MK lanjutkan uji UU Perkebunan

Oleh Intan Pratiwi

Published On: 24 April 2011

JAKARTA: Mahkamah Konstitusi kembali melanjutkan sidang pengujian Undang-Undang No.18 Tahun 2004 tentang Perkebunan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dari pihak pemerintah, Sawit Watch, dan Serikat Petani Kelapa Sawit.
Peninjauan kembali (judicial review) dengan nomor perkara 55/PUU-VIII/2010 pasal 21 dan 47 terkait dengan permohonan yang diwakili oleh Public Interest Lawyers Network (PIL-NET) untuk merevisi pasal 21 dan 47 UU tersebut yang dianggap merugikan masyarakat dan petani di sekitar perkebunan kelapa sawit.

“Ketentuan dalam Pasal 21 dan Pasal 47 ayat (1) dan (2) UU Perkebunan tidak jelas dan sumir, itu merupakan bentuk pelanggaran atas konsep negara hukum, ” ujar salah satu kuasa hukum pemohon Wahyu Wagiman dalam rilis yang diterima Bisnis kemarin.

Salah satu konsep negara hukum, ungkapnya, terdapat sistem hukum yang peraturannya jelas, dapat dimengerti, dan fairly enforced. Selain itu juga mempunyai unsur kepastian hukum di dalamnya sekaligus mengandung asas legalitas, prediktibilitas, dan transparansi.

Pada jJudicial review ke empat ini, pemerintah menghadirkan Suharto dan Akhiar Salmi sebagai saksi ahli. Suharto menjelaskan anatomi UU Perkebunan pada dasarnya mendukung kemajuan ekonomi, ekologi, dan sosial budaya.

Pendekatan sistem dan usaha agrobisnis, paparnya, dilakukan dalam kawasan pengembangan perkebunan dengan memperhatikan kelayakan teknis, sosial, ekonomi, budaya, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Artinya menurut pandangannya, UU ini sudah tepat berperan sesuai dengan tujuan awalnya untuk menjaga keadilan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh saksi ahli Akhiar Salmi yang menegaskan bahwa inti masalah adalah sengketa hak atas tanah, maka sidang seharusnya tidak diselenggarakan di Mahkamah Konstitusi tetapi di Pengadilan Negeri ataupun Pengadilan Tata Usaha Negara.

Sawit Watch maupun Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) sebagai pihak terkait menyatakan dukungannya terhadap permohonan yang diajukan oleh Pemohon. Mereka berharap  MK menyatakan ketentuan Pasal 21 dan Pasal 47 ayat 1dan2  UU No.18 Tahun 2004 tentang Perkebunan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya.

Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Sawit Watch, mengatakan salah satu cara menghentikan berbagai persoalan kriminalisasi terhadap masyarakat di sekitar perkebunan adalah meninjau kembali beberapa pasal dalam UU Perkebunan diantaranya Pasal 21 dan Pasal 47.

Pasal ini, paparnya, sangat bergantung pada penafsiran masing-masing pihak. Akibatnya timbul diskriminasi terhadap kelompok minoritas tertentu. Kecenderungan yang muncul adalah pihak yang memiliki kekuatan akan menentukan penafsirannnya dan menekan kelompok minoritas.

Mansuetus Darto, Presiden SPKS, menambahkan telah banyak petani kelapa sawit yang merasa dirugikan dengan adanya pasal dalam UU ini. Pasal ini telah meberikan interpretasi yang beragam sehingga merugikan kaum minoritas.

Sawit Watch mencatat telah terjadi banyak konflik di Perkebunan Kelapa Sawit antara Perusahaan dengan komunitas Masyarakat. Pada 2007 terdapat 514 kasus, 2008 terdapat 576 kasus,  2009 terdapat 604 kasus dan 2010 terdapat 663 kasus.

Selain itu, Sawit Watch juga mencatat sepanjang 2010 lebih dari 106 orang masyarakat dikriminalisasikan di Perkebunan Kelapa sawit ketika sedang memperjuangkan haknya. Konflik yang terbaru adalah penembakan enam masyarakat Karang Mendapo, Jambi oleh aparat keamanan.

UU Perkebunan dianggap belum dapat mengakomodir kasus kriminalisai terhadap  masyarakat adat, masyarakat lokal dan petani sebagai akibat dari konflik pertanahan di sekitar wilayah perkebunan, baik di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan wilayah lainnya di Indonesia (ea)

Sumber; http://www.bisnis.com/hukum/hukum-bisnis/21261-mk-lanjutkan-uji-uu-perkebunan

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers

%d bloggers like this: