Karyawan PT FI Mogok Kerja

Jum’at, 16 September 2011 , 04:10:00
Karyawan PT FI Mogok Kerja
 
TIMIKA – Karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), Kamis (15/9) kemarin melakukan mogok kerja. Aksi ini sebagai akibat belum ditemukannya kesepakatan dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT. Freeport Indonesia periode 2011-2013 yang telah dilaksanakan sejak tanggal 21 Juli 2011.
Sejak pukul 06.30 WIT, para karyawan sudah mulai berkumpul di depan pintu masuk Kuala Kencana. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Kendaraan-kendaraan itu diparkir di persimpangan jalan depan Polsek dan Koramil Kuala Kencana.
Karyawan yang melakukan aksi mogok kerja mulai mendirikan panggung dan tenda di sekitar depan pintu masuk Kota Kuala Kencana. Sebagian karyawan duduk-duduk di sepanjang jalan tersebut.
Sementara di Terminal Bis Gorong-gorong, karyawan Freeport sejak pagi hingga siang kemarin terus berdatangan dari Tembagapura ke Timika. Mereka datang dengan menggunakan bis dari Tembagapura, dan akan bergabung dengan rekan-rekannya di depan pintu masuk Kuala Kencana. Di terminal bis Gorong-gorong, aparat keamanan dari Polres Mimika disiagakan.
Juru Bicara PUK SP KEP SPSI PTFI, Julius Parorongan mengatakan aksi mogok kerja karyawan direncanakan satu bulan sejak 15 September sampai 15 Oktober 2011. Julius Mobilisasi karyawan dari Tembagapura ke Timika dilakukan secara bertahap mulai kemarin sampai semuanya tiba di Timika.
“Sampai saat ini sudah 89 bis yang turun dari Tembagapura ke Timika. Dimana direncanakan, akan ada 130 bis yang mengangkut karyawan dari Tembagapura menuju Timika. Dan karyawan akan bergabung dengan yang karyawan lainnya di depan pintu masuk Kuala Kencana untuk melakukan aksi mogok kerja,” papar Julius saat dikonfirmasi Radar Timika melalui telepon, Kamis (15/9).
“Bis-bis yang mengangkut karyawan dari Tembagapura ke Timika disediakan oleh perusahaan,” sambungnya.
Julius mengatakan karyawan yang melakukan mogok kerja di depan pintu masuk Kuala Kencana sedang membangun panggung dan tenda. Panggung untuk pelaksanaan ibadah selama mogok berlangsung. Ibadah dimulai sejak pukul 08.00-16.00 WIT.
“Ini dilakukan karyawan sambil menunggu hasil keputusan dari manajemen. Dan diharapkan dari pihak manajemen untuk lebih terbuka menyangkut permasalahan ini, supaya semua bisa berjalan seperti semula,” ujar Julius.
Sedangkan Juru Bicara PTFI, Ramdani Sirait dalam pernyataannya saat dikonfirmasi Radar Timika, Kamis (15/9) malam, menyatakan “Manajemen PT Freeport Indonesia kecewa karena Pengurus Unit Kerja-Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-FSP KEP SPSI) memutuskan untuk melakukan pemogokan yang tidak sah.”

“Saat perundingan dimulai pada tanggal 20 Juli 2011, Manajemen selalu berupaya melakukan perundingan dengan itikad baik demi tercapainya suatu kesepakatan yang adil dan wajar dalam rangka Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2011-2013. Kami telah mengutarakan keinginan kami agar perundingan dapat dilanjutkan dan diselesaikan tepat pada waktu,” paparnya.
Ramdani juga menyatakan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 48/MEN/IV/2004, jika perundingan tidak selesai dalam waktu yang disepakati, para pihak dapat menambah waktu perundingan selama maksimal 30 hari.
Manajemen berharap dapat melanjutkan perundingan dengan itikad baik untuk mencapai kesepakatan yang adil dan wajar demi kesejahteraan yang lebih baik para karyawan non-staf. Tidak ada dasar hukum untuk segala bentuk penghentian pekerjaan yang dianggap pemogokan karena Undang Undang mengendepankan dialog berkelanjutan dan mediasi. Mediasi formal telah dijadwalkan pada hari ini, 15 September 2011 oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta untuk mencari solusi bagi pemogokan dan untuk mencapai PKB.
Selama berjalannya perundingan, manajemen telah  menawarkan paket kompensasi yang sangat menarik untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan kami untuk periode PKB mendatang (Oktober 2011- Oktober 2013). Paket kompensasi tersebut merupakan yang terbaik yang pernah ditawarkan kepada karyawan di seluruh Indonesia dan manajemen akan bersedia melanjutkan proses tawar penawar komponen dalam paket tersebut selama perjalanan proses perundingan.
Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Deny Siregar, SIK yang ditemui sejumlah wartawan dalam pengamanan di pintu masuk Kuala Kencana, Kamis (15/9) kemarin mengatakan, situasi areal kerja PT Freeport Indonesia dan Kota Timika, kondusif.
Kapolres mengatakan untuk pengamanan aksi mogok kerja karyawan PTFI ini, telah disiagakan sekitar 1.000 personil gabungan TNI dan Polri. “Jumlah total pasukan sebanyak seribuan orang, sudah disebar di sejumlah areal yang dianggap vital,” katanya.
Kapolres juga menjelsakan, dalam aturannya, aksi demonstrasi itu sah-sah saja dilakukan. Namun, dalam aturannya, juga ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, salah satunya melakukan aksi demo di area obyek vital. “Freeport ini kan salah satu obyek vital,” katanya.
Kepala Kepolisian Daerah(Kapolda) Papua, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing memimpin langsung pengamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia (PTFI) di wilayah Kabupaten Mimika, Papua dalam rangka mengantisipasi mogok kerja karyawan PTFI yang menurut rencana berlangsung 15 September sampai dengan 15 Oktober 2011 mendatang.
“Kapolda akan memimpin langsung pengamanan Obvitnas PTFI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari rencana mogok kerja karyawan PTFI yang dikoordinir Pengurus SPSI PTFI. Bagaimanapun juga aparat keamanan sangat serius memperhatikan permasalahan ini,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol.Wachyono.
Dia mengatakan, aparat keamanan tidak ingin aksi mogok ini berdampak buruk bagi Kamtibmas masyarakat secara keseluruhan dan jangan sampai menggoyahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
“Kita tetap berharap agar Pimpinan SPSI kembali ke meja perundingan karena UU Ketenagakerjaan memberikan peluang  untuk melanjutkan perundingan untuk menghasilkan Perjanjian Kerja Bersama dalam rangka kesejahteraan karyawan PTFI,”  katanya.
Dia mengatakan, Kapolda Papua sangat berharap agar mogok  kerja tidak terjadi tetapi mengedepankan perundingan untuk  mencapai musyawarah dan mufakat demi kebaikan dan kesejahteraan banyak orang.
“Kami menghimbau agar para karyawan PTFI bersama Pimpinan SPSI  memelihara ketenangan dan kedamaian hidup bersama di wilayah ini. Jangan sampai terprovokasi oleh pihak ketiga  yang tidak bertanggungjawab . Jangan sampai ada intimidasi antarsesama karyawan namun kedepankan perdamaian dan ketertiban hidup bersama,” katanya.
Begitu pula, masyarakat sekitar wilayah tambang diimbau tidak ikut-ikutan dalam aksi mogok kerja karyawan dan tidak sampai memasuki wilayah Obvitnas untuk  mengacaukan suasana kehidupan bersama.
Berapa lama aparat keamanan bertugas di Obvitnas PTFI, Kombes Pol Wachyono mengatakan, sampai wilayah Obvitnas PTFI aman dan tidak terjadi lmogok kerja karyawan PTFI. Tentang kemungkinan ada pihak ketiga yang  berkeinginan “mengail di air keruh”, Wachyono  mengatakan, polisi sedang mendalami hal itu.
Ditempat terpisah Penjabat Gubernur Papua, DR. Drs. H.Syamsul Arief Rivai, MS mengatakan
    Menurut Penjabat Gubernur, persoalan mogok kerja adalah persoalan internal perusahan, sehingga dirinya berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan secara internal, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, sebab akan berdampak pada semua bidang, terutama kinerja produksi perusahan tidak berjalan dan menurun, bahkan bisa berdampak pada pendapatan royalti negara.

  “Termasuk merugikan pendapatan daerah dan negara, karena itu, jika ada masalah alangkah baiknya dibicarakan secara baik, jangan sampai mogok, pasti ada solusi,”katanya saat diwawancarai oleh wartawan di sela-sela pelantik pimpinan MRP di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Kamis (15/9), kemarin.
Lanjutnya, jika ada tuntutan dari karyawan, silahkan disampaikan, tapi jangan sampai mogok, karena perusahaan sendiri pasti mempunyai aturan, misalnya karyawan yang mogok kerja tidak mungkin digaji atau dan sebagainya yang sesuai dengan aturan perusahaan.
  “Masalah ini adalah terletak pada perbedaan pendapat, tapi janganlah sampai mogok kerja” pesannya. Dirinya sudah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua untuk membantu menfasilitasi pertemuan antara karyawan dengan pihak perusahan, karena itu dirinya berharap persoalan ini secepatnya bisa diselesaikan.
Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai, S.IP mengatakan, rencana aksi mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia adalah sebagai bentuk tuntutan perbaikan kesejahteraan karyawan yang tidak mendapatkan perhatian serius oleh manajemen PT Freeport.
Menurutnya, tindakan aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan PT Freeport ini sebagai bentuk peringatan kepada PT Freeport sebab kalau dilihat kebelakang persoalan ini hanya kesejahteraan yang dinilai karyawan tidak sebanding dengan apa yang dihasil dari pada PT Freeport seperti emas dalam setiap harinya.
Ditegaskan Ruben, karyawan sudah mengetahui berapa emas dalam setiap harinya yang dihasilkan atau diproduksi oleh PT Freeport kemudian kalau kesejahteraan karyawan dibanding dengan pendapatan adalah tidak sebanding.


”Yang jelas karyawan mengetahui semua hasilnya sehingga saat inilah mereka menyampaikan kepada PT Freeport tentang kesejaheraan mereka sehingga karyawan menilai PT Freeport telah lalai dalam mengelola system. Oleh karena itu, lanjutnya, PT Freeport sudah harus memikirkan bagaimana memberikan kesejahteraan karyawannya,”imbuhnya.
”Soal langkah yang dilakukan adalah pembenahan manajemen kemudian memberikan kesejaheraan sesuai dengan tuntutan peningkatan kesejahteraan karyawan. Yang perlu ditinjau ulang adalah kenapa karyawan itu melakukan aksi mogok karena kesejahteraan mereka tidak diperhatikan selain itu tuntutan mereka jelas,”tandasnya
.

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: