Jadikan Situs Sangiran Sebagai Tempat Kajian dan Wisata Sejarah Dunia

http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/02/16/7681.html

Kamis, 16 Februari 2012, 15:15:07 WIB

Jadikan Situs Sangiran

Sebagai Tempat Kajian dan Wisata Sejarah Dunia

*Presiden SBY dan Ibu Ani mendengar penjelasan tentang Museum Manusia Purba
Sangiran, di Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jateng, Kamis (16/2) siang.
(foto: haryanto/presidensby.info)

*Sragen, Jateng*: Situs manusia purba Sangiran menunjukkan peradaban bangsa
Indonesia sudah berumur jutaan tahun. Situs ini perlu dikembangkan lagi
untuk mencari korelasi dengan sejarah peradaban dunia lainnya, dan
menjadikannya tempat wisata sejarah yang mendunia.

*Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* mengatakan hal ini ketika mengunjungi
Museum Manusia Purba Sangiran, di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe,
Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (16/2) pukul 14.00 WIB. “Pasti ada
korelasi apa yang ada di Indonesia dan situs negara lain,” kata Presiden di
depan museum.

Jika ada korelasi antara manusia purba dan sejarahnya yang ada di Sangiran
dengan situs serupa di negara lain, lanjut Presiden, tempat ini akan banyak
di kunjungi wisatawan asing dan mereka akan suka. “Siapapun yang berkunjung
nanti akan merasa bangga dan ada yang bisa diceritakan kepada dunia bahwa
negeri kita juga mempunyai peradaban beberapa juta tahun yang lalu,” SBY
menambahkan.

Sangiran telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia Nomor 593 oleh Komite World
Heritage pada Desember 1996. Situs ini berada di dalam kawasan Kubah
Sangiran. Kubah tersebut terletak di Depresi Solo, di kaki Gunung Lawu,
sekitar 17 km dari Kota Solo. Luasnya 56 km2, yang meliputi tiga kecamatan
di Kabupaten, yakni Sragen, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan
Plupuh, serta satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan
Gondangrejo. Sangiran dilewati oleh sungai yang sangat indah, yaitu Kali
Cemoro yang bermuara di Bengawan Solo.

Mengingat pentingnya situs ini, Presiden meminta Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan tidak tanggung-tanggung membangun situs ini karena anggaran
kementerian cukup besar. “Tata kembali. Kalau ingin diabadikan sebagai
pusat kajian sejarah, membangunnya jangan tanggung-tanggung supaya banyak
wisatawan yang datang ke Sangiran ini,” SBY mengingatkan.

Sebelumnya, Mendikbud Muhammad Nuh menjelaskan, ada lima hal menarik dari
situs manusia purba Sanggiran ini. Pertama, situs ini merupakan salah satu
situs manusia purba yang berusia dua juta tahun lalu. Kedua, memiliki
koleksi lebih dari 80 individu manusia purba Takson Homo Erectus antara
1,5-0,4 juta tahun lalu yang menggambarkan sejarah evolusi manusia selama
lebih dari satu juta tahun.

Ketiga, sebagai pusat evaluasi fauna lebih dari dua juta tahun. Keempat,
sebagai pusat evaluasi budaya yang ditandai dengan alat-alat batu Sangiran
flake industry selama 1,2 juta tahun. Kelima, dalam endapan-endapan purba
Sangiran saat ini, masih banyak terpendam fosil manusia, binatang, dan juga
alat-alat batu sebagai sumber informasi kehidupan masa lalu.

Di situs Sangiran ini terdapat tiga 3 jenis koleksi. Pertama, koleksi
manusia purba yang terdiri dari homo sapiens (150 ribu tahun lalu-sekarang)
dan homo erectus (1,5 juta tahun lalu). Kedua, koleksi binatang purba
(Gajah Sangiran), dan ketiga yaitu koleksi budaya berupa batu-batuan.

Situs Manusi Purba Sangiran nantinya diharapkan memiliki tiga peran di
dunia. Pertama, sebagai salah satu pusat evolusi manusia dan peradaban
terpenting di dunia. Kedua, sebagai pusat kajian evolusi manusia purba
Sangiran dan sekaligus sebagai rujukan situs terbesar di Asia. Dan ketiga,
sebagai tujuan wisata edukasi berkaitan dengan evaluasi manusia, budaya,
dan lingkungan.

Di dalam situs ini, juga terdapat ancient river yang mengandung banyak
fosil berharga dengan ukuran 3x3x1,5 meter kubik. Situs ini juga akan
dikembangkan menjadi empat klaster. Pertama, klaster Krikilan sebagai
apresiasi sejarah peradaban manusia (2002-2012). Kedua, klaster Ngebung
sebagai apresiasi sejarah penemuan fosil situs Sangiran (2013). Ketiga,
klaster Bukuran (2013), sebagai apresiasi akumulasi informasi temuan fosil
situs Sangiran (History of Java Men), dan keempat klaster Dayu sebagai
apresiasi ekskavasi fosil situs Sangiran dan penelitian mutakhir (2012)

Menurut M. Nuh, pada awalnya pengembangan situs yang baru selesai tahun
2002 ini direncanakan akan selesai pada 2015. Namun, diusahakan secara
keseluruhan dapat selesai pada 2013. “Semua klaster ini tadinya akan
selesai pada 2015, namun setelah dikaji ulang empat fase ini diharapkan
sudah selesai tahun 2013,” kata M. Nuh.

Usai mendengarkan paparan SBY meninjau secara berturut-turut objek evaluasi
Gajah Sangiran, manusia purba, dan budaya.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan ini, antara lain, Menko Polhukam
Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari
Elka Pangestu, Mentan Suswono, Menpora Andi Alifian Malarangeng, dan Seskab
Dipo Alam. (yun)

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 59 other followers

%d bloggers like this: