Buku tentang Perubahan?

Buku tentang Perubahan?: The Man Who Loved Books Too Much (4)
Oleh Hernowo

in: dikbud@yahoogroups.com , Monday, 14 May 2012, 5:46

Rhenald Kasali
“Buku ini adalah buku perubahan, yaitu kisah inspiratif dari orang-orang yang berjuang membangun kemandirian.”
—Rhenald Kasali
 
Kata-kata di atas ditulis oleh Rhenald Kasali di baris paling awal ketika mengantarkan bukunya, Cracking Entrepreneurs: Inilah Para Crackers Lokal yang Tak Ada Matinya! Rhenald memang punya lembaga bernama ”Rumah Perubahan”. Namun, bukan karena itu dia kemudian mengawali bukunya dengan kata-kata yang mengandung perubahan. Saya bisa merasakan apa yang Rhenald katakan ketika membaca kisah seorang tukang becak di daerah Cirebon yang kemudian memiliki industri garam yang sukses.
 
Nama tukang becak itu Sanin. ”Seperti rakyat jelata lainnya, selama bertahun-tahun dia begitu pasrah menjalani kehidupan dengan mengayuh becak di pesisir yang panas itu,” tulis Rhenald. ”Namun, berbeda dengan tukang becak lainnya, suatu ketika Sanin bertekad bahwa kehidupannya akan semakin buruk kalau dia tidak berubah. Dia pun membuka pikirannya, melihat dan mendengarkan suara alam dengan cara yang berbeda.”
 
Menurut Rhenald, ketika memarkir becaknya di pesisir yang terik, dengan kadar garam yang tinggi, Sanin merasakan bahwa para pengusaha garam tak jauh berbeda dengan dirinya. Mereka dulunya juga rakyat jelata, tak bersekolah tinggi, tapi rela bekerja keras. ”Lantas kalau mereka bisa, mengapa saya tidak,” demikian mungkin pikir Sanin ketika ingin mengubah hidupnya dari tukang becak menjadi pengusaha garam. Akhirnya, Sanin berhenti menjadi tukang becak dan mulai membuat garam.
 
Buku terbaru karya Rhenald
 
Sanin merintis usaha pembuatan garamnya dengan membuat sendiri, kemudian mencetak, lalau memasarkannya dengan mengendarai sepeda dari pasar ke pasar. Kini, mantan tukang becak tersebut telah memiliki sepasukan petani hingga pencetak garam di pabriknya. Wilayah pemasarannya pun sudah jauh meluas, tak lagi hanya sebatas pasar di daerahnya. Kini, Sanin juga tak lagi menggunakan sepeda, tetapi menggunakan truk-truk besar dengan omzet ratusan juta rupiah!
 
Sanin kini tak hanya membuat garam dapur. Dia melebarkan usahanya dengan membuat pupuk. CV Sanutra Utama yang didirikan Sanin pada tahun 1985 dengan modal awal Rp 1 juta dan dikerjakan sendiri, kini telah memiliki 50 pekerja dan omzet Rp 200 juta per bulan. Memang mengubah diri dari tukang becak menjadi pengusaha garam yang sukses bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, kalau sejak dulu dia mudah berputus asa, mungkin bukan seperti ini hidup yang sekarang digenggam Sanin.
 
Kisah Sanin merupakan satu dari banyak kisah inspiratif yang ada di buku Cracking Entrepreneurs. Sebanyak19 pengusaha kecil sukses direkam oleh buku tersebut. Ada pengusaha bengkel yang menjadi ”Raja Bengkel” di kawasan Pelabuhan Ratu bernama H. Darjat. Ada tiga perempuan gigih—Sania Sari, Tri Asayani, dan Ranityarani—yang sukses menyeimbangkan bisnis dan seni batik. Dan ada perempuan muda, Atik Jumaeli, yang berhasil mengibarkan bordir Tasik hingga ke Rusia. Membaca kisah-kisah perjuangan mereka, saya bagaikan menemukan obor kehidupan.
 
”Mereka yang akan Anda baca kisahnya di dalam buku ini, pantas disebut crackers-nya usaha kecil. Ya, tak usah selalu membandingkan dengan yang besar-besar, yang modalnya sudah berkelimpahan, memakai teknologi tinggi yang terhubung secara virtual, atau memiliki profesional-profesional andal…. Crackers adalah perubahan sekaligus pahlawan ekonomi kerakyatan yang membuat hidup kita lebih bermakna,” tulis Rhenald Kasali.[]


About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: