Puisi yang Menginspirasi

 

Puisi  yang Menginspirasi

Oleh Hernowo, in:dikbud@yahoogroups.com, Sunday, 10 April 2011 19:13:01

 

William Ernest Henley

 

Out of the night that covers me

Black as the Pit from pole to pole

I thank whatever gods may be

For my unconquerable soul

In the fell clutch of circumstance

I have not winced nor cried aloud

Under the bludgeonings of chance

My head is bloody, but unbowed

Beyond this place of wrath and tears

Looms but the Horror of the shade

And yet the menace of the years

Finds, and shall find, me unafraid

It matters not how strait the gate

How charged with punishments the scroll

I am the master of my fate

I am the captain of my soul

(William Ernest Henley, “Invictus”)

 

William Ernest Henley (23 Agustus 1849 –11 Juli 1903) adalah penyair Inggris yang terkenal dengan puisinya yang diciptakannya pada 1875, “Invictus”. Invictus adalah kata dalam bahasa Latin yang bermakna “tak terkalahkan”. Puisi ciptaan Henley ini, dalam sebuah peristiwa penting, diberikan oleh Nelson Mandela kepada François Pienaar, kapten tim nasional rugbi Afrika Selatan, ketika tim tersebut sedang berlatih untuk memenangkan Piala Dunia Rugbi. Saya menyaksikan “semangat” puisi itu dilayarlebarkan dengan sangat mengesankan oleh Clint Eastwood dengan judul Invictus.

 

Madiba

 

Saya menonton Invictus, bersama anak perempuan saya, lewat saluran televisi berlangganan HBO pada Minggu, 10 April 2011, pukul 09.45 hingga 11.45 WIB. Film ini film lama karena beredar dua tahun lalu. Intinya bercerita tentang pembebasan  Nelson Mandela dari tahanan pada 1990 setelah ditahan selama hampir 30 tahun. Nelson Mandela kemudian memenangkan pemilihan presiden pada 1994 dan harus bekerja keras memperjuangkan rekonsiliasi bangsanya akibat sistem aparteid yang telah menyebabkan konflik berdarah selama 50 tahun di Afrika Selatan. Sebuah perjuangan yang tak mudah.

 

Nelson Mandela diperankan dengan sangat bagus oleh Morgan Freeman, sementara Matt Damon memerankan François Pienaar. Adegan dialog Mandela—yang lebih suka dipanggil Madiba atau Dada—dengan Pienar sungguh sebuah adegan yang luar biasa. Mandela merasakan perlunya semangat atau kata-kata yang menginspirasi untuk tim nasional rugbinya. Kata-kata? Ya, hanya kata-kata. Dia lalu bertanya kepada Pienaar apakah memiliki kata-kata yang menginspirasi? Lantas Mandela mengisahkan tentang lagu Afrika Selatan, “Tuhan Memberkati Afrika”, kepada Pienaar. Pienaar benar-benar merasakan “hantaman” sangat keras setelah bertemu dengan Mandela. Dia memerlukan kata-kata menginspirasi itu untuk membawa tim rugbinya mengalahkan lawan-lawannya.

 

Adegan kedua, yang lebih dahsyat ketimbang adegan yang saya sebutkan sebelum ini, adalah ketika tim nasional rugbi berkesempatan mengunjungi penjara tempat Nelson Mandela ditahan selama hampir 30 tahun. Penjara itu berada di Robben Island. Pienaar ingin merasakan puisi “Invictus” yang telah membakar semangat Mandela ketika dia dipenjara. Secara khusus, sesampai di tempat Mandela ditahan, Pienaar menyempatkan diri berkunjung ke sel sempit yang menahan Mandela. Seraya merasakan gelegar puisi “Invictus”, Pienaar membayangkan Mandela sedang berada di penjara tersebut. Saya tidak bisa melukiskan adegan ini sebaik tayangannya di film Invictus. Pokoknya dahsyat!

 

Poster film itu

 

Masih terkait dengan bagaimana menemukan inspirasi dan mencari semangat bertanding untuk menghadapi kejuaraan Piala Dunia rugbi, Mandela juga meminta tim nasional untuk tur—dengan menggunakan bus—ke pelosok-pelosok negeri Afrika Selatan menemui para penggemarnya. Semula, tur itu dianggap oleh beberapa orang yang ikut tim nasional tak ada gunanya. Apalagi setelah mereka digembleng habis-habisan saat berlatih sehingga kepayahan. Namun, bertemu dengan penggemar adalah sebuah suntikan tambahan yang nilainya tiada tara. Mandela tahu benar bahwa olahraga rugbi dapat menyatukan negaranya yang dicabik-cabik oleh perbedaan warna kulit.

 

Invictus didasarkan pada kisah nyata yang ditulis oleh John Carlin lewat bukunya, Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Changed a Nation. Di dalam buku karya Carlin memang dikisahkan bagaimana Nelson Mandela menggunakan tim nasional rugbi Afrika Selatan—dalam memenangi Piala Dunia rugbi di Afrika Selatan yang di final melawan tim nasional rugbi Selandia Baru pada 1995—untuk rekonsiliasi bangsanya. Ketika melihat perpecahan dan kekalahan tim nasional rugbinya, secara sangat khusus Mandela mengunjungi komunitas-komunitas yang masih peduli terhadap olahraga tersebut. Ketika bertemu dengan komunitas-komunitas itu, Mandela kemudian berpidato secara sangat menarik—menginspirasi.

 

Salah satu yang membuat kapten tim nasional rugbi mengagumi Mandela adalah fakta bahwa Mandela bersedia memaafkan orang-orang yang pernah menjebloskannya ke penjara. Dalam film juga ditunjukkan betapa Mandela sangat berdisiplin dan tidak mengenal rasa takut. Setiap pagi, dia tentu menyempatkan bangun pagi-pagi untuk menghirup udara segara dan berolahraga. Pada suatu ketika, pengawalnya menjumpai dia tergeletak di halaman. Setelah diperiksa dokter, Mandela kelelahan. Dia diminta untuk istirahat total. Namun, siapa bisa mencegah semangatnya untuk menyatukan bangsanya?

 

Matt Damon dan Morgan Freeman dalam Invictus

 

Film Invictus mendapat nominasi Academy Award (Oscar) pada 2010 untuk pemeran pria terbaik, Morgan Freeman, dan pemeran pendukung pria terbaik, Matt Damon. Broadcast Film Critics’ Association Award (2010) mengganjarnya sebagai “Film Terbaik”, “Sutradara Terbaik” untuk Clint Eastwood, “Aktor Terbaik” untuk Morgan Freeman, dan “Aktor Pendukung Terbaik” untuk Matt Damon. Sementara dalam ajang Golden Globe (2010), Morgan Freeman dan Matt Damon memenangkan Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik, sementara Clint Eastwood sebagai Sutradara Terbaik. Di ajang NAACP Image Award, Morgan Freeman menang lagi. Di ajang National Board of Review (2009) Clint, Morgan, dan filmnya juga menang. Di ajang Screen Actors’ Guild (2010), Morgan dan Matt menang, dan terakhir Morgan dan Clint meraih  Penghargaan WAFCA (2009).

 

Jika ingin menikmati puisi yang menginspirasi, lalu ingin pula menyaksikan dan merasakan bagaimana sosok Nelson Mandela yang kharismatik, serta ingin mendengar kata-katanya yang “menyihir” dan menginspirasi, bersegeralah menonton film yang sangat bagus ini— Invictus atau Tak Terkalahkan—jika memang Anda belum pernah menonton. Hiburlah diri Anda dengan sesuatu yang berkualitas yang akan membuat diri Anda terus berhasil meningkatkan kualitas diri dan kehidupan Anda secara nyaman dan menyenangkan—lewat kata-kata yang menginpsirasi.

 

I am the master of my fate

I am the captain of my soul.[]

__._,_.___
About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 57 other followers

%d bloggers like this: