Kasus Nazarudin Dicurigai Ada Bos yang Lebih Tinggi Terlibat

http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=51923
22 Mei 2011 | BP
Kasus Nazarudin
Dicurigai Ada Bos yang Lebih Tinggi Terlibat
Jakarta (Bali Post) -
Kasus suap yang menjerat Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, kepada Sekjen MK terus menggelinding. Mantan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mendesak lebih baik Nazaruddin mengundurkan diri agar penyelidikan penegak hukum bisa berjalan lebih baik.
Amien menilai permasalahan Nazaruddin terkait kasus suap Kemenpora yang kini ditangani KPK dan terkait isu suap terhadap Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi pukulan keras bagi Presiden SBY dan juga Partai Demokrat yang menaunginya. “Ini merupakan ujian terberat bagi pemerintah SBY juga Partai Demokrat,” ujar Amien Rais kepada wartawan usai mengikuti Peringatan 13 tahun reformasi di Gedung Djoeang 45, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5) kemarin.
Amien menilai, Partai Demokrat memang sudah ikut terseret ke dalam permasalahan tersebut. Agar semua fakta bisa terungkap, menurut Amien, Nazaruddin sebaiknya mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
“Yang saya baca di media cetak, memang benar Partai Demokrat ini sudah terserempet. Terserempetnya saya tidak tahu sudah telak atau tidak. Tetapi supaya enak, lebih baik dia (Nazaruddin-red) mundur dulu,” ucapnya.
Setelah Nazaruddin mundur, penyelidikan terhadap kebenaran isu dan dugaan tersebut akan bisa dilakukan dengan profesional. Amien mensinyalir adanya keterlibatan pihak-pihak yang lebih powerfull dari Nazaruddin. ”Setelah itu baru dikejar orang di balik kasus suap di Kemenpora, kalau perlu dikejar sampai ujung bumi. Jangan-jangan di samping Nazaruddin ini ada bos lebih tinggi lagi,” jelas Amien.

Merasa Pesimis
Lebih lanjut, Amien mengaku dirinya merasa pesimis dengan kinerja KPK dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani kasus-kasus yang ada, termasuk kasus suap Kemenpora ini. ”Karena dari dulu tidak pernah ada kasus yang pernah selesai. Misalnya, kasus Bank Century, lalu kasus Gayus yang semakin gelap, sampai kasus pembunuhan Munir yang entah sudah ke mana,” ucapnya.
Amien bahkan berkelakar, jika kasus suap Kemenpora ini bisa diselesaikan hingga ke akar-akarnya, maka dirinya akan betul-betul bergembira. “Saya akan jalan kaki ke kantor Muhammadiyah,” seloroh Amien.
Ia menyarankan sebaiknya kita belajar dari masa lalu, korupsi harus kita berantas sungguh-sungguh, tidak berpihak dan jangan bersandiwara. ”Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK juga jangan bersandiwara dan harus bekerja dengan sungguh-sungguh,” tandasnya. (kmb)

About these ads

14 comments so far

  1. Brain on

    Hem kapan nih Indonesia tertebas dari pejabat yang korup.

  2. muhamad toyib on

    Mudah2han permasalahan nazarudin bisa membutikan kebenaran jangan sampe orang besar yg terkena masalah rakyat hanya bisa menonton orang besar bermain,maling ayam aja digebugin masa maling duit rakyat kaga diapaapain .mao jadi apa negara ini kalo para pemimpin tida mao sadar jugga

  3. Andito Law on

    Sudah di bungkam percuma dproses kalo tidak bisa membongkar mah, KPK, KEPOLISIAN DAN KEJAKSAAN Bagaikan sapu kotor yg menyapu lantai kotor ga bakal bersih2.

  4. ode buat extrimis on

    indonesia…..moeslim only id card……lebih zionis dr zionis……jayalah negeri ini,,,pusat pembodohan….

  5. Zainuwik on

    Amin rais banyak bacot,,gara2 revormasi dya,indonesia terpecah belah.

  6. okranus on

    moga aja dengan ada nya kasus ini membuka mata kita,pokok nya kalo dah masalah uang baik anak buah sampai dengan atasan hijau semua mata nya.Jadi udah lah pak nazarudin beberin aja semua

  7. tina on

    sayang seribu sayang didunia ini lebih mudah lebih enak lebih menarik bicara soal teori, teori dan teori sedang praktek 10:1 .Andai semua orang sadar agama takut dosa maka tak kan ada korupsi kolusi nepotisme .Bosan,bosan dan Bosan korupsi g ada habisnya

  8. kodir on

    bagi para penegak hukum kalo penanganan kasus kasus korupsi ngga ada yang tuntas pantas dipertanyakan jiwa nasionalisnya,dan rasa kebangsaanya karena cenderung turut andil merusak nkri ….. bukanya mau membangun penegakan hukum cuma celotehan belaka, dengan dagelan yang ngga lucu rakyat mo percaya kepada siapa lagi kalo trus begini

  9. alvin on

    Mimpi indonesia brantas korupsi.. Rakyak percaya kalau hakimnya dr langit langsung

  10. bali transport on

    malu kepada negara lain, korupsi di indonesia ga pernah tuntas, kapan negara kita majuuuuuuuuuuuuu.

  11. bali transport on

    Para penegak hukum saya mohon agar para koruptor di tindak tegas saja, bila mana perlu di hukum mati aja, agar indonesia ini cepat maju, dan sejsjsr dengan negara tetangga kita, spt singapore,m,sia>

  12. Ombro_gue on

    Menurut saya kasus nazarudin sih murni politik…
    mungkin nazarudin hanya kambing hitam politik negri ini,Mungkin lo pak,,,hehehe…
    Kalau kasus nazarudin memang murni korupsi,coba buktikan dan ungkap kasusnya sampai tuntas,tangkap dan hukum semua yang terlibat di dalamnya tanpa pandang bulu…
    di tunggu lo pak…???????????

  13. Ombro_gue on

    Apa mungkin juga kasus nazarudin cuma sekedar pengalihan isu,supaya masyarakat di negri ini lupa terhadap kasus2 yang lebih besar yang terjadi di negri ini ???
    Bingung saya jadinya pak ?
    kita pasrah pada penegak hukum dan undang2 yang sudah ada saja,seperti KUHP ( Kasih Uang Habis Perkara )

  14. mohamad zaini on

    bingung mau komentar apa,,,di ILC,dah banyak saran&kritik,tetapi..inilah memang INDONESIA,d mana aparatur pemerintahnya,,udah penuh sama mafia,d sgala bidang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: