Trans-Kalimantan Akan Rampung 2014

Sinar Harapan, 17.02.2012 11:23

Trans-Kalimantan Akan Rampung 2014

(foto:SH/CR-18)

PONTIANAK – Trans-Kalimantan sebagai bagian proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) saat ini hampir rampung pengerjaannya.

Dari total keseluruhan jalan sepanjang 3.188,10 kilometer (km) untuk lintas selatan, sekitar 2.000 km lebih jalan merupakan bagian dari MP3EI. Rencananya, proyek ini akan rampung secara keseluruhan pada 2014.

Sayangnya, proyek jalan sepanjang 2.000 km lebih yang menghubungkan kota-kota di Kalimantan itu kini tertunda pengerjaannya, karena masih terkendala persoalan administrasi dari pemerintah pusat.

Padahal, rampungnya jalur selatan Trans-Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Timur ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan percepatan ekonomi masyarakat di Kalimantan.

Berdasarkan pantauan SH di lokasi pengerjaan jalan tersebut, Selasa (15/2), kondisi jalan mulai dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah sudah hampir rampung pengerjaannya.

Pengaspalan dan penyediaan bahu jalan sudah dilakukan. Namun, di wilayah Kalimantan Barat, sekitar 44,4 km menjelang perbatasan Kalbar dan Kalteng, meski sudah terdapat jalan tanah, masih belum terlihat adanya pengaspalan.

Hal serupa pun terjadi mulai dari perbatasan Kalbar sampai sepanjang 22 km memasuki kawasan Kalteng. Artinya, secara keseluruhan ada sekitar 66,4 km jalan yang belum diaspal.

Akibatnya, karena ruas jalan ini sudah mulai dipakai sebagai jalur transportasi umum, puluhan kendaraan besar dan kecil terpaksa harus melintas di jalan tanah yang becek dan licin. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentunya hal ini dapat merusak kondisi jalan yang sebelumnya sudah mulai ditata dan dimulai pengerjaannya.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII, Kementerian Pekerjaan Umum, Subagyo, menuturkan, hingga saat ini proyek pengerjaannya masih berlangsung. Ia menyebutkan, separuh dari total jalan yang belum diaspal tersebut akan rampung tahun ini. Sementara itu, sisanya akan diselesaikan pada 2013.

Meskipun demikian, Trans-Kalimantan sebagai penghubung kota-kota di Kalimantan belum dapat berfungsi maksimal jika tidak didukung pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan wilayah yang terpisah sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas, Sungai Barito, dan Sungai Mahakam.

Pasalnya, meski dapat melaju mulus di wilayah darat, beberapa kota di sana masih harus dilalui dengan menyeberangi sungai yang ada dengan menggunakan kapal feri. Para pengguna jalan terpaksa mengantre beberapa jam untuk menunggu giliran menaiki kapal feri.

Saat ini, jalan Trans-Kalimantan lintas selatan yang melintasi Kalimantan Barat juga masih terputus karena adanya Sungai Kapuas yang lebarnya kira 1.143 meter di wilayah Kecamatan Tayan.

Sampai saat ini, jalur transportasi di wilayah tersebut masih harus dilalui dengan menggunakan feri. Terkait itu, Subagyo menyebutkan, untuk menyempurnakan proyek pembangunan Trans-Kalimantan, pihaknya akan membangun Jembatan Tayan sepanjang 1.420 meter.

Nantinya akan terdapat dua jembatan dengan panjang masing-masing 280 dan 1.140 meter.

Menemui Kendala

Namun dalam pengerjaannya, proyek ini menemui beberapa kendala. Salah satu kendala utamanya adalah tidak sesuainya pencairan dana dengan yang diplafonkan.

Menurut Subagyo, karena proyek pengerjaan jalan ini merupakan bagian proyek pengerjaan jalan nasional, untuk pengerjaan sepanjang 2010–2014, pihaknya diberi plafon anggaran Rp 21,5 triliun untuk mengerjakan 6.363 km jalan nasional, ditambah 3.000 km jalan strategis nasional.

Ia menyebutkan, proyek tersebut dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan jika alokasi dana dapat dipenuhi sesuai dengan yang telah ditentukan.

Kendala lainnya adalah penggunaan jalan yang tidak disesuaikan dengan beban jalan. Menurut Subagyo, jalan didesain untuk menanggung beban 8 ton. Di sisi lain, kenyataan di lapangan, banyak truk pengangkut barang yang membawa muatan hingga puluhan ton dan tidak menggunakan ban ganda.

Belum Rampung

Meski belum rampung secara keseluruhan, lintas selatan Trans-Kalimantan sudah dapat digunakan. Kini perjalanan darat dari Kalimantan Barat ke Kalimantan Timur (Pontianak-Samarinda) ataupun sebaliknya sudah dapat ditempuh dengan menggunakan jalur darat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II, Ditjen Bina Marga, Winarno, saat ditemui SH di Hotel Aquarius Boutique Hotel, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (16/2).

“Memang ada sekitar 60 km lebih yang belum teraspal. Tapi kondisi tanahnya sudah dilakukan pengerasan, jadi sudah dapat dilintasi. Kami pun sudah mencobanya dalam kondisi cuaca ekstrem sekalipun” ujarnya.

Ia menambahkan, separuh dari jalan yang belum teraspal akan diselesaikan hingga akhir 2012, sedangkan sisanya akan rampung pada 2014. Artinya, pada 2014, lintas selatan Trans-Kalimantan dapat digunakan optimal tanpa adanya kendala.

Kepala Dinas PU Kalbar, Jakius Sinyor, berujar, sarana jalan di Kalimantan banyak dimanfaatkan penduduk untuk melangsungkan aktivitas hari-hari, maupun kegiatan ekonomi. Ia juga menyebutkan, salah satu indikator utama yang menunjukkan kemajuan tersebut adalah meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sekitar Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun. (CR-18)

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: