Konflik Laut China Selatan, AS Akui Peran ASEAN

http://www.sinarharapan.co.id/content/read/konflik-laut-china-selatan-as-akui-peran-asean/

22.07.2011 12:08

Konflik Laut China Selatan, AS Akui

Peran ASEAN

Penulis : Mila Novita/Natalia Santi

(foto:dok/ist)

NUSA DUA – Amerika Serikat (AS) menyambut kemajuan kecil yang diraih China dan negara-negara Asia Tenggara terkait konflik di Laut China Selatan. China dan ASEAN menyepakati pedoman sikap di kawasan kaya energi Laut China Selatan yang juga disebut Laut Filipina Barat setelah hampir satu dekade mengalami kebuntuan.

“Kami menyambut ini. Ini satu langkah awal yang penting,” kata Asisten Menteri Luar Negeri AS, Kurt Campbell, di sela-sela Forum Keamanan ASEAN (Asean Regional Forum/ARF), Jumat (22/7). “Ini telah menurunkan ketegangan,” tambahnya.

Sementara itu, Menlu AS Hillary Clinton akan bertemu dengan Menlu China Yang Jiechi Jumat siang. China, Taiwan, dan empat anggota ASEAN lainnya (Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam) mengklaim wilayah di perairan kaya minyak dan gas tersebut.

Menurut pengamat, persetujuan China atas pedoman tersebut cukup meredakan ASEAN untuk mengangkat isu itu sebelum kedatangan Clinton. Meski Filipina tidak yakin pedoman itu cukup mengakhiri ketegangan.

Pernyataan Campbell mengindikasikan Washington tidak akan mendesakkan isu tersebut. Hubungan antara AS dan China telah mulai memanas setelah Presiden Obama menerima kunjungan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, pekan lalu. China juga menuduh AS memicu ketegangan di kawasan dengan melakukan latihan militer angkatan laut.

KKP Siapkan Kapal

Sementara itu, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam ketegangan Laut China Selatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiagakan kapal-kapal miliknya di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Posisi kita kan di Kelautan, di lautnya. Tapi kebijakannya diatur Menteri Luar Negeri. Saya disuruh menyiagakan kapal-kapal. Kalau ada apa-apa, kapal kita bisa ke sana. Angkatan Laut pun begitu,” kata Fadel di Jakarta, Kamis (21/7).

Konflik Laut China Selatan yang di antaranya memperebutkan gugus Kepulauan Spratly dan Kepulauan Paracel yang kaya minyak dan gas itu sudah berlangsung hampir 10 tahun.

Pada pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-44 (AMM) dan Forum Regional ASEAN (ARF) ke-18 di Bali, Selasa (19/7) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta Menteri Luar Negeri ASEAN membantu penyelesaian konflik yang melibatkan Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina dengan China itu.

Penyelesaian konflik ini sebenarnya sudah diupayakan sejak lama, ketika negara-negara terkait menyepakati Declaration of Conduct (DoC) 10 tahun lalu. Fadel mengatakan, Indonesia juga dapat mengambil manfaat dari kawasan tersebut. “Di Laut China Selatan kan banyak ikan,” ujarnya. (Ant/Reuters)

 

 

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: