Kasus Nazarudin Dicurigai Ada Bos yang Lebih Tinggi Terlibat
| 22 Mei 2011 | BP |
| Kasus Nazarudin |
| Dicurigai Ada Bos yang Lebih Tinggi Terlibat |
| Jakarta (Bali Post) - Kasus suap yang menjerat Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, kepada Sekjen MK terus menggelinding. Mantan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mendesak lebih baik Nazaruddin mengundurkan diri agar penyelidikan penegak hukum bisa berjalan lebih baik. Amien menilai permasalahan Nazaruddin terkait kasus suap Kemenpora yang kini ditangani KPK dan terkait isu suap terhadap Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi pukulan keras bagi Presiden SBY dan juga Partai Demokrat yang menaunginya. “Ini merupakan ujian terberat bagi pemerintah SBY juga Partai Demokrat,” ujar Amien Rais kepada wartawan usai mengikuti Peringatan 13 tahun reformasi di Gedung Djoeang 45, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5) kemarin. Amien menilai, Partai Demokrat memang sudah ikut terseret ke dalam permasalahan tersebut. Agar semua fakta bisa terungkap, menurut Amien, Nazaruddin sebaiknya mengundurkan diri dari Partai Demokrat. “Yang saya baca di media cetak, memang benar Partai Demokrat ini sudah terserempet. Terserempetnya saya tidak tahu sudah telak atau tidak. Tetapi supaya enak, lebih baik dia (Nazaruddin-red) mundur dulu,” ucapnya. Setelah Nazaruddin mundur, penyelidikan terhadap kebenaran isu dan dugaan tersebut akan bisa dilakukan dengan profesional. Amien mensinyalir adanya keterlibatan pihak-pihak yang lebih powerfull dari Nazaruddin. ”Setelah itu baru dikejar orang di balik kasus suap di Kemenpora, kalau perlu dikejar sampai ujung bumi. Jangan-jangan di samping Nazaruddin ini ada bos lebih tinggi lagi,” jelas Amien. Merasa Pesimis |
Hem kapan nih Indonesia tertebas dari pejabat yang korup.
Mudah2han permasalahan nazarudin bisa membutikan kebenaran jangan sampe orang besar yg terkena masalah rakyat hanya bisa menonton orang besar bermain,maling ayam aja digebugin masa maling duit rakyat kaga diapaapain .mao jadi apa negara ini kalo para pemimpin tida mao sadar jugga
Sudah di bungkam percuma dproses kalo tidak bisa membongkar mah, KPK, KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN Bagaikan sapu kotor yg menyapu lantai kotor ga bakal bersih2.
indonesia…..moeslim only id card……lebih zionis dr zionis……jayalah negeri ini,,,pusat pembodohan….
Amin rais banyak bacot,,gara2 revormasi dya,indonesia terpecah belah.
moga aja dengan ada nya kasus ini membuka mata kita,pokok nya kalo dah masalah uang baik anak buah sampai dengan atasan hijau semua mata nya.Jadi udah lah pak nazarudin beberin aja semua
sayang seribu sayang didunia ini lebih mudah lebih enak lebih menarik bicara soal teori, teori dan teori sedang praktek 10:1 .Andai semua orang sadar agama takut dosa maka tak kan ada korupsi kolusi nepotisme .Bosan,bosan dan Bosan korupsi g ada habisnya
bagi para penegak hukum kalo penanganan kasus kasus korupsi ngga ada yang tuntas pantas dipertanyakan jiwa nasionalisnya,dan rasa kebangsaanya karena cenderung turut andil merusak nkri ….. bukanya mau membangun penegakan hukum cuma celotehan belaka, dengan dagelan yang ngga lucu rakyat mo percaya kepada siapa lagi kalo trus begini
Mimpi indonesia brantas korupsi.. Rakyak percaya kalau hakimnya dr langit langsung
malu kepada negara lain, korupsi di indonesia ga pernah tuntas, kapan negara kita majuuuuuuuuuuuuu.
Para penegak hukum saya mohon agar para koruptor di tindak tegas saja, bila mana perlu di hukum mati aja, agar indonesia ini cepat maju, dan sejsjsr dengan negara tetangga kita, spt singapore,m,sia>
Menurut saya kasus nazarudin sih murni politik…
mungkin nazarudin hanya kambing hitam politik negri ini,Mungkin lo pak,,,hehehe…
Kalau kasus nazarudin memang murni korupsi,coba buktikan dan ungkap kasusnya sampai tuntas,tangkap dan hukum semua yang terlibat di dalamnya tanpa pandang bulu…
di tunggu lo pak…???????????
Apa mungkin juga kasus nazarudin cuma sekedar pengalihan isu,supaya masyarakat di negri ini lupa terhadap kasus2 yang lebih besar yang terjadi di negri ini ???
Bingung saya jadinya pak ?
kita pasrah pada penegak hukum dan undang2 yang sudah ada saja,seperti KUHP ( Kasih Uang Habis Perkara )
bingung mau komentar apa,,,di ILC,dah banyak saran&kritik,tetapi..inilah memang INDONESIA,d mana aparatur pemerintahnya,,udah penuh sama mafia,d sgala bidang…