About Andriani S. Kusni & JJ. Kusni


Ann SJK & JJK (2)Tuesday, 12 August 2008 — Blog ini berisi kumpulan tulisan atau postingan artikel yang dikirimkan oleh Tante Andriani S. Kusni & Om JJ. Kusni. Didedikasikan khusus atas perhatian terhadap budaya, kehidupan, manusia, keluarga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian Indonesia. Blog ini dibuat dan diedit (kecuali isi postingan di up load secara “as is”) oleh daengrusle
kontak e-mail: daengrusle@angingmammiri.org 

Tentang Tante Andriani S. Kusniandriani salam kusni@tumbang liting

Lahir di Mataram, dari ayah berdarah Bugis-Sidrap dan ibu berdarah Jawa Timur, namun lebih menganggap Makassar sebagai kampung halamannya.

Belajar arsitektur di Universitas Hasanuddin Makassar. Saat ini mendalami ilmu sosiologi di UT Palangka Raya. Studio Arsitekturnya bersama rekanan di Makassar didirikan sejak tahun 2004. Sekarang bekerja sebagai penulis lepas, perancang dan pembuat perhiasan dengan label “JKusni”, perhiasan perak murni buatan tangan dan “Anna Donna” Necklace, perhiasan manik-manik asli Indonesia. Obsesinya, memiliki perpustakaan dan pusat kegiatan kebudayaan merangkap galeri seni yang koleksinya dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia.

Pernah jadi penyiar radio DELTA FM Makassar, Jaringan Delta-Female Indonesia, 2003-2005, dan mengasuh program-program spesial seperti DELTA GRIYA, Sketsa Kota, Apotik Hidup dan Delta in English. Mengasuh Halaman Desain & Arsitektur di Harian Ujung Pandang Express tahun 2007, Halaman Budaya Sahewan Panarung di SKH Palangka Post, 2009-2011 dan Halaman Budaya di Dayak Pos, 2009. Sambil menangani Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah, saat ini mengasuh Halaman Budaya Sahewan Panarung di Harian Radar Sampit bersama suami.

Buku-buku yang telah terbit: “Inventarisasi Bangunan Bersejarah Kota Makassar”. Dinas PU Kota Makassar, 2005; KISAH berjudul “Telu Batang Danum”, Erlangga, 2009; cerita anak “Gerilyawan-Gerilyawan Kecil”, penerbit Negara Madani Palangka Raya, 2013; “Senjata Tradisional & Pakaian Adat Dayak KalTeng”, Badan Perpustakaan & Arsip Daerah KalTeng, 2011; “Budaya Dayak: Permasalahan dan Alternatifnya”, Bayu Media Publishing, Malang, 2011; Kumpulan Sajak “Mengumpulkan Remah-Remah”, penerbit Negara Madani Palangka Raya, 2013; “Kembali ke Sampit: Jendela Besar Terbuka Menghamparkan Tanah Air dan Indonesia” (bersama Kusni Sulang), Bayumedia, 2012; “100 Paribasa, Sewut, tuntang Tanding Dayak Ngaju” (disusun bersama Kusni Sulang, Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah, 2013

Sementara karya-karya perhiasannya dipasarkan eksklusif dan khusus melalui pameran-pameran kerajinan tangan dan pesanan pribadi.

 

Tentang Om JJ. KusniJJK@tumbang liting

JJ. Kusni adalah seorang penyair sekaligus essais yang sangat produktif. Cekalan pemerintah Orde Baru tidak memupuskan semangatnya untuk terus berkarya, sekalipun ia harus hengkang dari tanah kelahirannya di tanah Kalimantan. JJ. Kusni terus bergeliat dengan hasil pikirannya, terus menyuarakan hati nuraninya. Ia merupakan salah seorang sastrawan dan budayawan yang rendah hati, berkebalikan dengan gelar pendidikan yang telah melekat di belakang namanya.

JJ. Kusni atau Magusig O Bungai, nama penanya sebagai penulis dan penyair, lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah pada tanggal 25 September 1940. Saat ini, JJ. Kusni bersama istri, Andriani S. Kusni, bekerja–sama di semua bidang terutama bidang pendidikan, pengajaran, penulisan & penerbitan dan pemberdayaan manusia terutama dalam hal pembangunan karakter bagi generasi muda. Bekerja secara sukarela dan menjadi salah seorang tokoh kunci Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia “Pasar Malam” dengan mempromosikan sastrawan-seniman Indonesia di Paris. Saat ini masih menjadi salah seorang penanggung-jawab Koperasi Restoran Indonesia di Paris.

Mendapat Hadiah Puisi dari “Majalah Basis”, Yogyakarta, 1957, Hadiah Puisi dari Harian Rakjat, Jakarta, 1960, Sekjen Lembaga Sastra Indonesia untuk daerah Jawa Tengah dan Indonesia; menangani seksi Indonesia pada CCFD (Committe Cahtolique Contre la Faim et pour le Développement), Paris, dikirim oleh Institute Universitaire d’Etude de Développement, IUED) Jenewa untuk membantu UNKRIP Palangka Raya (mengajar Dasar-Dasar Logika, Antropologi, Komunikasi Politik), mengajar di Universitas Le Havre, Le Havre, Perancis, mengajar pada Inalco, Paris, mendirikan sekolah bahasa dan budaya Indonesia di Paris bersama Nouvelle Frontière, Paris, Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia “Pasar Malam” dengan mempromosi sastrawan-seniman Indonesia di Paris; Sekolah-sekolah kebudayaan Lekra, anggota grup Teater Rendra; mendirikan grup musik serba bisa “Merah Kesumba”, mendirikan grup-grup paduan suara di Yogyakarta; mendirikan ansambel tari-nyanyi “Lembah Merapi”, Klaten, Jawa Tengah; mendorong pengembangan teater daerah seperti ketoprak dan ludruk; mendirikan Koperasi & Pusat Kebudayaan Indonesia, Restoran Indonesia di Paris, berlangsung 27 tahun sampai sekarang; membangun LSM-LSM di Indonesia, termasuk di Kalteng; pembicara di forum-forum lokal, nasional dan internasional serta universitas-universitas berbagai negeri; mendirikan majalah ilmiah populer “Kancah” di Paris (berlangsung lebih dari 18 tahun) dan beberapa penerbitan di luar negeri; koresponden luar negeri beberapa harian nasional dan lokal Indonesia seperti Media Indonesia Daily (Jakarta), Akçaya Daily (Pontianak); Dinamika Pembangunan, Palangka Raya (Central Kalimantan); Harian Dayak Pos (Palangka Raya), Media Kalteng (Palangka Raya); menulis untuk majalah dan harian dalam dan luar negeri seperti Suasana dan Tiara magazines (Jakarta), Medium (Jakarta), Aksara (Jakarta), Visual Arts (Jakarta), Fajar (Makassar), dll; tenaga ahli pada Hsinhua News Agency, Beijing; pembicara di radio-tivi lokal, nasional dan luar negeri; menerjemahkan karya-karya seperti Maxim Gorky, Lu Shin, sajak-sajak Mao Tze Tung, Puisi Ho Chi Minh, Pearl S. Buck, Yang Mo, Du Fu, Pablo Nerruda, Federico Garcia Lorca, sajak-sajak rakyat Andalusia, dan lain-lain.

Riwayat pendidikan penyair yang memiliki nama asli Kusni Sulang ini di antaranya: Political Science (Journalism and Communication), Gadjah Mada University (Yogyakarta, Indonesia, 1965); Maîtrise: Economic Developement of l’Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (l’EHESS, Sorbonne) (Paris,Perancis); M.A. in anthropology of l’EHESS (Paris, Perancis); Ph.D. in history of l’EHESS (Paris,Perancis); dan International Law (Diplomacy) of New South Wales University, Sydney (Australia). Juga menyelesaikan akademi militer di RRT dan Viet Nam. Prestasi keilmuan dicapainya melalui perjuangan yang tidak mudah. Dari menjadi supir truk, pelayan toko, penggembala babi & kambing, hingga membuka restoran.

Dalam karya-karyanya, JJ Kusni sering mengangkat masalah-masalah budaya suku Dayak. Ia juga menulis tentang pembelaan HAM, menggugat pelanggaran besar Orba terhadap HAM, dan masih banyak lagi (Hal ini dipaparkan oleh Ibrahim Isa dari Bijlmer dalam tulisannya yang berjudul “Kusni Anak Dayak – Putra Indonesia”) 25 Agustus 2005 lalu.

Beberapa buah pikiran JJ Kusni yang telah diterbitkan antara lain: “Budaya Dayak: Permasalhan dan Alternatifnya” (Bayumedia, Malang, 2011); “Senjata Tradisional & Pakaian Adat Dayak Kalteng” (Badan Perpustakaan & Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, 2011); “Negara Etnik: Beberapa Gagasan Tentang Pemberdayaan Dan Pembangunan Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah” (Fuspad, Yogyakarta: 2002); “Dayak Membangun: Masalah Etnik Dan Pembangunan Kasus Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah” (PT. Paragon, Jakarta: 1994); “Sanjak dan Bunga” (Yogyakarta: 1959); “Indonesian Progresive Poem” (Jajasan Pembaruan, Jakarta: 1962); “Karungut Jata Sansana Tingang” (PT Paragon Jakarta: 1994), “Sansana Naga & Tahun-tahun Pembunuhan” (ISDM, Culemborg: 2000); “Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil” (Amanah Lontar Jakarta & Yayasan Sejarah Budaya Indonesia, Amsterdam: 2002); “Catatan Studi tentang Drama Teladan Tiongkok” (Angin Timur, Nanchang: 1970); “Catatan Studi Tentang Garis Sastra-Seni PKI 1950-1965 (Suara Rakyat Indonesia, Beijing: 1969); “Di Tengah Pergolakan Sastra & Seni” (Yayasan Langer: 1981); “Aku Dikutuk Jadi Laut” (Syarikat Indonesia”, Yogyakarta, April 2007); “Menoleh Silam, Melirik Esok” (Ultimus Bandung, Februari 2008); “Di Tengah Pergolakan. Pengalaman Turba Lekra” (Ombak, Yogyakarta, 2005); “Membela Harkat dan Martabat Diri dan Indonesia. Koperasi Restoran Indonesia Di Paris” (Ombak, Yogyakarta 2005); dan lain-lain.

Selain menulis buku,di tengah kesibukannya, JJ. Kusni juga menyempatkan menyusun naskah drama. Adapun naskah drama yang telah dipentaskan: Api Di pematang. Drama tentang aksi sepihak (Pesat,Yogyakarta:1964), Tanah Ketaon. Drama tentang aksi tani di Boyolali 1964 (sudah dipentaskan di Yogyakarta), Obor Merapi. Drama tentang aksi tani di Boyolali 1964 (sudah dipentaskan di Yogyakarta), Nyanyian Remaja. Saduran dari karya Yang Mo (sudah dipentaskan di Yogyakarta: 1964), Crime and Punishment. Saduran dari karya Dostoyevski (sudah dipentaskan di Yogyakarta: 1962), Bukit Belleville. Drama tentang Komune Paris (sudah dipentaskan dan diterbitkan oleh Suara Rakyat Indonesia: Beijing,1978), Di sebuah Perkebunan Kopi. Drama tentang perlawanan kaum tani Sumatra Utara (Majalah Api, Tirana: 1980).

Saat ini ada beberapa naskah buku JJ. Kusni yang telah siap untuk diterbitkan: Kekuasaan Paralel: Kekuasaan Republik & Masyrakat Adat — Usul Bagi Indonesia Di tengah Krisis, Budaya Betang (Long House Culture), dan Tragedi Sampit Februari 2000: Akar Dari Sebuah Konflik Etnik. Kasus Kalimantan Tengah. Dalam taraf penyelesaian: “Biografi Kol. Yuandrias. Seorang Anak Petani Rotan Katingan”; “Masyarakat Adat Dan Peran Tanggap Aktualnya. Kasus Dayak Katingan”; Puisi-Puisi dari Katingan: ”Dari Jendela Toddopuli”; “Jurnal Toddopuli: Tentang Sastra & Seni”; Penerbitan Kembali buku “Masalah Etnik dan Pembangunan. Kasus Dayak Ngaju”.

Berikut adalah salah satu hasil karya JJ Kusni yang menggambarkan isi hati dan pikirannya akan kecintaannya pada tanah airnya-Indonesia.

KARENA MENCINTAIMU, TANAHAIR

akhirnya aku jadi pengembara
arus tanpa tepian
pinisi sonder pelabuhan
karena mencintaimu tanahair

burung bersayap luka
di ujung senja
mencari dahan hinggap
karena mencintaimu juga tanahair

berat kuucapkan
seperti menusuk diri
tapi tak bisa kungingkari
cinta dan kenyataan laga-melaga

katakan segala pembunuhan
katakanlah negeri penjara
pembuangan dan penyingkiran
tidakkah itu indonesia?

katakan segala kebohongan
katakan segala kekerasan
kepicikan dan kepapaan
tidakkah itu indonesia?

indonesia
adalah laut dan telaga
adalah sungai dan danau
berair darah dan airmata

katakan segala kebodohan
katakan segala korupsi
pemerasan dan ketelanjangan
tidakkah itu indonesia?

katakan juga segala kebingungan
keangkuhan dan kepura-puraan
pembudakan hilang diri serta kekosongan
tidakkah itu juga indonesia?

mengatakan indonesia
aku mengutuk
menikam diriku
karena mencintaimu, o tanahair!

di saban langkah kembaraku
menyusur busur bumi
tertinggal menggenang airmata
asin darah anakmu kau halau

indonesia tanahair
bayang-bayang samar membuntut
belati tajam menusuk belikat
yang pasti dari semua tinggal dayak dan katingan

sedang manusia
sepi dari laut
sepi dari sungai dan telaga
apalagi di larantuka

dari ambon hingga poso
dari aceh hingga papua
nyawa tak lagi masuk hitungan
tuhan dan dewa pun korban bom

adik, oi, adik
cinta telah menjadikan diriku pengembara
cinta telah menjadiku menikam diri
indonesia mengusirku dari negeri entah kapan bisa kembali

tak kuhujat malam
kelam kuhadapi
maka nyalakanlah kandil, nyalakan
jangan nyalakan di benderang siang

Paris, Nopember 2003.
JJ. Kusni

Selain puisi di atas, J.J Kusni juga telah menulis puisi yang mencerminkan betapa ia merindukan tanah kelahirannya, tanah yang telah membesarkannya, Tanah Dayak.Berikut nukilan puisinya.

R I M B A

(Kepada Godamlima)

di sini! kita hari ini dan memang di sini!
di sebuah belantara dironda ajal dan kegarangan jiwa mati nurani
dan di sini jugalah para penakik masih menakik batang-batang karet
orang kampung masih memotong rotan masih mencari jelutung
para penjala mendayung sungai malam hingga subuh tumbang digusur fajar
– hidup seperti perahu patut didayung hingga tepian! memang!
kecuali aku yang pengembara berbatas malam

apakah kau salah seorang di antara orang-orang kampung
yang mencintai kampung dan para tetangga, yang mencintai sungai dan gunung?
apakah kau juga orang yang berdayung menyongsong fajar melintasi subuh?
o, siapakah kau, tuan? kaukah anak sangumang [1] kaukah itu yang tak henti
menarung bala?

kutabuh gendang kupukul kangkanong serta katambung [2] menyambutmu
tingang, tingang! [3] kutarik lenganmu bersama manasai dan manasai [4]
kutabuh, kami tabuh genang
kupukul, kami pukul kangkanong serta katambung menyambutmu
ayo, manasai, tingang, ayo manasai
biarkan roh dan alam yang jauh terpana
kutabur beras kuning dan merah menyambutmu

manis lirik sansanamu kusahut ditabur angin melintasi belantara
merdu lagu kecapi-gambusmu kutingkahi suling mendendang kehidupan anak papa
mengesiapkan bintang-bulan, burung-burung dan siamang rimba
mimpimu warna-warni seperti enggang rimba mencari sarang di hati
adakah dan siapakah yang terjaga dari lena kantuk udara langit bertuba?

bertuba udara
sungai bertuba
kehidupan jadi rimba penuh tuba
tuba pun sampai di paru-paru
mengalir di nadi pembuluh-pembuluh darah sejak balita
dan kita bertahan di perbatasan

hari ini manusia berada di perbatasan
– akankah mereka kembali?
– akankah mereka ke seberang?
masing-masing bebas melangkah tentu saja

lamat dan sayup
kudengar lirik sansanamu merdu
lamat dan sayup
kudengar lagu kecapi-gambusmu
suara sakatok [5] dari jauh menyusup rimba
maka tercium kembali wangi angin hutan sungaiku dahulu
dan kutahu lalu kutahu
di sini di rimba ini
kutahu lalu
di sini dari rimba ini
tak segalanya hilang
tak hilang segalanya!

Paris 2003,
JJ. Kusni

48 comments so far

  1. Micko on

    Smg om n tante slalu d berikan Tuhan kesehatan agar trs bisa berkarya untuk kemajuan kita semuanya. Selama ini kami slalu merindukan kehadiran om d tengah2 kami,mungkin kerinduan kami sama seperti kerinduan om dgn tanah air. Selamat Datang di Petak Danum Itah….

  2. rusle on

    Salam kunjung Om
    Wah foto diatas menjadikan blog ini makin sedap dipandang Om dan Tante..

  3. Hubertus V Wake on

    Tetap berkarya dan semangat untuk berjuang…..
    Kebebasan berpendapat harus dijunjung tinggi di INdonesia karena ini negara demokrasi…..
    Senang bsa mengetahui dan mudah mudahan bisa berkomunikasi dengan bapak JJ Kusni….
    Beberapa hari yang lalu kami mendapat kunjungan dari Dr.Anthony Guerreiro, beliau menceritakan tentang anada dan saya sangat tertarik…..
    Salam Kenal….
    Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM asal Dayak KALIMANTAN BARAT

  4. TRISNA ANGGREINI on

    Tabe,
    Kami panitia Seminar HUT Kalteng Ke-52 ingin menyampaikan Makalah-Makalah yang masuk untuk diseleksi, namun dari tanggal 12 mei 2009 makalah tersebut dari info yang masuk pada email kami selalu gagal masuk pada email Pak JJ Kusni dan Ibu Andriani S Kusni : daengrusle@angingmammiri.org.
    Mohon Konfirmasinya Untuk Alamat yang online untuk kami mengirimkan makalah untuk di seminarkan. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya.

    PANLAK SEMINAR HUT KALTENG KE-52

  5. Trisna Anggreini on

    Ibu Andriani sjk dan Bapak JJ Kusni,
    mohon konfirmasi secepatnya hasil seleksi makalah/pemenang penulisan call paper untuk kegiatan seminar HUT ke-52 Kalteng. Kami Tunggu infonya hari/tgl : Sabtu, 16 Mei 2009.
    Terima kasih.

  6. siti zainon ismail on

    allo bung,
    masih ingat siti zainon kan. salam kasih budaya buat bung dan salam kenal buat andriani.

    kalau ada facebook kita ngomong di facebook, semoga sihat selalu…

    masih ingat enaknya masakan di Restoran Indonesia tika datang tahun 1986 dulu.

  7. Martha on

    PALANGKA RAYA KOTA CANTIKKU
    (Martha)

    PALANGKARAYA………..
    BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
    TANAH LELUHURKU, TEMPAT KELAHIRANKU
    DIRIMU BAGIKU ADALAH…..
    HUTAN RIMBA DENGAN POHON TUA DAN LANGKA
    SUNGAI PANJANG MELIUK SEPERTI NAGA
    TANAH SUBUR, SARAT HARTA TERPENDAM

    PALANGKA RAYA, KOTA GADUNG BATU
    BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
    DITUBUHKU…
    MENGALIR NILAI-NILAI MAGIS, AJARAN LELUHUR
    SEBAGAI ANAK DAYAK
    HORMATI BUMI, TITIPAN PARA PEJUANG AGUNG
    YANG MELAHIRKAN PROVINSI INI

    PALANGKA RAYA, KOTA CANTIKKU
    BERGEGASLAH NAIK BANAMA TINGANGMU
    JANGAN BIARKAN KECANTIKKANMU,
    TENGGELAM DIJANTUNG RIMBA INI
    BERLAYARLAH MEMBAW3A KEELOKANMU
    MENUJU DERMAGA DUNIA

    KOTA CANTIKKU
    BANAMA TINGANG BELUM MENEPI
    GENDANG DITABUH, DAYUNG MASIH DIKAYUH
    LAYAR KUNING MASIH TERKEMBANG
    OOHH….ANGIN DEWA, BERHEMBUSLAH
    ARAHKAN BANAMA CANTIKKU MENUJU MASA DEPAN
    KOTA CANTIKKU
    MAINKAN DAWAI-DAWAI KECAPI
    UCAPKAN MANTRA-MANTRA MAGISMU
    SIHIRLAH MATA DUNIA
    UNTUK MEMUJAMU

    PALANGKA RAYA, TANAH LELUHURKU
    BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
    DIJIWAMU, AKU HIDUP

    (Tabe, salamat hasundau……)

  8. tupac amaru on

    Matahari terbit lagi di kasongan

    aku bermimpi melihat mata2hari terbit dan tenggelam di kasongan/menyimpan ceeita-certia/duka, cinta, luka/aku melihat bocah2 telentang di pasir, di kasongan, meyimpan cita-cita/cinta, ceria, harapan dan cinta/aku mendengar bisik para leluhur di kasongan/menyaksikan hari datang, hari pergi…mebawa cinta, luka dan duka…/esok masihkah aku akan menyaksian segalanya di kasongan?

  9. Puji on

    Ibu Andriani dan Bapak JJ Kusni
    Selamat atas kembalinya ke Kalteng dan terus berjuang untuk kelestarian budaya dan adat Dayak. Tertarik saya kepada beberapa tulisan Pak Kusni tentang sastra lisan dayak ngaju yang penuh kearifan lokal. Saya pernah tinggal di Kalteng beberapa bulan, tepatnya 27 bulan, dan belum ke kalteng lagi. Tentu kajian sastra lisan dayak yang penuh nilai budaya, kearifan lokal, dan lokal genius akan menjadi salah satu pilihan penelitian saya selanjutnya.
    Salam melalui dfunia maya ini.

  10. petebang on

    senang ketemu blog ini. kalau2 sempat, sila mampir ke kampung saya yang sederhana

  11. JJ. Kusni on

    Kapan Bung ke Palangka Raya. Salam untuk semua teman, juga pada Stephanus.

    Tabe’

  12. Jeky on

    salam,,,

    akhirnya bisa ktemu lagi dg Bung JJ
    kita pernah ktmu Bpk + Istri di diskusi LABDA-FKPA dalam pembicaraan hak EKOSOB di Kum-Kum. mudah2an diskusi bisa berlanjut dilain ruang dan kesempatan,,, amin

  13. adityafacilitator on

    wess.. isinya betul betul suara rakyat.. ayo kita bangun Indonesia…

  14. Ipung on

    senang bisa melihat blog ini….

  15. roedysmansa on

    Alhamdulillah….. blog ini memang benar-benar Dayak yang Indonesia…. Tabe

  16. maruli ( PMKRI ) on

    sukses selalu pak.. jangan pernah tinggalkan kami dari semua itu, mendidik kami putra dayak untuk tetap mengetahui kebudayaan kami dan adat istiadat kami. turunkan kepada kami virus yang ada di dirimu, tuk menjadikan kami generasi yang lebih berani dari BEDIL, bedil yang berintelektual,bedil yang berkreasi, bedil yang inovatif, dan bedil yang beragama serta berbudi luhur…
    sukses pak JJ.jusni
    = main lagi pak ke marga PMKRI ( berbagi pengalaman )

  17. maruli ( PMKRI ) on

    sukses selalu pak.. jangan pernah tinggalkan kami dari semua itu, mendidik kami putra dayak untuk tetap mengetahui kebudayaan kami dan adat istiadat kami. turunkan kepada kami virus yang ada di dirimu, tuk menjadikan kami generasi yang lebih berani dari BEDIL, bedil yang berintelektual,bedil yang berkreasi, bedil yang inovatif, dan bedil yang beragama serta berbudi luhur…
    sukses pak JJ.jusni
    = main lagi pak ke marga PMKRI ( berbagi pengalaman )

  18. edo on

    salamat hasundau..akan mama-mina KUSNI..ita ice kalewu ikei bara lewu pendahara (KEC.TEWANG SANGGALANG GARING, KATINGAN) dengan alm.bapa TJILIK RIWUT bara lewu HAPALAM..amun ita napayah arak e…area ulun ita je pitar harati tapi ita jeham tau humba kialu arak ulun are…metuh yaku manapayah arak mama-mina KUSNI..yaku hawang mangupul ita ulun are je pitar harati suang ice ka ukan….yaku are tarima kasih akan mama-mina KUSNI je are manenga semangat akangku…je tabela..
    (ini bahasa katingan, pendahara)

    tabe…salam isen mulang

    edo_cool45@yahoo.com
    fb ricardo_howard

  19. kusni sulang on

    Has eh Ken,ayo sama-sama manggatang Utus

  20. Ardiana Salam,ST on

    Semua tulisan nya sangat indah, wajar dan manusiawi. Nana doakan ibukota jadi pindah ke kalimantan,insya Allah Palangkaraya terpilih jadi ibukota.AMIN.

  21. ketut sudiarta on

    Om Jeje……
    Tabe Salamat Lingu Nalatai Salam Sujud Karendem Malempang.

    NARAI KABAR???

    Om Jeje… saya sangat tertarik dengan karya-karya yang om buat… teruslah berkarya untuk PETAK DANUM Kalteng.
    Om..dimana saya bisa mendapatkan buku-buku om tentang budaya dayak…. saya sangat membutuhkannya untuk bahan rujukan penelitian saya. kebetulan saya sedang menyelesaikan S3 saya mengkaji budaya dayak… bantuin om ya… bisa di email aja.

    SAHEY

    Ketut sudiarta
    Thank

  22. faik eax on

    slm kenal dari lare BANYUWANGI JAWA TIMUR…..FAIK E@X,saudara dari hesty jingga (yuli bawor) om!

  23. idrus bin harun on

    salam kenal dari aceh, om kusni…
    dalam buku ‘aku dikutuk jadi laut’.saya menganal om…..isi buku tersebut saya kira om orang yang rendah hati, dan saya masih penasaran dengan LEKRA, yang kata orang berhaluan kiri nan kasar. tapi kami sebagai pewaris kebudayaan itu, tidak ingin memamah begitu saja informasi historis dari satu pihak……dan dalam buku ‘LEKRA TIDAK MEMBAKAR BUKU’, saya temui kiprah LEKRA tidak seperti yang selama ini digembar gemborkan para pihak

  24. Emilius on

    Salut buat Om Kusni, perjuanganmu takkan pernah sia-sia. Semoga terus berkarya hingga akhir waktu

  25. sangkusni on

    Emilius yb,
    Terimakasih. Dan juga terimakasih kepada Bung Idrus Bin Harun dari Aceh yang sudah berkunjung ke blog sederhana ini.Tentang soal Lekra, lebih baik, Bung dan angkatan Bung yang mempelajarinya sendiri serta menarik kesimpulan dari kajian itu. Seperti halnya dua anak muda NU penulis buku yang pernah dilarang,”Lekra Tidak peduli resiko. Mereka mencari kebenaran dari kenyataan.Saya akan senang jika Bung Idrusberkenan menulis tentang Aceh serta soal-soal Aceh di blog ini.

    Tabe dari kota pedalaman

    Kusni Sulang

  26. Youfan on

    Walaupun saya orang Jawa, tetapi salah seorang sepupu saya adalah orang Dayak (keluarga besar saya adalah keluarga multi-etnis). Dan saya sangat mengagumi semua kebudayaan etnis-etnis di Indonesia. Keberagamannya sangat mengesankan. Bahkan saya sangat menginginkan adanya ensiklopedi tentang kebudayaan semua suku-suku di Indonesia. Jadi tulisan bapak/ibu tentang suku Dayak disini sangat mengesankan buat saya, saya menyukai tulisan-tulisannya.

    Terus berkarya. Semangat.

  27. Bondan Wibisono on

    Salam Merah Putih

    Tetap Semangat bersama penajaman dan pemikiran yang strategis

  28. idrus bin harun on

    terimaksih kembali atas penjelasan singkat om kusni, semoga generasi kami dapat menyimpulkan dengan objektif setiap pergerakan kebudayaan di masalalu. sebab, ordebaru menutup akses informasi tentang LEKRA, apalagi PKI. namun, sebagai pewaris sah kebudayaan, kami mesti cari tahu seberapa burukkah sesuatu yang diklaim sepihak oleh orba, terhadap gerakan budaya yang digerakkan LeKRa

    saya sepakat dengan oom, kita berbagi informasi tentang apa saja, termasuk tentang aceh dan wilayah lain nusantara..

    tabik dari aceh.

  29. Yahya TP on

    mengingatulang jauhnya sudah perjalanan
    mengingatulang beratnya mencintai
    mengingatulang pahit pedih cawan hidup ini
    dan apapun
    aku tetap memilihmu: Indonesia!

    salam buat JJ Kusni

  30. Tanno KH on

    salam kenal

    rasanya saya akan cocok berlama-lama di blog ini

  31. Mering on

    Tabe, senang bisa membaca blog ini. Kita tak pernah bersua, tapi aku selalu membaca karya anda, seakan-akan anda hadir di depan meja saya dan kita bercakap-cakap tentang sebuah tempat yang disebut Borneo Raya

  32. panjiirfan on

    Senang sekali saya menemukan blog ini. Saya sedang mencari referensi karya dan biografi sastrawan kalteng untuk dinikmati anak-anak. Saya mengejar di Seruyan Kalimantan Tengah.

  33. achmad riyadi on

    SEnang sekali, cobalah dengan apa yang dikatakan, cobalah gali terus mengapa kalteng semkain anjlok lingkungannnya, bila hutan ini dibabat untuk di sawitkan, gunakan pajak dan pendapatan itu untuk kepentingan masyarakat yang kehilangan lahan tempat berburu, tempat hajat hidup, tempat bermanja-manja dengfan alam pagi, ah semua tak kan jadi kebanggaan bila rakyat disudut pinggiran itu masih jadi penonton yang kehilangan masa depan.

  34. tya Iding on

    dear bue dan tambi,
    masih ingat aq kah?.aq tya anaknya Simbun.
    Tulisannya bagus, senang ada yg bisa berbagi mengenai sejarah KalTeng dengan suku dayaknya.
    Keep writing yach

    Tabe hangat

  35. Bolothoks on

    Buagus buanget sajak buatan pak kuni aku seneng bacanya
    Akan lebih seneng lagi kalo bisa mentas dari kemiskinan dan pemiskinan yg sistematis ini. Bung kusni dan nyonya, galang terus perjuangan mewujudkan indonesia yang sejahtera adil dan makmur dg revolusi rakyat yg damai tanpa pertumpahan darah dan tanpa anarkisme.
    Sala$ kuga buat kawan2 antara lain oom A Umar Said

  36. indika on

    i want to send you a document. please tell me where i can send it

  37. Sheera Paninting Tarung on

    Kepada yth,
    Bapak dan Ibu Kusni

    Saya harap saya bisa bertemu bapak dan ibu secepatnya karena saya ingin menyampaikan satu keinginan terbesar saya selama ini tentang Sejarah Budaya Dayak. Semoga Bapak dan Ibu berkenan membantu saya untuk bisa merealisasikan keinginan saya. Karena itu, saya mohon informasi kontak dan alamat bapak dan ibu untuk bisa menemui bapak dan ibu dalam waktu dekat ini. terimakasih.

    Jabat Erat,
    Sheera Paninting Tarung

  38. Sangkusni on

    Kepada Sheera Yang Budiman,
    Silahkan mengatur janji dan tujuan berjumpa dengan Nona Ida di alamat lamiang_lilis@yahoo.com. Terima kasih dan tabe.

    Salam budaya,
    An & Kusni

  39. Sheera Paninting Tarung on

    Sepertinya alamat email lamiang_lilis@yahoo.com tidak berhasil saya temui. Mohon alamat email yang lainnya, Nona Ida.
    Terimakasih.

    Jabat Erat,
    Sheera Paninting Tarung

  40. Natalansyah on

    bila ada orang seperti bapak dan ibu yang mau dan bersedia membuat orang mengenal dayak yang sebenarnya khususnya katingan, alangkah indahnya dunia ini yang dipenuhi dengan damai dan kasih…
    by
    natalansyah, P.Raya

  41. ida ayu on

    salam kenal, Sheera

    alamat yang benar lamianglilis@rocketmail.com
    1 agustus sampai sepetember ada jadwal riset bapak dan ibu. pertemuan bisa diatur sebelum itu. tolong buat summary: tujuan pertemuan, poin-poin diskusi, dan apa konkritnya yang diharapkan dari pertemuan nanti agar pertemuan efektif dan efisien dan mencapai hasil sesuai harapan sheera.

    terima kasih dan tabe.

    ida ayu

  42. erwiza erman on

    salam kenal Pak JJ Kusni dan Ibu. Saya membaca karangan Bapak di Blog ini. Lansung menerka bahwa penulisnya bukan orang sembarangan, pasti memiliki pengalaman akademis tinggi, dan pengalaman menulis yang lama.
    Saya sangat terbius, ingin langsung menamatkan membaca semua tulisan Bapak, karena sangat membantu saya menulis mengenai Pilkada Gub dan Visi Misi dan Pembangunan Kalteng.

    salam,

    Erwiza Erman(LIPI, Jakarta)

  43. sangkusni on

    Kalau tidaksalah ingat,Anda pernahmenelpon saya , memberitahu bahwa Anda mau ke Kalteng.Benarkah? Dan jadikah kemari.Terimakasih sudah berkunjung. Tabe.

    Kusni Sulang

  44. bernetavia on

    Hi Bue… apa kabar ? Kalau ga salah kita baru 2 kali ketemu n salam kenal, saya via anak sikon, cucu Alm.RUSMI NUSI DJELAU & Alm.DRISMAN IDON IDING.. Baru liat blog ini.. Btw, buat cerita tentang Datu Tue & Datu Bawi dong Bue…

  45. RYAN on

    SALUT, SALUT DAN SALUT DAN ACUNGAN 2 JARI JEMPOL UNTUK OM JJ KUSNI.
    SAYA JUGA SENIMAN, SAYA BIASA MENYANYI DI GEMBYAR KERONCONG TVRI JAKARTA, SEKALIGUS PIMPINAN ORKES KERONCONG KARLINA ( KARYAWAN LISTRIK NEGARA ), JUGA PELESTARI SENI SAMA DENGAN OM JJ KUSNI : KARAWITAN, ORKES DANGDUT, DAN JUGA ANAK BAND. MAKLUM KARENA SAYA DIBESARKAN OLEH SENIMAN MAESTRO DARI SURABAYA , SARISIN (A) TIMBUL, SERING ORANG MEMANGGIL TIMBUL (11 TH SEBAGAI SUTRADARA DAN PELAWAK SRIMULAT, PIMPINAN / PENDIRI : LUDRUK RRI SURABAYA & LUDRUK DUTA BUDAYA & GEMA TRI BRATA, TERAKHIR PIMPINAN DAN SENIMAN LUDRUK BESUTAN SURABAYA ), PEKERJAAN LAINNYA SBG POLISI POLDA JATIM SURABAYA, SUDAH ALMARHUM USIA 87TH SETELAH MENINGGAL TEMANNYA ASMUNI SRIMULAT. MUNGKIN SAJA OM KENAL.
    SAYA SANGAT SALUT ATAS PRESTASI OM JJ KUSNI YANG SANGAT BANYAK SEKALI. SPTNYA SAYA PERNAH JUMPA CUMA LUPA DIMANA.
    SALAM KENAL OM JJ KUSNI

  46. Greos Saragih on

    Sekitar Tahun 1998 lalu, ketika saya masih kuliah di Universitas Palangkaraya, saya sempat beberapa kali diskusi di Rumah DR. JJ. Kusni. Mendiskusikan tentang Masyarakat Kalteng, hidup dan sering mengarah ke ranah filsafat. Setiap kali diskusi dengan beliau, saya merasa lebih tercerahkan. Sebuah kenangan yang indah dan tak terlupakan. Jika ada teman-teman yang masih memiliki no kontak beliau ( DR. JJ Kusni ) mohon dapat dikirmka ke no HP saya Greos Saragih 0813 7278 3120 atau dikirim ke alamat email : tiganabayu@gmail.com )/ Terima kasih

  47. new kuga on

    new kuga

    In Sunday I see About Andriani S. Kusni & JJ. Kusni | Jurnal Toddopuli. Very well!

  48. eko purwadi ss on

    salam kenal bapak.
    saya eko. saat ini saya kerja honorer kemendiknas sebagai pamong budaya di kab. katingan. ayo pak,, kita lestarikan kebudayaan dayak. terutama PAMBAK RINDUI. mohon saran.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: