Komentar Terhadap ‘REVOLUSI RAKYAT ARAB LIBYA ‘

REVOLUSI RAKYAT ARAB LIBYA -
Nota Puitika Oleh A.Kohar Ibrahim

Dermaga Surya <dermaga54@yahoo.com>,in:GELORA <GELORA45@yahoogroups.com>;Saturday, 22 October 2011 1:12 PM

Saudara Kohar yb,

 

Membaca puisi anda saya merasa sangat aneh, mengapa anda bisa terkecoh oleh propaganda Barat yang menyatakan seolah Kadafi itu seorang diktator. Sebagai seorang eks Lekra, semestinya anda lebih tajam dalam menganalisa keadaan dunia sekarang ini. Yang menumbangkan Kadafi bukan pasukan revolusioner rakyat Libia, tetapi pasukan NATO yang terdiri dari negeri-negeri Eropa yang dididukung oleh Amerika Serika. Kaum pemberontak Libia yang terdiri dari sebagian kecil orang Libia yang tidak puas terhadap Kadafi, tidak akan mampu melawan pasukan besar Kadafi. Jadi, jangan ada ilusi bahwa pasukan pemberontak bisa menang tanpa bantuan pasukan NATO dan Amerika.

Barat sangat memerlukan Libia untuk menguras isi buminya, terutama minyak. Eropa sekarang mengalami krisis gelobal, oleh sebab itu ia berusaha menjatuhkan negara-negara Arab satu persatu, karena tugasnya bersama Amerika untuk meruntuhkan komunisme di dunia sudah selesai. Sekali lagi anda jangan terkecoh. Libia bukan dijatuhkan pemberontak dalam negeri, tetapi dijatuhkan oleh NATO dan AS. Terlepas dari kekuasaan yang berkepanjangan, Kadafi adalah manusia konsekwen melawan kekuasaan AS dan NATO. Ia berusaha meneruskan perjuangan Nasser dari Egyp untuk memersatukan Rakyat Arab melawan kekuasaan asing di Timur Tengah. Anda harus melihat betapa kejamnya perlakuan terhadap Kadafi, namun ia rela mati berlumuran darah di negerinya demi mempertahankan Tanah Airnya.Kali ini cukup dulu, nanti kita sambung lagi.

Hormat saya: Dermaga.

============================

 

Hugo Chavez: Khadafi Seorang Pejuang Besar

 

Suci Dian Firani – detikNews

 

Rakyat Libya Rayakan Kematian Khadafi Caracas – Presiden Venezuela Hugo Chavez menyatakan kemarahannya atas kematian mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Ia berpendapat, Khadafi adalah seorang pejuang yang rela berkorban sampai titik darah penghabisan.

 

“Mereka (NATO) telah membunuh dia (Khadafi). Kita akan mengingat seluruh kehidupan Khadafi sebagai seorang pejuang besar, seorang revolusioner dan martir,” kata Chavez, seperti dilansir news.com.au, Jumat (21/10/2011)

 

Chavez juga menolak untuk mengakui rezim baru di Libya. Ia menamai perwakilan PBB di Libya sebagai boneka yang bodoh. Dia bahkan pernah menyebut pemberontak Libya sebagai teroris dan menyerukan negara-negara lain untuk memutuskan hubungan dengan Dewan Transisi Nasional yang menentang Khadafi.

 

“Kita menolak mengakui Dewan Transisi Nasional. Kita mengatakan bahwa negara-negara Eropa dan lainnya telah mengakui kelompok teroris dan memberi mereka legitimasi,” kata Chavez seperti dikutip AFP, Senin (1/8)

 

Chavez memang membela Khadafi sejak awal terjadinya pemberontakan melawan rezim Khadafi pada Februari lalu. Ia menuduh NATO memanfaatkan konflik yang terjadi untuk menguasai minyak di Libya.

 

Pada tahun 2004, Chavez pernah dianugerahi pengahrgaan oleh Al-Kadhafi International Prize dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebelumnya, Presiden Kuba Fidel Castro dan Presiden Nikaragua Daniel Ortega juga memenangkan penghargaan tersebut.

 

(lrn/lrn)

 

Revolusi Rakyat Arab

LIBYA

Arabian People’s Revolution:

LIBYA

(I)

Nota Puitika

Oleh:

A.Kohar Ibrahim

*

Revolusi 17 Februari  2011

Libya

(1)

Mata

Mata: pandang.

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang.

Hari berlalu

 malam nyaris habis

 ngilu dalam kalbu teriris

 pandang tergores garis

 di padang pasir merah

memerahnya darah

 memerah dalu

 darah aliran lubang peluru

 arogansi sang diktatur kepala batu

 kaum perampok pembinasa tak tahu malu

 dalam logika menggila revolusi kontra revolusi

tuntutan damai terbalas kekerasan  nista senjata

(26.02.2011)

*

(2)

Mata

Mata: pandang.

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang.

Di mana kah

keaneh janggalan

 terperaga mana kala

 saudara saudari sendiri

 sesama ummat manusia

 basah keringat air mata

 berlumuran darah

 tumbang rebah

 tertembus peluru senapang

tumpas tertebas tajam kelewang tiranika

tetapi astagafirullah bukan kepedulian malah

 menyembunyi kepala seperti burung onta

atau tiarap tanpa sepatah kata terucap

*

(26.02.2011)

*

(3)

Mata

Mata: pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang.

Pandang lah

pandang

Tak

 Tak Tak

Tak peduli

 apa siapa nama

 pun apa warna bendera

 dikibar kibar sang penguasa

 atau pun rezim

 jika tindakan zalim ya zalim

jika tindakan biadab ya biadab

 atau pun apa kebalikannya malah

 maka renggut lah jubah pun topeng

 yang dikenakan seraya bilang lantang:

cukup! Cukup sudah segala tipu daya

 pun kemunafikan! Turun takhta!

 Keluar dari arena istana!

*

(27.02.2011)

*

(4)

Mata

Mata: pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang.

Pandang terang

Pandang

Langit

Mendung

 kelam temaram malam

 takkan bisa menunda  ku termenung

 tercengkam gusar akbar berkobar kobar

 meski seketika terasa lemas kerna gemas

 menyaksikan kemunafikan membatu

 seperti tugu penunggu kelu bisu

 di tengah kali darah korban tiranika

 kenapa kah hanya karena dogma dogma

 bungkam seribu basa? Atau kah tercandu

 budaya nista doa dusta sang pendurkaha?

*

(27.02.2011)

*

(5)

Mata

Mata: pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Darah

 merah darah

yang tewas tertumpas

 ah betapa merahnya darah

 seperti juga merah darah mu

 pun beningnya air mata yang terluka luka

 sungguh beningnya seperti air mata mu juga

 sesama ummat manusia korban korban

 arogansi penguasa kekuasan tiranika

 aduhai di manakah dikau sendiri

 berdiri sikap menyikapi arti

tegasku jelas terkutuklah

 kaum penguasa tiranika

 sang pembinasa hidup

kehidupan manusia

*

27.02.2011

*

(6)

Mata

Mata: pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Revolusi

 revolusi kontra revolusi

selang silang seling silih ganti

 jalan damai di jalan jalan

 disambut tindas

 kekerasan bersenjata sang tiran

 revolusioner karbitan pengobar koar koar

 penggaruk keduk tumpuk kekayaan

 pembina piramida klik-klik-an

 kini sekarat kecut takut

kerna revolusi rakyat

berkobar berkibar

 panji panji sejati

 revolusi rakyat

panji rakyat

itu sendiri

*

(27.02.2011)

*

(7)

Mata

Mata: pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Revolusi

 Revolusi 17 Februari 2011

 Tripoli Tri Poli Tri Kota Bersejarah

 Kepeloporan Pemuda Pemudi

 Bersama Kebangkitan Rakyat

 Pencipta Sejarah Indah

 Benarnya Kebenaran Megah

 Mencampakkan Hantu Ketakutan

 Pendatang Mutlak Diktatur-Mumi Pra-Koloni

 Pembelenggu Penghisap Lahap Darah Rakyat

 Sedari zaman ke zaman sehingga sekarat

Victory Bagi Revolusi 17 Februari Tripoli

Revolusi Rakyat Demi Demokrasi

Demi Hak Hak Manusia Sejati

*

(27.02.2011)

*

(8)

Mata

Mata: Pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Revolusi

 Revolusi Revolusi

Revolusi Kontra Revolusi

 Jaring Jejaringan Canggih Komunikasi

 Penembus Penghancur Tembok Tembok Kuno

Gelap Pengap Kegelapan Penggelapan Tirani

 Kaum Diktatur-Mumi Pra-Koloni

 Pengecut Takut Ketakutan

Cahya Terang Hati Nurani Pun Pikiran

 Bersemi Demokrasi Hak Hak Azasi Manusiawi

 Terang Lah Revolusi Generasi Baru Rakyat Pemberani!

 Terus Bergerak Maju Dalam Juang Berjuang

Mencapai Kemenangan!

*

(27.02.2011)

*

 NOTA PUITIKA

 

Revolusi Rakyat Arab

LIBYA

 

(II)

*

(1)

Mata

Mata : pandang

Pandang memandang

Mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Revolusi

 Revolusi Kontra Revolusi

 sejak Revolusi Yasmini Tunisi Tunisia

 kobar siar menjalar Dunia Arabia

 Timur Tengah Afrika Magribia

 Menggempar geletar

 gempur tembok

 tembok kediktaturan

 Sang Diktatur pun berjatuhan

 Setelah Tunisi dan Kairo kini Tripoli

 Revolusi Kontra Revolusi kian semarak

 gelegak sorak ledak tembak menembak

 berbaur gelimang darah dan air mata

 korban kegilaan aksi kekerasan

bedil meriam pemboman

jiwaraga berguguran

di bumi hangusan

*

25.08.11

*

(2)

Mata

Mata : pandang

Pandang memandang

mata hati mata pikiran

Terang terpandang

Pandang

Revolusi

Revolusi Kontra Revolusi

 Cara Damai Cara Kekerasan

Perang Peperangan Semarak

Merebak robek wilayah

 Timur Tengah

 di sepanjang pantai Libya

 dari Benghazi tertuju tumpu Tripoli

 Hingar bingar pelarian peperangan

 baur teriak serak pemberontak

 anti-tiranika Sang diktator

sosio-otokratik

 selingkaran

 sobat-lawan-kawanan

 ragam macam pedagang-pedagang

 alam globalisasi Barat-Timur Utara-Selatan

 Kaum pedagang petrol senjata budak pun aliran

 ragam macam pengkajian perjanjian kepentingan

 Warisan dagangan kepentingan sejak purbakala

Prangkai Bala Berhala Persembahan Berkah

Nikmat Sedekah Serakah Haramsyah

Kangkang Mengangkang Wilayah

Jajah Menjajah Menjarah

*

25.08.11

*

(3)

Mata

 mata: pandang.

 Pandang memandang

 mata hati mata pikiran

 terang terpandang

 Pandang ku terang

sikap pendirian ku gamblang:

 pro Rakyat sepanjang jalan perjuangan

untuk Kemerdekaan Keadilan Kemakmuran

Kontra Tiranika kapan di mana saja di Dunia

 Apakah di Timur Tengah pun Timur Jauh;

Barat pun Timur; Utara pun Selatan

Tak terkecuali di Nusantara

*

25.08.11

*

(4)

Mata

 mata: pandang

Pandang memandang

mata hati mata pikiran

 terang terpandang.

 Teranglah aku anti

manifestasi aksi kekerasan

 perang peperangan pembinasaan

Anti Pawang pawang uang penghutang

 beragam macam macam perdagangan

 segala senjata sarana pembinasaan

 Seperti kini di Tripoli terpamor

 pameran persenjataan Barat-Timur

 berdekorasi menara menara petro-dollar

teriring dentum ledakan peperangan menggelegar

 Siapakah  yang ‘kan terbuktikan lebih licik-pintar

 Dalam perebutan kue-tar bagian terbesar?

Akankah Rakyat akan tetap nanar

 Tercengkam miskin dan lapar?

*

25.08.11

*

(5)

Mata

mata: pandang.

 Pandang memandang

mata hati mata pikiran

 terang terpandang.

Pandang ku terang memandang

ragam macam Kepentingan itu

 seperti Lingkaran Setan

 para penari penyanyi

kibar kibarkan

 masing masing

 warna warni

 Panji berbintang bintang panji berbulan bulan

Panji merah panji hijau panji hitam panji kuning

 Selingkaran penjaja dagangan kaum pencari untung

 pun pawang pawang uang

 dari Timur Tengah Timur Jauh

Sang Barat Sang Timur pun Utara Selatan

 Duhai Penari Penyanyi Lingkaran Setan Kepentingan!

*

26.08.11

*

(6)

Mata

 mata: pandang.

Pandang memandang

 mata hati mata pikiran

 terang terpandang.

 Pandang terang

 meski sesekali

 tercengang:

 Ah betapa mahalnya

 nilai itu Kemerdekaan

 Terbuktikan dalam lembaran sejarah

 perjuangan rakyat rakyat dan bangsa bangsa

 seluruh dunia melawan belenggu penghinaan

 penghisapan dan penindasan

 Seperti terbuktikan Indonesia

 Seperti terbuktikan pun dewasa ini

dalam kancah Revolusi Rakyat Arab

 yang gagah megah gegap gempita

gubah tata menata wajah dunia

*

26.08.11

*

(7)

Mata

Mata : pandang.

Pandang memandang

mata hati mata pikiran

terang terpandang.

Pandang terang

Revolusi

Kontra Revolusi Di Libya

Pasukan sang diktatur mundur

Sang Penguasa Tergempur Mundur

Tripoli dikuasai kekuatan kaum Pemberontak

Pemerintah Sementara Libya diproklamasikan

Demi Demokrasi, Rekonsiliasi dan Pembangunan

Pengumuman dan dentuman senjata selang seling

Aksi kekerasan peperangan belum lagi tuntas ludas

Sang Diktatur kabur mabur belum lagi terkubur

Kecuali ratusan jiwa bahkan ribuan korban

Gugur di medan tempur atau jalanan

Korban juru jurutembak bayaran

Masing masing kepercayaan

Revolusi Kontra Revolusi

Yang terjalani terbukti

Hidup atau Mati !

*

27.08.2011

*

Nota Puitika

 

Revolusi Rakyat Arab

LIBYA

 

(III)

*

(1)

Mata

mata: pandang.

 Pandang memandang

mata hati mata pikiran

terang terpandang.

 Pandang

terang

IYA

 percik api Revolusi Musim Semi Tunisi

 menjalara kobar berbagai negeri

 Dunia Arab seputar kitar

 Diktator Otokrator

mundur gugur

 Di Tunisia

 di Mesir

 dan harini di Libya

 sang otokrat tewas naas

 di medan manifestasi aksi kekerasan

 marak gerak bergerak Revolusi Kontra Revolusi

 rangkai pertikaian dari demo damai musim semi

 hingga hujan bom intervensionis dramatis tragis

Pertarungan Revolusi Kontra Revolusi

 Merusak binasa kawasan negeri

 pun beribu ribu jiwa manusia

Lanjut juang untuk Kemerdekaan

 Demokrasi Hak Azasi tantangan tinggi

Sesungguhnyalah perjuangan Hidup Mati

*

20.10.11

*

(2)

Mata

mata: pandang.

 Pandang memandang

mata hati mata pikiran

 terang terpandang.

 Pandang terang

 IYA

 gerak bergerak

 juang perjuangan

 Hidup kehidupan terus berjalan

 Cara gaya perlahan pun cepat kecepatan

 Selaras dinamika sisi dan isi tersedia adanya

 Seperti Evolusi seperti Revolusi Kontra Revolusi

Seperti diam api dalam sekam

 Seperti marak semarak nyala api

Kesantai damaian tabrakan kekerasan

 Seketika ledak meledak selaku pemberontak

 Mematah-belah belenggu hak-hak terpijak-injak

 Hukumnya: Dimana ada penindasan timbul perlawanan

Babak yang gugur berguguran usai awal kebaruan

 Gapai Kemerdekaan Wujudkan Demokrasi

Tegakkan Keadilan! Merdekalah

 Merdekakalah Merdeka

Merdeka!

*

21.10.11

*

Catatan :

(1).Libya salah sebuah negeri tua berwilayah luas tapi berpenduduk sedikit. Penghasil minyak bumi (petrol) terbesar di Benua Afrika. Penguasa negeri-negara selang seling silih ganti dari tribal-feodal, kolonial, kerajaan yang diakhiri oleh kudeta militer dpp Kolonel Moammar Khadafi menggulingkan rezim monarkis Raja Idris, pada 1 September 1969. Khadafi menamakan rezimnya sebagai: “Great Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriyah”.

(2).Yang dimaksud dengan Diktatur-Mumi Prakoloni : Diktatur Diktatur yang bertakhta di singgasana kekuasaan diktatorial dalam periode relatip lama – 20 sampai 40 tahun lebih dan berlanjut usia pula.

(3).Revolusi Rakyat Tunisia disebut juga : Revolusi Jasmin. Revolusi Rakyat Mesir : Revolusi 25 Januari 2011. Revolusi Rakyat Libya : Revolusi 17 Februari 2011.

 

(4).Revolusi Libya : Revolusi 17 Februari 2011 berawal dari gerakan Rakyat terinspirasi dari gerakan Rakyat di Tunisia, dengan tujuan serupa : menggulingkan diktator dan kediktaturan demi menegakkan Kemerdekaan, Hak Hak Azasi dan Demokrasi. Gerakan berupa aksi tuntutan secara damai mendapat jawaban dari rezim Moammar Khadafi berupa aksi kekerasan senjata. Dalam perkembangan selanjutnya, demo secara damai berubah pemberontakan terbuka dan mendapat simpati dari kalangan pasukan bersenjata. Meskipun tak seimbang, perjuangan bersenjata berkelanjutan.

Pada tanggal 27 Februari 2011 Kaum Pemberontak mengorganisasi diri secara politis pun militer, dengan mendirikan Dewan Transisi Nasional (CNT) berkedudukan di kota Benghazi. Organ politik (pemerintah)  yang terdiri dari 40 orang dpp Moustafa Abdel Jalil,  memproklamirkan berdirinya pemerintahan sementara : Republik Libya.

Penguasa di Tripoli – Moammar Khadafi – melakukan pembalasan dan mengancam serangan besar-besaran ke tumpuan Pemberontak di Benghazi dan sekitarnya. Suatu ancaman yang mendapat perhatian Internasional. Dengan dorongan pihak Perancis, Inggris dan Amerika masalah kegawatan di Libya itu disidangkan di Dewan Keamanan  PBB. Yang menelorkan Keputusan untuk melakukan tindakan demi mencegah pembantaian berlangsung. Keputusan yang intinya untuk Perlindungan Penduduk Sipil itu terwujudkan dengan aksi awal (19 Maret 2011) berupa pemboman atas kekuatan militer rezim Khadafi oleh koalisi Perancis-Inggris-Amerika. Dalam perkembangan selanjutkan Komando koalisi trinegara tersebut dialihkan kepada NATO, dengan misi yang hakikinya serupa, dengan berdasarkan Keputusan atau Resolusi DK PBB yang didukung juga oleh kalangan dunia Arab.

(5).Kekuatan kaum Pemberontak (Dewan Transisi Nasional – CNT) yang berpusat di Benghazi terus memperkuat seraya memperbesar diri – secara politis pun militer. Gabungan kekuatan mereka : berbagai kalangan masyarakat sipil pun militer yang turut memberontak melawan rezim Khadafi, termasuk mantan menteri dan tokoh-tokoh lainnya.  Liga Arab mengakui kedudukan mereka ; Perancis memberi pengakuan internasional yang pertama (10 Maret 2011), disusul oleh Sekutu dan negara lainnya. Kemis 26 Agustus lalu, di Tripoli mereka secara resmi mengumumkan kembali berdirinya Pemerintah Sementara Republik Libya.

Menurut Dewan Transisi Nasional (CNT) sampai catatan ini disusun, 28 Agustus 2011, meskipun Tripoli sudah dijadikan Ibukota Republik Libya, kediaman berbenteng kuat dan gadang Kolonel Khadafi sudah diduduki, namun sang diktator itu sendiri belum diketahui dimana adanya.***

 (Facebook : 28.08.2011)

*

(6).Tanggal 20 Oktober 2011 tersiar sebar berita dari berbagai sumber resmi non-resmi Libya pun pers internasional, Moammar Khadafi tewas dalam serbuan kaum revolusioner ke Sirtre, kota kelahiran dan asal tribu yang merupakan benteng terakhirnya. Simak laporan kantor berita AFP 20 & 21 Oktober, juga laporan Nurvita Indarini – DetikNews Jumat 21 Oktober 2011.

*

 

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers

%d bloggers like this: