Bangkai Kapal Selam Berawak Indonesia Ditemukan

Avatar Yunita Rovroy
Laut Cina , Belanda
Laut Cina , Belanda

Bangkai Kapal Selam Berawak Indonesia Ditemukan

Diterbitkan : 25 Oktober 2011 – 11:17am | Oleh yunita rovroy (Foto: Arthur-A)

Diarsip dalam:

Bangkai kapal selam Belanda K16, ditemukan di Laut Cina Selatan, awal Oktober ini. Kapal berpenumpang 36 orang, termasuk enam awak Indonesia, ditemukan tim penyelam Australia-Singapura setelah mendapatkan informasi dari seorang nelayan lokal tentang keberadaan bangkai kapal di perairan di atas pulau Borneo, Malaysia. Demikian tertera dalam situs web Schuttevaer.nl.

K16 adalah bagian pasukan aliansi yang harus mencegah penyerbuan Jepang di Hindia-Belanda semasa Perang Dunia II. Setelah berhasil menenggelamkan kapal pemburu Jepang Sagiri 24 Desember malam tahun 1941, K16 menjadi sasaran serangan torpedo kapal selam Jepang I-66.

Pada Perang Dunia II, tujuh kapal selam Angkatan Laut Belanda tenggelam akibat serangan musuh. Enam kapal tenggelam dalam patroli perang, sementara kapal selam ketujuh dibom di pelabuhan Surabaya. Sejak tahun 1982, empat kapal berhasil dilokalisasi dan diidentifikasi, terutama berkat upaya sanak keluarga awak yang tewas serta yayasan Comite Nabestaanden Onderzeeboten 1940-1945 (Komite Sanak Keluarga Kapal Selam 1940-1945, Red.). K16 adalah kapal ke-enam yang ditemukan. Tinggal kapal selam O 13 yang belum berhasil ditemukan.

Juga harian pagi De Volkskrant menyorot penemuan kapal selam K16. Katja Boonstra (69) menyambut gembira kabar tersebut. Ayahnya, Willem Blom menjabat perwira K16. Katja adalah anggota pengurus harian yayasan Comite Nabestaanden Onderzeeboten. Menurutnya sangat penting bagi sanak saudara untuk mengetahui di mana dan bagaimana ayah atau kakek mereka meninggal dunia.

Turut Aktif
Katja sendiri juga aktif mencari sisa-sisa K16. Untuk itu ia mengambil brevet selam dan bergabung dalam operasi pencarian di Laut Cina Selatan. Pekan ini banyak orang angkatan laut pasti tersenyum. “Seolah-olah mereka berpikir: jika kami suatu saat menghilang di dasar laut, kami tidak akan dilupakan,” cerita Katja.

Tahun 2003 seorang Jepang meletakkan karangan bunga pada monumen kapal selam Den Helder, lanjut Katja Boonstra dalam De Volkskrant. Ia berkata “Saya menyesal apa yang dilakukan ayah saya semasa perang.” Ia sanak saudara kapal selam Jepang I-66 yang menenggelamkan kapal Belanda K16. Katja langsung mengundang dia untuk makan malam. “Kami menaman pohon di pekarangan milik komandan kapal selam Britania yang pada gilirannya menenggelamkan kapal selam Jepang tersebut. Sekarang kami adalah sahabat,” demikian Katja Boonstra seperti dikutip harian De Volkskrant.

 

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers

%d bloggers like this: