About Andriani S. Kusni & JJ. Kusni
Tuesday, 12 August 2008 — Blog ini berisi kumpulan tulisan atau postingan artikel yang dikirimkan oleh Tante Andriani S. Kusni & Om JJ. Kusni. Didedikasikan khusus atas perhatian terhadap budaya, kehidupan, manusia, keluarga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian Indonesia. Blog ini dibuat dan diedit (kecuali isi postingan di up load secara “as is”) oleh daengruslekontak e-mail: daengrusle@angingmammiri.org
Tentang Tante Andriani S. Kusni Lahir di Mataram, dari ayah berdarah Bugis-Sidrap dan ibu berdarah Jawa Timur, namun lebih menganggap Makassar sebagai kampung halamannya. Belajar arsitektur di Universitas Hasanuddin Makassar. Saat ini mendalami ilmu sosiologi di UT Palangka Raya. Studio Arsitekturnya bersama rekanan di Makassar didirikan sejak tahun 2004. Sekarang bekerja sebagai perancang dan pembuat perhiasan dengan label ‘Ann Kusni’. Obsesinya, memiliki perpustakaan dan pusat kegiatan kebudayaan merangkap galeri seni yang koleksinya dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia. Pernah jadi penyiar radio DELTA FM Makassar, Jaringan Delta-Female Indonesia, 2003-2005, dan mengasuh program-program spesial seperti DELTA GRIYA, Sketsa Kota, Apotik Hidup dan Delta in English. Mengasuh Halaman Desain & Arsitektur di Harian Ujung Pandang Express tahun 2007, Halaman Budaya Sahewan Panarung di SKH Palangka Post, 2009-2011 dan Halaman Budaya di Dayak Pos, 2009. Sambil menangani Lembaga Kebudayaan Dayak Kalimantan Tengah, saat ini mengasuh Halaman Budaya Sahewan Panarung di Harian Radar Sampit, bersama suami. Buku dalam persiapan: “Bunga Rampai Budaya Dayak”, “Biografi Kol. Yu Andrias: Anak Petani Rotan dari Katingan”, “Teater & Komunitas teater di Kalimantan” (segera terbit), “Involusi Budaya: Menelisik Budaya Dayak Kekinian” (bersama suami) dan kumpulan cerpen berjudul “Jo & Perempuan-Perempuan di Sekitarnya” (segera terbit). Buku yang telah terbit: “Inventarisasi Bangunan Bersejarah Kota Makassar”. Dinas PU Kota Makassar, 2005; KISAH berjudul “Telu Batang Danum”, Erlangga, 2009; buku cerita anak “Gerilyawan-Gerilyawan Kecil”, Lembaga Kebudayaan Dayak Palangka Raya, 2010; “Senjata Tradisional & Pakaian Adat Dayak KalTeng”, Badan Perpustakaan & Arsip Daerah KalTeng, 2011, dan “Budaya Dayak: Permasalahan dan Alternatifnya”, Bayu Media Publishing, Malang, 2011. Tentang Om JJ. Kusni JJ. Kusni adalah seorang penyair sekaligus essais yang sangat produktif. Cekalan pemerintah Orde Baru tidak memupuskan semangatnya untuk terus berkarya, sekalipun ia harus hengkang dari tanah kelahirannya di tanah Kalimantan. JJ. Kusni terus bergeliat dengan hasil pikirannya, terus menyuarakan hati nuraninya. Ia merupakan salah seorang sastrawan dan budayawan yang rendah hati, berkebalikan dengan gelar pendidikan yang telah melekat di belakang namanya. JJ. Kusni atau Magusig O Bungai, nama penanya sebagai penulis dan penyair, lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah pada tanggal 25 September 1940. Saat ini, JJ. Kusni bersama istri, Andriani S. Kusni, bekerja–sama di semua bidang terutama bidang pendidikan, pengajaran, penulisan & penerbitan dan pemberdayaan manusia terutama dalam hal pembangunan karakter bagi generasi muda. Bekerja secara sukarela dan menjadi salah seorang tokoh kunci Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia “Pasar Malam” dengan mempromosikan sastrawan-seniman Indonesia di Paris. Saat ini masih menjadi salah seorang penanggung-jawab Koperasi Restoran Indonesia di Paris. Mendapat Hadiah Puisi dari “Majalah Basis”, Yogyakarta, 1957, Hadiah Puisi dari Harian Rakjat, Jakarta, 1960, Sekjen Lembaga Sastra Indonesia untuk daerah Jawa Tengah dan Indonesia; menangani seksi Indonesia pada CCFD (Committe Cahtolique Contre la Faim et pour le Développement), Paris, dikirim oleh Institute Universitaire d’Etude de Développement, IUED) Jenewa untuk membantu UNKRIP Palangka Raya (mengajar Dasar-Dasar Logika, Antropologi, Komunikasi Politik), mengajar di Universitas Le Havre, Le Havre, Perancis, mengajar pada Inalco, Paris, mendirikan sekolah bahasa dan budaya Indonesia di Paris bersama Nouvelle Frontière, Paris, Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia “Pasar Malam” dengan mempromosi sastrawan-seniman Indonesia di Paris; Sekolah-sekolah kebudayaan Lekra, anggota grup Teater Rendra; mendirikan grup musik serba bisa “Merah Kesumba”, mendirikan grup-grup paduan suara di Yogyakarta; mendirikan ansambel tari-nyanyi “Lembah Merapi”, Klaten, Jawa Tengah; mendorong pengembangan teater daerah seperti ketoprak dan ludruk; mendirikan Koperasi & Pusat Kebudayaan Indonesia, Restoran Indonesia di Paris, berlangsung 27 tahun sampai sekarang; membangun LSM-LSM di Indonesia, termasuk di Kalteng; pembicara di forum-forum lokal, nasional dan internasional serta universitas-universitas berbagai negeri; mendirikan majalah ilmiah populer “Kancah” di Paris (berlangsung lebih dari 18 tahun) dan beberapa penerbitan di luar negeri; koresponden luar negeri beberapa harian nasional dan lokal Indonesia seperti Media Indonesia Daily (Jakarta), Akçaya Daily (Pontianak); Dinamika Pembangunan, Palangka Raya (Central Kalimantan); Harian Dayak Pos (Palangka Raya), Media Kalteng (Palangka Raya); menulis untuk majalah dan harian dalam dan luar negeri seperti Suasana dan Tiara magazines (Jakarta), Medium (Jakarta), Aksara (Jakarta), Visual Arts (Jakarta), Fajar (Makassar), dll; tenaga ahli pada Hsinhua News Agency, Beijing; pembicara di radio-tivi lokal, nasional dan luar negeri; menerjemahkan karya-karya seperti Maxim Gorky, Lu Shin, sajak-sajak Mao Tze Tung, Puisi Ho Chi Minh, Pearl S. Buck, Yang Mo, Du Fu, Pablo Nerruda, Federico Garcia Lorca, sajak-sajak rakyat Andalusia, dan lain-lain. Riwayat pendidikan penyair yang memiliki nama asli Kusni Sulang ini di antaranya: Political Science (Journalism and Communication), Gadjah Mada University (Yogyakarta, Indonesia, 1965); Maîtrise: Economic Developement of l’Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (l’EHESS, Sorbonne) (Paris,Perancis); M.A. in anthropology of l’EHESS (Paris, Perancis); Ph.D. in history of l’EHESS (Paris,Perancis); dan International Law (Diplomacy) of New South Wales University, Sydney (Australia). Juga menyelesaikan akademi militer di RRT dan Viet Nam. Prestasi keilmuan dicapainya melalui perjuangan yang tidak mudah. Dari menjadi supir truk, pelayan toko, penggembala babi & kambing, hingga membuka restoran. Dalam karya-karyanya, JJ Kusni sering mengangkat masalah-masalah budaya suku Dayak. Ia juga menulis tentang pembelaan HAM, menggugat pelanggaran besar Orba terhadap HAM, dan masih banyak lagi (Hal ini dipaparkan oleh Ibrahim Isa dari Bijlmer dalam tulisannya yang berjudul “Kusni Anak Dayak – Putra Indonesia”) 25 Agustus 2005 lalu. Beberapa buah pikiran JJ Kusni yang telah diterbitkan antara lain: “Budaya Dayak: Permasalhan dan Alternatifnya” (Bayumedia, Malang, 2011); “Senjata Tradisional & Pakaian Adat Dayak Kalteng” (Badan Perpustakaan & Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, 2011); “Negara Etnik: Beberapa Gagasan Tentang Pemberdayaan Dan Pembangunan Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah” (Fuspad, Yogyakarta: 2002); “Dayak Membangun: Masalah Etnik Dan Pembangunan Kasus Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah” (PT. Paragon, Jakarta: 1994); “Sanjak dan Bunga” (Yogyakarta: 1959); “Indonesian Progresive Poem” (Jajasan Pembaruan, Jakarta: 1962); “Karungut Jata Sansana Tingang” (PT Paragon Jakarta: 1994), “Sansana Naga & Tahun-tahun Pembunuhan” (ISDM, Culemborg: 2000); “Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil” (Amanah Lontar Jakarta & Yayasan Sejarah Budaya Indonesia, Amsterdam: 2002); “Catatan Studi tentang Drama Teladan Tiongkok” (Angin Timur, Nanchang: 1970); “Catatan Studi Tentang Garis Sastra-Seni PKI 1950-1965 (Suara Rakyat Indonesia, Beijing: 1969); “Di Tengah Pergolakan Sastra & Seni” (Yayasan Langer: 1981); “Aku Dikutuk Jadi Laut” (Syarikat Indonesia”, Yogyakarta, April 2007); “Menoleh Silam, Melirik Esok” (Ultimus Bandung, Februari 2008); “Di Tengah Pergolakan. Pengalaman Turba Lekra” (Ombak, Yogyakarta, 2005); “Membela Harkat dan Martabat Diri dan Indonesia. Koperasi Restoran Indonesia Di Paris” (Ombak, Yogyakarta 2005); dan lain-lain. Selain menulis buku,di tengah kesibukannya, JJ. Kusni juga menyempatkan menyusun naskah drama. Adapun naskah drama yang telah dipentaskan: Api Di pematang. Drama tentang aksi sepihak (Pesat,Yogyakarta:1964), Tanah Ketaon. Drama tentang aksi tani di Boyolali 1964 (sudah dipentaskan di Yogyakarta), Obor Merapi. Drama tentang aksi tani di Boyolali 1964 (sudah dipentaskan di Yogyakarta), Nyanyian Remaja. Saduran dari karya Yang Mo (sudah dipentaskan di Yogyakarta: 1964), Crime and Punishment. Saduran dari karya Dostoyevski (sudah dipentaskan di Yogyakarta: 1962), Bukit Belleville. Drama tentang Komune Paris (sudah dipentaskan dan diterbitkan oleh Suara Rakyat Indonesia: Beijing,1978), Di sebuah Perkebunan Kopi. Drama tentang perlawanan kaum tani Sumatra Utara (Majalah Api, Tirana: 1980). Saat ini ada beberapa naskah buku JJ. Kusni yang telah siap untuk diterbitkan: Kekuasaan Paralel: Kekuasaan Republik & Masyrakat Adat — Usul Bagi Indonesia Di tengah Krisis, Budaya Betang (Long House Culture), dan Tragedi Sampit Februari 2000: Akar Dari Sebuah Konflik Etnik. Kasus Kalimantan Tengah. Dalam taraf penyelesaian: “Biografi Kol. Yuandrias. Seorang Anak Petani Rotan Katingan”; “Masyarakat Adat Dan Peran Tanggap Aktualnya. Kasus Dayak Katingan”; Puisi-Puisi dari Katingan: ”Dari Jendela Toddopuli”; “Jurnal Toddopuli: Tentang Sastra & Seni”; Penerbitan Kembali buku “Masalah Etnik dan Pembangunan. Kasus Dayak Ngaju”. Berikut adalah salah satu hasil karya JJ Kusni yang menggambarkan isi hati dan pikirannya akan kecintaannya pada tanah airnya-Indonesia. KARENA MENCINTAIMU, TANAHAIR akhirnya aku jadi pengembara burung bersayap luka berat kuucapkan katakan segala pembunuhan katakan segala kebohongan indonesia katakan segala kebodohan katakan juga segala kebingungan mengatakan indonesia di saban langkah kembaraku indonesia tanahair sedang manusia dari ambon hingga poso adik, oi, adik tak kuhujat malam Paris, Nopember 2003. Selain puisi di atas, J.J Kusni juga telah menulis puisi yang mencerminkan betapa ia merindukan tanah kelahirannya, tanah yang telah membesarkannya, Tanah Dayak.Berikut nukilan puisinya. R I M B A (Kepada Godamlima) di sini! kita hari ini dan memang di sini! apakah kau salah seorang di antara orang-orang kampung kutabuh gendang kupukul kangkanong serta katambung [2] menyambutmu manis lirik sansanamu kusahut ditabur angin melintasi belantara bertuba udara hari ini manusia berada di perbatasan lamat dan sayup Paris 2003, |



Smg om n tante slalu d berikan Tuhan kesehatan agar trs bisa berkarya untuk kemajuan kita semuanya. Selama ini kami slalu merindukan kehadiran om d tengah2 kami,mungkin kerinduan kami sama seperti kerinduan om dgn tanah air. Selamat Datang di Petak Danum Itah….
Salam kunjung Om
Wah foto diatas menjadikan blog ini makin sedap dipandang Om dan Tante..
Tetap berkarya dan semangat untuk berjuang…..
Kebebasan berpendapat harus dijunjung tinggi di INdonesia karena ini negara demokrasi…..
Senang bsa mengetahui dan mudah mudahan bisa berkomunikasi dengan bapak JJ Kusni….
Beberapa hari yang lalu kami mendapat kunjungan dari Dr.Anthony Guerreiro, beliau menceritakan tentang anada dan saya sangat tertarik…..
Salam Kenal….
Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM asal Dayak KALIMANTAN BARAT
Tabe,
Kami panitia Seminar HUT Kalteng Ke-52 ingin menyampaikan Makalah-Makalah yang masuk untuk diseleksi, namun dari tanggal 12 mei 2009 makalah tersebut dari info yang masuk pada email kami selalu gagal masuk pada email Pak JJ Kusni dan Ibu Andriani S Kusni : daengrusle@angingmammiri.org.
Mohon Konfirmasinya Untuk Alamat yang online untuk kami mengirimkan makalah untuk di seminarkan. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya.
PANLAK SEMINAR HUT KALTENG KE-52
Ibu Andriani sjk dan Bapak JJ Kusni,
mohon konfirmasi secepatnya hasil seleksi makalah/pemenang penulisan call paper untuk kegiatan seminar HUT ke-52 Kalteng. Kami Tunggu infonya hari/tgl : Sabtu, 16 Mei 2009.
Terima kasih.
allo bung,
masih ingat siti zainon kan. salam kasih budaya buat bung dan salam kenal buat andriani.
kalau ada facebook kita ngomong di facebook, semoga sihat selalu…
masih ingat enaknya masakan di Restoran Indonesia tika datang tahun 1986 dulu.
PALANGKA RAYA KOTA CANTIKKU
(Martha)
PALANGKARAYA………..
BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
TANAH LELUHURKU, TEMPAT KELAHIRANKU
DIRIMU BAGIKU ADALAH…..
HUTAN RIMBA DENGAN POHON TUA DAN LANGKA
SUNGAI PANJANG MELIUK SEPERTI NAGA
TANAH SUBUR, SARAT HARTA TERPENDAM
PALANGKA RAYA, KOTA GADUNG BATU
BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
DITUBUHKU…
MENGALIR NILAI-NILAI MAGIS, AJARAN LELUHUR
SEBAGAI ANAK DAYAK
HORMATI BUMI, TITIPAN PARA PEJUANG AGUNG
YANG MELAHIRKAN PROVINSI INI
PALANGKA RAYA, KOTA CANTIKKU
BERGEGASLAH NAIK BANAMA TINGANGMU
JANGAN BIARKAN KECANTIKKANMU,
TENGGELAM DIJANTUNG RIMBA INI
BERLAYARLAH MEMBAW3A KEELOKANMU
MENUJU DERMAGA DUNIA
KOTA CANTIKKU
BANAMA TINGANG BELUM MENEPI
GENDANG DITABUH, DAYUNG MASIH DIKAYUH
LAYAR KUNING MASIH TERKEMBANG
OOHH….ANGIN DEWA, BERHEMBUSLAH
ARAHKAN BANAMA CANTIKKU MENUJU MASA DEPAN
KOTA CANTIKKU
MAINKAN DAWAI-DAWAI KECAPI
UCAPKAN MANTRA-MANTRA MAGISMU
SIHIRLAH MATA DUNIA
UNTUK MEMUJAMU
PALANGKA RAYA, TANAH LELUHURKU
BAGAIMANA AKU BISA MELUPAKANMU?
DIJIWAMU, AKU HIDUP
(Tabe, salamat hasundau……)
Matahari terbit lagi di kasongan
aku bermimpi melihat mata2hari terbit dan tenggelam di kasongan/menyimpan ceeita-certia/duka, cinta, luka/aku melihat bocah2 telentang di pasir, di kasongan, meyimpan cita-cita/cinta, ceria, harapan dan cinta/aku mendengar bisik para leluhur di kasongan/menyaksikan hari datang, hari pergi…mebawa cinta, luka dan duka…/esok masihkah aku akan menyaksian segalanya di kasongan?
Ibu Andriani dan Bapak JJ Kusni
Selamat atas kembalinya ke Kalteng dan terus berjuang untuk kelestarian budaya dan adat Dayak. Tertarik saya kepada beberapa tulisan Pak Kusni tentang sastra lisan dayak ngaju yang penuh kearifan lokal. Saya pernah tinggal di Kalteng beberapa bulan, tepatnya 27 bulan, dan belum ke kalteng lagi. Tentu kajian sastra lisan dayak yang penuh nilai budaya, kearifan lokal, dan lokal genius akan menjadi salah satu pilihan penelitian saya selanjutnya.
Salam melalui dfunia maya ini.
senang ketemu blog ini. kalau2 sempat, sila mampir ke kampung saya yang sederhana
Kapan Bung ke Palangka Raya. Salam untuk semua teman, juga pada Stephanus.
Tabe’
salam,,,
akhirnya bisa ktemu lagi dg Bung JJ
kita pernah ktmu Bpk + Istri di diskusi LABDA-FKPA dalam pembicaraan hak EKOSOB di Kum-Kum. mudah2an diskusi bisa berlanjut dilain ruang dan kesempatan,,, amin
wess.. isinya betul betul suara rakyat.. ayo kita bangun Indonesia…
senang bisa melihat blog ini….
Alhamdulillah….. blog ini memang benar-benar Dayak yang Indonesia…. Tabe
sukses selalu pak.. jangan pernah tinggalkan kami dari semua itu, mendidik kami putra dayak untuk tetap mengetahui kebudayaan kami dan adat istiadat kami. turunkan kepada kami virus yang ada di dirimu, tuk menjadikan kami generasi yang lebih berani dari BEDIL, bedil yang berintelektual,bedil yang berkreasi, bedil yang inovatif, dan bedil yang beragama serta berbudi luhur…
sukses pak JJ.jusni
= main lagi pak ke marga PMKRI ( berbagi pengalaman )
sukses selalu pak.. jangan pernah tinggalkan kami dari semua itu, mendidik kami putra dayak untuk tetap mengetahui kebudayaan kami dan adat istiadat kami. turunkan kepada kami virus yang ada di dirimu, tuk menjadikan kami generasi yang lebih berani dari BEDIL, bedil yang berintelektual,bedil yang berkreasi, bedil yang inovatif, dan bedil yang beragama serta berbudi luhur…
sukses pak JJ.jusni
= main lagi pak ke marga PMKRI ( berbagi pengalaman )
salamat hasundau..akan mama-mina KUSNI..ita ice kalewu ikei bara lewu pendahara (KEC.TEWANG SANGGALANG GARING, KATINGAN) dengan alm.bapa TJILIK RIWUT bara lewu HAPALAM..amun ita napayah arak e…area ulun ita je pitar harati tapi ita jeham tau humba kialu arak ulun are…metuh yaku manapayah arak mama-mina KUSNI..yaku hawang mangupul ita ulun are je pitar harati suang ice ka ukan….yaku are tarima kasih akan mama-mina KUSNI je are manenga semangat akangku…je tabela..
(ini bahasa katingan, pendahara)
tabe…salam isen mulang
edo_cool45@yahoo.com
fb ricardo_howard
Has eh Ken,ayo sama-sama manggatang Utus
Semua tulisan nya sangat indah, wajar dan manusiawi. Nana doakan ibukota jadi pindah ke kalimantan,insya Allah Palangkaraya terpilih jadi ibukota.AMIN.
Om Jeje……
Tabe Salamat Lingu Nalatai Salam Sujud Karendem Malempang.
NARAI KABAR???
Om Jeje… saya sangat tertarik dengan karya-karya yang om buat… teruslah berkarya untuk PETAK DANUM Kalteng.
Om..dimana saya bisa mendapatkan buku-buku om tentang budaya dayak…. saya sangat membutuhkannya untuk bahan rujukan penelitian saya. kebetulan saya sedang menyelesaikan S3 saya mengkaji budaya dayak… bantuin om ya… bisa di email aja.
SAHEY
Ketut sudiarta
Thank
slm kenal dari lare BANYUWANGI JAWA TIMUR…..FAIK E@X,saudara dari hesty jingga (yuli bawor) om!
salam kenal dari aceh, om kusni…
dalam buku ‘aku dikutuk jadi laut’.saya menganal om…..isi buku tersebut saya kira om orang yang rendah hati, dan saya masih penasaran dengan LEKRA, yang kata orang berhaluan kiri nan kasar. tapi kami sebagai pewaris kebudayaan itu, tidak ingin memamah begitu saja informasi historis dari satu pihak……dan dalam buku ‘LEKRA TIDAK MEMBAKAR BUKU’, saya temui kiprah LEKRA tidak seperti yang selama ini digembar gemborkan para pihak
Salut buat Om Kusni, perjuanganmu takkan pernah sia-sia. Semoga terus berkarya hingga akhir waktu
Emilius yb,
Terimakasih. Dan juga terimakasih kepada Bung Idrus Bin Harun dari Aceh yang sudah berkunjung ke blog sederhana ini.Tentang soal Lekra, lebih baik, Bung dan angkatan Bung yang mempelajarinya sendiri serta menarik kesimpulan dari kajian itu. Seperti halnya dua anak muda NU penulis buku yang pernah dilarang,”Lekra Tidak peduli resiko. Mereka mencari kebenaran dari kenyataan.Saya akan senang jika Bung Idrusberkenan menulis tentang Aceh serta soal-soal Aceh di blog ini.
Tabe dari kota pedalaman
Kusni Sulang
Walaupun saya orang Jawa, tetapi salah seorang sepupu saya adalah orang Dayak (keluarga besar saya adalah keluarga multi-etnis). Dan saya sangat mengagumi semua kebudayaan etnis-etnis di Indonesia. Keberagamannya sangat mengesankan. Bahkan saya sangat menginginkan adanya ensiklopedi tentang kebudayaan semua suku-suku di Indonesia. Jadi tulisan bapak/ibu tentang suku Dayak disini sangat mengesankan buat saya, saya menyukai tulisan-tulisannya.
Terus berkarya. Semangat.
Salam Merah Putih
Tetap Semangat bersama penajaman dan pemikiran yang strategis
terimaksih kembali atas penjelasan singkat om kusni, semoga generasi kami dapat menyimpulkan dengan objektif setiap pergerakan kebudayaan di masalalu. sebab, ordebaru menutup akses informasi tentang LEKRA, apalagi PKI. namun, sebagai pewaris sah kebudayaan, kami mesti cari tahu seberapa burukkah sesuatu yang diklaim sepihak oleh orba, terhadap gerakan budaya yang digerakkan LeKRa
saya sepakat dengan oom, kita berbagi informasi tentang apa saja, termasuk tentang aceh dan wilayah lain nusantara..
tabik dari aceh.
mengingatulang jauhnya sudah perjalanan
mengingatulang beratnya mencintai
mengingatulang pahit pedih cawan hidup ini
dan apapun
aku tetap memilihmu: Indonesia!
salam buat JJ Kusni
salam kenal
rasanya saya akan cocok berlama-lama di blog ini
Tabe, senang bisa membaca blog ini. Kita tak pernah bersua, tapi aku selalu membaca karya anda, seakan-akan anda hadir di depan meja saya dan kita bercakap-cakap tentang sebuah tempat yang disebut Borneo Raya
Senang sekali saya menemukan blog ini. Saya sedang mencari referensi karya dan biografi sastrawan kalteng untuk dinikmati anak-anak. Saya mengejar di Seruyan Kalimantan Tengah.
SEnang sekali, cobalah dengan apa yang dikatakan, cobalah gali terus mengapa kalteng semkain anjlok lingkungannnya, bila hutan ini dibabat untuk di sawitkan, gunakan pajak dan pendapatan itu untuk kepentingan masyarakat yang kehilangan lahan tempat berburu, tempat hajat hidup, tempat bermanja-manja dengfan alam pagi, ah semua tak kan jadi kebanggaan bila rakyat disudut pinggiran itu masih jadi penonton yang kehilangan masa depan.
dear bue dan tambi,
masih ingat aq kah?.aq tya anaknya Simbun.
Tulisannya bagus, senang ada yg bisa berbagi mengenai sejarah KalTeng dengan suku dayaknya.
Keep writing yach
Tabe hangat
Buagus buanget sajak buatan pak kuni aku seneng bacanya
Akan lebih seneng lagi kalo bisa mentas dari kemiskinan dan pemiskinan yg sistematis ini. Bung kusni dan nyonya, galang terus perjuangan mewujudkan indonesia yang sejahtera adil dan makmur dg revolusi rakyat yg damai tanpa pertumpahan darah dan tanpa anarkisme.
Sala$ kuga buat kawan2 antara lain oom A Umar Said
i want to send you a document. please tell me where i can send it