bisa diandalkan.

Dari orang seperti itulah saya akan banyak mendengar. Cara seperti ini juga saya lakukan di PLN dulu. Ketika saya ditunjuk untuk menjadi Direktur Utama PLN dan diberi wewenang untuk memilih siapa saja yang akan duduk di tim saya sebagai direktur PLN, saya mencari dulu satu orang yang integritasnya dikenal baik di lingkungan atas PLN.

Kepada orang itulah saya banyak konsultasi dan dari orang itulah saya banyak mendengarkan. Mengapa saya memilih jalan itu? Ini karena saya belajar dari pengalaman panjang: Orang yang integritasnya baik, biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik.

Mengapa?

Saya merasakan di BUMN itu terjadi kecenderungan seperti ini: Orang yang integritasnya baik, biasanya merasa jadi minoritas di lingkungannya. Orang yang integritasnya baik, biasanya merasa termarginalkan di lingkungannya.

Oleh karena itu, kalau dia diberi kesempatan untuk bisa mengusulkan seseorang menduduki jabatan strategis, secara manusiawi dia akan mencari teman yang sama baik integritasnya. Dia akan terdorong untuk berusaha memperbanyak orang-orang yang berintegritas tinggi di lingkungannya. Dia bercita-cita untuk tidak menjadi minoritas lagi.

Kalau di dalam satu board of director mayoritas direksinya sudah memiliki integritas yang tinggi, hasilnya akan luar biasa banyak: direksi itu akan kompak dalam bekerja, tidak akan ada saling curiga, program-program bisa dipilih yang paling bermanfaat untuk perusahaan (bukan yang bermanfaat untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya), keputusan bisa diambil dengan cepat, lebih berani menolak intervensi, dan yang paling penting mereka akan menyusun tim untuk tingkat di bawahnya dengan cara memilih orang-orang yang integritasnya juga baik.

Kalau semua lapisan paling atas dan lapisan di bawahnya sudah sama-sama memiliki integritas yang tinggi perusahaan akan maju, lestari, dan kultur perusahaan pun akan terbentuk dengan kokohnya.

Untungnya, dalam proses penyusunan direksi baru perkebunan ini, saya bisa segera menemukan orang yang paling pantas saya dengar pandangannya. Dengan demikian, saya tidak terlalu lama terombang-ambing di tengah kebisingan itu. Terima kasih Tuhan!

Orang yang saya maksud itu tergolong orang dalam perkebunan. Kebetulan namanya mirip dengan nama saya: Dahlan Harahap. Beliau saat ini masih menjabat Direktur Utama PTPN IV di Medan. Perkebunan kelapa sawitnya maju pesat. Perusahaannya berkembang kokoh. Uang cash-nya saja lebih dari Rp 1 triliun. Beliau juga dikenal sebagai orang yang integritasnya sangat baik. Tahan godaan: uang maupun politik.

Posisi beliau juga sangat netral karena satu alasan ini: bertekad tidak akan mau lagi menjabat direktur BUMN. Dia sudah bersumpah di depan Tuhan untuk berhenti sebagai direktur BUMN. Sudah cukup, katanya. Dengan sikapnya yang seperti itu, pandangannya tentu lebih jernih. Tidak ada agenda yang terselubung. Tidak ada keinginan yang tersembunyi, kecuali untuk kemajuan dan integritas BUMN.

Saya pun menemui beliau dengan dua tujuan. Pertama, saya ingin merayu agar mau duduk lagi sebagai direktur BUMN. Bahkan, bisa naik menjadi direktur utamaholding perusahaan perkebunan seluruh Indonesia. Namun, usaha saya ini gagal. Beliau tetap teguh pada tekadnya untuk berhenti sebagai direktur di BUMN. Apakah akan bekerja di perkebunan swasta? Tidak. Beliau ingin mengurus kewajibannya kepada Tuhan!

Setelah gagal merayu beliau, barulah saya menjalankan misi yang kedua. Saya minta pandangan yang objektif tentang orang-orang di seluruh perusahaan perkebunan milik BUMN.

Saya semakin respek karena sepanjang pembicaraan itu beliau sama sekali tidak mau menyebut kekurangan apalagi cacat satu orang pun. Beliau sama sekali tidak mau mengemukakan sisi negatif dari siapa pun di lingkungan perkebunan. Tentu saya juga tidak mau menanyakan sisi-sisi negatif itu. Saya hanya ingin fokus mencari siapa yang terbaik-terbaik di antara yang ada.

Dari pandangan-pandangannya, saya bangga bahwa di BUMN masih ada orang seperti Dahlan Harahap. Juga seperti Murtaqi Syamsuddin di PLN. Tentu saya juga memuji orang seperti Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina.

Seharusnya dia berangkat untuk menghadiri pertemuan besar Davos di Eropa. Namun, karena akan ada acara BUMN yang penting, Karen membatalkan keberangkatannya. Saya bangga atas sikapnya ini: mengurus perusahaan lebih penting dari menghadiri pertemuan sebesar Davos sekali pun!

Beberapa direktur utama bank BUMN saya lihat juga memiliki integritas tinggi. Demikian juga orang seperti Ignasius Jonan, Dirut PT KAI. Saya sungguh berharap akan melihat lebih banyak lagi orang-orang seperti beliau-beliau itu. Integritas dan antusias.

Saya pun berdoa siang-malam untuk segera menemukan orang yang layak saya dengar pandangannya untuk Telkom yang kini lagi bising-bisingnya.

Ini karena misi memperbanyak orang dengan integritas tinggi di BUMN adalah keniscayaan. Sangat berbahaya kalau BUMN jatuh ke tangan orang yang integritasnya diragukan.

BUMN harus menjadi senjata kedua bagi Presiden untuk melaksanakan program pembangunan ekonomi seperti yang dijanjikan kepada rakyat dalam masa kampanye dulu. Senjata pertamanya adalah APBN.

Pada saat swasta belum tertarik ke pembangunan infrastruktur besar-besaran, BUMN harus mengambil peran itu. Pada saat para pengusaha swasta bersikap wait and see akibat gejolak ekonomi di USA dan Eropa, BUMN harus firm untuk menjalankan seluruh ekspansinya dan melakukan investasi besar-besaran. Bahkan, pada saat seperti ini, keberanian melakukan investasi harus menjadi salah satu KPI direksi BUMN.

Sungguh wajar dalam setiap terjadi gejolak ekonomi, pihak swasta bersikap hati-hati. Lalu bersikap tunggu dulu. Maka, dalam situasi seperti ini sikap firm BUMN diperlukan untuk memberikan rasa percaya diri yang tinggi.

Kalau di satu pihak swasta lagi ragu-ragu dan bersikap wait and see, di pihak lain BUMN tidak firm, maka perekonomian akan terganggu. Namun, kalau swasta melihat BUMN terus bekerja dan berinvestasi keragu-raguan itu akan berkurang.

Tentu sulit sekali mengharapkan sebuah BUMN bisa firm dan bertindak cepat kalau di antara direksinya tidak kompak. Oleh karena itu, saya dan dewan komisaris di semua BUMN akan terus memonitor kekompakan ini.

Semua direksi yang hebat-hebat pun tidak akan banyak gunanya kalau tidak padu. Dia hanya akan seperti soto enak yang dicampur dengan rawon enak.

Apa boleh buat. Sementara pergantian direksi di 15 perusahaan perkebunan itu masih dalam proses, kebisingan yang sangat tinggi masih akan terus terjadi. Dan, saya harus tabah mendengarkannya. Untungnya sesekali ada hiburan dari orang seperti Nazaruddin. (jpnn/zal)

12 DPC Partai Demokrat minta Marzuki mundur

12 DPC Partai Demokrat minta Marzuki mundur

http://www.antaranews.com/berita/295944/12-dpc-partai-demokrat-minta-marzuki-mundur

Sabtu, 4 Februari 2012 17:14 WIB | 507 Views

Kendari (ANTARA News) – Sebanyak 12 Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Sulawesi Tenggara meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mencopot Marzuki Ali baik sebagai Ketua DPR maupun sebagai Anggota Dewan Pertimbangan PD karena sering membuat pernyataan yang merusak citra partai.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Salam Saadia, dan Ketua DPC Partai Demokrat Kolaka Utara, Surahman. Sabtu.

“Kami menyampaikan pernyataan ini atas persetujuan dari 12 DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Tenggara,” kata keduanya.

Menurut Salam dan Surahman, kisruh yang terjadi di tubuh partai Demokrat, terutama menyangkut pergantian Ketuam Umum DPP PD, Anas Urbaningrum, akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran politik yang dimainkan oleh Marzuki Ali.

Saat Marzuki Ali berada di luar negeri empat hari lalu, ungkap Salam, ia sempat mengirim pesan singkat kepada ketua Dewan Pembina Partai yang meminta agar mempersiapkan pengganti Anas.

Bahkan, pada 23 Januari 2012, lanjut Salam, Marzuki sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai, menggelar rapat di salah satu tempat di Jakarta guna menyiapkan empat nama kader Partai Demokrat untuk menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Demokrat.

“Langkah-langkah politik yang dilakukan oleh Marzuki Ali belakangan ini sudah tidak dapat ditolerir lagi, karena sudah sangat meresahkan kader dan merusak citra partai,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, seluruh Pengurus DPC Partai Demokrat di Sultra meminta Ketua Dewan Pembina agar mencopot yang bersangkutan, baik dari jabatan Ketua DPR RI maupun sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai.

Menurut Salam, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai, Marzuki Ali seharusnya berperan meredam berbagai isu korupsi yang menerpa sejumlah kader partai, bukan malah ikut-ikutan menzalimi kader partai yang belum tentu bersalah menurut hukum.

“Kami sangat mendukung proses hukum yang sedang menerpa sejumlah kader partai, namun kami menentang keras jika ada kader-kader partai yang ingin menggulingkan posisi Ketua Umum, Anas Urbaningrum yang merupakan hasil Kongres Bandung,” katanya.

Sebab, keinginan menggulingkan posisi Ketua Umum tanpa melalui Kongres ujarnya, sangat bertentangan dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggar Rumah Tangga (ART) Partai.

Sementara itu, salah seorang Fungsionaris DPP Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI asal Sultra, Andi Rahmat, mengatakan dapat memahami keinginan seluruh Pengurus DPC Partai Demokrat tingkat Kabupaten di Sultra yang meminta pencopotan Ketua DPR, Marzuki Ali tersebut.

“Rekan-rekan pengurus DPC Partai Demokrat di Sultra, tidak ingin citra Partai Demokrat hancur, karena ulah sejumlah kader partai sendiri. Karena itu seyogyanya seluruh jajaran kader Partai Demokrat, menanggapi keinginan itu dengan intropeksi diri, solid dan kompak untuk kebesaran partai,” katanya.

Ia berharap, kader partai terutama di tingkat DPP jangan ada lagi yang membuat pernyataan-pernyataan politik yang secara organisasi merugikan citra partai sendiri dan memancing kemarahan kader di tingkat daerah.

“Saya berharap, Ketua Dewan Pembina dapat mengeluarkan teguras keras terhadap setiap kader partai yang kerap kali memancing kemarahan kader lain dalam pernyataan politiknya,” katanya.
(T.SO32/R018)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Ruhut: Anas Menghitung Hari

Ruhut: Anas Menghitung Hari

Kata seorang pengamat politik UI, nanti Partai Demokrat bisa menggelar rapat pengurus di Penjara, karena sangkin banyaknya pengurus PD yang di penjara…
wakakakas,
JS
======================

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Politisi vokal Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali membuat manuver. Ia melontarkan perkiraan, nasib Ketua Umum Partai Demorkat Anas Urbaningrum sudah bak telur di ujung tanduk, terancam. Ia pun mengaku tidak kaget rekan sesama anggota DPR dan satu partai, Angelina Sondakh ditetapkan KPK tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet.
Ruhut berkeyakinan, akan ada tersangka lain dalam kasus proyek Wisma Atlet. Sebelumnya telah diadili dan diputus bersalah, mantan Sesmenpora Wafid Muharram vonis penjara 3 tahun, Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosa Manullang vonis 2 tahun 6 bulan), dan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris (2 tahun). Kini mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin sebagai terdakwa, dan Angelina Sondakh sebagai tersangka.
Berdasarkan fakta-fakta dan perkembangan penyidikan, Ruhut yang berprofesi sebagi pengacara, nasib Anas pun kemungkinan akan terjerat pula. “Tingggal menghitung hari saja (Anas Urbaningrum). Saya ini orang hukum, jadi apa yang sudah saya katakan, terbuktikan,” kata Ruhut saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (3/2).
Sehari sebelumnya, dia menganjurkan Anas mundur dari jabatan, demi menyelamatkan partai. Ruhut menegaskan, Partai Demokrat harus segera diselamatkan pertimbangannya untuk menjaga nama baik partai menjelang Pemilu 2014.
“Hanya begundal-begundal di DPP Demokrat yang tak percaya omongan saya. Padahal, aku sudah kasih clue, tapi malah ditanggapi lain, malah membela membabi buta,” tegas Ruhut.
Kalau Angelina Sondakh selesai di BAP, maka para calon tersangka lain akan segera menyusul, termasuk Anas Urbaningrum. Ruhut mengaku sudah pernah memberi nasihat kepada Anas Urbaningrum terkait hal ini. “Saya beberapa hari lalu ketemu Anas, saya cipika-cipiki dengan dia. Saya sempat katakan, kalau memang tidak terlibat, lawan. Tapi, jawabannya halusinasilah, apalah,” tegasnya.
Ruhut mengingatkan, banyak di DPP Partai Demokrat yang menjadi penjilat membela mati-matian. Ia meminta kasus ini disikapi dalam rangka menyelamatkan nama baik partai. Walau demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pembina Demokrat, terkait perlu tidaknya Kongres Luar Biasa.

http://id.berita.yahoo.com/ruhut-anas-menghitung-hari-230250373.html

Konflik Lahan Batang Kumu, Enam Ditembak, Lima Hilang

03.02.2012 13:32

Konflik Lahan Batang Kumu, Enam Ditembak, Lima Hilang

Penulis : Deden Yamara/ M Bachtiar Nur/Lili Sunardi

(foto:dok/ist)

PEKANBARU – Konflik lahan antara PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dengan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokanhulu (Rohul), Riau kembali menelan korban.

Enam warga Batang Kumu terluka akibat tembakan anggota Brimob Kompi C Sipirok, Sumatera Utara (Sumut), yang disewa pihak perusahaan. Penembakan terjadi Kamis (2/2). Sementara informasi yang dihimpun SH hingga Jumat (3/2) ini, ada lima warga yang dilaporkan hilang pascapenembakan.

Keenam warga yang mengalami luka tembak itu, antara lain Joni Sihotang (58), Osmar Sihombing (30), Franky Dolok Saribu (30), Nomos Sihombing (34), Johanes Sitorus (35), dan Ranto Sirait (27).

Dari keenam korban, lima di antaranya akan menjalani operasi di RSUD Pasirpangaraian untuk operasi pengangkatan peluru karet yang bersarang di bagian pangkal paha dan betis kaku, pagi ini. Sementara satu korban, Joni Sihotang, hanya mendapatkan perawatan di Puskesmas Dalu-Dalu.

Helma Ginting, salah seorang dokter jaga di UGD RSUD Pasirpangaraian, yang dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan soal operasi yang akan dilakukan pagi ini. Ia mengatakan, para korban  rata-rata mengalami luka tembak di bagian pangkal paha dan betis kaku. Seorang korban tertembak di bagian betis dan empat lainnya di bagian pangkal paha.

“Para korban hanya tertembak peluru karet, bukan peluru tajam. Kelima korban tidak ada rencana untuk dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru, mereka akan menjalani operasi di sini,” ungkapnya.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan yang dihubungi melalui telepon genggam menyatakan, selain enam warga Desa Batang Kumu yang mendapatkan luka tembak peluru karet dari senjata laras panjang milik anggota Brimob Polda Sumut, ada dua petugas keamanan PT MAI dan  empat  BKO Brimob Polda Sumut yang mengalami luka bacok.

“Dua security perusahaan yang dibacok warga Batang Kumu sekarang sudah dirawat di Rumah Sakit Sibuhuan, Tapsel. Selain itu, empat anggota Brimob Polda Sumut dirawat di rumah sakit milik PT MAI. Keterangan ini berdasarkan hasil koordinasi kita dengan Polsek Sosa, Padang Lawas,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Warga Batang Kumu M Nasir Sihotang mengatakan peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis siang. Kejadian tersebut berawal saat warga ingin mempertahankan lahan mereka yang akan dicaplok PT MAI.

“Warga yang mengetahui ada alat-alat berat milik PT MAI masuk ke lahan mereka mencoba melarangnya. Tetapi mereka mendapat perlawanan dari oknum Brimob yang disewa perusahaan,” jelasnya. Akhirnya, dengan dalih hendak membubarkan aksi warga Batang Kumu, seorang anggota Brimob yang bersenjata  menembak warga.

M Nasir mengakui, konflik lahan antara warga Batang Kumu dengan PT MAI sudah berlangsung sejak 1998. Perusahaan kelapa sawit asal Sumut itu diduga telah menyerobot lahan masyarakat Riau seluas 5.508 hektare.

Konflik fisik warga dengan oknum pengamanan perusahaan itu sudah terjadi kesekian kalinya. “Kami akan laporkan tindakan oknum Brimob ini ke Propam Polda Sumatera Utara. Jika tidak ditanggapi, kami akan lakukan gugatan praperadilan ke Mabes Polri,” ujarnya.

Selepas peristiwa bentrokan yang berujung penembakan, kondisi di tempat kejadian perkara (TKP), sekitar enam jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru, terlihat sepi.

Namun Yudi mengatakan satu pleton polisi telah diturunkan ke wilayah perbatasan Riau-Sumut yang berada di areal perkebunan PT MAI pascabentrokan.

Hal sama juga dilakukan Polres Tapanuli Selatan, Sumut, yang juga menurunkan satu pleton personelnya ke wilayah konflik tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas HAM M Ridha Saleh mengatakan, Komnas HAM mendesak polisi melakukan perbuatan yang bermartabat. “Kami menyesalkan. Kami sudah mengirim rekomendasi kepada kepolisian untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar HAM dan mengupayakan penyelesaian yang bermartabat,” katanya.

Lumpuhkan Massa

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Taufik mengatakan, anggota Brimob Polda Sumut melakukan penembakan untuk melumpuhkan massa yang menyerang empat anggota Brimob dan dua karyawan PT MAI.

“Jadi kita melumpuhkan massa, karena massa telah membacok dua karyawan PT MAI dan empat anggota Brimob. Penembakan itu kan di kaki semua,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/2).

Menurutnya, kejadian tersebut bermula dari massa yang berasal dari Batang Kumbuh melarang 90 karyawan PT MAI bekerja. Padahal lokasi tersebut berada di wilayah Tapanuli Selatan.

Dari pelarangan tersebut, dia mengungkapkan, sebenarnya sudah ada dialog antara masyarakat dengan PT MAI yang difasilitasi anggotanya.

“Setelah dialog, tiba-tiba ada dua karyawan yang dibacok oleh mereka. Maka anggota kita lerai, tapi anggota kita pun dilawan dan dibacok,” ujarnya.

Dia pun mengakui memang ada anggota Brimob Polda Sumut yang menjaga di areal perkebunan tersebut. Namun, penjagaan tersebut hanya dilakukan satu regu yang berjumlah lima orang atas permintaan PT MAI.

Saat ini pun, menurutnya, Kapolda Sumut telah memerintahkan Kabid Propam, Dir Intel, dan Dir Reskrim Polda Sumut turun langsung ke lokasi bentrokan. Hal tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi dan menyelidiki kejadian yang sebenarnya.

“Sudah diturunkan tim oleh Kapolda untuk menyelidiki itu. Penyelidikan internal pun sudah dilakukan untuk mengetahui kebenaran. Kita sebenarnya tidak menginginkan kekerasan, tapi kita harap juga masyarakat jangan terus menyerang dan melakukan bentrokan,” jelasnya.

 

Ibas Prihatin Angelina Ditetapkan sebagai Tersangka

Ibas Prihatin Angelina Ditetapkan sebagai Tersangka
Dibaca: 2707
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN Anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh, kembali memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa terkait kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang, di kantor KPK, Jakarta Selatan, jumat (21/10/2011). Angelina diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

 

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, akrab disapa Ibas, mengaku prihatin terkait langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan kader PD, Angelina Sondakh, sebagai tersangka kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011, Jumat (3/2/2012).

Saya prihatin atas penetapan status tersangka kepada Ibu Angelina Sondakh.
– Edhie Baskoro

Ibas menyatakan bahwa saat ini Partai Demokrat tengah ditempa badai dan gelombang cobaan. “Saya prihatin atas penetapan status tersangka kepada Ibu Angelina Sondakh. Kembali lagi salah satu kader teras Partai Demokrat menjalani proses hukum,” ujar Ibas melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/2/2012).

Ibas mengatakan bahwa PD terus konsisten mendukung aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus dugaan wisma atlet ini secara terang benderang. Ibas juga berharap jajaran penegak hukum dapat bekerja secara profesional, dan berdasarkan fakta dan bukti hukum.

Ditegaskan Ibas, PD akan terus memantau perkembangan proses hukum kasus dugaan suap ini. Partai Demokrat juga tak akan melindungi kadernya yang bersalah. “Komisi pengawas dan dewan kehormatan Partai Demokrat akan menjalankan tugas dan fungsinya dalam menyikapi penetapan tersangka ini,” kata Ibas.

Batalkan Beli Pesawat Intai Israel

Refl  Sunny <ambon@tele2.se>: Tahun 2011 sejumlah pakar ilmu kesehatan Universitas Hassanudin (Makassar) pergi belajar tentang kemajuan bidang kesehatan di Israel. Dulu zaman Pak Harto dibeli 16 pesawat A-4E Skyhawk dari Israel. Apa perbedaan antara zaman Soeharto dan sekarang?
SABTU, 04 Februari 2012 |
Militer
Batalkan Beli Pesawat Intai Israel
Anggota Komisi I DPR, Al Muzzammil Yusuf meminta TNI membatalkan rencana beli pesawat intai milik Israel. Permintan politisi PKS itu didasari dua alasan, yakni alasan teknis dan alasan yuridis.

“Secara teknis, Kemenhan akan kesulitan dalam pengadaan suku cadangnya karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sedangkan alasan yuridis, konstitusi melarang berurusan dengan negara penjajah, seperti Israel” tegas Muzzammil, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (3/2).

Dalam Pembukaan UUD 1945, ujarnya, jelas-jelas dinyatakan Indonesia tidak mengakui penjajahan yang dilakukan oleh negara manapun, termasuk Israel. “Bagaimana mungkin ini tidak dijadikan pertimbangan TNI dan Kemenhan dalam membeli pesawat intai atau alutsista lainnya?” tanya Muzzammil.

Muzzammil mengungkap, tender pesawat intai ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2006. Tiga besar calon pemenang tender adalah perusahaan berasal dari Filipina, Rusia, dan Indonesia.

Perusahaan dari Filipina inilah yang merupakan perwakilan dari Israel yang diduga telah menjadi pemenang dalam tender pesawat intai di Kemenhan. “Apakah ini benar” Saya berharap penjelasan dari Kemenhan secepatnya,” imbuh Muzzammil.

Lebih lanjut dia mempertanyakan perbedaan pernyataan di media massa pada Kamis (2/2) antara Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Hartind Asrin dengan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Azman Yunus terkait pengadaan pesawat intai dari Israel.

“Kata Pak Hartind, Kemenhan sudah memutuskan membeli pesawat intai dari Israel dengan pertimbangan matang makanya sudah masuk dalam daftar belanja TNI AU periode 2010-2014. Sedangkan Pak Azman bilang TNI sebagai pihak pemakai tidak akan membeli dari Israel. Kalaupun tetap harus beli, TNI akan beli ke PT DI. Mana yang benar?” tanya Muzzammil.

Muzzammil berharap agar TNI dan Kemenhan benar-benar mempertimbangkan kedua aspek tersebut dan konsisten untuk mendukung kemajuan dan kemandirian industri pertahanan strategis dalam negeri. “Jika tidak, saya yakin TNI dan Kemenhan akan mendapat kecaman dari masyarakat,” katanya. \


Abraham Samad: Yang Hambat, Saya Sikat!

Prasetyo Eko P | Robert Adhi Ksp | Jumat, 3 Februari 2012 | 16:42 WIB

Dibaca: 8499
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

 

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, akan bersih-bersih ke dalam tubuh lembaga yang dipimpinnya agar tidak ada hambatan dalam mengusut kasus wisma atlet dan kasus-kasus lain yang ditangani KPK.

Kita juga bersih-bersih di dalam. Sehingga tidak ada yang akan menghambat pengusutan.
– Abraham Samad

“Kita juga bersih-bersih di dalam sehingga tidak ada yang akan menghambat (pengusutan),” kata Abraham dalam jumpa pers pengumuman Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus korupsi wisma atlet SEA Games, Jumat (3/2/2012).

Abraham menyatakan hal itu menjawab pertanyaan terkait kedekatan Angelina dengan seorang penyidik KPK. Ia memastikan, penyidik yang dekat dengan Angelina sudah dikembalikan ke kepolisian.

“Jadi yang berhubungan dengan AS itu kan sudah dikembalikan,” tandas Abraham. Angelina, kader Partai Demokrat, menjadi tersangka terbaru kasus wisma atlet, menyusul kader Demokrat lainnya, Muhammad Nazaruddin, yang kini tengah diadili.

Dalam kesaksian di persidangan Nazaruddin, nama Angelina disebut terima uang. Selain Angelina, nama Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan I Wayan Koster juga disebut terima uang dari pihak Nazaruddin. Koster, kader PDI-P, sudah dicekal KPK seperti Angelina, namun belum jadi tersangka.

“Akhirnya, SBY Jujur Kalau Pemerintah Gagal”

“Akhirnya, SBY Jujur Kalau Pemerintah Gagal”


http://forum.kompas.com/nasional/64557-akhirnya-sby-jujur-kalau-pemerintah-gagal.html

Dalam pembukaan rapat kerja pemerintahan di Istana Bogor, Bogor, Senin (21/2/2011), Presiden SBY mengaku dirinya sudah kenyang dengan berbagai komitmen investasi.

Di rapat yang diikuti oleh seluruh anggota kabinet, pemimpin lembaga negara non kementerian tersebut, Presiden SBY menegaskan ingin ada kejelasan mengenai siapa yang akan melakukan investasi, kapan akan dilaksanakan dan dimana lokasinya investasi.

Padahal selama ini, Pemerintah selalu mengklaim bahwa investasi baru tumbuh baik dari luar dan dalam negeri. Namun kenyataan yang terjadi komitmen investasi yang dilakukan investor luar negeri dan dalam negeri kepada pemerintah hanyalah janji palsu.

“Tidak terealisasinya komitmen investasi kepada SBY dikarenakan kurang percayanya investor terhadap sosok SBY yang peragu, sebab para investor luar dan dalam negeri tentu saja mengharapakan seorang pemimpin yang tidak peragu dimana mereka akan melakukan investasi,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arif Puyono, dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Selasa (22/2/2011).

Hal lain yang meyebabkan tidak terealisasinya komitmen investasi yang dijanjikan pada Indonesia disebabkan banyaknya biaya siluman yang timbul pada saat akan memulai investasi.

“Terlalu banyaknya pungli dan pemerasan yang dilakukan oleh pejabat dan aparat hukum serta ormas ormas ketika investor ingin melakukan investasi di Indonesia,” imbuhnya.

Akhirnya, realisasi komitmen investasi kepada Indonesia yang terealisasi hanya investasi pada sektor eksploitasi sumber daya alam seperti logging, tambang batubara. Hal ini karena tidak terlalu butuh modal banyak, rendah resiko bisnis dan untuk lebih banyak.

“Semenentara komitmen investasi untuk sektor infrakstruktur dan industri investor akan berpikir puluhan kali dimana pengembalian investasi yang lama juga biaya investasinya lebih besar dari hitungan normal akibat adanya pungli dan pemerasan oleh aparat pemerintah dan hukum,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden SBY mengaku kecewa dengan banyaknya komitmen investasi, namun yang terealisasi sedikit.

Presiden SBY bahkan mengatakan kekecewaannya itu dengan cara blak-blakan. “Saya kenyang dengan banyak sekali komitmen, membangun infrastruktur di DKI Jakarta, semuanya pepesan kosong, tidak jalan, barangkali di daerah juga begitu, dalam MP ini kita ingin tidak begitu di atas kertas dengan jumlah yang pasti isi, siapa akan melakukan apa, dengan sasaran seperti apa,” ujar Presiden SBY saat memberikan arahan dalam pembukaan retreat bidang ekonomi di Istana Bogor, Senin (21/2/2011).

Atas beberapa kegagalan itu, Presiden SBY juga mengkritik perilaku pemerintah daerah yang kadang tidak kompak dengan rencana pembangunan.

“Akhirnya, SBY Jujur Kalau Pemerintah Gagal” – nasional.inilah.com

ternyata selama ini, gembar gembor investasi hanyalah pepesan kosong….

Nazaruddin: SBY Tahu Pembagian Uang di Kongres Demokrat

Nazaruddin: SBY Tahu Pembagian Uang di Kongres Demokrat
Jumat, 3 Februari 2012 | 19:47

[JAKARTA] Terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin menuding Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui pembagian uang di Kongres Partai Demokrat yang digelar awal tahun 2010 lalu.

“Mengenai pembagian uang di Kongres Partai Demokrat itu Pak SBY tahu karena ada salah satu calon yang kalah dia membawa buktinya itu,” kata Nazaruddin usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/2).

Sebelumnya, Nazaruddin pernah mengungkapkan bahwa ada penggelontoran dana Rp 80 miliar darinya untuk pemenangan Anas Urbaningrum dalam pemilihan Ketua Umum pada Kongres partai di Bandung, Mei 2010.

Mantan Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat ini mengungkapkan hampir 325 DPC menerima uang 10 ribu hingga 15 ribu dolar AS. Dan semua dilakukan atas permintaan Anas, yang menurutnya selaku pemilik Permai Grup.

Seperti diketahui, tiga saksi dalam sidang dengan terdakwa Nazaruddin, yaitu Yulianis, Oktarina Furi dan Luthfi membenarkan bahwa ada aliran dana Rp 30 miliar dan 5 juta dolar Amerika ke Kongres Demokrat di Bandung. Di mana, Rp 30 miliar dan 2 juta dolar Amerika berasal dari Permai Grup. Sedangkan 3 juta dolar Amerika berasal dari sumbangan yang dikumpulkan. (N-8)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers