Selamat Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-66


Selamat Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-66

*Pada tanggal 5 Oktober* kita semua akan memperingati hari ulang tahun
Tentara Nasional Indonesia yang ke-66. Berbagai persiapan sudah mulai
dilakukan oleh para TNI kita. Dengan harapan pada hari H nanti acara akan
sukses dan memuaskan semua pihak.

Dari mulai Sukhoi, Pesawat ( F 16 Fighting Falcon, F 5 Tiger, Hawk MK-53 ),
Helikopter, Kendaraan tempur, dan juga Tank Scorpion semua akan di
mempertotonkan sebuah atraksi yang menarik. Kemeriahan HUT TNI ke-65 ini
akan di rayakan di berbagai daerah seluruh Indonesia. Dimulai dari pangkalan
udara Halim Perdana Kusuma, Aceh, Jawa Tengah, dan Papua.

Selain Pesawat Sukhoi, TNI juga akan menambah beberapa armada perang seperti
Kapal selam, Kapal perang, Pesawat tempur, dan Tank bila semua usulan
tersebut di setujui Presiden. Baru-baru ini TNI sudah membeli beberapa alat
baru seperti Helikopter, Rudal Grom ( Rudal jenis SHORAD ), Rudal QW-3,
Rudal C-705, dan Tank Amfibi BM-3.

Dibawah ini adalah beberapa serangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun
TNI Ke-66 :

Tanggal 18 September 2011, Di adakan Perlombaan lari 5 K dan 10 K di Silang
Monas Jakarta .

Tanggal 20 September 2011, Pembukaan Panglima TNI Cup tahun 2011 di lapangan
sepak bola Mabes TNI Cilangkap.

Tanggal 22 September 2011, Donor darah di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI
Cilangkap.

Tanggal 22 September 2011, Kunjungan Ibu-ibu Dharma Pertiwi ke Rumah Sakit
TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Tanggal 23 September 2011, Anjangsana Ibu-ibu Dharma Pertiwi ke Perumahan
Seroja Bekasi.

Tanggal 26 September 2011, Festival Musik Harmoni TNI di GOR A. Yani, Mabes
TNI Cilangkap.

Tanggal 27 September 2011, Gerak Jalan Santai di lingkungan Mabes TNI
Cilangkap, Bazar Murah di lapangan parkir GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap
dan penampilan juara I Festival Musik Harmoni TNI, Penutupan Panglima TNI
Cup Tahun 2011 di lapangan Sepak Bola Mabes TNI Cilangkap.

Tanggal 28 September 2011, Pengobatan Massal di Islamic Centre
Cilincing-Kec. Koja, Jakarta Utara.

Tanggal 3 Oktober 2011, Gladi Bersih Upacara Peringatan ke-66 Hari TNI tahun
2011, dilanjutkan jumpa pers dan acara menembak dengan Pemimpin Redaksi.

Tanggal 5 Oktober 2011, Upacara HUT TNI ke 66 di Mabes TNI Cilangkap dan
akan dipimpin langsung oleh Kepala Negara (Susilo Bambang Yudhoyono)

Seremonial Hari Ulang Tahun TNI ke-66 juga di tandai adanya penganugrahan ”
Bintang Dharma”. Kemarin pada tanggal 1 oktober 2011, Panglima TNI Laksmana
Agus Suhartono, SE menyematkan tanda kehormatan kepada 10 perwira tinggi.
Penganugerahan tersebut diberikan atas dasar Keputusan Presiden Republik
Indonesia Nomor 44/TK/TAHUN 2011 pada tanggal 21 Juni 2011 yang lalu dan
jasa bakti juga pengabdian kepada Negara. 10 perwira tinggi TNI yang
menerima Bintang Dharma tersebut antara lain,

1. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Kasad)

2. Letjen TNI (Purn) Rasyid Qurnuen Aquary, S.IP. (Pati Mabesad)

3. Letjen TNI (Purn) Muhamad Noer Muis, S.IP., M.Sc. (Pati Mabesad)

4. Letjen TNI Hotmangaradja Pandjaitan (Sesmenko Polhukam RI)

5. Letjen TNI Budiman (Wakasad)

6. Laksdya TNI Gunadi, M.D.A. (Irjen Kemhan RI)

7. Laksdya TNI Marsetio, M.M. (Wakasal)

8. Letjen TNI (Mar/Purn) Nono Sampono, S.Pi., M.Si. (Pati Mabesal)

9. Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP., M.A. (Sekjen Kemhan RI)

10. Marsdya TNI Dr. Rio Mendung Thalieb, M.Sc., Ph.D. (Pati Mabes TNI).

Upacara tersebut dihadiri oleh Kasal Laksamana TNI Soeparno, Kasau Marsekal
TNI Imam Sufaat, Dansesko TNI Laksdya TNI Mochamad Jurianto, S.E., para
Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI dan Asisten Personel Angkatan.

*Sejarah Perjuangan TNI.

a. Perjalanan Sejarah Perjuangan TNI . Pada awal kemerdekaan terakumulasi
kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik
dari didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari
lascar rakyat, inilah cikal bakal lahirnya TNI, yang dalam perkembangannya
mengkonsolidasikan diri ke dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian
berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara
Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), Tentara Nasional
Indonesia (TNI), Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), Angkatan Perang
Republik Indonesia Serikat (APRIS), yang kembali menjadi Angkatan Perang
Republik Indonesia (APRI), Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI),
melalui penggabungan dengan Polri, dan berdasarkan Ketetapan MPR No.
VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI)
setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri. Sejak kelahirannya, TNI
menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara,
mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945,
serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pengabdian TNI
kepada negara dapat dilihat dalam perjalanan sejarah perjuangannya sebagai
berikut

1) Mempertahankan Kemerdekaan . Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha
menjajah kembali bangsa Indonesia . Kedatangan kembali Sekutu/Belanda
mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat, yaitu terjadi pertempuran
di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945),
Bandung Lautan Api (1946), Medan Area (1947), Palembang (1947), Margarana
(1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947),
Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949 sehingga
bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan
kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat
adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa
pamrih dengan tekad merdeka atau mati. Khusus pada saat menghadapi agresi
militer Belanda Il, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di
Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Sudirman tetap
melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara bergerilya karena berpegang
teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

2) Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara .

a) TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan
terhadap PKI di Madiun 1948 dan G-30-S/PKI 1965, terhadap pemberontakan
DI/Til di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatra
Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di
Kalimantan Barat, RMS di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatra
Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan
menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada
prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

b) Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti
Pemilu, Sidang Umum / Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap
terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan kepada
kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan
bernegara.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10809885

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers

%d bloggers like this: