Pemerintah Tidak Punya Platform Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Rabu, 26 Oktober 2011 13:45
E-mail Print PDF

Jakarta – Kesenjangan ekonomi yang terjadi antara kelompok masyarakat miskin dan kaya telah berada di posisi yang sangat mengkhawatirkan. Bila kondisinya dibiarkan terus berlarut-larut oleh pemerintah atau bahkan sebaliknya pemerintah melanggengkan ketidakadilan itu, akan terjadi ledakan sosial.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa mengatakan, kesenjangan ekonomi masyarakat semakin lebar. Kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia, kini setara dengan kekayaan 60 juta penduduk. Peningkatan kekayaan orang terkaya tersebut melejit rata-rata 80 persen selama lima tahun terakhir, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang berkisar 6 persen per tahun.

“Kesenjangan yang sangat tinggi di Indonesia ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan yang terjadi di Amerika. Kekayaan 400 orang terkaya di negeri itu setara 9,4 persen PDB. di Indonesia sepersepuluh dari itu (atau 40 orang terkaya) setara dengan 10,3 persen PDB. Situasi ini telah membuat marah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Untuk itu, Perkumpulan Prakarsa mendesak agar pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono agar merombak sistem pembangunan sehingga berlaku lebih adil dan dapat mengatasi kesenjangan ekonomi. “Selama ini target, strategi, dan cara pengurangan kesenjangan tak pernah ada pada dokumen resmi negara seperti RPJM, misalnya.”

Program-program pengentasan kemiskinan hanya bersifat risidual, tanpa secara substantif mampu menyelesaikan akar masalahnya. Beberapa program seperti Program Nasional Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, bantuan Beras Miskin (Raskin), Bantuan Langsung Tunai, kerap hanya menjadi praktik penyelewengan para aparatur pemerintah.

“PNPM Mandiri misalnya, hanya menjadi alat bagi sejumlah orang untuk mengeruk kekayaan negara. Karena yang dapat bantuannya kebanyakan orang dekat pemerintah. Realisasi programnya pun hanya menyentuh pembangunan infrastruktur yang masih sangat terbatas.”

Sementara itu, Peneliti Perkumpulan Prakarsa Luhur Fajar Martha menyangkan bila pembangunan hanya menguntungkan segelintir orang saja.

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: