NKRI merupakan Neraka bagi pencuri klas teri tapi Sorga bagi pencuri klas kakap

NKRI merupakan Neraka bagi pencuri klas teri tapi Sorga bagi pencuri klas kakap

 

Saturday, 07 January 2012 22:17
E-mail Print PDF

Magetan – Kakak beradik Tuminem, 40 tahun, dan Suminem, 26 tahun, asal Magetan, Jawa Timur, meringkuk di ruang tahanan Polsek Panekan, akibat mencuri 2,5 kilogram bawang merah yang sedang dipanen, dan nyaris dihakimi massa, Sabtu (7/1).

Kapolsek Panekan AKP Sri Bagyo mengatakan, warga warga Desa Sidowayah, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, itu diamankan untuk menghindari amukan massa. Sebelum dibawa ke mapolsek setempat, wanita kakak beradik ini telah diamankan warga di Balai Desa Turi untuk dihakimi.

“Kedua orang ini berhasil ditangkap para petani, setelah bersembunyi di kebun jagung tak jauh dari lahan bawang merah tempatnya mencuri. Keduanya tidak dapat melarikan diri setelah kebun jagung tersebut dikepung oleh para petani,” ujar AKP Sri Bagyo kepada wartawan.

Menurutnya, aksi pencurian Tuminem dengan Suminem diketahui saat keduanya kepergok memetik bawang merah milik Suratin, yang hendak dipanen di Desa Turi, Panekan. Ulah mereka diketahui Udin, pedagang yang membeli bawang milik Suratin.

“Saat itu, saksi melihat dua orang ibu sedang memetik bawang di sisi lahan lainnya. Saat didekati oleh pemilik lahan dan pedagang yang membelinya, keduanya melarikan diri,” tutur Kapolsek.

Setelah dilakukan pengejaran dan pengepungan, keduanya berhasil diamankan oleh para petani yang saat itu disewa untuk memanen bawang merah. Keduanya ditahan warga di Balai Desa Turi.

Polisi setempat yang mendapat laporan warga langsung mengamankan kedua pelaku dari kemungkinan amuk massa. Keduanya lalu dibawa ke Mapolsek Panekan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada polisi, Suminem mengaku memetik bawang merah sebanyak 0,5 kg, sedangkan Tuminem memetik sebanyak 2 kg. Bawang merah seberat 2,5 kilogram ini kemudian dijadikan barang bukti.

Pelaku mengaku baru sekali ini mencuri bawang merah. Aksi tersebut terpaksa dilakukan karena tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan bumbu dapur.

“Meski hanya mencuri 2,5 kilogram bawang merah, kedua pelaku tetap kami tahan untuk proses hukum selanjutnya,” kata AKP Sri Bagyo.

Keduanya akan dikenai dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, yang ancaman hukuman maksimalnya lima tahun penjara. Setelah ini, keduanya akan diserahkan ke Mapolres Magetan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. [TMA, Ant]

 

==========

http://www.suarapembaruan.com/home/curi-bunga-pelajar-smk-di-ntt-diancam-25-tahun-penjara/15726

Curi Bunga, Pelajar SMK di NTT Diancam 2,5 Tahun Penjara
Minggu, 8 Januari 2012 | 13:44

[KUPANG] Nasib sial  menimpa Foni Nubatonis (16), anak yatim yang sedang belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anak sebatang kara itu terpaksa mendekam di balik jeruji besi, setelah tantenya Ny Sonya Ully Tabun menuduh dia mencuri bunga  Adelin sebanyak delapan batang, dan melaporkan tindakan anak itu ke Polres TTS. Sidang pertama kasus  tersebut dimulai  Kamis (5/1) lalu, di Pengadilan Negeri (PN) SoE.

Foni Nubatonis, saat ini masih duduk dibangku kelas dua SMK Kristen. Di balik jeruji besi ia menagis terseduh-seduh. Ia mengakui terpaksa menjual bunga ke tetangganya untuk membayar  ongkos transportasi dari tempat tinggal di Oekamusa ke sekolah di bilangan Nifuboko, Keluarahan Karang Sirih, Kota SoE. Sisa uang itu Foni pakai membayar uang sekolah,  karena jatah uang sekolah terlanjur digunakan untuk menyumbang acara natal bersama disekolah.

Sidang digelar secara tertutup  oleh Majelis Hakim PN SoE yang  dipimpin Hakim Ketua, Iros Beru didampingi majelis hakim anggota, Jonickhol Frans Rickhard Sine dan  Linda Taopan.  Foni terus menangis meminta pertolongan sejak ditahan di penjara. Sejak ditinggal mati kedua orang tuanya saat kelas empat SD, Foni tinggal bersama tantenya Ny Sonya.

Foni mengaku, dirinya terpaksa menjual delapan batang bunga tersebut ke tetangga, karena ketiadaan uang. Satu batang  bunga Adelin dihargai  Rp 5.000 sampai dengan Rp 10.000 dan proses pengambilan melalui stek bukan pot. Ia lakukan itu sejak bulan Agustus  2011, saat tidak memiliki uang untuk membayar angkot ke sekolah.

Ny Sonya Ully Tabun kemudian melaporkan Foni ke Polres SoE, pada 18 November 2011, dan pada 21 November 2011 dirinya di tahan di Sel Mapolres TTS, dan saat ini menjadi tahanan Jaksa.   “Saya hanya berharap, pasrah, dan berdoa meminta kuasa Tuhan lewat saudara-sudara, serta meminta pertolongan untuk bisa bebas dari jeratan hukum, walau dia mengaku bersalah. Saya sangat berharap bisa kembali ke sekolah lagi,” kata Foni sambil terisak.

Ny  Sonya UllyTabun, yang merupakan Ketua Persatuan Dharma Wanita Kabupaten TTS, melalui JPU, Johanis Lebe Una Raja, dan staf Penyidik Bidang Pidana Umum Kejari SoE, Ahmad Bhyadi,  menyatakan, terdakwa merupakam anak angkat korban sejak kecil. Foni dijadikan anak angkat untuk membantuh di rumah, kemudian disekolahkan karena  sudah tidak memiliki ayah dan ibu.

Namun terdakwa sering menjual bunga, sehingga korban terpaksa mengadukan ke polisi hingga ke meja hijauh. Nyonya Sonya mengaku terdakwa bukan ponakan kandung. Atas perbuatannya, terdakwa dikenakan Pasal  362 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-I KUHP tentang pencurian.

Karena terdakwa masih anak di bawah umur, maka terdakwa di ancam hukuman penjara 2,5 tahun dari ancaman normalnya 5 tahun penjara, dan kerugian yang di taksir korban sesuai hasil BAP Polisi mencapai belasan juta.

Sementara itu, warga dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) siap menggalang massa untuk melakukan aksi demo besar-besaran, sebagai rasa prihatin kepada terdakwa anak di bawah umur, yang di penjarakan lantaran mencuri bunga.

Sampai berita ini diturunkan, masyarakat yang bersimpati mulai berdatangan dan mengumpulkan  40 pot bunga Adelin. “Kami juga meminta bantuan dari bapak Presiden membantu anak yatim piatu ini, sebab Foni Nubatonis bekerja sebagai pembantu di rumah mama angkatnya, untuk membiayai sekolah di SMK Kristen SoE,” kata  Frans Babis, warga setempat. (Yos Kelen)

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: