Menteri Senior dan Kenaikan Harga BBM

Menteri Senior dan Kenaikan Harga BBM

Oleh: Adhie M. Massardi

Sabtu, 24 Maret 2012 , 16:48:00 WIB
Sumber:Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>,in:ppiindia@yahoogroups.com Friday, 30 March 2012, 8:13

RENCANA kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) terus dipergunjingkan.
Banyak orang mendadak jadi ahli ekonomi dan perminyakan. Tapi di TV
orang-orang Partai Demokrat jadi tampak ceria. ****

Benar, kenaikan harga BBM memang sukses menenggelamkan isu penggarongan
APBN yang dilakukan tokoh-tokoh penting Partai Demokrat. Di pengadilan
Tipikor (tindak pidana korupsi) yang menyidangkan (bekas) Bendahara Umum
Partai Demokrat M Nazaruddin itu, yang disiarkan langsung sejumlah stasiun
TV, memang mencuat nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum,
Angelina Sondakh (Wakil Sekjen) dan juga Andi Mallarangeng, Sekretaris
Dewan Pembina pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.****

Kenaikan harga BBM direspon negatif mahasiswa dan elemen masyarakat di
mana-mana sebenarnya bukan karena rakyat Indonesia tidak paham kalau BBM
itu barang langka, dan di muka bumi harganya terus melonjak-lonjak. Ada dua
perkara yang bikin rakyat berang atas kebijakan rezim Yudhoyono menaikan
harga BBM.****

Pertama, tentu saja, karena daya beli mayoritas rakyat Indonesia sejak 2004
terus merosot. Logikanya, kalau daya beli masyarakat tinggi, harga BBM
berapa pun tak akan jadi masalah. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,5 persen
yang diiklankan pemerintah Yudhoyono, kalau toh benar, hanya terjadi di
lingkaran penguasa dan kroninya yang korup.****

Kedua, rezim ini sudah mengalami social distrust. Kehilangan kepercayaan
publik. Hal ini diperkuat oleh pernyataan bersama para pemuka agama (Islam,
Kristen, Hindu, Budha, Konghucu). Di Gedung PP Muhammadiyah, pada awal 2011
itu, para pemimpin umat lintas agama menyebut pemerintahan Yudhoyono
sebagai “Rezim Pembohong” alias pendusta! ****

Akibatnya, berbagai alasan yang dikemukakan pemerintah dengan berbusa-busa
untuk melegitimasi rencana kenaikan harga BBM tidak dipercaya rakyat.
Bahkan ketika pemerintah “menyewa” para analis dan akademisi dari perguruan
tinggi ternama untuk membantu menyosialisasikan dan merasionalisasikan
rencana kenaikan harga BBM, rakyat tetap tidak percaya. Sekali lancung ke
ujian,seumur hidup rakyat tak percaya!****

Publik tetap berkeyakinan bahwa kenaikan harga BBM akan sangat
menyengsarakan rakyat. Kebijakan pemerintah menyabut subsidi BBM sepenuhnya
atas “perintah” pihak asing, terutama yang memiliki jaringan distribusi
pompa bensin di Indonesia. ****

Tidak ada hubungannya dengan menyelamatkan APBN yang konon defisit
gara-gara harga minyak dunia meroket.****

Sebab di mata masyarakat, APBN kita jebol bukan (semata) karena tersedot
subsidi BBM, tapi akibat dikorupsi secara berjamaah oleh partai penguasa.
Setiap tahun tak kurang dari Rp 200 trilyun lenyap disikat para koruptor
yang berlindung di pusat-pusat kekuasaan. ****

Jadi, kalau memang mau menyelamatkan APBN, kenapa bukan korupsinya dulu
yang disikat? Kenapa bukan tata kelola dan tata niaga minyak yang dikuasai
para “mafia minyak” yang dibenahi dulu? Kenapa untuk semua kesalahan itu
harus rakyat yang menanggungnya?****

Benar, pemerintah memang mengalokasikan dana puluhan trilyun rupiah untuk,
ngakunya, dibagikan kepada rakyat miskin dalam bentuk Bantuan Langsung
Sementara Masyarakat alias “balsem”. Tapi, sebagaimana dulu BLT (bantuan
langsung tunai), “balsem” kali ini pun niscaya tidak akan tepat sasaran,
dan sebagian besar pasti dikorupsi, karena kita tahu reputasi para koruptor
yang bercokol di pemerintahan.****

Sebagaimana balsem yang hanya bisa sementara saja menghangatkan badan yang
sakit, “balsem” versi Cikeas ini juga tak bakal sanggup menyelamatkan nasib
puluhan juta rakyat yang dimiskinkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah
yang pro-pemilik modal asing.****

Manfaat paling besar dari “balsem” justru bakal dipetik Presiden Yudhoyono
dan Partai Demokrat yang nyaris kolaps digerogoti isu Nazaruddin dan
korupsi APBN. Dengan mengguyur rakyat dengan uang tunai puluhan trilyun
rupiah selama 9 bulan, dan bisa diperpanjang sampai menjelang pemilu 2014,
memang bisa membuat Partai Demokrat kembali memenangi pemilu 2014 secara
gilang-gemilang.****

Kalau itu yang terjadi, sangat mudah bagi Partai Demokrat untuk kembali
menyalonkan dan memenangi pemilihan presiden 2014-2019. Bisa Bu Ani
Yudhoyono, bisa juga kerabat dekatnya. Lalu bagaimana nasib SBY? Hampir
bisa dipastikan, mereka akan bilang begini: “Karena tenaga dan pikirannya
masih dibutuhkan rakyat Indonesia, Pak SBY diposisikan sebagai Menteri
Senior…!” [***]****

****

Sumber:****

http://www.rmol.co/read/2012/03/24/58528/Menteri-Senior-dan-Kenaikan-Harga-BBM-
****


http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: