Hikayat Melayu, Hikayat Indonesia Kita

http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/hikayat-melayu-hikayat-indonesia-kita
Beranda Radio Video Sajian Dosir Interaktif

Avatar Redaksi Indonesia
Jakarta, Indonesia

Hikayat Melayu, Hikayat Indonesia

Kita

Diterbitkan : 25 Agustus 2011 – 3:47pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: Wana Darma/Flickr)

Genap 66 tahun usia negeri ini. Korupsi, kekerasan dan ancaman terhadap pluralisme, menjadi tampilan wajah Indonesia saat ini. Bulan lalu, budayawan Butet Kartarajasa mengemas pentas tari dan teater dalam Program Indonesia Kita. Pentas ini menampilkan wajah Indonesia dari sisi budaya, berusaha membangkitkan nasionalisme dan ke-Indonesia-an. Reporter KBR68H Rony Rahmata merekam pementasan tersebut.

Hikayat atau cerita dari tanah Melayu ditampilkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Hikayat tentang Mak Jogi.

Teater
Mak Jogi adalah karakter yang kerap digunakan dalam ribuan Hikayat Melayu. Kali ini tokoh Mak Jogi diperankan oleh Tom Ibnur, penari kondang asal Pekanbaru, Riau.

Dalam cerita rakyat Melayu, Mak Jogi itu adalah seorang yang sangat terkenal. Mak jogi itu adalah laki-laki yang berperan sebagai perempuan di dalam berbagai cerita dalam berbagai pertunjukkan tari.

Inti pementasan ini adalah upaya Mak Jogi menjalankan perintah Raja untuk mencari air dari tujuh muara di seluruh negeri. Air itu untuk kesembuhan putra mahkota. Selama mencari sumber mata air inilah, Mak Jogi mewarnai setiap daerah yang dikunjunginya dengan kebudayaan dan kesenian Melayu. Merangkul kesatuan negeri ini.

Konsep
Kisah Mak Jogi dikemas dalam bentuk sindiran dan humor. Pakar Komunikasi Effendi Ghazali pun turut memainkan satu peran. Ia ditasbih sebagai Penasehat Kerajaan.

Efendi Gozali mempunyai alasan sehingga terlibat dalam pementasan Mak Jogi, “Saya tertarik, konsepnya adalah kita melihat budaya, ada hikayat-hikayat dari seluruh Indonesia. Kemudian di sana-sini dicampur, ada beberapa hal yang terkini. Tapi dengan tidak melupakan, bahwa sebetulnya Indonesia kita itu tidak hanya Jakarta sebagai pusat tarik menarik politik, kepentingan dagang dan lain-lain. Jadi bagaimana di daerah-daerah itu, apa yang sedang terjadi, paling tidak inilah ekplorasi awallah mengenai itu.”

Pentas Keempat
Hikayat Mak Jogi adalah pentas keempat dari rangkaian Program ”Indonesia Kita.” Pentas perdana mengangkat kesenian Yogyakarta yang dinilai memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Kemudian pentas Beta Maluku untuk Indonesia Damai yang menampilkan seniman-seniman Maluku. Ketiga adalah Ludruk Surabaya dengan lakon Kartolo Mbalelo alias memandang Indonesia secara jenaka.

Apa pesan utama pementasan ini bagi ke-Indonesia-an kita? Hikayat Melayu tak terhitung banyak jumlahnya. Isi ceritanya pun mudah diadopsi dengan konteks kekinian. Karena itulah Indonesia Kita kali ini mengangkat hikayat dari tanah Melayu.

Sang sutradara, Butet Kartarajasa:
“Bagi saya itu sesuatu kekuatan kesenian tradisional. Membuktikan bahwa kesenian tradisional itu tetap bisa didaur ulang untuk menampilkan aktualitas kontemporer. Jadi cerita-cerita yang bersumber dari hikayat Melayu yang jumlahnya ribuan itu, itu merupakan satu mata air, sumber inspirasi yang bisa kita cari, kita gali untuk ngomong masalah Negara hari ini.”

“Karena ternyata persoalan-persoalan di wilayah kontemporer hari ini, itu hanya mengulang dari apa yang terjadi dari masa lalu. Seluruh kejahatan, kebaikan itu hanya satu rotasi yang terjadi dan itu dibuktikan oleh kekuatan seni tradisional,” tambah Butet.

 

 

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers

%d bloggers like this: